
"Siapa mereka? " tanya Lisna pada William. William menjawab dengan mengangkat bahu dan menggelengkan kepala nya.
Karyawan yang melihat muncul nya kelompok berjas hitam mulai berbisik dan khawatir.
William dan Lisna pun takut kalau pria-pria itu adalah kiriman dari musuh Lucifer.
Ternyata mereka berdiri di samping William dan Lisna. Berbaris rapi menghadap karyawan-karyawan yang menatap mereka.
"Mungkin mereka anak buah tuan Lucifer. " bisik William di telinga Lisna.
"Ooohhh...." Lisna menganggukkan kepala nya.
"Silahkan di lanjutkan nona. " ucap salah satu dari anak buah Lucifer.
Keadaan sudah mulai bisa di kontrol. Walaupun beberapa karyawan masih ada yang tidak terima.
"Baik lah, saya akan menyebutkan nama-nama yang di berhentikan hari ini. " William membuka laporan nya.
"Yang pertama adalah....
William menyebutkan sekitar 200 nama. Dan sisa nya Lisna yang menyebutkan.
Setelah mendengar nama-nama karyawan yang di berhentikan, banyak yang merasa lega, banyak juga yang protes.
Lega karena tidak masuk dalam daftar pemecatan, dan yang protes adalah yang tidak terima.
"Kenapa kami di pecat? " tanya karyawan yang di berhentikan.
"Apa salah kami? " tanya rekan nya yang lain.
"Ini gak adil. Kasih tahu alesan yang masuk akal. " teriak mereka lagi.
Keadaan mulai ricuh lagi. Bahkan mulai berani melangkah mendekati William dan Lisna.
Suruhan Lucifer langsung bertindak, membentengi William dan Lisna agar tidak ada yang menyakiti mereka.
"Ternyata benaran anak buah Lucifer. " gumam Lisna dan William bersamaan.
"Semua nya diam!! jangan ada yang melakukan perlawanan. Atau akan ada yang terluka. " ucap anak buah Lucifer.
Keadaan berangsur-angsur reda, walaupun masih ada yang menggerutu.
"Saya akan beritahu alesan kenapa ada pemecatan. Alesan nya adalah masalah kehadiran, kinerja bekerja, dan tanggung jawab kalian dalam pekerjaan. " jawab William.
"Misal nya saja untuk pak Rudi, dalam satu bulan ini tidak masuk bekerja sudah 18 kali tanpa ijin, giliran masuk bekerja hanya tiduran dan minum kopi saja. Tapi menuntut untuk kenaikan gaji. Apa untung nya perusahaan mempekerjakan anda? " ucap William tegas.
"Contoh nya lagi Pak Jeremy, baru masuk bekerja, sudah 3 hari tidak masuk tanpa keterangan dalam 1 minggu ini, dan sekarang minta kenaikan gaji juga? " tambah William.
Keadaan menjadi senyap.
"Atasan kita juga tidak mau rugi. Coba tanya di perusahaan lain, apakah mereka bisa menggaji kalian lebih tinggi dari perusahaan Adam Company? " tanya William lagi.
Semua nya masih diam.
"Apa ini ada hubungan dengan aksi protes kami?" tanya salah satu korban pemecatan.
"Ya, pasti ada. Dan karena aksi itu juga kalian di pecat. " ucap William berani.
"Untuk karyawan lain yang masih bekerja di sini, jangan terpengaruh dengan orang-orang sekitar yang tidak menguntungkan kalian. Jangan sampai nanti kalian menyesal dengan keputusan kalian. "
"Walaupun tuan Adam jarang ke perusahaan bukan berarti beliau mengabaikan kalian. Dan tentu saja akan ada bonus dan reward buat karyawan yang berprestasi, seperti sebelum nya. Kalian juga sudah lihat sendiri kan? " ucap William lagi.
Karyawan yang tidak di pecat, menganggukkan kepala. Sesekali berbisik juga. Sementara yang sudah di pecat, tidak bisa berbuat apa-apa, karena ada anak buah Lucifer yang menjaga.
"Untuk yang sudah di berhentikan, kalian tenang saja, sisa gaji kalian akan di transfer ke rekening. " ucap William.
"Baik lah, yang masih bekerja di sini, silahkan kembali bekerja, kalau yang sudah di pecat, bereskan barang pribadi dan segera tinggalkan tempat ini." suruh William.
"Ingat! jangan sampai atasan kita datang ke perusahaan hanya untuk mengurangi karyawan lagi. Dan tuan Adam tahu, mana orang yang menjadi akar permasalahan ini timbul. " ucap William.
"Silahkan kembali ke ruangan nya masing-masing. Terimakasih." ucap William lagi.
William dan Lisna menunggu sisa karyawan untuk kembali bekerja.
Anak buah Lucifer masih mengawasi.
"Tuan, semua sudah aman. " ucap anak buah Lucifer memberi kabar.
*****************
"Jadi si Kyky tinggal di sini? " tanya Lucifer di dalam mobil.
"Apa ada orang lain yang datang selain Kyky? " tanya Lucifer.
"Tidak ada tuan. Aku yakin kalau Vicky tidak ada niat jahat untuk anda atau Eva. " ucap Hendra pasti.
Lucifer hanya menatap Hendra sambil menggelengkan kepala nya.
"Tetap awasi saja dia. Dan jangan sampai ketahuan. Dia itu pintar. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " ucap Hendra.
"Apa akan ada orang yang akan menyerang tuan Lucifer? " gumam Hendra.
******************
"Aku gugup banget Stev. " ucap Lisna.
"Tenang aja. Mereka akan menyukai mu kok. " ucap Steven.
Steven menjemput Lisna, menemui orang tua nya.
"Apakah aku harus menyiapkan kado buat mereka? " tanya Lisna.
"Tidak usah. Mereka tidak terlalu suka itu. " jawab Steven di kursi kemudi.
"Lisna, kamu jangan gugup gitu donk. Nanti kalau kamu ketemu sama mereka, kau akan tahu. " Steven berusaha menenangkan kepanikan Lisna.
"Kalau mereka tidak menyukai ku... bagaimana Steven? " tanya Lisna.
"Pasti. Pasti mereka menyukai mu. " ucap Steven yakin.
Steven membawa Lisna bertemu dengan orang tua nya yang sudah berada di rumah. Sekalian buat makan malam bersama.
Kedua orang tua Steven selama ini tinggal di Malaysia, hanya berdua saja. Steven tidak memiliki saudara.
"Akhir nya sampai juga. " Steven menghentikan mobil nya.
Dia turun lebih dulu dan berputar untuk membuka pintu tempat Lisna berada.
"Ayo sayang. " ajak Steven menyerahkan tangan nya.
"Aku benar-benar gugup sekali. " ucap Lisna.
Steven merasa tangan Lisna dingin. Tapi wajah nya berkeringat.
Selangkah demi selangkah, hingga akhir nya masuk ke dalam tempat kediaman Steven. Lisna belum pernah datang sebelum nya.
"Selamat malam ma, pa. " sapa Steven.
Tampak kedua orang tua nya sedang duduk di ruang tamu menunggu anak dan calon menantu nya datang.
"Steven, kamu sudah pulang. " mama nya yang sekitar berusia 58 tahun masih tampak cantik dan anggun.
"Iya ma. " Steven menghampiri orang tuanya dan mengajak Lisna untuk duduk bersama mereka.
"Apa gadis ini calon isteri yang pernah kamu bicarakan Stev? " tanya papa nya yang berusia 59 tahun, namun masih terlihat berwibawa.
"Benar pa. Nama nya Lisna. "ucap Steven.
"Malam om, tante. Nama saya Lisna Alexa. " ucap Lisna berusaha untuk tenang.
"Berapa umur kamu sekarang nak Lisna? " tanya mama Steven.
"24 tahun tante. " jawab Lisna sopan.
"Apa kamu bekerja? " tanya calon mertua nya lagi.
"Iya tante, saya bekerja sebagai asisten." jawab Lisna.
"Lisna bekerja di tempat nya si Lucifer ma. " tambah Steven.
"Ooohhh.... tapi nanti kalau kamu menikah dengan Steven, kamu jangan teralu keras bekerja ya. " pinta calon mertua nya dengan senyum ramah nya.
"I... iya tante. " ucap Lisna senang.
"Jangan panggil tante, panggil aja.... mama. " ucap calon mertua nya senang.
Lisna terkejut, senang mendengar arahan dari mama nya Steven.
"Iya tan... eh.. mama. " jawab Lisna tersenyum senang.