
Malam ini Eva tidur di kamar Revand, dan Revand tidur di kamar yang lain. Mereka penasaran dengan hasil test DNA Eva.
“Apa wanita itu adalah adik ku?” gumam Revand.
“Kalau ternyata dia adik ku, aku harus minta maaf pada nya.” Gumam nya lagi.
“Dan aku akan memaafkan Lucifer karena menjaga nya, menjaga adik ku.” Gumam nya lagi.
****************
“Maria, kami menemukan seorang wanita muda yang mirip dengan mu. Apakah itu adalah anak kita?” Tanya Mahesha berbicara pada foto isteri nya.
“Kalau memang dia adalah anak kita, aku akan berterimakasih pada Lucifer karena dia telah menjaga puteri kita.” Gumam nya lagi.
Malam ini mereka berdua tidak bisa tidur.
***********************
“Anak-anak ku, kalian harus sehat ya, bersabar untuk bertemu dengan papa kalian. Untuk nanti yang sebagai kakak nya, tolong kasih semangat buat adik nya ya. Jangan berantam di dalam perut mama.” Ucap Eva mengelus perut nya.
“Mama tahu kalian pasti sangat merindukan papa kalian yang handsome itu. Mama juga sangat rindu dengan papa kalian.” Ucap nya lagi dengan senyum malu-malu.
********************
Lucifer dan semua anak buah nya berkumpul di markas besar nya di Singapura. Semua anak buah dari anggota kelompok nya di kumpulkan.
Bahkan Miranda dan Andreas pun ikut, awal nya di tolak Lucifer agar mereka tidak ikut campur lagi.
Begitu banyak anak buah Lucifer, bahkan ada yang dari Jepang, Malaysia, Thailand dan lain nya.
“Kita akan melakukan perang besar dengan Black Dragon. Habis kan semua!!. Tua, muda, anak-anak atau wanita, bunuh semua!!” suruh Lucifer sangat marah.
“Apa? Lucifer mau membunuh yang dulu di berjanji tidak akan melakukan nya?” bisik anak buah nya.
“Seperti nya dia sangat marah sekali. Lihat wajah nya seperti itu.”bisik rekan nya yang lain.
“Aku dengar Black Dragon sudah beberapa kali menyerang di luar sana. Mereka seperti memamerkan kekuatan dan kekuasaan. Apalagi isteri nya tuan Lucifer di culik. Dan sedang hamil.” Bisik yang lain.
“Pantesan saja dia sangat marah.” Balas rekan nya yang lain.
Aris dan Hendra saling melihat dengan tatapan khawatir.
“Bagus, tuan Marvel pasti sangat senang dengan berita ini.”Gumam salah satu anak buah Marvel yang menyamar menjadi anak buah Lucifer.
Dia memberikan kode pada rekan-rekan nya yang ikut menyamar dengan nya.
Lucifer melihat aksi mereka.
“Persiapkan diri kalian, besok malam kita akan menyerang mereka.” Suruh Lucifer.
“Apa kalian sanggup berperang melawan mereka?” Tanya keras.
“Sanggup, kami sanggup tuan.” Jawab mereka serentak dan suara keras.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
“Satu lagi, aku paling tidak suka ada orang yang berhianat, mau siapapun itu.” Lucifer berbicara sambil berjalan perlahan melewati anak buah nya.
“Gawat, apa ada lagi yang berhianat dengan tuan Lucifer?” bisik mereka.
“Kalau dia bicara seperti ini, pasti dia sedang menemukan atau curiga dengan seseorang. Dan dia tidak pernah salah orang.” Balas rekan nya.
“Iya, selama kita memang tidak menghianati nya, kita tidak perlu khawatir.” Balas yang lain nya.
“Dan aku tahu bahwa di sini ada beberapa orang yang akan menghianati ku.” Lucifer mengeluarkan pisau kecil kesayangan nya.
Dia memainkan pisau nya sambil berjalan menghampiri anak buah nya.
“Aku saat ini sangat marah, jadi aku akan melampiaskan pada kalian yang menghianati ku.” Lucifer berdiri di belakang seseorang yang sangat tenang.
SSRREETTTHHH……
Lucifer memotong leher pria yang di anggap nya berhianat.
Dia memotong dari belakang si pria itu.
Darah mengalir dari leher nya. Bahkan kepala nya sudah hampir terlepas dari badan nya.
Semua terkejut, ketakutan.Yang merasa tidak berhianat pun sangat ketakutan.
“Kalian pikir aku bodoh. Jangan lupa, aku memiliki 'mata elang' yang tahu pergerakan kalian.” Ucap nya yang sudah berada di belakang seseorang.
SSSRREEETTTTHHHH………
Darah mengalir lagi dari batang leher seseorang yang menghianati nya. Dan langsung mati di tempat, ambruk ke lantai.
Semua sangat gemetaran, berkeringat, dan beberapa kali menelan ludah. Posisi mereka adalah berdiri, semua nya berdiri. Dan siapa yang sudah di bunuh nya akan jatuh begitu saja tanpa ada yang berani menggeserkan mayat nya, sehingga darah masih
terus mengalir mengenai beberapa sepatu mereka.
“Kenapa dia tahu? Kalau aku ketahuan, aku akan mati seperti mereka. Apa yang harus aku lakukan?” Tanya anak buah Marvel di dalam hati.
Lucifer berjalan lagi, dia seperti tidak mencari siapa orang yang di curigai karena dia sudah sangat tahu siapa saja penghianat dalam
kelompok nya. Lucifer berjalan dengan langkah pelan, sesekali membuang nafas
berat nya.
“Aku berusaha untuk tidak mengganggu kelompok lain, tapi kenapa selalu isteri ku yang menjadi target nya?
Hahahahahaha……PENGECUT……”teriak Lucifer menusuk pria yang berdiri di belakang
nya.
Tepat di bagian jantung pria itu jatuh di bawah kaki Lucifer. Tidak sampai di situ, bahkan dia menusukkan lagi pisau nya
berkali-kali di dada pria yang sudah tidak memiliki nyawa itu. Wajah nya sudah
di penuhi darah.
Yang lain sampai mual melihat nya. Tidak berani pindah dari tempat nya berdiri. Tidak ada juga yang berani menghentikan aksi Lucifer yang sudah mengamuk itu.
DDDRRTTDDD…….DDDRRTTTDD……DDDRRTTTDDDD….
Ponsel Lucifer bergetar. Dia menghentikan kegiatan penusukan nya.
Di lihat nomor yang memanggil nya, di atur nafas dan menjawab panggilan tersebut tanpa bersuara.
“Hallo sayang? Adam?” ucap Eva.
Lucifer tersenyum. Semua terkejut melihat nya tersenyum.
“Sayang, kau jangan takut, aku akan……
“Adam sayang ku, aku tidak apa-apa di sini. Mereka menjaga ku, sama sekali tidak menyakiti ku. Bahkan Revand membuatkan ku bubur ayam dan tuan Mahesha menyuapi ku. Meskipun, bubur ayam buatan mu yang paling enak.”Jawab Eva senang.
“Apa?” Lucifer heran.
“Iya, mereka tidak menyakiti ku. Aku sekarang di rumah nya. Revand menyuruh dokter untuk datang ke sini mengobati ku. Kau jangan khawatir ya. Aku akan memberikan alamat rumah ini pada mu, jemput aku, aku sangat rindu pada mu.” Ucap Eva.
Lucifer tersenyum lebar sampai gigi nya kelihatan, lalu berubah lagi menjadi kejam.
Lucifer mematikan ponsel nya ketika Eva berbicara.
“Breng**k…..” teriak Lucifer melempar ponsel nya.
“Seperti nya dia marah lagi. Apa yang terjadi pada nya.” Bisik anak buah yang kembali ketakutan.
Di ambil nya lagi pisau yang masih tertancap, berjalan dan membersihkan pisau nya. Semua kembali mengatur nafas nya.
Lucifer berjalan menuju Aris dan Hendra. Aris berdiri dengan tenang, sementara Hendra berdiri dengan sangat ketakutan. Semua melihat Aris dan Hendra.
“Kenapa tuan Lucifer berdiri di antara mereka? Apa mereka menghianati tuan Lucifer?” bisik mereka.
“Siapa yang menghianati tuan Lucifer? Apa itu Hendra?” gumam Aris.
Aris melihat Hendra sangat berkeringat dan ketakutan.
.
.
.
APA HENDRA MENGHIANATI LUCIFER?