
"Ada apa? " tanya Lucifer yang muncul dari belakang mereka.
"Tu.. tuan... " Lisna gugup.
"Apa yang terjadi? " tanya Lucifer semakin penasaran.
"Apa itu William? " tanya nya pada William.
"Mmm.... " William bingung mau menjawab apa.
Lucifer menarik Hp milik William dan melihat nya.
"Eva? dengan siapa dia? " tanya Lucifer.
"Sa... saya tidak tahu tuan. Tapi yang jelas itu bukan orang penting kok. " jawab Lisna.
Mereka sangat takut kalau Lucifer marah karena cemburu.
"Lisna, apa ada laki-laki yang sedang menyukai Eva? " tanya Lucifer.
"Hah? mmm.... tidak ada tuan. Dan Eva juga tidak menjalin hubungan dengan laki-laki manapun. " jawab Lisna yakin.
"Okey... lanjutkan pekerjaan kalian. Aku dan Aris akan keluar sebentar." Lucifer meninggalkan mereka.
"Tuan tidak marah atau cemburu? " tanya Lisna.
Lucifer menatap Lisna.
"Untuk apa? aku dan Eva sama-sama dewasa. Aku percaya dengan nya. " ucap Lucifer.
"Dia... tuan.. tidak marah kan William? " tanya Lisna.
"Seperti nya sih tidak. " jawab William.
.
.
.
"Tuan, apa anda mau saya selidiki orang itu? " tanya Aris.
"Tidak usah Aris. Jangan terlalu berlebihan. " ucap Lucifer berada di dalam mobil.
.
.
.
"Terimakasih sekali lagi ya Vicky, sudah mengantar ku pulang. " ucap Eva.
"Gak masalah. Kamu juga kan udah traktir aku minum kopi. " balas Vicky.
Eva berpamitan dan langsung masuk ke rumah. Vicky pun begitu. Langsung melaju kan mobil nya.
.
.
.
"Tuan, ada informasi dari anak buah kita, bahwa beberapa orang sedang memata-matai anda. " ucap Hendra.
"Apa kau tahu siapa mereka? " tanya Lucifer menatap Hp nya.
"Tidak tuan. Tidak ada perlawanan juga dari mereka. " jawab Hendra.
"Biarkan saja, jangan melakukan penyerangan sebelum mereka yang memulai." perintah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Hendra.
"Aris, kau suruh seseorang untuk menjaga Eva. Dan jangan sampai Eva tahu. " perintah nya pada Aris.
"Baik tuan. Apa menurut anda akan ada musuh yang muncul lagi? " tanya Aris.
"Aku tidak tahu dia kawan atau lawan. Aku hanya ingin agar mereka tidak membahayakan Eva lagi. " jawab Lucifer.
"Saya mengerti tuan. " ucap Aris.
.
.
.
"Bagaimana Vicky? apa kau sudah menemukan kakak angkat mu? " tanya seseorang dari balik telepon.
"Belum paman. Seperti nya dia sangat menutup rapat keberadaan nya. Tapi kami tetap berusaha mencari nya. " jawab Vicky.
"Vicky, sebaik nya kau cepat membawa nya kesini. Hanya dia yang bisa membalaskan dendam keluarga mu. " ucap paman nya.
"Kau tidak lupa kan dengan dendam orang tua mu? atau kau tidak perduli? " tanya paman nya.
"Hheemm.... paman, aku tidak akan lupa dengan kejadian itu. Aku akan melenyapkan mereka. " ucap Vicky dengan penuh kebencian.
"Bagus. Segera temukan dia. " ucap paman nya.
"Baik paman. " ucap Vicky.
"Aku harus menemukan mu kak, walaupun kau bukan kakak kandung ku, tapi kau sangat kuat. Hanya kau yang bisa membalaskan dendam orang tua kita. " gumam Vicky.
.
.
.
Malam hari pukul 19.10 wib. Eva berada di ruang depan sambil menonton Tv.
"Sebentar. " Eva bergegas untuk membuka pintu.
CCEEKKKLLEEKKK......
"Adam.. akhir nya kau pulang. " ucap Eva dengan senyum.
Lucifer hanya menatap nya. Lalu masuk.
"Apa kau mau makan? biar aku siap kan. " tanya Eva.
"Apa kau sudah makan? " tanya Lucifer.
"Belum. Aku menunggu mu. " jawab Eva.
Lucifer berbalik melihat Eva.
"Baiklah, kau siapkan saja dulu. Aku akan mandi. " jawab Lucifer.
Eva segera menyiapkan makanan. Makanan yang sudah di masak nya sore tadi. Dan Lucifer membersihkan diri nya.
"Ayo sini, kita makan dulu. Aku sangat lapar. " ajak Eva.
Lucifer duduk sambil menatap Eva.
"Lain kali kalau kau lapar, kau makan lah dulu. " ucap Lucifer.
"Adam, sebelum nya aku melihat teman-teman ku yang sudah menikah. Mereka selalu menunggu suami nya pulang untuk makan bersama. Aku selalu bertanya, kenapa mereka tidak makan duluan? apa mereka tidak lapar? tapi mereka selalu jawab bahwa mereka akan nikmat dan bahagia bila bisa makan bersama suami nya. Awal nya aku hanya berpikir bahwa itu tidak mungkin.Lapar, ya makan saja. Dan ternyata, aku mengalami nya sendiri. Hehehehe. Maka nya aku menunggu mu. " ucap Eva panjang lebar.
Lucifer tersenyum mendengar penjelasan Eva.
"Baiklah, aku akan pulang tepat waktu. Agar kau bisa makan tepat waktu dan tidak menahan lapar. " ucap Lucifer.
"Tenang saja, kalaupun aku kelaparan menunggu mu. Aku masih bisa makan cemilan, hehehehehe. " ucap Eva tertawa.
"Hahahahahahaha. " Lucifer pun tertawa geli mendengar nya.
"Sama aja donk." ucap Lucifer sambil tertawa.
"Ya udah, ayo kita makan. " ucap Lucifer.
Eva meletakkan nasi di atas piring suami nya. Dan kemudian giliran nya.
Mereka makan dengan lahap. Masakan nya tidak terlalu pedas.
"Ini semua kau yang masak ya? " tanya Lucifer.
"Tentu saja. " jawab Eva bangga.
"Sangat enak. " puji Lucifer.
"Terimakasih. " ucap Eva sambil tersenyum.
.
.
.
.
Lucifer segera membuka laptop nya. Selesai makan dia lanjut menyelesaikan sisa pekerjaan nya.
Eva membawa kopi dan toples cemilan nya.
Menemani suami nya yang bekerja.
"Adam... " panggil Eva.
"Hemm...? " tanya Lucifer.
"Kau tahu tidak, tadi siang ketika aku ingin berbelanja, ada sekelompok preman ingin mengganggu ku. " ucap Eva mengadu.
Lucifer menghentikan kegiatan nya. Langsung serius melihat Eva.
"Apa ada yang terluka? " tanya Lucifer mendekati tempat duduk Eva.
"Gak ada sih. Untung saja ada teman yang menolong ku. " jawab Eva.
"Teman? " Lucifer mengernyitkan dahi nya.
"Iya, aku bertemu dengan nya beberapa kali.Kalau dia tidak ada, mungkin mereka akan menjualku. " ucap Eva.
"Laki-laki atau perempuan? " tanya Lucifer.
"Laki-laki, nama nya Vicky. " jawab Eva sambil memakan cemilan nya.
"Vicky? " ucap Lucifer pelan.
"Iya, karena dia menolong ku, aku mentraktir nya minum kopi tadi siang. " ucap nya.
Lucifer menanggapi nya dengan senyuman.
"Ternyata begitu. " ucap Lucifer senyum.
"Tapi bukan cuma sama Vicky aja. Aku bertemu dengan....mmmm.... siapa ya nama nya. Kok aku lupa. Oh iya.. Cleo. " ucap Eva.
"Cleo? " ucap Lucifer yang wajah nya berubah menjadi lebih tidak senang.
"Apa yang dia lakukan? " tanya Lucifer tidak senang.
"Hanya mengobrol-ngobrol sambil minum kopi." jawab Eva.
"Dia meminta nomor ku, tapi aku tidak memberikan nya. " ucap Eva lagi.
"Sayang, kau jangan dekat-dekat dengan Cleo. " ucap Lucifer.
"Kenapa? " tanya Eva penasaran.
"Dia.... dia itu pecinta sejenis. Lesbian. " ucap Lucifer.
"APA???? " tanya Eva kaget dan sangat terkejut.
"Lesbian? " tanya Eva lagi.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
Sesaat Eva terdiam. Teringat dengan kejadian-kejadian ketika bertemu dengan wanita itu.
"Bukan nya dia mencintai mu? dia bilang 'sayang', dan aku rasa dia menyukai mu. " ucap Eva.
"Aku kan bilang, dia bukan mantan atau kekasih ku. " ucap Lucifer.
.
.
.
.
.
EVA AKHIR NYA TAHU SIAPA SI CLEO ITU. DAN SUDAH MEMPERKENALKAN VICKY DENGAN LUCIFER.
.
.
.
.
DUKUNG AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN VOTE N LIKE NYA.
TERIMAKASIH.