SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 208


Jam istirahat makan siang...


"Antar aku pulang Aris." suruh Lucifer.


"Baik tuan." Aris bergegas mengantar Lucifer pulang.


"Selamat siang tuan Lucifer, apakah anda.....


"Tolong jangan halangi jalan ku." Lucifer memotong kalimat Novel.


"Ma...maaf tuan." Novel menyingkir.


*************


"Hah.....sudah selesai. Aku lapar, mandi dulu lah, baru makan." ucap Eva menghidangkan makanan di atas meja.


Ponsel Eva berdering, dia tersenyum saat tahu siapa yang menelepon nya.


"Hallo suami ku tercinta." ucap Eva bahagia.


"Hehehehe...hallo isteri ku tercinta. Apa kamu sudah makan siang?" tanya Lucifer.


"Ini baru siap masak. Kamu sudah makan?" tanya Eva balik.


"Belum. Aku ingin makan di rumah." jawab Lucifer.


"Oh...benar kah?" Eva senang mendengar nya.


"Iya, ini aku lagi di jalan menuju rumah." ucap Lucifer.


"Baik, aku menunggu mu. Oh iya, aku bisa titip sesuatu pada mu?" tanya Eva.


"Apa itu sayang?" tanya Lucifer.


"Belikan aku Cake dan brownis. Terus susu Ben***a tapi yang putih ya.Mmmm.....juga gula putih." ucap Eva.


"Iya sayang, aku akan belikan. Apa ada lagi?" tanya Lucifer.


"Tidak ada, kalau begitu aku mandi dulu sambil menunggu mu." ucap Eva.


"Iya, jangan lama-lama mandi nya, biar tidak masuk angin." ucap Lucifer.


"Iya." Eva mengakhiri panggilan nya.


"Aris, kita ke minimarket dulu. Ada pesanan dari Eva." suruh Lucifer.


"Baik tuan." Aris segera menuju tujuan bos nya.


************


"Lisna, ada apa dengan mu? kenapa dari pagi aku melihat mu murung terus. Apa sebenar nya ada masalah?" tanya William.


Lisna melihat William. Ingin rasa nya dia bercerita, tapi bingung harus mulai dari mana.


"Kita teman kan? cerita lah. Siapa tahu aku bisa membantu mu." ucap William.


Lisna semakin sedih, mata nya sudah tidak bisa menahan tangis.


"Ada apa? kenapa kamu malah menangis. Apa perkataan ku ada yang salah?" tanya William.


"Will, aku....aku tidak tahu apa kesalahan ku." ucap Lisna.


"Stev hari ini sangat aneh. Dia berbicara sesuatu yang aku tidak mengerti." Lisna mulai berbicara.


"Stev? hhhmmmm.....coba kamu mulai ceritakan saja pada ku dari awal. Aku akan mendengarkan mu." suruh William.


"Jadi begini, tadi pagi ketika Stev mengantar ku, dia.....


Lisna mulai menceritakan semua yang terjadi antara diri nya dengan Steven.


Siang setelah mereka menyelesaikan meeting, mereka mampir di salah satu Cafe.


*****************


Eva sudah selesai mandi. Duduk dengan tenang menunggu kedatangan suami nya.


Makanan sudah di atas meja.


Bel pintu nya berbunyi, segera dia sedikit berlari membuka pintu.


"Kau sudah datang." Eva memeluk Lucifer.


"Sudah. Ini semua pesanan mu. Aku harap tidak ada yang kelupaan." Lucifer menunjukkan belanjaan nya.


"Aris, kau masuk juga, ayo makan siang bersama kami." ajak Eva.


"Aahh....tidak usah Va, aku mau langsung pulang saja." tolak pelan Aris.


"Ayo lah, aku memasak agak banyak hari ini." bujuk Eva.


"Udah, masuk lah." kali ini Lucifer yang berbicara.


"Tapi Tuan....


"Aris!! " panggil serentak Eva dan Lucifer dengan serius.


"Baik...lah." Aris akhir nya pasrah setelah mendapatkan tatapan tajam dari dua orang yang ada di hadapan nya.


Mereka langsung menuju meja dapur. Lucifer membuka jas dan menggulung pergelangan tangan kemeja berwarna putih yang di pakai nya.


Eva membuka semua tutup makanan sehingga tampak makanan apa yang di hidangkan.


"Sayang, ini sangat pedas. Jadi aku memasak yang tidak terlalu pedas." ucap Eva.


"Tidak apa-apa sayang, aku bisa memakan nya." ucap nya yakin.


Lucifer mengambil ayam goreng dan sambal giling yang sangat pedas. Di campur nya lagi dengan terong sambalado, yang juga sangat pedas. Makan nya banyak hingga piring nya penuh.


Aris dan Eva terkejut dengan sikap Lucifer.


"Sayang, itu sangat pedas loh. Kau nanti sakit perut memakan nya." ucap Eva.


"Aku bisa kok. Aku lagi pengen makan yang pedas-pedas." jawab Lucifer mulai memakan makanan nya.


Tidak lama Eva juga mengisi piring nya, menu yang sama juga di ambil seperti suami nya. Dan penuh memenuhi piring nya. Dan yang terkejut sekarang adalah Aris. Dia bingung dengan porsi makan bos dan isteri bos nya itu.


"Ada apa dengan mereka? makan nya banyak sekali." gumam Aris.


"Makan Ris, jangan cuma di pandangi terus." celoteh Lucifer.


"ahhh....i...iya tuan." Aris kaget dan salah tingkah.


Eva dan Lucifer makan dengan sangat lahap. Sesekali Aris menggelengkan kepala nya. Bahkan Lucifer beberapa kali menambahkan makanan nya.


"Tidak pedas kah?" tanya Eva.


Lucifer menggelengkan kepala nya. Tapi tubuh dan wajah nya bercucuran keringat.


"Seandai nya ada Hendra di sini, pasti dia akan berceloteh dengan berani." gumam Aris.


***************


"Jadi begitu cerita nya?" tanya William setelah mendengar kan cerita Lisna.


"Iya, tapi dia berbicara tidak jelas, gantung. Sekarang aku menghubungi nya beberapa kali, mengirim pesan juga. Tapi nomor nya tidak aktif. Aku....aku bingung Will. Aku tidak tahu bagaimana tentang rencana pernikahan kami yang tinggal beberapa minggu lagi." ucap Lisna menangis.


"Lis, jangan menangis. Mungkin Stev lagi ada masalah. Coba tunggu beberapa hari ini." William berusaha menghibur Lisna.


"Will, besok aku ijin tidak masuk kerja ya." pinta Lisna.


"Iya, aku akan memberitahukan nya dengan tuan Lucifer. Kau harus jaga kondisi mu. Semua pasti akan baik-baik saja." ucap William.


****************


"Terimakasih Eva dan tuan Lucifer, saya sudah kenyang." ucap Aris tersenyum.


"Sama-sama. Lain kali datang saja kesini bersama dengan Adam. Ajak sekalian Hendra. Oke." ucap Eva.


"Iya. Kalau begitu aku pamit dulu ya. Tuan, aku permisi pulang dulu." ijin Aris.


"Hhmm...." jawab Lucifer santai.


Aris segera meninggalkan kediaman Lucifer.


Eva menutup pintu, Lucifer memeluk nya dari belakang.


"Aduh...kaget aku." ucap Eva merasa ada yang menyentuh nya.


"Ada apa dengan mu? kau baik-baik saja kan?" tanya Eva memegang kepala Lucifer yang bersandar di salah satu bahu nya.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin bermanjaan dengan mu." ucap Lucifer mencium leher Eva.


"Kau mandi dulu. Keringat mu menempel dan lengket. Gak bagus buat kulit dan kesehatan mu." suruh Eva.


"Tapi aku ingin bermanjaan dengan mu." rengek Lucifer.


"Iya, iya, nanti bermanjaan nya kalau kamu sudah mandi." ucap Eva.


Lucifer melepas pelukan nya.


"Baik lah isteri ku, aku mandi dulu." Akhir nya Lucifer menuruti ucapan Eva.


Lucifer pergi meninggalkan Eva yang masih diam terpaku melihat tingkah suami nya.


"Ada apa dengan nya. Aneh sekali. Biasa nya bagaimana pun dia tidak akan memakan makanan yang pedas. Dan tadi, makan nya sangat lahap dan banyak. Seperti orang yang kelaparan." gumam Eva.