SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 241


Eva memikirkan saran suami nya.


“Baik lah. Aku akan menunggu mu untuk menemui nya.” Jawab Eva menerima saran suami nya itu.


“Bagus, ada Cleo kan di sana? Jangan terlalu memikir kan nya, ingat, kau sedang hamil sayang. Jadi harus tenang dan santai.” Ucap


Lucifer.


“Iya, aku mengerti. Tapi kau harus berjanji pada ku, apa pun itu kau harus beritahu pada ku.” Pinta Eva.


“Iya, aku janji.” Jawab Lucifer.


“Kalau begitu aku tutup dulu panggilan nya ya, seperti nya operasi nya sudah selesai.” Ucap Lucifer.


Setelah Eva mengiyakan kalimat Lucifer, panggilan pun berakhir.


Lucifer melihat dokter keluar dari ruang operasi dan segera menghampiri nya.


“Bagaimana keadaan nya dok?” Tanya Lucifer.


Dokter itu membuka masker penutup mulut nya.


“Pasien sudah melewati masa kritis nya, peluru yang mengenai dada nya sangat dalam, kami sedikit kesulitan mengeluarkan peluru nya. Sekarang sudah bisa melewati, tapi setengah tubuh nya dari dada sampai pinggang di sebelah kiri yang terkena peluru sangat lemah, mungkin belum bisa di gerakkan dalam beberapa waktu.” Ucap si dokter.


“Tapi itu akan kembali pulih lagi beberapa minggu atau bulan, ini tidak terlalu berbahaya.” Ucap si dokter itu lagi.


Aris dan Lucifer menganggukkan kepala nya.


“Lalu, apa kami bisa menemui nya dok?” Tanya Aris.


“Maafkan saya, pasien belum bisa menemui kunjungan.” Jawab si dokter.


“Sekitar siangan baru bisa.” Jawab nya lagi.


“Baik dok, kami mengerti.” Jawab Aris.


“Kalau begitu saya permisi dulu tuan-tuan.” Ijin si dokter.


“Tuan Lucifer, anda pulang lah. Biar saya yang menjaga nya di sini.” Suruh Aris.


Lucifer melihat nya, karena sudah beberapa kali menyuruh nya untuk pulang, akhir nya dia mengalah.


“Baik lah. Aku akan pergi dulu. Kalau ada sesuatu yang penting, kau kabari saja aku.” Ucap Lucifer memberikan pesan.


“Baik tuan.” Jawab Aris.


Lucifer pergi meninggalkan Aris yang masih duduk di depan pintu ruangan tempat Hendra di rawat.


*********************


“Vicky, tolong paman mu ini. Lepaskan paman.” Bujuk Marvel dalam kurungan Revand.


Vicky diam mengabaikan nya. Marvel dan anak buah nya berada dalam kurungan yang sama.


“Vicky, kenapa kau bersama Black Dragon? Kau seharus nya berada bersama ku. Membalas kan dendam keluarga kita, kakak ku Michael.” Teriak Marvel.


Vicky berjalan mendekati kurungan Marvel.


“Setan… aku ingin sekali menguliti mu sampai kau meminta kematian mu.” Ucap Vicky kesal.


“Apa…..apa maksud mu… apa kau bekerja sama dengan mereka?” Tanya Marvel.


“Paman? Kenapa kau begitu tega menghabisi keluarga mu sendiri? Kenapa paman? Apakah hubungan darah kita yang kental ini tidak


berpengaruh pada mu? Apa kau tidak kasihan pada keponakan mu Dyna yang masih


sangat kecil itu?” Tanya Vicky berjongkok di hadapan Marvel yang duduk dengan


ikatan.


“Si…siapa yang menghabisi keluarga mu? Mereka….justru mereka yang membunuh dan memperkosa mama dan adik mu Dyna.” Marvel menunjuk dengan arah tatapan mata nya pada Revand yang duduk santai di hadapan nya.


“Apa kau begitu bodoh sampai tidak bisa membedakan mana penghianat mana yang berdiri di samping mu?” teriak Marvel.


“Hahahahaha…. Penghianat teriak penghianat.” Ucap Revand berdiri.


“Adik ipar? Lucifer?” Tanya Marvel terkejut.


“Benar, adik ipar ku. Lucifer adalah adik ipar ku, dan Eva adalah adik kandung ku yang selama ini berpisah dari ku karena ulah mu setan tua!” ucap Revand.


“Tidak, itu tidak mungkin. Aku sudah membunuh…..


Vicky dan Revand tahu kalimat apa yang akan di ucap kan si tua Bangka itu.


“Kau hanya membunuh mama ku, tapi tidak dengan adikku. Tapi kau tenang saja, bukan Cuma aku saja yang akan membalas dendam pada mu. Kau tahu? Aku dan keponakan mu ini sedang berebutan untuk membunuh mu. Bagaimana kami harus memutuskan nya? Kau ingin mati di tangan siapa?” Tanya Revand dengan tatapan sinis nya.


Marvel merasa ketakutan.


“Gadis sial itu anak dari Black Dragon? Kenapa aku tidak mengetahui nya? Harus nya aku membunuh nya dari awal.” Gumam Marvel.


“Apa kau sudah memutuskan pilihan nya?” Tanya Revand.


“Vicky, kamu tidak akan membunuh ku kan? Aku adalah paman mu, paman kandung mu. Hanya aku keluarga mu, hanya……


“CUKUP!!” teriak Vicky.


“Revand, biar kan aku menghajar setan ini dulu. Aku ingin memukul nya.” Pinta Vicky.


“Kau yakin hanya ingin memukul nya saja? Tidak akan membunuh atau melepaskan nya?” sindir Revand.


“Melepaskan nya? Hahahahaha….. bagaimana bisa aku melepaskan orang yang sudah menghancurkan keluarga ku?” Tanya Vicky.


“Hmmm…. Baik lah. Silahkan kau beri dia pelajaran dulu. Tapi ingat, kau jangan membunuh nya. Masih ada bagian untuk ku, dan lagi pula Lucifer juga ingin mengambil bagian nya.” Ucap Revand santai.


“Aku tahu.” Jawab Vicky.


Vicky masuk, dia tarik keluar Marvel dari kurungan, anak buah nya yang lain masih di dalam kurungan, bersama dengan Biyan.


“Vicky, Vicky dengar kan penjelasan paman. Tolong…


BBBRRUUGGHHH….


“Uhhuukk…uuhhuukkk…. Vicky, paman mu ini sudah tua, tolong….


BBBRRUUGGHHH….


Beberapa kali Vicky memukul Marvel.


Revand dan Maurer melihat Vicky memukuli Marvel dengan keras.


“Kenapa kau begitu kejam Marvel, papa ku sudah membantu mu, memberikan sebagian bagian dari nya. Kenapa…..KENAPA???” teriak Vicky.


“Apa lagi yang kurang di berikan papa ku pada mu? Hanya karena dia memberikan posisi nya pada Lucifer dan kau marah? Kau melenyapkan mereka? Pantas saja kau menyuruh ku untuk kuliah di luar negeri, menuduh kak Lucifer dengan pembunuhan, agar kau dengan leluasa melakukan aksi jahat mu, BANG**T!!! ” teriak Vicky lagi sambil memukul Marvel yang tidak berdaya.


“Kau menyuruh ku membawa Lucifer agar balas dendam, memprovokasi kan aku dengan nya, bahkan melibatkan Black Dragon. Menanam kan kebencian selama bertahun-tahun di antara kami.” Ucap nya dengan emosi.


Marvel mundur agar tidak di pukuli keponakan nya itu. Tapi Vicky mendekati nya secara perlahan. Tubuh nya sudah mengeluarkan banyak darah.


“Dan kau…. Mencoba ingin melenyapkan Cleo? Kekasih ku? Dan dengan pura-pura tidak mengenal Cleo?” Tanya Vicky.


“Kau sangat kejam Marvel, benar-benar sangat kejam. Atau mungkin kau juga yang telah membunuh isteri mu? Hhmm?” Tanya Vicky.


“Apa Audrey tahu sikap dan tingkah papa nya ini?” Tanya Vicky.


“Apa sebaik nya aku menghubungi nya dan menyuruh nya ke sini? Lalu membunuh nya?” Tanya Vicky.


“Aku tidak akan memperkosa nya paman, aku masih bisa menghargai harga diri nya.” Ucap Vicky.


“Atau kau ingin mencicipi tubuh sepupu ku Audrey… Revand?”


Tanya Vicky melihat Revand.


“Tidak terimakasih. Tubuh nya sudah terkontaminasi virus busuk yang mematikan.” Jawab Revand santai.


.


.


.