SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 215


"Aku tahu aku salah. Aku terlalu emosi, tidak mendengar kan penjelasan mu. Aku benar-benar minta maaf." ucap Stev.


Lisna masih tidak menjawab.


"Lis, tolong bicara lah. Katakan sesuatu. Kamu boleh memarahi ku, memukul atau menampar ku. Aku akan menerimanya." ucap Stev pasrah.


"Jujur saja, aku sangat sakit hati dan tersinggung pada mu. Kau menyalahkan ku tanpa mendengar penjelasan ku." ucap Lisna membuka obrolan.


"Tapi... tapi saat aku ingin membenci mu, aku merasa kau tadi berusaha melindungi ku dari amukan Lucifer." ucap Lisna.


"Aku...aku sangat takut sekali. Aku pikir tidak ada yang akan menyelamatkan ku atau membela ku. Karena aku tahu sifat tuan Lucifer." ucap nya masih menundukkan wajah nya.


"Tapi, kau menolongku walaupun kau juga mendapatkan pukulan dari nya. Bahkan kau tidak takut mati saat mempertahan kan ku." Lisna mengangkat wajah nya, air mata nya sudah mengalir.


Lisna menangis sesunggukkan.


Steven memeluk Lisna dengan erat.


"Maafkan aku Lisna, maafkan aku. Aku terlalu buta. Aku hanya tidak mau mengalami penghianatan lagi. Aku tidak mau menjadi orang yang di sakiti lagi." ucap Stev memeluk Lisna.


"Lis, tolong maafkan aku, beri aku satu kesempatan lagi, aku janji tidak akan mengecewakan mu lagi. Aku mohon.." pinta Stev.


Lisna memikirkan apa yang di minta Stev.


"Kau janji?" tanya Lisna.


"Iya, aku janji." Stev melepaskan pelukan nya sehingga dia bisa melihat wajah Lisna.


"Kau mau kan? kau bisa menghukum ku, aku tidak marah." ucap Stev.


Lisna menggelengkan kepala nya.


"Aku akan memberikan mu kesempatan. Tapi tolong, di antara kita harus terbuka dan saling percaya." ucap Lisna.


"Iya, aku akan terbuka dan jujur pada mu. Aku juga akan percaya." jawab Steven.


Mereka bahagia, tersenyum bersama. Lalu kembali berpelukan lagi.


"Eevvaa.....?" teriak Lucifer bangun dari pingsan nya.


Semua terkejut, segera menemui Lucifer yang sudah sadar.


"Lucifer, apa kau baik-baik saja?" tanya Stev.


Lucifer memegang kepala nya.


Mereka menjelaskan semua kepada Lucifer. Tentang seseorang yang di kirim pihak lawan dan menyamar sebagai Lisna.


Lucifer melihat Lisna dengan tatapan sedih.


"Lis, maaf kan aku. Aku telah menyakiti mu." ucap Lucifer.


"Apa?" tanya mereka serentak.


"Tuan Lucifer tidak pernah minta maaf pada siapapun kecuali dengan Eva." gumam semua yang ada di situ kecuali Lucifer.


"Lis? apa kau mendengar ku? kalau kau tidak mau memaafkan ku, ya sudah. Aku tidak perduli." ucap Lucifer lagi.


"Pppffftthh..." Aris menahan tawa.


Sekarang giliran Aris yang menjadi pusat perhatian.


"Tidak apa-apa tuan, aku tahu bagaimana perasaan anda sekarang. Dan ini bukan kesalahan anda." ucap Lisna.


"Jadi kau akan memaafkan ku?" tanya Lucifer.


"Iya tuan, walaupun anda menampar saya beberapa kali, mencekik saya, menarik....


"Tsk, apa masih harus di bahas?" Lucifer memotong kalimat Lisna.


Lisna hanya tersenyum.


"Lucifer, menurut mu siapa yang menculik Eva? apa mungkin dia.....


"Aku tahu...aku harus pergi ke tempat nya." Lucifer teringat akan sesuatu dan segera pergi meninggalkan mereka. Dan Aris mengikuti bos nya.


"Tuan anda mau kemana?" tanya Aris sedikit berlari.


"Kita kerumah Vicky." jawab Lucifer terburu-buru.


"Aku harap Eva segera di temukan dan mereka baik-baik saja." ucap Lisna.


*************


"Nona Eva, silahkan anda makan dulu." seorang pelayan datang dengan membawa makanan di nampan nya.


Eva melihat pelayan yang sudah sedikit memutih rambut nya.


"Anda??" tanya Eva.


"Saya adalah pelayan tuan Marvel. Saya Dewi." ucap bi Dewi.


"Anda makan lah dulu, biar tidak sakit." bi Dewi meletakkan nya di atas meja lalu segera keluar dari kamar Eva.


"Tunggu dulu bu Dewi." tahan Eva.


Pelayan itu berhenti, terkejut dengan sapaan 'bu' pada nya.


"Ada apa nona? apa ada sesuatu yang anda butuhkan?" tanya bi Dewi.


"Mmm....bu, anda sudah lama bekerja di sini?" tanya Eva.


"Sudah nona, sekitar 30 tahunan." jawab nya.


"Wah, lama juga ya. Lalu di mana isteri dari tuan Marvel?" tanya Eva.


"Sudah meninggal delapan tahun yang lalu." jawab nya.


"Apa dia ada anak? berapa? apa dia benar ada hubungan dengan Ad...Lucifer?" tanya Eva.


Bi Dewi tidak menjawab.


"Maafkan saya nona, tapi saya tidak berhak menjawab atau mencampuri urusan pribadi tuan Marvel." jawab bi Dewi.


"Kalau begitu saya pamit dulu nona Eva. Tolong segera makan makanan anda." bi Dewi segera keluar. Dengan tenang menutup pintu nya kembali.


"Aneh, dia seperti ketakutan." gumam Eva.


***************


"Apa Hendra sudah memberitahukan mu di mana si Vicky?" tanya Lucifer.


"Sudah tuan. Dia dan Cleo sedang makan malam di salah satu restaurant." jawab Aris.


"Cepat kesana." suruh Lucifer.


Sebelum nya Lucifer sudah menyuruh Hendra untuk melacak keberadaan Vicky.


"Ini sudah malam, dan aku masih belum bisa menemukan mu " gumam Lucifer.


"Bertahan lah, aku pasti akan menyelamatkan mu." gumam nya lagi.


30 menit kemudian dengan kecepatan yang tinggi mereka berada di parkiran restaurant, dan Vicky bersama kekasih nya baru saja selesai makan malam.


"Aku antar kamu pulang dulu ya. Lalu langsung terus istirahat. Jangan main Hp lagi." ucap Vicky.


"Iya...iya sayang. Aku kayak anak kecil saja kau buat." balas Cleo.


Mereka memasuki mobil milik Vicky.


Saat di tengah perjalanan sebuah mobil menghalang jalan nya. Membuat Vicky meng- rem dengan dadakan.


"Vicky, ada apa?" tanya Cleo yang khawatir.


Mobil Vicky berhenti, karena mobil yang ada di depan nya juga berhenti.


"Siapa mereka?" gumam Vicky.


"Sayang, aku akan menemui mereka, kau tetap lah di sini. Jangan keluar. Kalau lebih bahaya lagi, kau hubungi polisi." ucap Vicky melepas sabuk pengaman nya.


"Tapi Vick, itu sangat bahaya. Kau jangan keluar, kita tunggu di sini sampai polisi datang." ucap Cleo menahan tangan Vicky.


Seorang pria turun dari mobil yang ada di hadapan mobil nya.


"Kak Lucifer?" ucap Vicky setelah melihat dengan jelas siapa yang turun itu.


"Lucifer? apa yang dia lakukan di tengah jalan?" tanyq Cleo.


"Entah lah. Aku akan keluar dulu. Mungkin ada sesuatu yang penting yang ingin di bicarakan." ucap Vicky tanpa takut.


"Tapi Vicky, aku merasa Lucifer sedang tidak baik. Aku khawatir." tahan Cleo.


"Tenang saja, bagaimana pun dia tidak akan pernah membunuh ku. Kau tidak usah takut. Dia adalah calon kakak ipar mu." goda Vicky mentoel ujung hidung Cleo.


Vicky turun dari mobil, dan Cleo melihat dua pria berada di pinggir jalan yang sepi karena sudah hampir tengah malam.


"Kak Lucifer? ada apa? apa yang membuat mu menemui ku?" tanya Vicky tersenyum ramah.


Lucifer tidak menjawab, namun melemparkan tatapan tajam dan sinis nya.


.


.


.


.


HAI....JANGAN LUPA LIKE, TIP, VOTE NYA YA... PLEASE...JANGAN PELIT VOTE NYA, 10 PUN TIDAK APA-APA😢😢


TERIMAKASIH...