SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 138


Beberapa hari kemudian.


Eva pergi untuk berbelanja sendiri. Saat berjalan kaki di jalan yang sepi. 4 orang pemuda berpakaian preman melihat nya.


Preman-preman itu saling bertatapan seakan memberi kode akan mangsa yang baru.


"Gawat... ngapain mereka ngeliatin aku ya?" gumam Eva merasa khawatir.


"Hallo mba cantik. Kok jalan nya sendirian sih. Gak takut ya? " salah satu dari mereka menghampiri Eva.


Eva tidak bersuara. Dia tetap mencoba untuk tenang.


"Kok sombong banget sih mba. Gak baik loh. " ucap rekan nya.


"Jangan macem-macem ya. Suami ku bos mafia loh." ancam Eva dengan gugup.


"Oh ya? apa yang akan di lakukan nya kalau kami mengganggu mu mba? " ancam rekan nya lagi.


"Kalian... kalian akan di mutilasi sampai mati. Jadi sebaik nya kalian pergi. " ucap Eva sedikit berani.


"Hahahaha... siapa yang berani memutilasi kami mba. Bawa kesini, biar kami kuliti, dan di jemur buat keset kaki. Hahahahha. " ucap preman sombong.


"Kalian gak tahu aja bagaimana si Lucifer kalau marah. Aku isteri kesayangan nya. Jadi pergi lah. Aku tidak akan memberitahukan nya. " ancam Eva lagi.


Bukan nya ke 4 preman itu takut atau pergi, malah melangkah semakin dekat dengan Eva.


"Sudah sikat aja, sekalian kita culik, kita jual jadi pe****r. " ucap rekan preman itu.


Eva gemetaran ketakutan. Dia berusaha mengambil Hp nya. Belum sempat meraih sudah di tarik preman-preman itu.


"Hahahaha.... mau ngapain kau... " preman itu menahan tangan Eva.


"Cepat ambil tas nya. " suruh rekan nya.


"Lepas... lepas kan aku. " Eva berusaha memberontak.


Mereka mencoba membopong Eva, untuk di bawa ketempat mereka.


"Kok kayak si Eva ya? " gumam Vicky saat melihat adegan itu.


Dia lalu memutar balik untuk menghampiri lokasi itu.


"Hey... hey... mau di bawa kemana gadis itu? " tanya Vicky turun dari mobil nya.


"Benar kan, ternyata Eva. " gumam Vicky setelah melihat jelas wajah Eva yang ketakutan.


Ke empat preman itu saling memandang. Lalu mereka tersenyum.


"Pergi!! jangan ikut campur kalau kau masih sayang nyawa." ancam salah satu preman itu.


"Sebaiknya kalian tinggalkan gadis itu, dan nyawa kalian akan selamat. " Vicky balik mengancam.


"Siapa kau berani mengancam kami? " teriak rekan preman.


"Aku manusia biasa, bukan binatang kayak kalian, hahahhha. Tapi aku punya kakak seorang mafia . Jadi, lepaskan gadis itu, dan pergi sekarang. " ucap Vicky dengan gaya cool nya.


Keempat preman itu saling menatap dan kemudian tertawa bersama.


"Hahahahaha..... sebelum nya perempuan ini bilang suami nya bos mafia, dan kau bilang kakak mu mafia. Kalian mau melucu? " ucap mereka.


Wajah Vicky berubah menjadi lebih serius. Tidak ada lagi senyum ramah, yang ada hanya lirikkan mematikan.


Awal nya keempat preman itu merasa takut. Begitu juga Eva.


"Sudah... kita habisi dulu si pengacau ini. " salah satu dari mereka mengeluarkan pisau kecil yang biasa di gunakan para preman-preman.


"Ckckckckck..... " Vicky menggelengkan kepala nya.


Vicky membuka jas sederhana nya dan melemparkan ke wajah Eva. Eva sigap menangkap sebelum jatuh ketanah.


Satu persatu preman itu melawan Vicky. Vicky yang punya basic bela diri bisa mengatasi keempat preman itu dengan tenang dan santai.


"Awas... Vicky. " teriak Eva saat salah satu preman itu menyerang Vicky dari belakang nya.


Vicky langsung sigap mengelak serangan mendadak itu. Lalu tersenyum pada Eva karena pemberitahuan nya.


Keempat preman itu jatuh di tanah. Meringis kesakitan. Ada darah yang keluar dari mulut dan hidung nya.


"Ampun... ampun... kami kalah. Kami minta maaf. Tolong... tolong lepaskan kami. " mereka berempat bersujud minta pengampunan.


"Lain kali kalau ku lihat kalian melakukan ini lagi, maka aku akan menguliti kalian. " ancam Vicky dengan tatapan membunuh nya.


"Iya... iya... kami tidak akan melakukan nya. " ucap keempat preman itu lalu pergi meninggalkan Eva dan Vicky.


Vicky berbalik menghadap Eva.


"Tatapan mata nya sangat mirip dengan Adam. Siapa dia sebenar nya? " gumam Eva.


"Woy... bengong aja. Apa kau ketakutan ya. " Vicky berubah menjadi laki-laki yang penuh dengan senyum ramah sambil melambaikan tangan nya di hadapan wajah Eva.


"Takut? bahkan aku pernah melihat yang lebih parah dari ini. " gumam Eva.


"Apa kau terluka? apa yang kau lakukan di sini? " tanya Eva sambil menyerahkan jas yang di lemparkan pada nya.


"Aku tidak terluka. Tadi kebetulan aku lewat. Lalu melihat mereka mengganggu mu. " jawab Vicky memakai kembali jas nya.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Terimakasih ya." ucap Eva dengan senyum ramah nya.


Vicky menatap nya. Dia melihat ada cincin melingkar di jari nya. Tentu saja cincin pernikahan. Membuat nya merasa sedikit kecewa.


"Kau mau kemana? " tanya Vicky.


"Aku mau berbelanja bahan makanan. " jawab Eva.


"Ayo aku antar. " ajak Vicky.


"Mmm.... gak usah. Aku sendiri aja." ucap Eva.


"Gak usah keras kepala deh. Kalau nanti mereka datang dan membawa teman-teman nya lagi bagaimana? belum tentu ada yang menyelamatkan mu kalau aku pergi. Bisa-bisa suami mu akan menjadi duda dan mencari pengganti mu. " ucap Vicky.


"Kalau kau yang jadi janda sih aku gak masalah. " ucap Vicky dengan suara pelan.


"Kau bilang apa? janda? " tanya Eva yang mendengar suara Vicky.


"Hehehehe. Ayo buruan naik. " ucap nya lagi.


Akhir nya Eva menyerah. Dia ikut dengan Vicky.


"Gitu donk. Jangan keras kepala. Pakai sabuk pengaman nya. " ucap Vicky yang langsung duduk di kursi pengemudi.


"Keras kepala? jadi ingat Adam." gumam Eva senyum kecil.


Hp Eva berdering. Dari suami nya.


"Hallo? " ucap Eva.


"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Lucifer.


"Aku sedang di luar. Mau beli bahan masakan." jawab Eva.


Sementara Vicky menatap dengan tatapan tidak senang nya.


"Baik lah. Jangan lama di luar ya. Kalau sudah selesai langsung pulang. " nasehat Lucifer.


Eva senang mendengar nya.


"Entah kenapa aku merasa khawatir tentang mu. Jadi segera pulang. " ucap nya lagi.


"Apa dia merasakan nya? " gumam Eva.


"Iya, aku gak akan lama. " jawab Eva dengan senyuman.


"Udah deh... lebay banget sih. " gumam Vicky cemburu.


"Apa aku suruh Hendra saja mengantar mu pulang ya? " ucap Lucifer.


"Gak usah. Aku aman-aman aja kok. Okey? " jawab Eva.


"Hheemm..... baik lah. Kau kabari aku kalau sudah sampai di mall nya. Lalu kabari aku lagi kalau sudah sampai di rumah. " ucap Lucifer.


"Okey suami ku." jawab Eva malu.


"Uuuwwweeeekkkkk. " ledek Vicky.


"Baiklah, aku tutup telepon nya ya. Aku akan pulang jam 7 . Kalau kau lapar, kau makan saja duluan. " ucap nya.


"iya. " jawab Eva.


Obrolan berakhir. Eva menyimpan kembali Hp nya.


"Duh senang banget. " ledek Vicky.


"Iya donk. " ucap Eva senyam senyum sendiri.


Visual nya Vicky nih...



.


.


.


.


.


**BAGI YANG BELUM TAHU SIAPA VICKY? APA HUBUNGAN NYA? AKU SUDAH MEMBERI KODE YA.


.


.


YANG MERASA BOSAN DENGAN CERITA NYA, SILAHKAN DI SKIP.


.


.


BAGI YANG SUKA, SUMBANGKAN LIKE N VOTE NYA.


TERIMAKASIH**..



Silahkan mampir di judul ini ya. Ceritanya gak kalah menarik loh..


COWOK KOREA KU NYASAR DI JAKARTA