SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 227


Lucifer segera memasuki mobil nya, mengejar mobil yang menculik isteri nya. Baru berjalan sedikit, sudah ada beberapa jenis kendaraan menghalangi jalan Lucifer, truk, motor taxi. Semua adalah kelompok dari si penculik yang menyamar.


Mobil nya pun tidak bisa lewat, membuat nya semakin emosi dan marah.


“Bren***k…….” teriak nya.


Di lihat nya tidak ada tas milik Eva.


“Apa dia membawa tas nya?” Tanya nya.


Di coba menghubungi, tidak aktif.


Di coba nya lagi, masih tetap tidak aktif.


***********************


“Kalian siapa? Kenapa menculik ku?” Tanya Eva yang sudah diikat tangan dan kaki nya.


Mereka tidak menjawab pertanyaan Eva.


Karena Eva banyak Tanya dan berisik, mulut nya pun di tutup.


“Apes banget sih, beberapa hari yang lalu si Marvel yang menculik ku, sekarang di culik lagi. Siapa lagi mereka?” gumam nya.


“Gak bisa tenang banget jadi isteri mafia ini. ”gumam nya lagi.


“Apa dia mengikuti?” Tanya Revand dalam panggilan ponsel


nya.


“Tadi sempat mengejar, tapi sudah di halangi yang lain tuan.” Jawab anak buah nya.


“Bagus, bawa dia mengahadap ku. Jangan membuat nya terluka.” Suruh nya.


“Baik tuan.” Jawab mereka.


“Mereka berbicara dengan siapa?” gumam Eva.


****************************


“Sebentar lagi kau akan menangis Lucifer. Semua bagian keluarga Michael dan Marvel Lee, akan habis di tangan ku. Mau itu isteri atau anak-anak mereka. Habis!” ucap nya menghisap rokok.


Revand bersiap-siap keluar rumah. Maurer melihat langkah anak majikan nya yang terburu-buru.


“Mau ke mana tuan Revand?” gumam nya.


**************************


Mobil yang membawa Eva berhenti di sebuah rumah kosong. Lalu menggendong Eva masuk.


“Pelan-pelan donk.” Gumam Eva.


Membawa nya masuk ke sebuah kamar yang hanya memiliki sebuah ranjang, dan meletakkan nya tanpa melepaskan pengikat tali dan kaki nya. Lalu mereka meninggalkan nya sendirian.


Eva melihat sekitar nya. Terlihat sangat ketakutan.


*****************


“Cepat katakan!! Siapa yang menyuruh kalian menculik isteri ku?” teriak Lucifer.


Mereka tidak menjawab.


Beberapa kali mereka di pukuli, tetap tidak menjawab atau merespon pertanyaan Lucifer.


Mereka di tangkap Lucifer saat berusaha menghadang jalan nya. Dia tahu kalau mereka bekerja sama.


“Tuan, Marvel ingin bertemu dengan anda.” Aris menyampaikan pesan.


“Aku tidak mau menerima siapapun di sini. Suruh pergi!!!” teriak nya.


“Lucifer, apa kau tidak mau tahu siapa yang menculik isteri mu?” Marvel muncul dari belakang Aris.


Lucifer melihat lelaki tua itu dengan sinis.


“Mereka adalah anak buah Black Dragon. Mahesha Chirathivat.” Ucap nya dengan lantang.


“Sebelum nya mereka sudah beberapa kali beraksi, tapi kalian tidak mau melawan nya, selalu mengabaikan mereka. Sekarang mereka tahu kalau kau ada di sini, pemimpin Deadly Poison.


"Lucifer, aku tidak ada niat jahat pada mu, aku terpaksa menculik Eva agar kau bisa datang ke sini, dan kita bisa bekerja sama untuk


menghabisi mereka.” Bujuk nya.


“Aku dengar, isteri mu sedang hamil. Aku takut…..aku takut


kalau dia keguguran…..


BBBRRRUUGHHHH…..


Lucifer memukul Marvel hingga terjatuh.


“Tutup mulut mu.” Ucap Lucifer.


“Kau jangan keras kepala Lucifer!!” teriak Marvel.


“Kau tidak bisa melawan mereka. Ini bukan wilayah mu.


“Aku menawarkan kerja sama agar kita bisa mengakhiri ini semua. Mari bergabung, MaLee dan Deadly Poison.” Marvel mengulurkan tangan nya.


“Hahahahaha….. kau pikir aku tidak tahu rencana mu…Marvel Lee? Kau hanya ingin mengambil kesempatan dari kejadian ini. Benar kan?


“Keluar” suruh Lucifer.


“Kau jangan….


“Bawa si tua Bangka ini keluar dari sini. Aku masih belum selesai dengan mu Marvel, tunggu giliran mu.” Ucap Lucifer.


Marvel melihat tatapan mata Lucifer yang berbeda.


“Aura pembunuh.” Gumam nya.


“Jika kau butuh bantuan ku? Hubungi aku.” Tawar Marvel sebelum meninggalkan nya.


Setelah Marvel pergi, kemarahan nya semakin memuncak.


Berkali-kali di pukul, di siksa namun mereka tidak takut.


“Cepat cari di mana markas Black Dragon itu!!” suruh Lucifer pada anak buah nya.


“Baik tuan.” Jawab Cains dan beberapa anak buah nya.


DDDRTTTTDD….DDDRTTDDD……


Ponsel Lucifer berdering.


Aris melihat nama di dalam layar ponsel itu.


“Tuan, Eva menghubungi nomor anda.” Ucap Aris.


Segera Lucifer berlari mengambil ponsel yang ingin di berikan Aris.


“Hallo….sayang…hallo…” jawab Lucifer panic.


“A….Aham, toyong ahu. Meka menahan hu di hini (Adam, tolong aku, mereka menahan ku di sini)” Jawab Eva yang mulut nya sedikit terbuka.


“Sayang, kau tenang ya, aku akan menjemput mu. Jangan melawan mereka, tetap diam.” Suruh Lucifer berusaha menenangkan nya.


“Apa kau tahu kamu ada di mana sekarang?” Tanya Lucifer.


“Dak ahhuu, ini  I amaar (tidak tahu, ini di kamar)” jawab Eva berusaha berbicara jelas.


“Baik, kau jangan panik, sebentar lagi kita akan bertemu. Tenang ya.” Ucap Lucifer.


Tedengar suara tangisan Eva. Membuat Lucifer semakin khawatir dan marah.


“Sayang jangan menangis ya.” Lucifer menenangkan nya.


Beberapa saat kemudian Eva berhenti menanngis.


“Bagus, aku sudah mengecek lokasi mu. Kau tenang, ingat jangan melawan mereka.” Suruh nya lagi.


Eva menganggukkan kepala nya.


Mereka mengakhiri panggilan nya.


“Tuan Lucifer, mereka bunuh diri.” Ucap Aris.


Lucifer melihat anak buah Black Dragon dengan mulut berbusa.


“Seperti nya mereka sudah merencanakan ini dan sudah


menyiapkan.” Ucap Hendra.


“Periksa kantong nya, apa ada sesuatu yang mereka sembunyikan.” Suruh Lucifer.


“Tidak ada tuan, saya sudah memeriksa nya tadi.” Jawab Hendra.


Lucifer segera mengecek lokasi Eva dari ponsel nya.


**************************


Pintu kamar terbuka, Eva langsung menyembunyikan ponsel nya. Seorang pria sebaya Lucifer masuk. Pria itu menatap nya dengan tajam.



Mendekati Eva yang masih berada di atas ranjang. Eva mundur perlahan. Terlihat Eva menggumam di balik penutup mulut nya.


Revand memegang dagu Eva dengan keras, melihat nya dengan jeli. Mereka tidak berbicara hanya bola mata nya saja yang focus memandang.


“Pantas saja Lucifer begitu menyukai mu, kau ternyata sangat cantik, cantik sekali.” Ucap Revand.


“Siapa dia? Dia kenal dengan Adam?” gumam Eva.


“Bagaimana perasaan nya kalau isteri kesayangan nya ini mati?” Tanya nya.


Eva ketakutan.


“Mmmmmmm…..mmmmmhhhmmm…” Eva memohon menggelengkan kepala


nya.


“Kau tidak mau mati?” ledek Revand.


Eva mengangguk.


Eva menangis sangkin ketakutan nya.


“Aku belum melakukan apa-apa pada mu, kau sudah menangis seperti ini. Cengeng sekali.” Revand mengusap air mata Eva, yang semakin mengalir.


“Tenang saja, aku akan bersenang-senang dulu dengan mu. Kau akan bertemu dengan nya, aku akan memberikan mayat mu pada baj****n itu.” Revand mengusap rambut Eva.


Pria itu sangat dekat sekali dengan wajah Eva.


“Bagaimana kalau kau….menjadi simpanan ku saja? Hhmm…?” Tanya Revand.


Eva terkejut mendengar nya.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE N VOTE...


TERIMAKASIH