SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 197


"Aku tidak memiliki siapa pun di dunia ini, tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua, bahkan dari keluarga yang mengadopsi ku." ucap Lucifer.


"Aku di ajar dan di latih dengan sangat keras. Tidak tahu dan tidak mengenal apa itu cinta dan kasih sayang. "


"Sampai Tuhan mempertemukan kita. Aku tidak tahu apa maksud Nya mengirim mu pada ku. Untuk menyiksa ku, atau untuk menunjukkan rasa dari cinta dan kasih sayang?" ucap Lucifer setengah berbaring, namun tangan nya tidak berhenti mengusap pipi dan kepala Eva.


"Kau harus tetap bersama ku. Tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti mu. Hanya kau yang aku punya. Hanya kau yang paling berharga dalam hidup ku." ucap nya, mencium kening isteri nya.


"Aku mencintai dan menyayangi mu, isteri ku."


Beberapa saat, Lucifer tertidur, tidak lepas dari memeluk Eva.


"Aku juga sangat mencintai dan menyayangi mu. Terimakasih atas cinta yang kau berikan pada isteri bodoh mu ini. Jangan tinggalkan aku, suami ku." ucap Eva mencium kening Lucifer.


Sebenar nya Eva mendengar semua kalimat kejujuran dari suami nya. Hanya saja dia tidak berani membuka mata. Dia sangat tersentuh dengan perkataan Lucifer. Tidak di sangka nya kalau suami nya berbicara seperti itu.


Malam itu mereka tidur dengan pulas, saling berpelukan. Cuaca yang dingin karena sedikit hujan.


**************


"Tuan, kami sudah berada di depan rumah nya." ucap anak buah Marvel melalui panggilan telepon.


"Bagus. Apa ada Vicky di situ?" tanya Marvel.


"Tidak ada tuan. Menurut informasi dia berada di kediaman nya." jawab anak buah nya.


"Segera jalan kan rencana nya. Pastikan mayat nya di buang jauh. Ingat, tinggalkan jejak dari lawan kita. Supaya Vicky tidak curiga pada kita." ucap Marvel.


"Baik tuan. Kami akan laksanakan." ucap anak buah mengakhiri panggilan.


Marvel tersenyum dengan senang. Menghisap cerutu yang sudah di siapkan asisten nya, Biyan.


"Sebentar lagi perang akan di mulai. Hahahahahaha." tawa Marvel percaya diri.


******************


"Eva? nama nya Eva?" tanya Revan.


Revand bertemu dengan mata-mata yang di kirim nya ke Indonesia.


"Benar tuan Revand. Wanita itu berusia sekitar 24 tahun. Tapi banyak penjagaan yang di kerahkan Lucifer untuk menjaga nya." ucap Sidik, si mata-mata.


Revand sejenak berpikir. Berusaha mengingat-ngingat sesuatu.


"Tuan...?" panggil Sidik.


Revand tidak mendengar.


"Tuan Revand?" panggil nya lagi.


Revand masih tidak respon.


"Eheemm...tuan Revand." Sidik menggoncangkan sedikit bahu Revand yang ada di hadapan nya.


"Maaf. Ada apa?" tanya Revand setelah sadar dengan panggilan.


"Ada apa tuan Revand, apa ada masalah?" tanya Sidik.


"Kirim kan foto wanita itu. Dan cari cara untuk membawa nya pada ku." suruh nya.


"Baik tuan." jawab Sidik.


"Tapi jangan sampai kalian menyakiti nya. Biar aku nanti yang akan membunuh wanita kesayangan nya itu." ucap Revand.


"Baik tuan. Kalau begitu saya pamit dulu." Sidik pamit meninggalkan Revand yang terdiam.


"Eva. Apakah dia Eva.......?" gumam Revand.


******************


Eva memasangkan dasi suami nya.


"Hmm....sudah pintar sekarang ya." ucap Lucifer.


"Tentu, aku belajar dari yutube dan praktek sendiri." jawab Eva tersenyum.


"Ada kemajuan." Lucifer merangkul pinggang Eva.


Lucifer hanya tersenyum mencubit kecil pipi Eva.


"Adam, kamu ulang tahun nya kapan?" tanya Eva.


Adam mengernyitkan dahi nya.


"Kenapa?" tanya Lucifer.


"Aku ingin tahu, supaya aku bisa mempersiapkan kado untuk mu." ucap Eva.


Lucifer tersenyum, menarik nya pelan, menuju sofa dan mengarahkan Eva duduk di pangkuan nya.


"Sebenar nya, aku tidak tahu kapan aku lahir, lebih tepat nya. Aku hanya tahu, umur ku 12 tahun saat di adopsi mereka." ucap Lucifer.


"Selama hidup ku, tidak ada yang memberi makan pada ku. Mau hujan, panas, aku hanya berlari dan berpindah-pindah mencari tempat singgah." ucap nya bercerita, memeluk Eva dalam pangkuan nya.


"Bahkan sampai usia delapan tahun aku masih berjalan dengan telanjang, kotor, lesuh, bau, tidak memakai alas kaki. Hingga ada seorang kakek-kakek memberikan ku dua pasang pakaian, tiga pakaian dalam, sepasang sendal dan sepatu." ucap nya.


"Sedih sekali." ucap Eva dengan mata sedikit berkaca.


"Kau tahu? aku sama sekali tidak merasa malu dengan keadaan ku pada saat itu. Bahkan, kematian pun tidak bisa membuat ku ketakutan. Aku hanya berpikir kalau aku adalah 'produk' tidak layak atau sampah yang harus di buang." ucap nya lagi.


"Ketika berumur 10 tahun, aku membunuh seorang preman." ucap Lucifer bercerita.


"Hah? kenapa?" tanya Eva terkejut.


Lucifer memandang wajah Eva yang kaget.


"Itu karena dia berusaha ingin menyetubuhi ku." ucap nya sedikit malu.


"Apa? ba.....bagaimana bisa? apa dia perempuan?" tanya Eva sedih.


"Tidak, dia laki-laki. Ya kau tahu lah, bagaimana laki-laki dengan laki-laki 'berci**a'. " jawab nya.


"Lalu? bagaimana kau bisa membunuh nya?" Eva semakin penasaran.


"Pada saat dia ingin 'menancapkan' kelam*n nya, aku segera menarik nya hingga putus, aku congkel mata nya, aku ambil bata lalu aku pukul kepala nya sampai berdarah." ucap Lucifer dengan tenang bahkan tersenyum.


Eva bingung dengan ekspresi suami nya.


"Bagaimana, apa kau takut dengan ku sekarang?" tanya Lucifer serius.


Eva diam. Memandang wajah suami nya. Dan masih dalam pangkuan Lucifer.


"Mungkin sebelum aku mencintai mu, aku pasti sangat takut. Tapi karena aku tahu alasan mu melakukan itu, aku rasa itu tidak salah. Aku pasti juga akan melakukan hal yang sadis seperti yang kau lakukan."ucap Eva yakin.


Lucifer senang dengan jawaban isteri nya.


"Sayang, aku tidak pernah mencuri, memperkosa, menipu. Hanya saja, aku bisa jadi sadis kalau aku di ganggu. Aku juga tidak suka di khianati, aku paling membenci nya. Apalagi saat aku menikah dengan mu, siapapun yang berani menyakiti mu, aku akan membuat nya mati secara perlahan, agar dia tahu rasa sakit sebelum nafas terakhir nya." ucap Lucifer serius.


"Kau sangat menderita, aku tidak menyangka kau menjalani hidup yang sangat keras. Sudah saat nya kau harus hidup dengan bahagia sayang." Eva memeluk Lucifer, membawa kepala suami nya dalam pelukan.


Air mata Eva mengalir, benar-benar merasa sedih dengan kisah pahit Lucifer.


"Sayang, apa kau menangis? kenapa? apa aku menyakiti mu?" Lucifer mengusap air mata isteri nya.


Eva menggelengkan kepala nya.


"Kau tidak menyakiti ku kok. Aku hanya....


"Sayang, kau tidak mengasihani ku kan? karena aku tidak suka di kasihani loh." ucap Lucifer mentoel ujung hidung Eva.


"Aku tidak tahu, apa aku kasihan atau tidak. Tapi aku tidak bermaksud merendahkan mu. Aku....aku hanya....


Lucifer menutup mulut Eva dengan bibir nya. Eva terdiam dari ucapan nya.


.


.


.


TOLONG, DUKUNGAN NYA UNTUK MEMBERIKAN VOTE, LIKE, TIP NYA JUGA.


😢😢😢😁😁