SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 167


"Kau, segera ke Indonesia. Ikuti pergerakan Vicky. Dan cari info tentang Lucifer. " suruh Marvel pada anak buah nya.


"Baik tuan. " jawab anak buah nya.


*****************


Hari Steven keluar dari rumah sakit. Lisna membantu nya untuk bersiap-siap. Di bantu Eva dan Lucifer.


"Terimakasih ya, udah mau membantu kami. " ucap Lisna.


"Santai aja." ucap Eva melempar senyum.


"Kau mau antar sampai ke rumah nya Lis? " tanya Eva.


"Iya. " jawab Lisna.


"Apa kau bisa bawa mobil? " tanya Eva.


Lisna menggelengkan kepala nya.


"Aris, kau bawa kan mobil Steven, sekalian antar dia. " suruh Lucifer.


"Baik tuan." jawab Aris.


"Nanti kalian datang kan di acara pernikahan Miranda dan Andreas? " tanya Eva.


Steven dan Lisna menganggukkan kepala nya.


***************


Eva sibuk masak makan malam di dapur. Lucifer muncul dari belakang, memeluk nya. Meletakkan kepala nya di samping leher Eva.


Kedua tangan Lucifer berada di perut Eva.


"Ada yang bisa aku bantu Nyonya Adam? " bisik Lucifer.


Eva kegelian.


"Tidak ada tuan Adam. " balas Eva melempar senyum.


"Kau jangan mengganggu ku, duduk lah di sana." ucap Eva.


"Aku tidak mengganggu mu. Aku hanya ingin memberi semangat pada mu. " ucap Lucifer mencium pipi Eva.


"Memberi semangat? cara nya? " tanya Eva.


"Mmuuaacchh. " Lucifer mencium bibir Eva sekilas.


"Eehhh? " Eva memegang bibir nya.


Lucifer mencium nya lagi...


Eva terdiam.


"Mmmuaaacchh... " lagi....


"Hentikan Adam, aku sedang memasak loh. " ucap Eva.


Di atas kompor menyala sedang mengaduk masakanan di dalam panci.


"Tidak usah masak, kamu saja sudah bisa kok. " goda Lucifer.


"Bisa apa? " tanya Eva.


"Bisa ku makan, hehehehe. " bisik Lucifer.


"Kanibal donk. " jawab Eva.


Lucifer membalikkan tubuh Eva, hingga berhadapan dengan nya. Mereka saling bertatapan.


Semakin mendekat kan diri nya, memeluk dengan erat. Eva mengalungkan tangan nya di leher Lucifer.


"Wow... sendok nya di letakan dulu donk sayang. " Lucifer mengambil sendok gayung yang ada di pergelangan tangan isteri nya.


Lucifer mematikan kompor, menggendong Eva seperti anak kecil. Meletakkan nya di atas meja tempat biasa mereka makan.


Melanjutkan adegan romantis nya, saling berciuman dan berpelukan.


Sesekali Lucifer mengelus rambut dan wajah isteri nya.


"Sayang, kalau nanti aku hamil, apa kamu akan tetap mencintai aku? " tanya Eva masih mengalungkan tangan nya di leher Lucifer.


"Tentu saja, aku justru akan bertambah, semakin bertambah, sangat bertambah, bertambah dan terus bertambah cinta ku pada mu. " ucap Lucifer mencolek ujung hidung Eva.


"Kau tidak akan meninggalkan kami kan? " tanya Eva lagi.


Lucifer menggelengkan kepala nya.


"Kau mau nya punya anak laki-laki atau perempuan? " tanya Eva lagi.


"Tidak masalah bagi ku sayang, yang penting kamu dan anak kita sehat. " jawab Lucifer tersenyum.


"Tapi, aku masih belum berisi nih. " Eva memegang perut nya.


"Kalau begitu, kita harus semakin giat donk. " ucap Lucifer menggoda.


Lucifer mengedipkan sebelah mata nya. Sebagai kode. Eva tersenyum malu.


"Mau kan? " bisik Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Dan Lucifer tersenyum senang.


"Kalau begitu kita ke kamar. " Lucifer menggendong Eva.


"Masakan nya? " tanya Eva.


"Nanti bisa di sambung lagi. Kompor nya kan udah di matiin tadi." ucap Lucifer berjalan menggendong Eva.


*********************


Hari pernikahan Miranda dan Andreas...


"Selamat ya Miranda dan Andreas atas pernikahan kalian. Semoga langgeng ya. " ucap Eva sambil memberikan kado yang sebelum nya sudah di berikan Aris.


"Terimakasih Nyonya Eva. " ucap Miranda.


"Jangan panggil Nyonya donk, panggil Eva aja. Biar akrab ya." pinta Eva.


Miranda melihat Lucifer yang memberi kode dengan menganggukkan kepala nya.


"Baik lah.. Eva. Terimakasih." ucap Miranda.


"Oh ya, terimakasih waktu itu kalian menolong kami." ucap Eva.


"Sama-sama. Lagi pula sudah menjadi kewajiban kami kok." ucap Miranda.


Setelah bersalaman memberi ucapan pada Andreas dan Miranda, Eva dan Lucifer menikmati hidangan.


"Hai kak. " sapa Vicky.


Lucifer yang awal nya tersenyum di wajah nya, langsung berubah ekspresi saat melihat kehadiran Vicky.


Lucifer mengabaikan nya. Melewati dan membawa Eva. Eva hanya melempar senyum dan di balas Vicky.


"Wah.... selamat ya mba bro dan mas bro, akhir nya ke pelaminan juga. " ucap Vicky menjabat kedua pengantin.


"Anda juga tuan Vicky, jangan lama-lama. " ucap Andreas.


"Tentu saja, aku akan menyusul kalian sebentar lagi. " ucap Vicky.


Seorang pria mengambil gambar Eva dan Lucifer. Lalu mengirim nya melalui pesan WA.


Aris menghampiri orang itu.


"Bisa minta tolong tunjukkan Hp anda? " suruh Aris.


"Ada apa ya? " tanya pria tersebut.


"Saya lihat anda seperti mengambil gambar bos saya. Berikan Hp anda. " pinta Aris sedikit memaksa.


"Ada apa Aris? " tanya Lucifer yang melihat kejadian itu.


"Tuan, saya melihat orang ini mengambil gambar anda dan Eva. " jelas Aris.


"Anda salah paham tuan-tuan. Saya tidak melakukan itu. Saya hanya mengambil gambar makanan dan pagar bunga yang ada di belakang mereka. " jawab pria itu.


Aris mengambil paksa Hp milik pria yang di curigai itu. Megecek koleksi foto-foto. Tidak menemukan adanya foto Eva dan Lucifer.


Aris dan Lucifer saling bertatapan.


"Bagaimana tuan? ada tidak? " tanya balik si pemilik Hp.


"Maafkan saya tuan. " Aris tidak menemukan nya. Dia memberikan kembali Hp ke pemilik nya.


"Saya sudah bilang dari awal kan. Anda juga malu." ucap pria itu santai.


Dia pergi, meninggalkan Eva, Aris, dan Lucifer.


"Tetap awasi dia." ucap Lucifer.


"Baik tuan." Aris menganggukkan kepala nya.


Cleo, menghampiri Miranda. Dengan perasaan yang sedikit sedih dan kecewa.


Miranda melihat kedatangan Cleo.


"Selamat ya Anda. " ucap Cleo memberikan kado pernikahan.


"Terimakasih Cleo. " balas Miranda.


Rasa nya Cleo ingin menangis. Patah hati.


"Cleo, aku harap kamu akan menemukan pasangan yang cocok untuk mu." ucap Miranda.


"Biar orang itu yang akan memberikan arti cinta yang sebenar nya untuk mu. " ucap Miranda lagi.


Cleo mengangkat kepala nya. Berusaha tersenyum.


"Terimakasih. Semoga kalian bahagia. " ucap Cleo.


Cleo turun dari panggung pengantin.


Vicky menatap nya dengan senyum di bibir.


"Waw... Cleo, ternyata pasangan lesbian kamu sudah menikah ya? " Johan menghampiri nya.


"Kau? apa yang kau lakukan di sini? " tanya Cleo kaget.


"Tentu saja menghadiri acara pernikahan rekan kerja. " ucap Johan.


"Apa kau sedih? mau aku menghibur mu? " bisik laki-laki itu.


Cleo tidak menanggapi nya. Dia mencoba mengabaikan laki-laki yang pernah mengecewakan nya.


"Tunggu dulu sayang, jangan terburu-buru. " Johan menarik tangan Cleo. Membuat empunya tangan menahan kesakitan.


"Lepaskan ban***t..." berontak Cleo.


Bukan nya di lepaskan, malah Johan tersenyum nakal.


"Hey bung... tidak baik menarik tangan wanita yang lembut dengan kasar seperti ini. " Vicky menghampiri nya, dan segera melepas genggaman tangan pria itu.


.


.


.


.


.