
"Paling gak kamu ada kemajuan lah, jalan sama cowok. " balas mama nya.
"Udah deh ma." Lisna mengambil tas dan Hp nya.
Menunggu Steven untuk menjemput nya.
Beberapa saat kemudian, Steven datang memasuki halaman rumah nya, dan Lisna sudah menunggu.
"Selamat malam tante. " Steven memberi salam pada mama Lisna.
"Malam nak Stev, mau kemana nih? " tanya mama Lisna.
"Mau ngajak Lisna nya makan malam dulu tante, bisa kan? " tanya Steven.
"Oohh... bawa aja, hehehehe. " jawab nya.
Lisna hanya menggelengkan kepala nya.
"Yuk ah... udah laper banget nih. " ajak Lisna.
"Pergi dulu ya tante. " Steven pamit, berjalan menuju mobil dan membuka pintu untuk Lisna.
Sementara mama nya sangat senang akhir nya anak nya jalan keluar dengan seorang pria.
.
.
.
"Kita mau makan di mana? " tanya Lisna.
"Kamu ikut aja, yang penting tempat nya enak. " jawab Steven sambil tersenyum.
"Eh... tumben kamu ngajak makan malam, apa ada yang mau di bicarakan ya? " tanya Lisna yang merasa curiga dengan ajakan Steven.
"Hehehehe..... nanti deh aku bicarakan. " Steven tersenyum.
.
.
.
"Ini kopi nya Dam. " Eva meletakkan kopi kesukaan Lucifer di atas meja.
Lucifer masih serius menatap laptop nya.
"Terimakasih sayang. " Lucifer melirik Eva sambil melemparkan senyuman nya.
Eva membalas dengan senyuman. Lalu kembali membaca komik dari aplikasi Hp nya.
Sesekali mengunyah cemilan yang sudah di beli sebelum nya dengan meletakkan kedua kaki nya di atas sofa.
"Hahahahaha.... lucu banget. " Eva tertawa saat membaca komik nya.
Lucifer melirik nya sekilas, lalu menatap kembali laptop nya.
"Ya ampun... kalau cemburu bilang aja, koplak.. hahahaha. " ucap Eva berbicara sendiri sambil memakan cemilan nya.
Lucifer tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.
Eva melihat suami nya.
"Maaf, apa aku mengganggu mu? " tanya Eva panik.
"Hheemm... tidak apa-apa kok, justru aku senang kamu gak bete. " jawab Lucifer yang duduk di depan Eva.
"Kamu lagi baca apa? " tanya Lucifer.
"Baca komik, seru banget cerita nya, si Prince nya gak mau ngaku kalau dia tuh lagi cemburu sama permaisuri nya. " ucap Eva.
"Dan aneh nya, dia malah ngikutin permaisuri nya, sembunyi di pohon yang badan nya lebih besar dari pohon itu, terus pindah lagi di semak-semak, hehhehehehe.... terus dia.... " Eva tidak melanjutkan lagi cerita nya setelah di tatap Lucifer.
"Kenapa berhenti cerita nya? " tanya Lucifer.
"Apa aku cerewet banget ya? " tanya Eva merasa tidak enak.
"Gak kok." jawab Lucifer.
Dia menutup laptop nya dan berpindah duduk di samping Eva.
Eva menurunkan kaki nya, agar tidak mengganggu suami nya duduk, baru mau di turunkan, Lucifer menahan nya, dan memegang betis Eva.
"Maafkan aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, sehingga mengabaikan mu. " ucap Lucifer serius.
"Gak kok, aku juga sibuk baca komik, hehehehe. " Eva memberi senyum nya.
"Aku sengaja ngejar untuk menyelesaikan pekerjaan ini, supaya kita bisa pergi bulan madu." bisik Lucifer.
"Hah? " Eva merasa kaget.
"Kamu mau kita berbulan madu di mana, heeem?" tanya Lucifer membelai pipi Eva.
"Gak.. gak usah terburu-buru, hehehehe. " jawab Eva merasa gugup.
"Kalau kamu masih sibuk, bisa kapan aja kan." tambah nya lagi.
"Tidak bisa gitu donk, lagi pula aku sudah janji akan membuat mu bahagia. " Lucifer mendekati wajah Eva.
"Eva.. " panggil Lucifer dengan suara bass nya.
"I...iya? " jawab Eva gugup.
"Aku ingin mencium mu, apa boleh? " tanya Lucifer.
Jempol nya sudah menyentuh bibir Eva, dan tatapan mata nya tidak lepas dari bibir itu.
Wajah Eva memerah, gugup dan ada rasa malu.
Lucifer mengambil Hp dan cemilan yang ada di tangan Eva, lalu meletakkan nya di atas meja.
"Ka... kalau.. aku bilang tidak bisa.. bagaimana? " tanya Eva gugup.
"Apa kau akan memaksa ku? " tanya Eva.
Lucifer menatap Eva, kening nya tampak di kernyitkan.
"Aku tidak akan memaksa mu, walaupun kau isteri ku, aku tidak akan memaksa mu. " jawab Lucifer senyum.
"Dia sudah menghargai aku banget, jadi gak salah kan kalau dia mencium ku, lagi pula dia suami ku. " gumam Eva.
"Kau boleh kok. " jawab Eva dengan wajah merah dan gugup.
Lucifer tersenyum senang.
Dia mendekatkan wajah nya, menyentuh bibir isteri nya dengan bibir nya secara lembut.
Dengan mata terpejam, mereka menikmati ciuman suami isteri itu.
Lucifer memainkan lidah nya di dalam mulut Eva, Eva merasa kaget, ada sesuatu yang bergerak di dalam mulut nya.
Dia membelalakkan mata nya, dan menahan nafas nya.
"Sayang, bernafas lah. " ucap Lucifer pelan, dan melanjutkan lagi mencium nya.
"Bagaimana cara nya? aku kan gak pernah ciuman sebelum nya? " gumam Eva.
Lucifer melepas ciuman nya, melihat isteri nya kesulitan bernafas.
"Kenapa kau tidak bernafas? " tanya Lucifer.
Eva tidak menjawab, dia masih malu dan gugup. Masih mengatur pernafasan nya.
"Sebelum dengan ku, apa kau pernah berciuman? " tanya Lucifer masih dekat dengan wajah Eva.
Eva menggelengkan kepala nya. Lucifer semakin tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita latihan." Lucifer mencium nya lagi.
DEG...DEG.... DEG... DEG.... DEG.... DEG.... DEG.... DEG....
Jantung Eva berdetak sangat cepat.
Ciuman yang lembut dan sangat lama.
Terdengar deru nafas yang membara.
Lucifer menekan kepala bagian belakang Eva untuk lebih mempererat ciuman nya.
Lucifer mendorong pelan tubuh Eva ke belakang dengan pelan.
Dia menghisap telinga Eva, membuat nya kegelian.
"Aakkhhh... geli... geli Adam.. " pekik Eva menahan geli.
Lucifer hanya tersenyum. Lalu ciuman turun ke batang leher Eva, menggigit nya dengan pelan.
Lucifer menyentuh pinggang isteri nya, menyelinap dalam baju, hingga menyentuh perut nya, dan memeijitnya pelan.
Tapi dia masih tetap dalam posisi mencium.
Lucifer mengeluarkan tangan nya dari dalam piyama Eva, lalu menyentuh pelan dada isteri nya dengan lembut.
"Oh my god... " Gumam Eva membuka mata nya.
Eva sangat terkejut dan merasa sangat malu.
Sementara Lucifer masih asik menikmati nya.
Sekarang ciuman nya turun di depan dada Eva. Masih menghisap nya dengan menurun kan sedikit atasan nya.
"Aaa.... Aaa... Aadammm... " panggil Eva yang merasa gugup.
Lucifer mengabaikan nya, bahkan terdengar jelas nafas berat yang mendesah keluar dari mulut Lucifer.
"Aadddaammm... " panggil nya lagi dengan sedikit lebih keras suara nya.
Lucifer semakin ganas mencium bahu Eva.
"Aduh... gimana ini? " gumam nya sedikit ketakutan.
Lucifer kembali mencium bibir Eva, menghisap bibir bawah nya, menggigit nya dengan pelan.
Jantung nya berdetak sangat kencang.
"Adam.. " Eva memanggil Lucifer dengan mendorong sedikit suami nya.
Sehingga Lucifer sadar dan menghentikan aksi nya.
Eva mengusap bibir nya, memperbaiki pakaian nya.
Lucifer pun begitu.
"Eehheemm... maafkan aku sayang. " Lucifer menggenggam tangan Eva, merasa bersalah.
Eva masih diam. Jujur saja dia sangat kaget dan ketakutan. Belum pernah pacaran, dan tiba-tiba langsung menikah.
"Ti... tidak apa-apa... maafkan.. maafkan aku, aku... aku hanya.. " Eva tidak sanggup melanjutkan kalimat nya.
Lucifer langsung menarik Eva ke dalam pelukan nya.
"Sayang, tenang lah... aku akan bersabar... hheemmm? " ucap nya sambil memeluk Eva.
.
.
.