
"Kau bilang, mereka mengenal ku?" tanya Vicky pada Cleo.
"Iya, waktu itu aku pura-pura masih pingsan. Terus mereka bilang karena aku berhubungan dengan mu, sehingga membuat tuan mereka marah. Tapi mereka tidak mengatakan siapa tuan nya." jawab Cleo.
"Sebenar nya siapa mereka? apakah kak Lucifer tahu? apa benar itu dari pihak lawan?" gumam Vicky.
"Vick, apa kau tahu sesuatu?" tanya Cleo.
Vicky tersadar dan berpura-pura tersenyum.
"Entah lah sayang, aku...aku juga tidak tahu siapa mereka." jawab Vicky gugup.
"Vicky, kapan kau membawa ku bertemu dengan keluarga mu?" tanya Cleo.
"Aku....aku tidak punya keluarga lain selain paman ku dan kak Lucifer." ucap Vicky.
"Keluarga ku sudah lama meninggal." ucap nya lagi.
"Maafkan aku Vicky, aku tidak bermaksud....
"Tidak apa-apa Cleo. Nanti aku akan memperkenalkan mu dengan paman ku." ucap Vicky.
***************
Steven dan Lisna satu bulan lagi akan melangsungkan pernikahan. Mereka sangat sibuk untuk mengurus persiapan. Kedua orang tua dari masing-masing pihak juga sudah setuju.
"Lis, maafkan aku, aku tidak bisa menemani mu mempersiapkan pernikahan kalian." ucap Eva dalam panggilan telepon.
"Gak apa-apa kok. Aku ngerti. Di sini masih ada mama dan calon mertua ku yang perempuan." jawab Lisna santai.
"Tapi nanti kami akan datang ke acara nya kok." janji Eva.
"Janji ya, awas kalau gak datang." ancam Lisna.
*************
Malam hari di suatu club malam.
"Hey Julie, ayo temanin om minum lagi." ucap seorang pria berusia sekitar 42 tahun. Berbadan bongsor, pengusaha batu bara.
"Ayo...ayo..om..Julie akan temanin om minum sampai puas." Julie mengangkat gelas yanh berisi minuman beralkohol.
Julie sekarang sebagai simpanan dari om-om kaya. Dia tidak perduli dengan fisik, yang penting uang nya banyak.
"Wanita itu? seperti nya aku mengenal nya?" gumam Julie.
"Om, Julie ke toilet dulu ya." ijin nya.
"Julie, belum apa-apa kamu sudah bocor aja." ucap si om dengan badan sempoyongan setengah mabuk.
"Iya om, udah bocor." Julie segera meninggalkan pria gemuk itu.
"Hhmm....benar kan, itu adalah kekasih si Steven. Cewek gatel juga tuh. Kesempatan bagus, aku akan kirim video nya ke Stev." ucap Julie.
Julie berhasil mengambil gambar dan video dari wanita bernama Ririn yang wajah nya sudah di operasi menjadi wajah Lisna.
Ririn, berada dalam club malam, menari-nari di pelukan banyak laki-laki. Memakai pakaian sexy.
Segera Julie mengirim kan ke nomor Stev.
"Kita lihat...bagaimana reaksi kamu Stev. Ternyata wanita yang kau cintai ini tidak beda dari diri ku. Hahahahahaha." gumam Julie.
...Wanita itu kembali ke tempat di mana si om nya berada....
******************
"Kiriman Video dan foto dari Julie? apa ini?" gumam Stev.
Stev segera membuka kiriman dari Julie.
"Apa??? Lisna? apa yang di lakukan nya di sana? dengan banyak pria?" gumam nya sedikit marah.
Stev menghubungi Lisna.
"Tidak aktif? kemana dia?" gumam nya.
Di telepon nya lagi...tetap tidak aktif.
"Kemana dia?" gumm Stev yang sedang gelisah.
"Hallo Julie." Stev menghubungi Julie.
"Hallo sayang, ada apa? apa kau merindukan ku?" ledek Julie.
"Jul, apa sekarang Lisna masih ada di situ?" tanya Stev.
"Ohh....nama nya Lisna ya. Ya, tadi dia ada di sini, tapi sekarang seperti nya tidak ada. Mungkin mereka ke hotel." ucap Julie provokator.
"Si*lan...." Stev mematikan panggilan nya sepihak.
.
.
"Pantas saja ponsel nya tidak aktif, jadi begini cara nya. Seperti nya aku harus membatalkan pernikahan ini." ucap Stev marah.
***************
Di dalam kamar apartemen Lucifer. Eva berbaring di samping Lucifer yang masih fokus di depan laptop nya. Eva memeluk pinggang suami nya.
"Eva...Eva...ini kakak mu yang ganteng loh......
"Eva, kakak akan menjaga mu. Jangan takut....
"uuuuuwwwaaakkk.....uuuuwwwaaakkkkkk....ooowwwaaakkkk.....
"Hhhhhhaaaaaahhhh." Eva terbangun dari tidur nya, spontan mengubah posisi menjadi duduk di samping Lucifer.
"Sayang ada apa?" tanya Lucifer terkejut.
Eva mengatur pernafasan nya.
"Apa kau mimpi buruk? kau sampai berkeringat seperti ini." Lucifer mengusap keringat yang ada di wajah Eva dengan kedua telapak tangan nya. Sebelum nya di letakkan dulu laptop yang ada di pangkuan nya.
"Apa kau mau aku ambilkan air minum?" tawar Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya. Lucifer turun dari ranjang, mengisi gelas dengan air yang ada di atas meja samping tempat tidur.
"Ini, minum dulu." Lucifer memberikan dan langsung di minum Eva.
"Pelan-pelan minum nya." Lucifer masih mengusap pipi Eva yang berkeringat.
Eva memberikan gelas kosong pada Lucifer.
"Ada apa? hhmmm?" tanya Lucifer pelan.
"Aku....aku bermimpi, dalam mimpi ku ada anak kecil laki-laki, memanggil nama ku. Tapi aku tidak tahu siapa dia." ucap Eva.
"Terus dalam mimpi ku ada bayi, menangis, kencang banget nangis nya." ucap Eva menjelaskan.
Sejenak Lucifer berpikir. Eva masih bingung.
"Mungkin itu hanya kebetulan saja. Mimpi itu hanya bunga tidur." ucap Lucifer meletakkan gelas di atas meja.
"Tapi, dia tahu nama ku.Dia bilang...kakak? Adam, apa aku punya kakak?" tanya Eva penasaran.
Lucifer tidak menjawab, karena dia pun tidak tahu.
"Sayang, kamu mungkin kelelahan atau lagi ada yang kamu pikirkan. Sekarang, kamu tidur lagi ya." Lucifer membujuk Eva.
Eva terdiam, berpikir. Kemudian menuruti arahan Lucifer.
Eva dan Lucifer kembali tidur, Lucifer tidur telentang, sementara Eva memeluk nya dari samping. Tangan Eva berada di atas perut Lucifer dan di genggam nya.
Lucifer mengusap-usap punggung Eva dan mencium kening nya.
Tidak berapa lama, Eva tertidur sangat pulas. Lucifer menunggu beberapa saat, takut kalau isteri nya terbangun karena mimpi buruk lagi. Ternyata Eva sudah tertidur nyenyak. Dan Lucifer pun tertidur.
*******************
Pagi hari Lisna bersiap-siap berangkat bekerja, sementara Steven sudah menunggu nya di depan rumah.
"Pagi sayang, tumben cepat amat datang nya?" tanya Lisna.
Tidak ada jawaban dari Stev.
Lisna segera masuk ke dalam mobil dan di susul Steven.
Selama perjalanan tidak ada obrolan.
"Stev, ada apa? tumben kamu diam saja." tanya Lisna.
Stev hanya melirik sekilas Lisna.
"Kamu dari mana aja tadi malam?" tanya Stev sinis.
"Aku di rumah kok. Pulang dari kantor sebentar ke minimarket terus pulang. Kenapa?" tanya Lisna.
"Kenapa ponsel kamu gak aktif?" tanya Stev lagi.
"Baterai nya habis, terus aku cass deh." jawab nya jujur.
"Lis, aku tidak mau di antara kita ada kebohongan. Aku serius dengan mu. Kalau kau masih tidak mau menikah dengan ku, aku tidak mau memaksa mu." ucap Stev serius.
"Maksud nya?" Lisna penasaran.