SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 160


Vicky tidak menyerah. Dia tetap memegang bahu Cleo, agar bisa duduk.


"Tubuh mu masih sangat panas. Baju mu juga basah karena keringat. Segera makan bubur ini, nanti aku akan mengganti pakaian mu. " ucap Vicky santai.


"Tidak mau. Aku tidak mau kau melakukan nya. " tolak Cleo.


Vicky melihat nya. Wajah yang masih merah, karena sakit atau karena malu.


"Apa kau malu? tenang saja, aku tidak 'menyerang' wanita yang sekarat. " ucap Vicky.


"Pokok nya aku tidak mau. " Cleo keras kepala.


"Hhmm.... makan dulu bubur ini. Jangan bikin aku sia-sia memasak nya. " Vicky mengambil mangkok yang berisi bubur.


Cleo masih diam. Melihat kesal Vicky.


"Jangan menatap ku terus seperti itu. Aku tahu aku tampan. "ucap Vicky mengaduk bubur.


"Pede banget sih. " ucap Cleo mengalihkan pandangan nya.


Vicky meniup bubur di atas sendok untuk di berikan pada Cleo.


"Aaaaa... " Vicky menyuapi Cleo.


"Cepat buka mulut nya. " suruh Vicky.


Cleo masih menutup mulut nya.


"Apa kau mau aku menyuapi mu dengan bibir ku? seperti nya kau menyukai bagian bibir ku ini ya? " ledek nya menunjuk bibir.


"Jangan coba-coba. " ancam Cleo.


"Aku tidak coba-coba kok. Sekarang buka mulut nya. Aaaaaaa. " Vicky memaksa Cleo membuka mulut nya.


Mau tidak mau Cleo membuka mulut nya. Menerima bubur yang di suapi Vicky.


"Bagaimana? enakkan? " tanya Vicky.


"Biasa aja. Rasa nya tetap rasa nasi. " jawab Cleo. Walaupun sebenar nya dia menikmati bubur itu.


"Ya iyalah rasa nya rasa nasi, kan bahan pokok nya beras yang di masak, dan jadi nasi....sayang ku. " jawab Vicky membelai pipi Cleo.


Wajah Cleo semakin merah karena malu.


"Apa dia mau mempermainkan ku? untuk apa dia melakukan ini? " gumam Cleo menahan malu.


"Cepat habis kan. Tinggal sedikit lagi. " Vicky beberapa kali menyuapi Cleo. Dan Cleo tidak menolak nya lagi.


"Aku yakin, aku pasti bisa membuat mu jatuh cinta pada ku. " gumam Vicky sambil tersenyum.


"Kenapa dia tersenyum? apa dia sedang merencanakan niat jahat pada ku? " gumam Cleo.


************


"Akhir nya pulang... " Eva bahagia, segera meninggalkan rumah sakit.


Suami nya membantu Eva mengganti pakaian nya.


"Eva, jaga kondisi mu. Aku harap kau datang ke sini ketika hendak melahirkan anak kalian. " pesan Steven.


Eva dan Lucifer saling menatap.


"Eva... kamu sakit apa? " Lisna datang menemui Eva.


"Aku cuma flu dan demam kok. Tapi udah mendingan sekarang. " ucap Eva.


"Kenapa kau tidak memberitahukan ku? " tanya Lisna.


"Bagaimana cara nya? Adam tidak mengijinkan ku memegang Hp. Lagi pula aku tidak ingin membuat siapapun khawatir. " ucap Eva.


"Lagi pula sudah ada suami ku. " Eva melirik Lucifer.


Lucifer membalas sambil tersenyum.


"Aku ikut mengantar mu pulang ya. " tawar Lisna.


"Tidak usah. Kau temani Steven saja. " ucap Eva melirik Steven yang ada di situ juga.


Lisna melihat Steven yang membalas dengan senyum.


"Oh ya tuan Lucifer, aku sudah menyelesaikan tugas yang kau berikan pada ku. " Lisna mengalihkan topik pembicaraan.


Lucifer menunjukkan jari telunjuk di bibir Lucifer. Menandakan agar Lisna tidak membicarakan itu.


"Oohhhh. " Lisna mengerti.


"Ada apa Lis? " tanya Eva penasaran.


"Tidak apa-apa kok. Hanya masalah pekerjaan. " jawab Lisna.


"Baiklah, ayo kita pulang. " Lucifer membantu Eva turun dari ranjang.


Sebenar nya dia ingin menggendong Eva, akan tetapi dia tahu kalau isteri nya tidak suka. Jadi dia hanya membantu isteri nya berjalan sambil menggenggam tangan nya.


Sementara Aris mengikuti bos nya dari belakang. Aris bertugas menjadi pengemudi nya.


"Terimakasih ya Stev. " ucap Eva sebelum meninggalkan ruangan nya.


Tinggallah Lisna dan Steven di ruangan itu.


"Lis, apa kau sudah makan? " tanya Steven.


"Tunggu. " Steven menarik tangan Lisna.


"Aku ingin mengajak mu makan malam. " ajak Steven.


"Aku sangat lelah sekali hari ini Stev. " tolak Lisna pelan.


"Aku juga, tapi ketika melihat mu rasa lelah ku sedikit berkurang. " ucap Steven menggoda.


"Gombal banget. " Lisna menggelengkan kepala nya.


"Ayolah, yah..? " bujuk Steven.


Lisna berpikir beberapa saat sambil menatap keseriusan Steven.


"Baik lah. Tapi kau yang menjemput ku." ucap Steven.


"Tentu saja sayang. Jam 18.30 aku akan datang menjemput mu. " ucap Steven.


Lisna menganggukkan kepala nya.


"Kalau begitu aku akan mengantar mu pulang. " ucap Steven.


"Lalu pekerjaan mu? " tanya Lisna.


"Sudah tidak ada pasien yang di urus. Tinggal para perawat yang menyelesaikan sisa nya." jawab nya.


Lisna menganggukkan kepala nya.


**************


Vicky membuka lemari pakaian Cleo. Mengambil pakaian tidur untuk di pakaikan Cleo.


"Hhmm... daleman nya mau di ganti sekalian gak ya? " gumam Vicky sambil berpikir.


Vicky akhir nya hanya membawa sepasang pakaian tidur.


"Cleo, bangun dulu. Ganti pakaian mu. " ucap Vicky.


Tidak ada jawaban dari Cleo. Dia terbaring tidur.


"Hey... Cleo? " panggil Vicky lagi.


Karena tidak ada jawaban dari Cleo, akhir nya dia berinisiatif mengganti sendiri.


Satu persatu kancing baju yang di kenakan Cleo di buka. Hingga tampak Bra berwarna hitam. Beberapa kali Vicky menelan ludah, berusaha menahan nafsu bawah nya.


Bahkan Vicky membuka pakaian dalam Cleo yang masih tidak sadar.


"Sudah selesai juga. " ucap Vicky.


Vicky hanya mengganti pakaian Cleo, tidak dengan pakaian dalam nya. Cleo memakai pakaian yang baru di kenakan Vicky tanpa pakaian dalam.


"Sebaik nya aku mandi dulu. Habis melihat pemandangan seperti itu membuat ku tersiksa tanpa melakukan apa-apa. " ucap Vicky.


Dia meregangkan tubuh nya sehingga terdengar suara dari pergerakan nya.


"Cleo, aku numpang mandi dulu ya. " bisik Vicky.


Tidak ada jawaban dari Cleo. Vicky berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan Cleo beristirahat.


*************


"Apa ada masalah dalam pekerjaan mu Lis? " tanya Steven mengantar Lisna.


"Mmm... " jawab Lisna menganggukkan kepala nya.


"Beberapa karyawan melakukan aksi protes dan minta kenaikan gaji. " ucap Lisna.


"Padahal kan gaji sudah besar kalau menurut ku. " ucap Lisna yang duduk di samping nya.


"Terus bagaimana dengan respon Lucifer? " tanya Steven.


"Seperti biasa, dia menyuruh ku untuk menyelidiki nya. " jawab Lisna.


"Kau harus hati-hati Lis. Dulu Eva juga seperti itu. Hingga nyawa nya terancam. Aku yakin, pasti ada orang yang menggunakan kesempatan ini." ucap Steven.


"Iya, aku tahu. Maka nya dia menyuruh Aris dan William untuk lebih mengambil banyak peran. " jawab Lisna.


"Besok tuan Lucifer akan hadir di kantor. " ucap Steven lagi.


"Bagus lah. " ucap Steven.


"William itu bukan nya tidak bisa bekerja, hanya saja dia tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan. Gampang goyah. Tapi kalau kesetiaan, dia tidak bisa di bandingkan. " ucap Steven.


"Aku rasa juga begitu. Terkadang aku kasihan pada nya. "ucap Lisna.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA...


TERIMAKASIH....