SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 115


"Tuan Lucifer mau meninggalkan Indonesia? dan Eva? " gumam Aris.


"Kalian boleh keluar sekarang. " suruh Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Lisna dan William.


Mereka keluar dari ruangan atasan nya, meninggalkan Lucifer yang masih berdiri menatap luar jendela.


"Bagaimana ini? aku gak mau tuan Lucifer pergi. " ucap Lisna.


"Kenapa jadi seperti ini sih? " tanya Lisna lagi.


"Aku harus kasih tahu Eva. " ucap nya lagi.


"Dulu juga tuan Lucifer pergi ke luar negeri, tapi hanya agar tidak ada yang tahu kalau dia adalah mafia. Dan sekarang, dia pergi lagi karena ingin melupakan seseorang. " ucap William.


.


.


.


.


"Tuan... " panggil Aris.


Lucifer tidak merespon panggilan Aris.


"Tuan... " panggil Aris lagi.


"Ada apa? " tanya Lucifer.


"Apa anda yakin dengan keputusan anda? " tanya Aris.


Lucifer dengan ragu menganggukkan kepala nya perlahan.


"Hhmmm.... kapan anda akan pergi? " tanya Aris.


"Lusa. " jawab Lucifer.


"Apa? kenapa cepat sekali tuan? " tanya Aris kaget.


"Tuan, apakah anda mulai mencintai Eva? " tanya Aris mengumpulkan keberanian nya.


Lucifer menatap nya dengan tatapan sayu.


"Aku tidak tahu, aku tidak tahu bagaimana rasa nya jatuh cinta, mencintai.... "


"Tuan, sebaik nya anda jangan menyerah, saya yakin...


"Aris... aku lebih baik memilih berperang melawan musuh-musuh ku dari pada berhadapan dengan perasaan jatuh cinta. " ucap Lucifer memotong kalimat Aris.


"Bukan kah anda mengatakan akan menjaga Eva, lalu kenapa anda pergi meninggalkan nya? " tanya Aris merasa kecewa.


"Maka nya aku meninggalkan kalian di sini, kalian akan membantu ku untuk menjaga nya. " jawab Lucifer.


"Tapi tuan....


"Aris, tolong jangan berdebat dengan ku, aku....


"Tuan, maafkan saya yang lancang ini, saya sudah lama mengikuti anda, dan saya tahu bagaimana anda menjalani kehidupan anda.


Jujur saja, saya sangat menyukai anda sebagai atasan saya, saya senang anda bisa menemukan seseorang yang mengisi kekosongan hati anda. " ucap Aris.


Aris memberanikan diri nya berbicara di hadapan bos nya. Lucifer tidak marah, malah dia sabar mendengar nasehat anak buah nya.


"Jika anda pergi, berarti anda kalah." ucap Aris.


"Dan saya akan mengundurkan diri menjadi pengawal anda kalau anda pergi, saya tidak akan perduli dengan semua urusan anda. " ucap Aris dengan berani.


"Aris....


"Maafkan saya tuan... permisi. " ucap Aris.


Aris pergi meninggalkan Lucifer yang masih berdiri.


"Aris, kau mau kemana? " tanya Lisna.


"Lisna, mulai sekarang aku mengundurkan diri aku tidak bekerja lagi dengan tuan Lucifer. " ucap Aris.


"Hah??? kenapa?? " tanya Lisna kaget.


"Aku tidak suka sikap tuan yang sudah menyerah seperti ini. " jawab Aris.


"Tapi kamu juga jangan membuat tuan Lucifer tambah kepikiran." ucap Lisna.


"Saat ini, tuan Lucifer sedang butuh dukungan, tugas kita adalah membantu hubungan mereka. " ucap Lisna.


"Bagaimana cara nya, sementara Eva tidak mau bertemu dengan tuan, terakhir Eva di bohongi dengan alasan tuan di rawat di rumah sakit, itu membuat nya semakin membenci tuan Lucifer. " ucap Aris.


"Kapan dia pergi? " tanya Lisna.


"Lusa. " jawab Aris.


"Cepat sekali? " ucap Lisna.


.


.


.


"Ada yang ingin aku bicarakan pada mu, aku harap kita bisa bertemu besok pagi, aku akan menjemput mu. " isi pesan WA Lucifer untuk Eva.


"Untuk apa Adam bertemu dengan ku, mau membicarakan apa? " gumam Eva.


"Baik. " balas Eva.


.


.


.


"*Tuan, maafkan saya yang lancang ini, saya sudah lama mengikuti anda, dan saya tahu bagaimana anda menjalani kehidupan anda.


Jujur saja, saya sangat menyukai anda sebagai atasan saya, saya senang anda bisa menemukan seseorang yang mengisi kekosongan hati anda. "


"Jika anda pergi, berarti anda kalah*."


"Ada apa dengan tuan Lucifer? " gumam Lisna.


Tidak berapa lama Lucifer keluar dari ruangan nya, tanpa memakai jas hitam nya.


"Tuan... " sapa Lisna.


Lucifer mengabaikan dan langsung pergi meninggalkan kantor nya, membiarkan Lisna yang khawatir dengan nya.


"Mau kemana tuan Lucifer? " gumam Lisna.


"Aris, tuan Lucifer meninggalkan kantor, seperti nya dia dalam keadaan marah. " Lisna memberikan pesan WA.


.


.


.


Lucifer membawa mobil nya, Pergi jauh dari pusat kota, jauh dari keramaian, hanya ada jalanan sepi dan pohon-pohon.


"*Tuan, apakah anda mulai mencintai Eva? "


"Adam, apa nanti kalau kamu memiliki perasaan lebih dulu, kamu akan memberitahuku kan? "


"kau harus berusaha membuat ku jatuh cinta dan menyukai ku, Eva*"


"Aaaaaaahhhhhhh...... Keennnaaapppaaa..... kkkeennaaappppaaa kkkau hadir dalam hidup ku... Eevvaaa..... " teriak Lucifer setelah keluar dari mobil nya.


Lucifer mengeluar kan kekesalan dan kesedihan nya.


"Apa aku mencintai mu? apa aku jatuh cinta? apa aku menyukai mu? " tanya Lucifer.


"Aku tidak mau melepas mu, tapi aku tidak mau kau menderita bersama ku, aku tidak mau memaksa mu untuk tinggal dengan ku. " ucap Lucifer berlutut.


"Kenapa kau tidak mengerti aku, dan kenapa aku harus perduli dengan mu, kenapa???? " teriak Lucifer.


.


.


.


.


"Apa kau yakin? " tanya William.


"Iya aku yakin, apa mungkin tuan akan bunuh diri? " tanya Lisna.


"Hahahahaha.... itu tidak mungkin Lisna, mungkin tuan Lucifer butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikiran nya. " ucap William.


.


.


.


Aris dan Hendra merasa khawatir, dan menunggu Lucifer di depan apartemen Lucifer.


"Apa kita beritahu saja Eva? " tanya Hendra.


"Tidak usah, aku yakin, Lisna sudah memberitahu nya. " jawab Aris.


Pukul 21.00 Wib, Lucifer kembali ke apartemen nya, melihat dua anak buah nya yang sedang menunggu nya.


"Tuan." sapa Aris dan Hendra.


Lucifer hanya menatap mereka, dengan tatapan kelelahan.


Mengabaikan dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Tuan... apakah anda...


"Biarkan aku sendiri Hendra, aku tidak ingin di ganggu. " ucap Lucifer sambil berjalan.


"Biarkan saja Hend, paling tidak kita sudah melihat tuan Lucifer sudah pulang, dan dia Baik-baik saja. " ucap Aris yang menahan Hendra.


Hendra menganggukkan kepala nya.


"Sebaik nya kita pulang saja. " ajak Aris.


.


.


.


.


"Eva, kamu kelewatan. " ucap Lisna kesal dengan Eva.


"Kau kenapa? " tanya Eva bingung.


Lisna menatap Eva dengan tatapan sinis.


"Apa kau masih marah dengan tuan Lucifer? " tanya Lisna yang berusaha mengendalikan emosi nya.


Eva tidak menjawab, dia hanya diam.


"Dasar 'batu' ." ucap Lisna.


"Siapa yang batu? " tanya Eva.


"Kau... siapa lagi? " ucap Lisna.


"Asal kau tahu, tuan Lucifer akan pergi dari Indonesia, dia akan meninggalkan kita semua. " ucap Lisna.


Eva kaget dan masih diam.


"Demi membuat mu nyaman, dia meninggalkan mu, meninggalkan perusahaan nya untuk mu, meninggalkan Aris dan Hendra untuk menjaga mu. " ucap Lisna sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya.


"Harus bagaimana lagi yang harus di lakukan Lucifer? kalau dia melakukan kesalahan pada mu, kasih dia kesempatan untuk memperbaiki nya. " ucap Lisna lagi.


"Dia merasa tersiksa karena mu Va, dan kau di sini santai dan tenang tanpa memikirkan bagaimana keadaan nya. " ucap Lisna.


Eva masih diam, tanpa kata...