SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 254


“Melelang nya? Siapa yang akan membeli?” Tanya Lucifer masih mengikuti arus permainan mereka.


Haris dan Fajar saling menatap seakan mereka yakin kalau Lucifer percaya dan mau mengikuti tawaran nya.


“Kami mengenal beberapa…..


“Mengenal? Siapa?” Adam memotong kalimat Fajar.


“Ehhemm….. mereka adalah dari perusahaan asing yang…..


“Perusahaan asing?.....


“Benar tuan, dan mereka…..


“Bagaimana kau bisa mengenal nya?” pertanyaan yang di lontarkan Lucifer membuat mereka menjadi gugup dan bingung untuk jawaban nya.


Lucifer berjalan kembali mengitari meja yang akan melewati mereka.


“Kalian sama sekali tidak perduli dengan perusahaan ini. Benar kan?” pertanyaan yang sebenar nya Lucifer tahu jawaban.


**************


Beberapa polisi datang ke perusahaan Adam Company.


“Selamat siang. Kami ingin bertemu dengan tuan Adam. Bisa tunjukkan di mana ruangan nya?” Tanya salah satu dari mereka.


Receptionist itu gugup dan takut.


“Beliau ada di ruangan nya pak. Mari ikut saya.” Si Receptionist yang gugup dan bingung melakukan pekerjaan nya mengarahkan polisi-polisi itu mengikuti nya.


Semua melihat polisi yang lebih dari sepuluh dan memakai seragam dan perlengkapan lain nya.


“Kenapa ada polisi datang ke sini? Siapa yang di cari mereka?” Tanya karyawan-karyawan.


“Aku dengar mereka datang untuk menangkap tuan Adam.” Jawab rekan nya yang lain.


“Apa? Bagaimana ini, aku sangat takut. Nanti mereka pasti mengintrogasi kita juga.”


“Aku juga takut, aku belum pernah berhadapan dengan polisi.”


Itulah ucapan-ucapan dari mereka. Panik, bingung, takut dan khawatir.


Setelah turun dari lift, Novelina melihat kedatangan polisi.


Tidak lama Aris dan Hendra juga datang dari lift biasa di pakai Lucifer.


“Selamat siang pak Suryo.” Aris memberi hormat pada pimpinan yang membawa polisi.


“Selamat siang tuan Aris. Di mana mereka sekarang?” Tanya Suryo.


“Mari saya antar pak.” Aris melanjutkan mengantar mereka ke ruangan meeting.


Novel heran, apa yang terjadi.


“Tuan Hendra, ada apa? Kenapa ada banyak polisi yang datang ke sini?” Tanya Novelina penasaran.


“Tenang saja, nanti juga kamu tahu.” Jawab Hendra santai.


“Ngomong-ngomong bagaimana keadaan mu dan ke luarga mu?”  Tanya Hendra.


“Ah….baik-baik kok tuan. Mereka….


“Jangan panggil aku tuan donk, tuan kita cuma Luci….eh maksud nya Adam.” Hendra menggaruk kepala nya.


“Panggil Hendra saja. Dan cowok canebo tadi panggil Aris. Aku tahu kau pasti sudah tahu nama nya.” Ucap Hendra.


“Iya, aku sudah tahu.” Novel tersenyum.


***************


TTOOKK….TTOOKKK…..TTOOKKK…..


Lisna membuka pintu.


Dia terkejut melihat Aris dan beberapa polisi yang datang.


“Polisi? Ada apa?” Tanya nya di dalam hati.


“Polisi? Apa yang mereka lakukan? Apa mau menangkap Adam?” Tanya Haris dan Fajar.


“Hallo Adam.” Suryo menyapa Lucifer.


Lucifer berdiri, menyambut jabatan dari Suryo.


“Kenapa kalian lama sekali?” Tanya Lucifer.


“Kami harus menangkap penjahat-penjahat lain nya dulu.” Jawab Suryo yang santai langsung duduk tanpa menunggu aba-aba dari Lucifer.


“Mana penjahat mu yang ingin kami tangkap?” Tanya Suryo.


Lucifer memberikan pandangan nya ke semua para pemegang saham termasuk Haris dan Fajar.


“Bawa saja mereka semua. Mereka bekerja sama ingin menghancurkan perusahaan ku.” Tangan nya menunjuk semua orang yang sudah mulai ketakutan.


“Maksud mu?”


“Biasa nya musuh mu akan terluka parah dan berdarah. Baru kau serahkan ke padaku. ”


Suryo berdiri, mendekati Lucifer.


“Bahkan langsung kau ‘hilangkan’ begitu saja.” Bisik nya di telinga Lucifer.


Sahabat-sahabat Lucifer terkejut dan heran dengan kedekatan dua orang itu.


“Kenapa mereka terlihat akrab?” bisik Lisna pada William.


“Tch…..menjauh lah. Aku sudah menikah.” Lucifer mendorong Suryo pelan.


“What???” Pria itu terkejut tidak percaya.


“Kapan? Kenapa aku….


“Diam, aku memanggil kalian ke sini tahu kan maksud nya untuk apa?” Tanya Lucifer.


“Ehheemmmm…. Bawa mereka.” Suruh memberi perintah pada anggota nya.


Mereka membawa Fajar, Haris dan anggota yang lain.


“Pak, kenapa kami yang di bawa? Apa salah kami?” Tanya Haris.


“Pak, orang itu ada hubungan nya dengan mafia. Yang seharus nya kalian tangkap adalah dia. Bukan kah kepolisian sedang mencari nya?” protes Fajar.


Suryo menahan tawa.


“Kalian tidak tahu saja kalau bos kalian ini adalah bos mafia. Masih bagus kalian di serahkan pada ku dalam keadaan hidup.” Gumam Suryo memegang kepala nya.


“Kalian terbukti melakukan korupsi, penggelapan dana dan mencemarkan nama baik.” Aris memberi jawaban.


“Apa? Itu tidak mungkin. Mana bukti nya?” Tanya Haris.


“Sudah cepat bawa mereka ke kantor, nanti di sana kalian memberi keterangan.” Suryo memberi perintah.


“Ayo cepat ikut kami.”


“Tapi……..


Haris dan lain nya tidak di berikan waktu untuk menjelas kan. Semua di bawa. Tinggal lah Lucifer, Lisna,William dan Suryo. Aris


mengikuti anggota kepolisian untuk membuat laporan.


Lisna dan William diam, tidak tahu harus berbuat apa lagi.


“Kalian boleh keluar sekarang. Lisna tolong buat kan kopi untuk nya.” Suruh Lucifer.


“Baik tuan.” Lisna dan William segera pergi meninggalkan dua orang yang terlihat saling kenal.


“Sekarang jelaskan pada ku tentang kabar mu. Kapan kau menikah dan dengan siapa? Di mana dia sekarang?” Suryo memberikan banyak pertanyaan membuat Lucifer menggelengkan kepala nya.


*************


Eva dan kakak nya turun dari mobil di depan sebuah perusahaan.


“Ini kantor mu kak?” Tanya Eva.


“Yups, ini kantor kita lebih tepat nya.” Jawab Revand.


“Siapa dia? Kenapa berjalan bersama Mr.Revand?” bisik –bisik karyawan nya.


“Apa dia adalah kekasih nya Mr?” Tanya yang lain.


“Seperti nya dia sedang hamil.” Mereka melihat perut Eva yang membesar.


“Iya, dia lagi hamil. Itu isteri nya. Lihat, mereka sangat akrab dan dekat.”


Eva mengernyitkan dahi nya. Dia bisa mendengar dan tahu kalau mereka sedang di bicarakan.


“Kak, seperti nya mereka penasaran siapa aku. Pasti mereka pikir aku adalah isteri mu.” Tebak Eva.


“Hahahaha…..wajar lah. Abaikan saja.” Jawab Revand.


Eva berusaha tersenyum pada mereka yang menatap nya.


“Kak, kalau ada wanita yang naksir dengan mu di sini pasti akan salah paham. Dia akan pikir kalau aku kekasih atau isteri mu loh.” Eva


berbicara sambil melihat di sekitar nya.


“Aku tidak perduli.” Revand menjawab dengan singkat.


“Tapi itu tidak baik buat kekasih di masa depan mu loh. Bisa membuat nya dalam bahaya.” Ucap Eva.


Revand hanya membalas dengan senyuman.


Perusahaan yang di kelola Revand adalah perusahaan turunan dari papa nya, Mahesha. Dan sudah di kelola nya baru beberapa bulan yang lalu saat sudah bertemu dengan Eva. Sebelum nya dia tidak perduli bahkan mengabaikan papa nya. Tapi sekarang dia sudah bahagia dan ingin mengubah pola pikir dan hidup nya.