
Mereka tiba di pusat perbelanjaan. Lucifer menarik keranjang tempat barang-barang belanjaan.
Bersama mereka mengitari satu persatu barisan yang tertata rapi.
"Kamu mau makan apa Dam? " tanya Eva.
"Apa aja yang kamu masak, pasti aku makan. " jawab Lucifer.
"Kalau aku masak batu dan pasir, kamu mau makan? hehehehe." ledek Eva.
"Hahahaha... kalau kamu mau ikut makan bersama ku, tidak apa-apa, aku akan makan." balas Lucifer.
Mereka tertawa bersama.
"Kompak sekali mereka ya." bisik para pengunjung yang ada di situ.
"Seperti nya mereka pengantin baru ya? " bisik yang lain.
Eva dan Lucifer menuju tempat sayur-sayuran. Memilih-milih sayur apa yang akan di masak.
Lalu berpindah ke bagian ikan dan daging.
Sesekali Lucifer menggelengkan kepala nya ketika tidak setuju dengan pilihan Eva.
Sampai keranjang penuh dengan belanjaan mereka. Tentu saja Lucifer yang mendorong keranjang itu.
Sampai mereka menyelesaikan pembayaran, dan bersiap pulang ke rumah.
"Apa kamu lelah? kalau kamu lelah, nanti aja masak nya. " ucap Lucifer.
"Gak apa-apa kok, aku gak lelah, justru aku semangat banget untuk memasak." jawab Eva.
"Okey... " Lucifer mengerti.
"Kalau ada yang tidak ingin kamu lakukan, atau tidak kau sukai, katakan saja ya. " ucap Lucifer mengemudikan mobil nya.
"Iya. " ucap Eva menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
Lucifer mengelus kepala Eva.
.
.
.
"Akhir nya mereka bersama lagi. " ucap Aris menerima panggilan telepon dari Lisna.
"Berarti mereka tidak jadi bercerai dan tuan juga tidak jadi berangkat ke Jepang. " ucap Aris.
"Dan kau akan kembali bekerja dengan tuan Lucifer kan? " tanya Lisna.
"Kalau tuan Lucifer memanggil ku untuk bekerja, aku akan kembali." jawab Aris.
"Karena aku yang mengajukan mengundurkan diri, aku agak malu untuk kembali bekerja, hahahaha. " ucap Aris.
"Pasti tuan akan membutuhkan mu." ucap Lisna.
"Tapi, kenapa mereka bisa berbaikkan? " tanya Aris.
"Entah lah, mereka punya cara tersendiri mengatasi masalah nya. " ucap Lisna.
.
.
.
.
Lucifer turun dari mobil, bergerak membuka pintu untuk isteri nya.
"Biar aku yang bawa belanjaan nya." ucap Lucifer.
"Kamu yakin? berat loh. " jawab Eva.
"Bahkan menggendong mu pun aku bisa. " ucap Lucifer.
"Hhmm... " Eva merasa malu.
"Kau buka kan saja pintu nya." suruh Lucifer memberikan kunci apartemen nya.
Eva mengiyakan.
Kedua tangan Lucifer penuh dengan barang belanjaan.
"Sayang, maaf kan aku kalau tidak bisa menggandeng tangan mu. " ucap Lucifer.
Eva hanya tersenyum malu. Lucifer selalu menggoda nya.
CEKKLLEEKK....
Pintu terbuka.
Lucifer langsung segera membawa belanjaan nya ke dapur.
"Kau mandi saja dulu, biar aku masak makanan nya. " suruh Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya. Dia pergi ke kamar.
"Oh iya, besok adalah ulang tahun Eva. Hampir saja aku lupa. " gumam Lucifer.
Dia mengambil Hp nya.
.
.
.
"Tuan Lucifer menghubungi ku." gumam Aris setelah melihat layar Hp nya.
"Hallo tuan, ada apa? " tanya Aris.
"Aris, besok Eva akan ulang tahun, tolong kau pesan kan tempat yang romantis untuk merayakan nya. " suruh Lucifer.
"Ternyata tuan masih membutuhkan ku. " gumam Aris.
"Aris? apa kau mendengar kan ku? " tanya Lucifer.
"Eh..iya tuan, saya mendengar kan anda. " jawab nya.
"Yang seperti apa yang tuan ingin kan? " tanya Aris.
"Seperti makan malam, tapi kita merayakan nya bersama-sama. " ucap tuan nya.
"Baik tuan, saya akan pesan kan sebuah tempat. Lalu bagaimana dengan hadiah ulang tahun nya tuan? apa yang harus saya siapkan? " tanya Aris.
"Tolong kau belikan perhiasan kalung untuk nya, kau bawa saja Lisna, dia pasti tahu yang cocok untuk Eva. " ucap Lucifer.
"Aku tidak sempat mempersiap kan nya, jadi tolong kau kerjakan dengan baik. " ucap nya lagi.
"Baik tuan, saya mengerti." ucap nya.
"Bagus kalau begitu. " ucap Lucifer.
"Mmm... tuan... saya.. saya minta maaf pada anda sebelum nya. " ucap Aris.
"Baik tuan, baik. Apa sekalian bunga mawar tuan? " tanya Aris lagi.
"Kau tanya saja Lisna, apakah Eva alergi dengan bunga atau tidak. " ucap Lucifer.
"Baik tuan, sekarang saya akan menghubungi Lisna. " jawab Aris.
Panggilan pun di akhiri.
Lucifer bersiap-siap untuk mandi.
Eva masih sibuk memasak.
.
.
.
"Okey, aku akan ikut, segera jemput aku ya. " ucap Lisna dari panggilan telepon.
.
.
.
.
Lucifer selesai mandi, sementara Eva baru selesai memasak.
"kau sudah selesai masak nya? " tanya nya.
"He em... " jawab Eva menganggukkan kepala nya.
"Ya udah, kamu mandi aja dulu, baru kita makan. " suruh Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya, lalu bersiap mandi.
.
.
.
" Tuan, saya sudah membeli hadiah kalung buat Eva, dan ini Lisna yang memilih nya. " pesan dari Aris.
Aris mengirim foto kalung yang dia pilih untuk di berikan pada Lucifer.
"Bagus, bungkus rapi. " balas Lucifer.
"Lisna bilang, Eva tidak alergi dengan bunga, jadi saya akan memesan bunga nya, apa yang harus saya tuliskan kalimat nya tuan? " tanya Aris.
"Happy b'day my lovely wife"
"Tulis seperti itu kalimat nya. " pesan Lucifer.
"Pppuuffttthh... " Aris mencoba menahan tawa nya saat membaca pesan yang di kirim dari bos nya.
"Baik tuan, saya akan tulis kalimat itu. " balas Aris.
"Siap kan pemain musik juga. " tambah pesan Lucifer.
"Baik tuan, saya mengerti. " balas Aris.
Lucifer hendak menyimpan Hp nya. Tiba-tiba ada pesan WA masuk.
"Tuan, tadi di kantor ada seorang wanita yang mencari anda. " pesan William.
Lucifer mengernyitkan dahi nya.
"Siapa? " balas Lucifer.
"Dia tidak memberitahu kan pada kami tuan, tapi dia sangat cantik dan sexy. " balas William.
"Apakah itu Miranda? " tanya Lucifer.
"Bukan tuan, kata nya dia akan datang lagi untuk bertemu dengan anda. " balas William.
Lucifer tidak melanjutkan membalas pesan William lagi.
"Siapa dia? " gumam nya.
"Apakah mungkin dia...?? " gumam nya lagi.
"Ayo makan. " ajak Eva.
Lucifer tidak mendengar, masih sibuk memikirkan tentang wanita yang di ucap kan William.
"Adam? " panggil Eva lagi.
"Hah? " tanya Lucifer kaget.
"Ada apa dengan mu? apa kau ada masalah? " tanya Eva.
Lucifer menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
Dia berdiri, mengajak Eva makan.
"Ayo. " Lucifer berjalan mendahului Eva.
Saat di meja makan....
"Besok aku ulang tahun, apa dia tahu? " gumam Eva.
Eva memakan makanan nya sambil melihat Lucifer yang makan dengan lahap.
"Apa aku tanya aja ya? " gumam nya lagi.
"Ada apa? kenapa belum makan? " tanya Lucifer melihat Eva yang masih bengong.
Eva menggelengkan kepala nya, sambil tersenyum.
"Adam... " panggil Eva pelan.
"Hemm... ada apa? " jawab Lucifer.
"Apa... apa kau tahu besok hari apa? " tanya Eva gugup.
"Besok hari senin, kenapa? apa ada sesuatu yang penting? " tanya Lucifer.
"Sesuatu yang penting? berarti dia tidak ingat. " gumam Eva.
"Oooh... " jawab Eva sedikit kecewa dan melanjutkan makan nya perlahan.
Sementara Lucifer melirik nya sambil tersenyum.
.
.
.
.
SIAPAKAH WANITA ITU YA....????