SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 179


25 Menit kemudian...


"Selamat siang semua nya. Saya dan nona Lisna di sini adalah perwakilan dari tuan Adam. " ucap William dalam pertemuan.


"Di mana tuan Adam? " tanya salah satu karyawan.


"Beliau sedang ada urusan. Maka nya mengutus kami berdua untuk mengatasi ini. " jawab William.


Beberapa karyawan berbisik. Mereka adalah beberapa pemegang saham yang bekerja sama dengan Lucifer.


"Tuan William, kami mendengar bahwa ada pemecatan karyawan. Apakah itu tidak berdampak buruk dengan perusahaan kita? " tanya penanam saham lain nya.


"Tidak usah khawatir pak Haris, semua bisa kami atasi. Seperti yang anda lihat, kami juga membuka lowongan pekerjaan di sini. " ucap William.


"Dalam satu tahun sudah melakukan pemecatan besar-besaran sebanyak empat kali, walaupun menggantikan karyawan baru lagi, tapi butuh waktu juga buat mereka beradaptasi, dan mengerti dengan pekerjaan nya kan? " tambah pak Fajar salah satu pemegang saham juga.


"Begini pak Fajar, apakah anda mau tetap mempekerjakan karyawan yang merugikan perusahaan? walaupun sudah lama bekerja? " tanya William tegas.


Lisna juga sudah gregetan, ingin ikut bicara, tapi dia coba untuk bersabar.


"Mungkin kalian tidak tahu, walaupun banyak karyawan yang merugikan perusahaan, tapi tidak berimbas dengan anda sekalian kan? kalian hanya tahu beres saja. Dan yang menanggungi ini semua adalah tuan Adam. Dan semua juga tahu kalau tuan Adam tidak pernah mempermasalahkan ini. " jelas William lagi.


"Benar juga. Tuan Adam selalu yang menutupi kerugian. " bisik beberapa pemegang saham.


William melirik mereka yang sudah mulai berbisik.


"Oh ya... sebelum nya tuan Adam juga berpesan, apabila ada yang tidak menyukai prosedur dari tuan Adam, boleh meninggalkan Adam Company. Modal atau saham kalian akan di kembalikan sesuai dengan besar yang kalian berikan. " ucap William.


"Apa?....tidak boleh.. " bisik mereka lagi mulai gelisah.


Lisna dan William saling melirik dengan senyum sinis.


"Kalian tentu tidak lupa kan, berapa persen milik tuan Adam? 75%" ucap William.


"Itu berarti ada 25% milik kalian yang ada 10 pemegang saham lain nya. Benar kan? perusahaan mana yang mau bergabung dengan kalian, perusahaan yang masih baru dan belum berpengalaman? harus nya kalian senang bisa bergabung dengan Adam Company, bukan malah menyudutkan nya. " ucap William sedikit suara keras.


"Hehehehehehe..... rasain... gemetaran kan sekarang. " gumam Lisna.


Para pemegang saham sudah sangat gelisah, berbisik-bisik, ada juga yang tidak mau lepas dari Adam Company.


"Sekarang, sebelum rapat nya di mulai lebih jauh lagi, bagi siapa yang ingin mengundurkan diri, silahkan. Biar rekan saya, nona Lisna dengan senang hati akan mendata." tunjuk William pada Lisna yang sedang menahan senyum.


Suasana kisruh, ada yang mengusap keringat, ada juga yang panik. Tapi tidak ada yang berani mengundurkan diri.


10 menit berlalu, tidak ada yang beranjak dari posisi nya.


"Tidak ada? berarti semua sepakat?" tanya William melihat satu persatu dari mereka.


"Berarti semua setuju ya. " tanya William lagi.


Semua menganggukkan kepala nya.


"Baiklah... kita akan melanjutkan rapat selanjut nya. Akan di teruskan rekan saya, nona Lisna. Silahkan. " ucap William.


Lisna berdiri, berganti tugas dari William.


*********


"Maaf mba, saya tidak sengaja. " seorang cleaning service bertabrakan dengan salah satu karyawan wanita, bernama Feny.


Mengakibat kan laporan yang di pegang nya terjatuh.


CCCEEKKKREEEEKK.....


"Lihat-lihat donk jalan nya." ucap Feny mengumpulkan kembali laporan yang terjatuh.


"Maafkan saya mba, saya masih baru bekerja di sini. Baru dua hari. " ucap cleaning service berjenis kelamin perempuan.


"Hati-hati kalau bekerja, nanti di pecat baru tahu rasa." ucap Feny, meninggalkan cleaning service itu yang masih menatap nya.


"Hallo, aku sudah mengirimkan foto nya, nama nya adalah Feny. " ucap cleaning service itu melalui panggilan telepon.


****************


"Wah....William, kamu tadi hebat banget loh. " puji Lisna.


"Kau tidak lihat tadi bagaimana wajah-wajah mereka yang khawatir? " tambah Lisna.


"Tapi, aku gak nyangka, ternyata tuan Lucifer memiliki saham 75%." ucap Lisna.


"Itu masih yang terlihat, belum yang tidak terlihat. " ucap William.


"Maksud nya? yang tak terlihat itu apa? jangan bilang tuan Lucifer memiliki pekerjaan yang salah? " tebak Lisna.


"Tentu tidak lah. Kan sebelum nya juga kamu tahu, walaupun tuan Lucifer seorang bos mafia, bukan berarti pekerjaan nya pun 'jahat' ." ucap William.


Lisna menganggukkan kepala nya, mengerti.


"Tapi tadi itu, kamu benar-benar keren banget. " Lisna memberikan dua jempol tangan nya.


William membalas dengan tersenyum.


"Lis, besok pekerjaan kita banyak, siap kan tenaga mu. " ucap William.


"Kenapa? " tanya Lisna tidak tahu.


"Besok pelamar akan kita pilih. " ucap William.


"Sebanyak 1000 an itu? " ucap Lisna kaget.


"Tidak, kita kan butuh nya Sekitar 350 an. Kamu saring saja sebanyak 200, dan aku 200 lagi, biar adil dan kamu gak terlalu capek. " ucap William.


"Lalu lusa kita panggil mereka untuk test. " ucap William.


"Okey, aku mengerti. " jawab Lisna.


"Kalau begitu aku akan kerjakan sekarang deh, mumpung ada waktu yang kosong. " ucap nya lagi.


Lisna kembali keruangan nya, begitu juga dengan William.


Hp Lisna berdering, ada pesan WA masuk.


"Sayang, nanti aku jemput ya. Kalau sudah mau pulang, kabari. " isi pesan dari Steven.


"Iya, sayang 😊😊. " balas Lisna, memakai emotion.


****************


Steven tersenyum mendapat balasan dari kekasih nya.


Pintu ruangan nya di ketuk seseorang dari luar.


"Masuk. " suruh Steven yang masih menatap foto diri nya dan Lisna.


"Sore Stev. " sapa Julie langsung duduk di hadapan Steven.


Steven melihat wajah yang memanggil nya.


"Kau?" tanya Steven dengan mengernyitkan dahi nya.


"Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Steven.


"Hari ini aku kan ada jadwal pemeriksaan dengan mu. " jawab Julie.


"Jul, sebelum nya aku udah bilang, dokter Romi yang akan mengobati mu. " ucap Steven.


"Tapi aku tidak mau, hanya kau yang tahu tentang tubuh ku. " Julie mencoba menggenggam tangan Steven di atas meja.


"Jangan macam-macam Julie. Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi tolong hargai itu. " Steven menyingkirkan tangan Julie.


"Kenapa Stev? kita pernah menjalin kasih 4 tahun, dan kita.....


"Cukup Jul!! aku tidak mau membahas nya lagi. Sekarang aku bukan Steven yang dulu kau kenal. Kau hanya masa lalu ku. Masalalu terburuk ku. " Steven berdiri hendak meninggalkan Julie.


"Tapi Stev, aku... aku sebenar nya masih mencintai mu. Aku.....


"Hahahahaahahaha.... apa uang mu habis ya Jul? maka nya kau datang ingin menggoda aku atau Lucifer?" tanya Steven sinis.


"Dengar Jul, aku ataupun Lucifer tidak akan terpengaruh dengan mu. Apalagi Lucifer... jangan pernah berharap!! " ucap Steven meninggalkan Julie yang masih di dalam ruangan nya.


"Stev!! " panggil Julie.