
Richard memukul Lucifer beberapa kali, hingga Lucifer tidak sanggup berdiri lagi.
"Ku mohon... jangan lakukan lagi" gumam Eva menangis.
"Apa kau sudah menyerah Lucifer? " tanya Richard.
"Lepaskan mereka, maka kau boleh membunuh ku. " ucap Lucifer berusaha bangkit.
"Tentu, aku akan melepaskan nya, tapi aku ingin bermain-main dulu dengan mu. " ucap Richard.
"Hhemmm..... dasar pengecut...pantas saja Michael Lee tidak memilih mu, karena kau pengecut. " ucap Lucifer membuang ludah yang bercampur dengan darah nya.
"Bre****k... " teriak Richard memukul wajah Lucifer.
Lucifer terlempar ke tanah, dan menatap Eva yang menahan sakit. Eva menangis melihat nya.
Lucifer melihat bom yang terpasang di perut nya.
Richard melihat kelemahan Lucifer. Menghampiri Eva.
"Apa karena wanita ini? hheemmm? " tanya Richard menarik lagi rambut Eva.
PPPLLLAAAKKK........ PPPLLAAKKK...
Richard beberapa kali menampar Eva.
"Heeennnttiikkaannn... " teriak Lucifer memukul wajah Richard.
"Hahahahaha...... " tawa Richard melihat darah di bibir nya.
Richard mendekati Lucifer yang setengah lemah.
BBBRRRUUUGGHHH.....
Lucifer mendapat pukulan dari lawan nya.
Richard memberi kode lagi pada anak buah nya.
Anak buah nya membawa tongkat besi di berikan pada Richard.
Eva menggelengkan kepala nya.
BBBRRUUUGGHHH...... BBBRRRUUUGGHHH....
Richard memukul Lucifer dengan tongkat besi nya. Pelipis wajah Lucifer mengeluarkan darah, begitu juga hidung dan mulut nya.
Lucifer tidak bangkit, dia merasa sudah kehabisan tenaga.
"Ayo Lucifer, jangan cepat menyerah dulu donk, aku masih belum puas. " ucap Richard yang berdiri sambil memegang tongkat besi nya.
"Bawa mereka ke sini." perintah Richard pada anak buah nya.
Anak buah nya mengangguk mengerti.
Mereka membawa Lisna dan keluarga nya, sehingga berkumpul bersama Eva.
"Lepas kan kami... lepaskan.... " teriak Lisna memberontak.
"Diam. " teriak anak buah nya.
"*Tuan Lucifer? " gumam Lisna melihat Lucifer yang masih berbaring.
"Apa yang terjadi pada nya? kenapa dia jadi begitu? " gumam Lisna*.
Richard mendekati Lucifer, menggerakkan tubuh Lucifer yang masih belum bergerak.
Dia berjongkok dan membalikkan tubuh Lucifer.
"Apa kau sudah mati? " tanya Richard.
"Hemmm.... ternyata kau pingsan ya. " ucap Richard setelah meletakkan jari nya di depan hidung Lucifer.
"Ikat dia. " suruh Richard pada anak buah nya.
Anak buah nya mengangkat Lucifer, mengikat nya posisi berdiri.
"Kau sudah melihat nya kan? apa kau pikir ini sudah berakhir? " tanya Richard berbicara pada Eva.
"Mmmmmmm..... mmmmmm.... "teriak Eva menggelengkan kepala nya.
Dia menangis, merasa sangat sedih.
"Adam, ku mohon.. bangun... Adam... " gumam Eva.
"Bawakan peralatan nya. " suruh Richard pada anak buah nya.
"Baik tuan." jawab mereka.
Richard merobekkan pakaian Lucifer. Tampak banyak bekas luka di tubuh Lucifer, luka sayatan pisau.
Eva dan yang lain nya sangat kaget melihat bekas luka itu.
"Luka apa itu? kenapa banyak sekali? " gumam Eva.
"Kita akan melakukan operasi selanjut nya" ucap Richard.
Anak buah Richard membawa gergaji, pisau panjang, palu, dan beberapa alat berbahaya lain nya.
"Mmmmmm.... mmmmmm..... mmmmmmm... " teriak Eva keras.
"Jangan.... tolong... jangan lakukan... " teriak Lisna.
"Diam.... " teriak anak buah nya sambil menampar wajah Lisna.
"Lisna.... hentikan.... "teriak papa Lisna pada orang yang menampar Lisna.
"Kakak... " ucap Jody sambil menahan tangis.
"Baik lah... kita mulai dari mana dulu. " ucap Richard.
"Aku paling senang sekali melakukan ini. " ucap nya lagi.
"Bagaimana kalau melepaskan seluruh kuku-kuku mu Lucifer? biar kan kau menikmati nya. " ucap Richard.
KKKKLLLLAAKKKK.....
Kuku jari kaki pertama sudah di lepaskan secara paksa.
Lucifer tidak bersuara. Dia tidak merasakan sakit nya lagi.
"Masih tidak bangun rupanya. " ucap Richard.
Kuku jari berikut nya. Masih sama, tidak ada reaksi sama sekali.
Bahkan setelah di taburi dengan bubuk cabe pun masih tidak sadar.
Richard sangat asik bermain-main menyiksa Lucifer.
Beberapa saat kemudian....
"Aaadddaaammm...... Aadddaaammmm..... bangguuunnn... " teriak Eva.
Richard kaget, dan melihat ke arah belakang nya.
Sementara Lucifer bergerak, sadar, perlahan-lahan membuka mata nya.
Lucifer melihat Eva yang sudah tidak di ikat lagi.
"Apa??? " teriak Richard ketakutan.
"Halo tuan... maafkan kami sedikit terlambat, hehehehehe. " ucap Narendra.
Narendra, Andreas dan Miranda tiba di lokasi.
Semua anak buah Richard di kepung oleh anak buah ketiga anggota Lucifer.
DDOOOORRR..... DDDDOOOORRR...... DDDOOORRR...... DDDOOOORRR.......
Narendra dengan gaya kemayu nya menembakkan ke arah Lucifer, sehingga ikatan di kedua tangan dan kedua kaki Lucifer terlepas.
"Hhheemmmm..... lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali." ucap Lucifer memegang pergelangan tangan nya.
Tampak Richard mulai ketakutan, begitu juga dengan Darmo dan yang lain nya.
BBBRRRUUUGGGHHHH..... BBBBBRRRUUUGGGHHH.....
Lucifer beberapa kali memukul Richard.
"Uuuhhuukkk.... uhukkkk... " Richard menahan serangan.
"Sudah ku bilang... kau jangan membuat ku marah Richard.... " ucap Lucifer mendekati Richard.
"Aku sudah memberi kesempatan mu untuk melepaskan mereka dan memberi mu hidup, tapi kau mengabaikan ku." ucap Lucifer, menggerakkan batang leher nya, kekiri dan ke kanan.
BBBRRRUUUGGGHHHH..... BBBBRRRUUUGGGHHH...
"Aaaaakkkhhhh.... aaaaakkkhhh... " Richard kesakitan.
Eva dan yang lain nya melihat Lucifer memukul Richard dengan sangat kuat. Memukul beberapa kali di bagian wajah Richard.
Lucifer melihat James, Darmo, Peter, Baron, dan orang-orang yang menghianati nya dengan tatapan amarah nya.
Dia masih belum menatap Eva, yang sedari tadi melihat nya.
Lucifer mengangkat Richard posisi berdiri.
"Apa kau sudah kalah Richard? mana kekuatan mu? hah? " teriak Lucifer melempar Richard.
"Uuuhhhuukkk.... uuuhhhuuukkk..... " Richard bangkit berdiri.
"Kau lihat ini Lucifer? " Richard mengeluarkan remot pengendali bom nya.
"Jika aku mengaktifkan nya, maka kita semua akan mati di sini, hahahahaha. " ucap Richard.
"Apa? sialan... aku tidak mau mati dengan mengenaskan di sini, kurang ajar. " gumam James, begitu juga dengan yang lain nya.
Lucifer tersadar dan melihat ke arah Eva. Eva pun menatap Lucifer.
KKKLLIIIKKK.....
Richard memencet remot itu.
Suasana sepi dan diam. Tidak ada respon dari bom yang di kenakan Eva.
"Hahahahahahaha..... mungkin kau salah bawa remot Richard, kau membawa remot Tv ya?" ledek Narendra.
"Apa yang terjadi? " gumam Richard.
"Narendra, harus nya kau diam, kita bisa lihat ekspresi ketolololan nya. " ucap Miranda.
"Tenang tuan Lucifer, aku sudah memutus kabel nya, bom nya tidak akan meledak." ucap Andreas bangga.
"Tidak.... kau tidak bisa membunuh ku. " teriak Richard.
Lucifer, berdiri di hadapan peralatan yang di bawa Richard.
Memilih-milih, apa yang akan di pakai nya terlebih dahulu.
"Hhhmmm.... " Lucifer mengangkat gergaji dan menatap Richard yang sudah ketakutan.
"Jangan... jangan... " teriak Richard.
Aris dan Hendra muncul tiba-tiba.
"Tuan.... Romo Ignatius sudah meninggal di bunuh." ucap Aris tanpa mengetahui situasi yang terjadi.
Aris tidak menyadari bahwa di situ ada ketiga anggota Lucifer, Eva Lisna dan keluarga nya.
Mendengar kabar itu, Lucifer menjadi gelap mata. Menjadi tidak terkendali.
Dia berjalan mendekati Richard yang sudah ketakutan.
.
.
.
.
.
LIKE..... VOTE.... LIKE..... VOTE..... LIKE..... VOTE