SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 164


"Ada apa Lisna? " tanya Lucifer.


"Tuan, Steven sedang terluka, saya tidak tahu harus bagaimana." ucap Lisna sambil menangis.


"Kalian ada di mana? " tanya Lucifer.


"Saya... saya tidak tahu, di sini sangat gelap sekali. Tidak ada kendaraan apapun yang lewat. " jawab Lisna.


"Baik lah, coba aktifkan letak posisi keberadaan kalian. Aku akan segera kesana. " ucap Lucifer.


Lucifer segera mematikan panggilan nya. Segera bersiap menuju lokasi keberadaan Lisna dan Steven.


"Adam, ada apa dengan Lisna? " tanya Eva yang mendengar percakapan.


"Sesuatu terjadi dengan Steven, dan Lisna yang menghubungi dengan menggunakan Hp Steven. " jawab Lucifer sedang memakai kaos lengan panjang.


"Aku ikut ya? " pinta Eva.


"Tidak usah sayang, ini sudah malam dan di luar pasti dingin. " tolak Lucifer.


"Aku khawatir dengan mereka, aku ikut ya. " bujuk Eva dengan wajah berharap.


Lucifer berpikir sambil melihat wajah isteri nya yang berharap di ijin kan.


"Baiklah sayang, tapi kamu pakai jaket ya, biar tidak kedinginan." ucap Lucifer. Dia segera mengambil kunci mobil dan Hp nya.


Beberapa saat Eva dan Lucifer sudah meninggalkan apartemen menuju lokasi.


Sebelum menjalan kan mobil nya, Lucifer langsung melacak lokasi Lisna, dan mengikuti nya.


********


"Stev, bertahan lah. " ucap Lisna menangis.


Kepala Steven berada dalam pangkuan Lisna, sementara tangan nya berusaha menahan darah yang keluar dari perut nya.


"Lis, apa......a... pa.. ka... u.. ma... masih.. ma.. rah.. pada.. ku? " tanya Steven menahan sakit.


"Tidak, aku tidak marah pada mu. Aku tidak marah Stev." jawab Lisna.


"A... aku... men... cintai... mu... Lis... hhhaahh. " ucap Steven.


Lisna diam. Mencoba berpikir. Steven berusaha mengatur pernapasan nya.


"Kau harus sembuh Stev, seorang dokter harus kuat.. " ucap Lisna menahan tangis nya.


Steven beberapa kali memejamkan mata nya. Lisna menggenggam erat tangan Steven.


Dia melihat sekitar, tidak ada siapa-siapa. Hanya cahaya dari bulan saja yang menyinari.


"Stev... Steven... bangun Stev. " panggil Lisna sambil menggoyangkan tubuh Steven.


"Tolong bertahan lah Stev. " tangis Lisna.


"Aku...... takut tidak bisa lagi Lis, aku... harap nanti.... kau... bisa hidup bahagia. " Steven mengangkat tangan nya yang berlumuran darah dan mengusap pipi Lisna yang sudah basah karena air mata.


"Jangan Stev, jangan bicara seperti itu. " Lisna memegang tangan Steven yang berada di pipi nya.


Sebuah mobil dengan cahaya lampu yang menyorot tubuh Lisna dan Steven dari depan. Membuat mereka berdua menutup wajah karena cahaya itu.


Eva yang lebih dulu keluar dari mobil.


"Lisna, Steven. " teriak Eva menghampiri mereka.


"Eva, huhuhuhuhuhu. " panggil Lisna menangis.


Lucifer menyusul dan langsung menggendong Steven seorang diri. Seperti menggendong Eva.


Eva dan Lisna pun menyusul ke mobil.


"Tolong buka kan pintu nya. " ucap Lucifer.


Lisna segera membuka dan Steven di letakkan dengan perlahan. Sementara Lisna duduk di samping Steven sambil memegang kepala nya.


Mereka semua sudah masuk ke dalam mobil, menuju rumah sakit. Dan pisau masih tertancap di perut Steven.


**************


Steven berada di ruang operasi, Lisna, Eva dan Lucifer menunggu di luar.


"Ada apa sebenar Nya Lis? "tanya Eva.


Lisna masih menangis pelan.


"Ini semua salah ku Va. Aku yang mengakibat kan Steven terluka. " jawab Lisna mengusap air mata nya.


"Kenapa? coba bicara yang tenang. " bujuk Eva.


"Kami bertengkar kecil. Lalu aku tidak mau Steven mengantar ku pulang. " jelas Lisna.


"Bertengkar? kenapa? " tanya Eva lagi.


Dokter yang menangani Steven keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana dok? " tanya Lucifer yang langsung menghampiri dokter.


"Dokter Steven sudah melewati masa kritis nya. Untung saja pisau tidak mengenai organ vital nya. Saat ini dia harus beristirahat dulu. Kemungkinan besok siang atau sore dia baru akan bangun. " ucap dokter tersebut.


"Boleh saya melihat nya dok? " tanya Lisna.


Dokter melihat Lisna yang tampak sangat khawatir.


"Baiklah, tapi jangan lama. Dan hanya bisa satu orang saja. " ucap dokter.


"Terimakasih dok. " jawab Lisna.


Lisna segera masuk melihat keadaan Steven yang memang belum sadar.


"Sayang apa kamu lelah? " tanya Lucifer mengusap kepala Eva.


"Enggak. " jawab Eva.


"Hhmm.... kita duduk dulu. " ajak Lucifer.


Eva mengikuti dan langsung menyandarkan kepala nya di bahu suami nya. Dia juga khawatir dengan keadaan Steven.


"Kau tidak ngantuk? " tanya Lucifer.


Eva menggelengkan kepala nya.


"Kau tahu sayang? kejadian antara Lisna dan Steven, hampir sama dengan kamu dan aku. " ucap Eva yang masih menyandarkan kepala nya.


"Aku tahu, Lisna pasti masih bingung dengan perasaan nya terhadap Steven. Ketika aku mendengar kronologi kejadian yang di ceritakan Lisna, aku sempat berpikir betapa bodoh nya Lisna yang tidak percaya dengan Steven. Sejenak aku teringat akan kebodohan ku juga yang sempat menghindari dan tidak percaya pada perasaan mu. " ucap Eva membuang nafas berat nya.


Lucifer hanya sebagai pendengar.


"Aku yakin, orang yang tidak mengalami posisi Lisna, aku atau orang lain yang sama seperti kami, pasti akan mengatakan kami bodoh dalam mengambil sikap atau keputusan. " ucap nya lagi.


"Hhmmm... siapa yang bilang kau bodoh sayang, hanya aku saja yang mengatakan itu. Kalau ada orang lain yang menyebut mu bodoh, aku akan menggergaji tubuh mereka." canda Lucifer.


"Pppuufftthh." Eva menahan tawa nya.


"Yang penting tidak terlambat. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Aku juga pasti di katakan bodoh, tidak memiliki harga diri sebagai bos mafia, mengemis cinta dan tergila-gila dengan wanita yang sekarang jadi isteri ku ini. " Lucifer melirik Eva dan mencium kening nya.


Eva mengangguk dan tersenyum.


Lucifer memeluk Eva erat dari samping membiarkan kepala isteri nya bersandar di bahu nya.


"Sehebat atau sesombong apapun orang itu, kalau sedang merasakan jatuh cinta yang tulus pasti akan di lihat bodoh di mata orang lain. " ucap Lucifer lagi.


"Sayang, perkataan mu bagus sekali, aku semakin sayang pada mu. Ini untu mu. " Eva memberikan ciuman di pipi Lucifer.


Lucifer melihat dengan tersenyum.


Lisna keluar dari ruangan Steven.


"Bagaimana Lis? " tanya Eva berdiri menghampiri Lisna.


"Sekarang dia sedang istirahat Va." ucap Lisna.


"Sebaik nya kau istirahat Lis, aku lihat kau sangat kelelahan. " suruh Eva.


Lisna melihat nya.


"Benar yang di katakan Eva, sebaik nya kau pulang. Orang tua mu juga akan khawatir nanti. " ucap Lucifer.


"Ayo, kami antar kan kau pulang. " ajak Eva.


Lisna menganggukkan kepala nya.


"Apa dia baik-baik saja di sini sendirian? " tanya Lisna.


"Aku sudah suruh Aris datang kesini untuk menjaga. " ucap Lucifer.


Lisna menganggukkan kepala nya lagi.


Lucifer dan Eva membawa Lisna pulang. Tidak ada penolakan dari Lisna.


Tidak berapa lama, Aris memberitahukan pada Lucifer, kalau dia sudah berada di rumah sakit.


.


.


.


.


TERIMAKASIH ATAS LIKE N VOTE NYA YA...