SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 149


Lucifer mencium bibir Eva secara mendadak. Eva terkejut. Dia hanya membiarkan Lucifer mencium bibir nya. Eva mengalungkan kedua tangan nya di leher suami nya.


Ciuman turun keleher. Menyingkirkan rambut ke sisi sebelah nya agar lebih leluasa mencium leher isteri nya.


"Sayang..... aku mau melakukan nya. " bisik Lucifer.


"Hah? " Eva kaget.


"Ta... tapi kita akan ke rumah Lisna loh. " jawab Eva gugup.


"Baiklah, tidak apa-apa. " Lucifer menghentikan ciuman nya. Tidak ada kekecewaaan di wajah nya.


"Kita akan melakukan nya setelah pulang makan malam dari rumah Lisna. Bagaimana? " bisik Eva.


Senyum Lucifer mengembang senang.


"Benarkah? kenapa tidak sekarang aja? " Lucifer mencoba menggoda lagi.


"Apa sayang ku ini mau aku nanti kesakitan dan kesulitan berjalan? " Eva mencolek ujung hidung suami nya.


Lucifer menganggukkan kepala nya. Melanjutkan ciuman nya lagi, hanya di pipi dan kening nya.


"Kalau begitu ayo kita mandi, bersiap-siap ke rumah Lisna. " ajak Lucifer.


"Mandi bersama? " tanya Eva.


"Iya. " jawab Lucifer santai.


"Tenang saja, aku tidak akan melakukan nya. "jawab Lucifer mengerti reaksi isteri nya.


"Janji? nanti malah ngambil kesempatan. Goda-godain aku lagi. " Eva memonyongkan bibir nya.


"Hahahaha.... memang nya aku pernah memaksa mu? kalau kau tidak mau, aku akan hentikan. Benar kan? " tanya Lucifer.


"Janji ya, kalau kau melakukan nya aku tidak akan melakukan nya lagi nanti malam. " ancam Eva.


"Sama-sama melakukan nya juga, ya udah aku lakukan sekarang saja, hahahaha. " Lucifer menggendong Eva menuju kamar nya.


"Eeehhhh.... " Eva berpegangan pada suami nya ketika di gendong dadakan.


*************



"Sayang, aku rasa Steven menyukai Lisna." Eva sudah duduk di samping Lucifer yang mengemudikan mobil.


"Mungkin. " jawab nya.


"Apa Steven punya pacar sebelum nya? " tanya Eva serius.


Lucifer menatap nya sekilas, lalu menatap jalananan lagi.



"Aku tidak tahu dia punya pacar atau tidak. Tapi yang aku tahu dan pasti, dia tidak pernah mempermainkan wanita mana pun. Dulu dia sempat mau menikah, hanya saja pacar nya selingkuh dan membawa kabur uang nya. " ucap Lucifer.


"Hah? kasihan banget. " Eva terkejut, merasa iba.


"Apa kau pernah bertemu dengan wanita itu? " tanya Eva.


Sekali lagi Lucifer melirik Eva.


"Kenal, malah dulu Steven sempat marah pada ku." jawab nya.


"Kenapa? " Eva semakin penasaran.


"Mantan nya itu bilang kalau dia pergi dengan ku. Padahal waktu itu aku sedang berada di dalam penjara. " jelas Lucifer.


"Kok jahat banget sih. Mungkin mantan nya suka dengan mu. " jawab Eva.


"Memang, tapi aku tidak menyukai nya. Aku pernah bilang pada Steven, kalau mantan nya itu cewek gak benar. Berkali-kali jalan dengan laki-laki lain. Dan berkali-kali juga dia menggoda ku. " ucap Lucifer.


"Apa dia cantik? lalu.. apa kau pernah 'bermain' dengan nya? " tanya Eva gugup.


"Hahahahaha.... ya enggak lah. Sebejat nya aku, tidak akan bermain dengan pacar nya, walaupun sudah jadi mantan nya sekali pun. " jawab Lucifer yakin.


Eva menganggukkan kepala nya. Lucifer melirik nya. Dia mencium telapak tangan isteri nya.


"Tapi Steven tahu kan kebenaran nya? " tanya Eva.


"Setelah satu tahun kemudian dia melihat mantan nya sudah nikah siri dengan selingkuhan nya. Lalu dia menemui ku dan minta maaf. " jawab Lucifer.


"Dan kau pasti memaafkan nya kan." jawab Eva.


"Aku memaafkan nya ketika aku membawa mu kerumah sakit, saat anak buah Edward menyerang mu. " jawab Lucifer.


"Tapi kalian pernah bertemu di club waktu kita pertama kali bertemu. " ucap Eva.


"Iya, tapi kan belum memaafkan nya. Sebenar nya aku tidak perduli, malah aku biarkan saja. Hanya saja Steven ingin mendengar langsung kalau aku memaafkan nya. " ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya lagi.


"Sekarang jawab pertanyaan ku. Bagaimana kau melihat ku saat di Club waktu itu? " tanya Lucifer.


"Menakutkan." jawab Eva sigap.


"Dulu yang aku suka tuh Steven. Adem aja lihat wajah nya. Apalagi pakai kacamata, keren banget. " ucap Eva melirik Lucifer yang sudah cemberut.


"Apalagi setelah tahu dia dokter aku makin menyukai nya. Aku dulu berharap banget punya suami seorang dokter." ledek Eva melirik Lucifer dengan senyuman sinis nya.


"Oooohhhh" Reaksi Lucifer sambil menganggukkan kepala nya.


"Eehhh... kamu ngelamar aku. " ucap Eva.


"Lalu? " tanya Lucifer.


"Lalu kita menikah.. " jawab Eva.


"Apa kau menyesal? " tanya Lucifer.


"Sayang... aku tidak pernah menyesali pernikahan walaupun aku tidak memiliki perasaan apapun. " jawab Eva serius.


"Aku selalu teringat dengan beberapa kali kita bertemu, beberapa kali kau menyelamat kan ku. Orang-orang bilang aku bodoh, masih selalu baik dan tertipu dengan orang tua angkat ku, tapi kalau tidak begitu, kita tidak akan bertemu, kita tidak akan menikah dan kita tidak akan saling jatuh cinta. Itu semua sudah jadi takdir. Benar kan, suami ku? " ucap Eva panjang lebar.


"Wah... wah... isteri ku ini sudah jadi pujangga. Sayang, sebenar nya aku ingin memberikan dua jempol tangan ku ini pada mu, tapi aku sedang menyetir, jadi jempol ini saja dulu ya. " Lucifer memberikan jempol tangan kiri nya.


Mereka tertawa bersama.


"Aku mau, di setiap kehidupan ku, hanya kau yang akan menjadi pendamping ku, menjadi isteri ku dan....


"Ibu dari anak-anak mu." Eva memotong kalimat Lucifer sambil menganggukkan kepala nya lagi.


Mereka tertawa bersama-sama lagi.


.


.


.


.


.


Beberapa kali Hp Cleo berdering. Saat dia melihat siapa nama yang memanggilnya, langsung mengabaikan.


"Kalau kau tidak mengangkat telepon ku, aku akan datang ke rumah mu. " Isi pesan Vicky.


"Bodo amat." ucap Cleo ngomel.


Kembali Hp nya berdering. Tidak di angkat juga.


Sekitar 10 menit, Vicky mengirim kan sebuah foto, bahwa dia berada di depan rumah nya.



"What?? be*o banget sih nih orang, mau nya apa? " ucap Cleo membanting Hp nya.


Berdering lagi......


"Apaan sih? ganggu banget. " Cleo menjawab dengan marah.


"Hahahahha... kenapa kau marah. Nanti cantik nya hilang loh. " ucap Vicky.


"Kenapa kalau hilang? gak ada masalah dengan mu kan? " tanya balik Cleo.


"Gak ada sih. Aku tetap akan menggoda mu. " jawab Vicky santai.


"Aku ingin bertemu dengan mu. Keluar donk. Kita makan malam." ajak Vicky.


"Sorry, aku sibuk. Lagi gak mau keluar. " jawab Cleo.


"Sibuk apa sih cantik, ayo lah. Aku belum makan nih. Laper banget. " rengek Vicky.


"Makan saja sendiri. Jangan mengganggu ku. " jawab Cleo.


"Kalau begitu aku masuk kerumah mu saja ya. " ucap Vicky.


Cleo belum memberikan jawaban, Vicky sudah menutup panggilan nya.


"Di matiin? apa dia benar-benar mau datang? " ucap nya sendiri.


Benar. Vicky melangkah menuju gerbang rumah Cleo. Membawa beberapa belanjaan dalam plastik putih.


.


.


.


.


.


.


DUKUNG TERUS AUTHOR NYA DENGAN LIKE N VOTE...


TERIMAKASIH...