SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 173


"Kenapa kamu dari tadi senyum terus? " tanya Steven.


Lisna melihat Steven yang berada di samping nya, lalu mengalihkan pandangan nya lagi.


"Aku lagi senang. " ucap Lisna tersenyum.


"Kenapa? " tanya Steven yang memang tidak tahu.


"Karena ternyata mama dan papa kamu bisa menerima ku. " ucap Lisna bahagia.


"Oohhh.. jadi kau sudah tidak takut lagi ya?" tanya Steven.


Lisna menggelengkan kepala nya.


"Apa ku bilang, mereka pasti menyukai mu. Kamu nya aja yang terlalu takut. " ucap Steven.


"Maklum lah. Aku gugup, belum pernah mengalami nya sih. "ucap Lisna.


"Berarti... sebentar lagi kita akan menikah kan? " tanya Steven.


"Hah? " Lisna terkejut dengan pertanyaan Steven yang mendadak.


Sebentar berpikir, lalu menganggukkan kepala nya tersenyum.


"Atur saja lah. " ucap Lisna malu.


Steven pun ikut tersenyum. Steven mengantar Lisna pulang ke rumah nya. Acara pertemuan berlangsung dengan lancar.


****************


Pukul 02.00 wib, Adam baru tiba di kediaman nya. Dia sangat kelelahan.


Masuk kekamar, di sana melihat Eva yang sudah tertidur dengan nyenyak.


Segera membuka jas dan kemeja nya. Lalu membersihkan diri di kamar mandi.


Eva terbangun, dia mendengar suara air di kamar mandi.


"Apa Adam sudah pulang? " gumam Eva.


Dia melihat ada Jas yang di pakai Lucifer sudah berada di atas sofa samping ranjang nya.


Eva duduk dan menyandarkan bahu nya di tempat tidur. Tubuh nya masih di tutupi selimut.


"Sayang? kenapa kamu bangun? " tanya Lucifer keluar dari kamar mandi, dengan mengeringkan rambut nya memakai handuk kecil.


"Aku mendengar suara air. Kamu baru pulang? " tanya Eva setelah melihat jam di dinding nya.


"Iya. " jawab Lucifer yang sudah memakai baju tidur berwarna biru muda nya.


"Apa aku mengganggu tidur mu? " tanya Lucifer berdiri di samping Eva.


"Enggak kok. " Eva menggelengkan kepala nya.


Lucifer tidak langsung tidur, dia masih membuka laptop nya.


"Kamu belum tidur? " tanya Eva menghampiri suami nya.


"Belum sayang, masih ada pekerjaan yang harus di selesai kan. " jawab Lucifer.


"Banyak? " tanya Eva penasaran.


"Lumayan. " jawab Lucifer menyalakan laptop nya.


"Apa kamu sudah makan? " tanya Eva.


"Sudah. " jawab Lucifer singkat.


"Mau aku bikin kan kopi? " tanya Eva lagi.


Lucifer melihat Eva.


"Kemari lah. " Lucifer merentangkan tangan nya agar di sambut Eva.


Lucifer menarik tangan Eva pelan, dan meletakkan tubuh isteri nya berada di pangkuan nya. Sekarang mereka sudah berada di depan laptop. Lucifer merangkul pinggang Eva dengan sebelah tangan, dan sebelah nya lagi konsentrasi pada laptop nya yang sudah menyala.


"Apa kau tidak lelah? " tanya Eva yang merasa kasihan dengan suami nya.


Lucifer menggelengkan kepala nya.


"Hhmm... suami ku ini, selain baik, penyayang, juga pekerja keras. " Eva mencubit pelan pipi suami nya.


Lucifer tidak marah dengan perlakuan isteri nya, justru dia menyandarkan kepala nya di dada Eva, walaupun mata nya masih berpusat pada laptop nya.


"Apa aku mengganggu mu sayang? " tanya Eva mengusap pipi suami nya.


"Enggak kok. " jawab Lucifer menegakkan kepala nya.


"Kalau begitu aku buat kan kopi dulu ya. " Eva turun dari pangkuan suami nya. Melepas rangkulan.


Mau tidak mau Lucifer pun melepaskan rangkulan nya.


Eva keluar dari kamar, menuju dapur.


Lucifer memperhatikan layar Hp dan laptop nya.


Sesekali membuang nafas berat, dan menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya. Sangat lelah sekali.


Eva membawa dua gelas minuman. Kopi dan jus mangga yang di buat nya sendiri.


Langsung mengambil posisi di pangkuan suami nya, tentu saja Lucifer menyambut dengan senang.


"Apa ini sayang? " tanya Lucifer menunjuk gelas berisi jus.


"Jus mangga, kamu mau? " jawab Eva.


"Aku mau merasakan nya dari mulut mu saja. " goda Lucifer.


Tanpa malu, Eva mengambil jus nya, setelah mengisi di mulut, dia dengan agresif mencium suami nya. Lucifer menerima operan dari bibir Eva. Bahkan menyedot semua yang ada di dalam mulut Eva. Dan menelan nya. Hingga Eva tidak kebagian.


"Kau menghabiskan nya. " ucap Eva mengusap bibir nya.


"Baik.. baik.. aku ganti ya. " giliran Lucifer mengisi mulut nya dengan jus mangga yang di bawa Eva.


Lucifer menarik pelan wajah Eva, mengarahkan bibir nya dengan bibir Eva hingga sejajar. Mengisi mulut Eva dengan jus yang ada di dalam mulut nya.


Setelah Eva menerima, dia menelan nya. Kini mereka melanjutkan dengan adegan ciuman panas. Terdengar suara nafas kenikmatan di antara mereka berdua.


Lucifer menekan leher belakang Eva, sehingga ciuman semakin dalam. Bahkan ciuman berubah posisi, memutar berlawanan.


Tangan Lucifer turun, menyusuri perut Eva, menyelinap di balik baju tidur.


"Aaakkkhhh... " teriak Eva menyentuh bibir nya.


Lucifer melepaskan ciuman nya.


"Adam, kau menggigit bibir ku. " Eva menyentuh bibir nya yang sakit di gigit Lucifer walaupun tidak berdarah.


"Hahahaha.... maaf kan aku. Bibir mu manis sekali sayang. " ucap Lucifer mengusap bibir Eva.


"Sakit ya? " tanya Lucifer yang masih mengusap bibir isteri nya.


"Gak berdarah kan? " tanya Lucifer memperhatikan bibir isteri nya.


"Apa mau sampai berdarah? " ledek Eva.


"Kamu mau? sini biar aku gigit sampai berdarah. " Lucifer menarik kepala Eva agar dekat dengan bibir nya.


"Aaadaamm.. " Eva menahan agar tidak di cium lagi.


"Hahahaha... maafkan aku, okey? atau kalau kamu mau, kamu boleh menggigit bibir ku ini. " Lucifer menyodorkan bibir nya, membuat Eva jadi salah tingkah.


Lalu mereka tertawa bersama, dan berpelukan.


"Apa kau menyukai jus mangga nya? biar aku buat kan lagi. " ucap Eva.


"Tidak usah. Mungkin yang aku sukai itu..ini.. " Lucifer menunjuk bibir Eva yang berada di pangkuan nya.


"Mulai lagi deh. " ucap Eva.


Lucifer kembali fokus pada pekerjaan nya.


Eva berdiri, ingin duduk di sofa agar tidak membebani pekerjaan suami nya.


"Eehhh.... kau mau kemana sayang ku? " tanya Lucifer menahan tangan Eva.


"Aku mau duduk di sofa aja, biar gak gangguin pekerjaan mu. " jawab Eva jujur.


"Siapa bilang kamu gangguin pekerjaan ku? sini... duduk lagi di sini. " pinta Lucifer menepuk paha nya pelan.


"Enggak ah... nanti kamu gigit bibir ku lagi. " tolak Eva.


"Enggak, enggak gigit, hanya cium aja. " ucap Lucifer santai.


"Awal nya sih gitu. " ucap Eva lagi sambil kembali kepangkuan suami nya.


"Apa ada masalah di perusahaan? " tanya Eva.


"Sedikit, tapi sudah di atasi kok. " jawab Lucifer fokus pada laptop nya.


Lucifer mengerjakan pekerjaan nya dengan sebelah tangan, yaitu tangan kanan nya. Namun sesekali tangan kiri nya ikut bekerja juga, membuat tubuh Eva bergeser lebih dekat dengan wajah Lucifer. Seperti memangku anak kecil.


Eva bisa merasakan nafas dan pergerakan dada Lucifer.


.


.


.


.


.


.


MOHON MAAF KALAU UP NYA SEDIKIT, INI DI KARENAKAN AUTHOR NYA MEMILIKI BANYAK PEKERJAAN. TAKUT JUGA KALAU NANTI CERITA NYA TIDAK NYAMBUNG ATAU TIDAK MENARIK..


TETAP DI MOHON UNTUK LIKE N VOTE NYA YA....


TERIMAKASIH..