SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 182


Steven menatap wajah calon mertua nya sebelum berbicara serius.


"Dulu saya pernah bertunangan dengan kekasih saya. Namun dia pergi dengan lelaki lain. Dan sebelum dia pergi, dia bilang kalau dia menyukai dan pergi menikah dengan Lucifer. Itu yang membuat saya dan Lucifer bermusuhan selama beberapa tahun." ucap Steven.


Kedua orang tua Lisna saling menatap.


"Tapi, saya sudah tidak mencintai nya lagi. Dan sekarang yang saya cintai adalah puteri kalian. Lisna." ucap Steven dengan menatap wajah calon mertua nya.


Tampak ada senyum di antara orang tua Lisna.


"Kalau kami boleh tahu. Siapa nama mantan tunangan kamu itu?" tanya papa Lisna.


"Nama nya Julie. Dan saya pastikan kalau saya tidak memiliki perasaan apapun pada nya." ucap Steven serius.


Tidak ada pembicaraan, hanya kesunyian yang membuat Steven merasa canggung.


Dia berharap dengan kejujuran nya bisa membuat mereka percaya pada nya.


"Nak Steven. Kami sangat senang dengan kejujuran mu. Dan kami percaya pada mu, kalau kamu bisa menjaga dan mencintai Lisna." ucap papa Lisna.


"Benar nak. Tapi, balik lagi dengan Lisna nya, tante gak mau Lisna merasa terpaksa." tambah mama Lisna.


Steven tersenyum dan senang.


"Yang penting om dan tante sudah tahu tentang perasaan saya terhadap puteri om dan tante. Dan saya akan secepat nya membawa orang tua saya ke sini." ucap Steven dengan senang.


Flashback of......


"Untung aja nak Steven sudah membicarakan tentang mantan nya ini. Jadi aku tidak kaget lagi." ucap mama Lisna dengan santai menutup pintu kembali.


*****************


"Sialan....ternyata Stev sudah membicarakan ku dengan si nenek peot itu." ucap Julie kesal.


Dia memukul setir mobil nya.


"Apa yang harus aku lakukan. Sebelum aku mati, aku tidak mau mereka bahagia. Enak saja mereka berbahagia di atas penderitaan ku." ucap nya lagi.


Tiba-tiba Julie teringat dengan isteri Lucifer.....


"Eva..." ucap nya menjentikan jari.


"Tapi, aku tidak tahu di mana mereka tinggal." ucap nya lemas.


*********


Hari ini begitu banyak calon pelamar kerja datang. ada 400 calon karyawan yang sudah di pilih secara ketat oleh William dan Lisna.


Lucifer tidak ikut campur, dia percaya dengan hasil kerja mereka.


Hari ini Lucifer juga datang ke kantor, tapi tidak ikut campur dengan pemilihan calon karyawan nya.


"Ehh...itu kan pemilik perusahaan ini. Tuan Adam." bisik beberapa calon pelamar.


"Benar sekali. Tampan banget ya. Berkharisma. " ucap rekan nya lain.


Lucifer risih jadi pusat perhatian. Dengan langkah kaki sedikit cepat menuju ruangan nya.


BBBRRUUUGGHHH......


"Ma...maafkan saya pak. Saya tidak sengaja." seorang wanita muda, sexy dan cantik sedikit terjatuh ke lantai akibat bertabrakan dengan Lucifer.


"Gawat....pasti tuan Lucifer akan sangat marah." gumam Aris, William dan Lisna serentak.


Lucifer melemparkan senyuman nya. Memberikan tangan nya untuk di raih wanita itu.


"Waw.....dia tersenyum. Manis sekali." bisik yang lain yang memperhatikan kejadian itu.


"Hah? dia.... dia tersenyum?" gumam mereka bertiga serentak.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Lucifer ramah.


"Ti...tidak apa-apa pak. saya...saya tidak sengaja." ucap wanita itu gugup.


"Bagus lah. Apa kau salah satu pelamar di sini?" tanya Lucifer lembut.


"I....iya pak." jawab nya.


"Hhmm.....siapa nama mu?" tanya Lucifer mendekatkan wajah nya.


"Sa....saya Novelina Putri pak." jawab wanita itu malu-malu.


Lucifer melihat Novelina dengan senyum dan terpesona.


"William." panggil nya.


"Iya tuan." jawab William yang langsung menghampiri Lucifer.


"Catat nama nya. Jangan persulit lamaran nya." pesan Lucifer.


"Tapi tuan...


"Jangan protes. Nona ini mungkin merasa kesakitan waktu bertabrakan dengan ku. Jadi, sebagai permohonan maaf ku. Kau dengar itu?" tanya nya sedikit kesal.


"Baik tuan." jawab William.


"Apa-apaan ini? kenapa tuan Lucifer jadi ramah dengan nya?" gumam Lisna.


"Kalau begitu lanjutkan pekerjaan kalian." suruh Lucifer.


Lucifer dan Aris langsung meninggalkan lokasi.


**************


"Aris, awasi wanita itu." suruh Lucifer.


"Maksud anda? nona Novelina yang tadi?" tanya Aris.


Lucifer menganggukkan kepala nya.


"Kenapa tuan?" tanya Aris yang sebenar nya juga sudah curiga.


"Aku curiga pada nya. Kata Hendra akan ada beberapa orang suruhan musuh menyamar jadi pelamar kerja." jawab nya.


"Ternyata benar." gumam Aris.


"Baik tuan." jawab Aris.



"Dia tidak sendiri. Dia memiliki beberapa teman juga. Tapi, karena dia yang terlalu mencolok, kita bisa mendapatkan informasi dari nya." ucap Lucifer berdiri


"Baik tuan, saya mengerti. Saya akan mengawasi nya dengan hati-hati." ucap Aris.


************


"Tuan, saya sudah bertemu dengan Lucifer." ucap Novelina melalui panggilan telepon.


"Apa dia curiga?" tanya Marvel.


"Tidak tuan. Justru dia berpesan pada asisten nya untuk meloloskan saya dalam penyeleksian." ucap Novelina.


"Apa?? dasar bodoh...Dia tidak pernah seperti itu. Seperti nya dia curiga pada mu." ucap Marvel.


"Ti....tidak mungkin tuan. Justru dia tersenyum ramah pada ku." ucap Novelina.


"Kau benar-benar bodoh!!. Sekarang, kau mau mati sendiri, atau keluarga mu aku habisi semua?" ancam Marvel.


"A...apa?? ta...tapi tuan..." Novelina merasa khawatir dan ketakutan.


"Pikirkan itu!!" Marvel mengakhiri panggilan nya.


"Hallo, hallo tuan..." teriak Novelina ketakutan.


"Bagaimana ini...apa yang harus aku lakukan? aku takut mati, tapi aku tidak mau keluarga ku di bunuh." gumam Novelina menangis.


***/***


" Hallo tuan." jawab anak buah Marvel.


"Lucifer sudah mulai curiga. Segera habisi Novelina. Bodoh sekali dia. Jangan sampai meninggalkan jejak." ucap Marvel pada anak buah nya.


"Baik tuan." jawab nya.


Mereka menutup panggilan nya.


"Benar dugaan tuan Lucifer, dan orang ini adalah salah satu suruhan musuh." gumam Aris yang kebetulan berada di salah satu kamar toilet.


Suruhan Marvel keluar dari kamar mandi, tidak lama kemudian, Aris pun keluar.


Novelina berjalan dengan tidak karuan. Tidak tenang di rasa.


"Nona Novelina, selanjut nya anda menuju test interview. Tenang saja, test ini hanya formalitas. Toh anda juga akan di loloskan." ucap William.


"Ba...baik." jawab Novel.


Sementara itu Lucifer mengikuti pergerakan Novelina dari ruang CCTV.


"Aku tidak tahu siapa yang mengirim mu, tapi yang jelas, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu kehidupan ku." gumam Lucifer dari layar laptop mengawasi video tersebut.


Tidak lama Aris masuk ke ruangan.


"Tuan, saya ingin memberitahukan sesuatu." ucap Aris.


"Katakan." suruh Lucifer.


"Saya tahu siapa rekan nona Novelina yang menyamar sebagai pelamar kerja." ucap nya.


"Siapa?" tanya Lucifer menunggu jawaban.


"Saya tidak tahu siapa nama nya. Tapi saya tahu wajah nya." ucap nya.


"Kalau begitu segera panggil Lisna ke sini." suruh Lucifer.


"Baik tuan." jawab Aris melangkah keluar.


"Seperti nya tingkat kejahatan ku belum terlalu 'terkenal' ya?" gumam nya.


.


.


.


.


.