
“Kakak cuma beda empat menit dayi shinta.” Teriak Arshinta.
“Bagus… seterus nya panggil kakak ya.” Evano yang sudah merasa senang.
*****
Setelah Ceons datang menuruti panggilan Lucifer, tuan nya pulang untuk berkumpul bersama keluarganya. Ceons di tugas kan untuk mengatasi sisa selanjut nya.
Semua dokter dan Jofranta merasa lega dan sedikit tenang semenjak Lucifer pergi.
Mereka berpikir akan bisa membujuk Ceons.
“Ehheemm… tuan, kita bisa……
“Jofranta, rumah sakit ini akan di hancurkan. Anda dan dokter-dokter yang ada di sini akan di BlackList dari kedokteran.” Ucap Ceons
memotong kalimat Jofranta.
“A… apa? Bagaimana bisa? Anda……
“Kejahatan anda sudah sangat banyak, melakukan tindak aborsi tanpa ada surat persetujuan atau ijin, menjual mayat, menelantarkan pasien, menukar jenis kelamin bayi, membiarkan dan menerima dokter yang palsu, menerima suap, bekerja sama dengan *******.” Ucap Ceons dengan geram.
“Tidak, itu tidak benar. Saya di fitnah. Anda bisa saya…..
“Anda tidak memiliki alasan untuk kabur lagi. Seperti yang di perintahkan tuan Lucifer, anda bebas dari hukum tapi anda tidak bisa lepas
dari kematian yang di berikan Lucifer.” Ucap Ceons sinis.
“Apa… apa maksud nya? Apa yang ingin kalian lakukan?” tanya Jofranta yang sudah mulai takut dan panik.
“Bawa pria tua ini dan lemparkan ke kandang buaya, lempar saat dia masih hidup biar dia bisa merasakan ketakutan dan kesakitan yang luar biasa.” Suruh Ceons pada anak buah yang di bawa nya.
“Tidak… tidak… kalian tidak bisa melakukan itu. Aku tidak boleh kalian bunuh, aku akan mengadukan ini pada polisi, aku akan beritahukan pada Shadow, kalian tidak akan bisa menyentuh ku sedikit pun…” teriak Jofranta ketakutan.
Dokter-dokter yang lain juga mulai ketakutan.
Ceons memberikan kode pada anak buah yang sudah berdiri di belakang nya. Dan mereka mengerti apa yang di maksud Ceons.
Salah satu anak buah nya memukul bahu Jofranta hingga dia pingsan, dan segera membawa nya masuk kedalam mobil yang sudah di sediakan.
Sekarang, sisa nya adalah dokter-dokter palsu.
“Tuan, tolong…. Tolong lepaskan kami, kami tidak tahu apa-apa. Kami di paksa Jofranta untuk mengusir anak-anak itu.”
“Benar tuan, kalau kami tidak melakukan nya, keluarga kami akan di bunuh. Tolong tuan….
“Rieka, Naomi, Hendrik, Frans, Louis, Owen, Cattie dan Jack, lempar mereka ke hutan Afrika selatan. Jangan beri mereka apapun di sana. Biar kan mereka berusaha sendiri untuk hidup dan mati nya. Kalian adalah dokter-dokter palsu yang suka bermain dengan nyawa orang lain.” Ucap Ceons.
Nama-nama yang di sebut kan Ceons ketakutan, tubuh mereka gemetaran.
“Kalian pantas untuk mendapatkan hukuman dari kejahatan yang kalian lakukan. Tercatat sudah ratusan kali ada kejahatan tapi kalian masih bisa di lindungi Shadow, dan sekarang akhir dari ketenangan kalian.”
Anak buah nya yang lain segera menangkap nama-nama yang di sebutkan Ceons. Walaupun penuh dengan drama teriakan dan tangisan, tapi mereka tidak terpengaruh sedikit pun.
Sekarang ceons melihat sisa yang sedikit itu, sekitar ada 5 orang lagi.
Mereka sudah gemetaran. Tinggal menunggu hasil keputusan.
“Sisa nya, kalian juga mendapatkan hukuman. Bawa mereka dan congkel kedua mata nya serta memotong lidah mereka. Lalu buang di jalanan.
Entah mereka hidup atau mati, semua tergantung usaha mereka.
Sisa anak buah Ceons segera melakukan tugas terakhir itu.
Sama seperti sebelum nya, mereka berontak minta di beri kesempatan, tapi itu semua percuma.
Sekarang semua sudah mendapatkan hukuman nya. Tinggal Ceons dan beberapa anak buah nya.
“katakan pada mereka untuk pindah dan keluar dari sini.
Kalau sudah kosong, hancurkan bangunan ini hingga rata dengan tanah.” Jawab
Ceons.
“Baik tuan. Saya akan melakukan nya sekarang.” Asisten nya pergi melanjutkan pekerjaan nya.
“Tuan Lucifer sangat kejam dan sadis. Tidak ada yang bisa lepas dari hukuman mati yang di berikan nya. Tapi itu adalah cara nya untuk menghapus kejahatan dan ketidak adilan. Aku
menyukai tuan Lucifer.” Gumam ceons.
******
Malam ini Ina sudah beristirahat di salah satu kamar yang sudah di bersihkan oleh pelayan. Kamar yang sudah lengkap itu hanya di
bersihkan dari debu karena jarang di pakai.
Ina sangat senang bisa tinggal di dalam kamar itu. Baju baru yang di beli Isabella, selalu di pegang nya. Seakan-akan dia tidak percaya kalau dia bertemu dengan orang yang baik.
“Shinta sangat beruntung bisa memiliki keluarga seperti mereka. Tidak seperti aku.” Ucap Ina dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku tidak tahu, sampai berapa hari aku akan tinggal di sini dan akan kemana lagi. Aku tidak mungkin dan tidak mau kembali kerumah tante lagi. Pasti mereka akan sangat marah pada ku.” Ucap nya memeluk bantal.
*******
“Adam, aku sangat kasihan sekali pada Ina. Kamu tahu tidak, dia tadi sangat senang bisa makan daging. Kata nya sudah lama sekali tidak memakan itu. orang tua nya juga sudah meninggal dan dia hanya tinggal dengan
paman dan om nya. Dan dia sering di perlakukan seperti pembantu. Bahkan mereka
menguasai rumah peninggalan orang tua nya.” Adu Eva pada suami nya yang duduk
di samping nya di atas tempat tidur.
Lucifer hanya diam, sebagai pendengar saja.
“Waktu kakak ipar Isabell membeli nya pakaian dia sangat senang, tapi dia bilang, ‘ jangan mengeluarkan uang banyak untuk ku, aku tidak bisa membayar nya nanti,’ ……. Begitu kata nya. Ya ampun, gadis semuda itu bisa berpikir seperti itu. Aku sangat kasihan sekali pada nya.” Ucap Eva lagi.
Lucifer masih diam.
“Ck…. Adam, kamu dengar tidak apa yang aku bicarakan?” tanya Eva yang kesal di abaikan.
Adam yang sedari tadi membaca buku segera menutup nya, dan meletakkan di meja samping nya.
“Aku dengar kok sayang.” Jawab nya memeluk Eva.
“Dengar tapi kok diam.” Gerutu nya.
“Aku tahu kalau isteri ku ini kan paling banyak bicara, maka nya aku tunggu dulu kamu bicara sampai selesai.” Ucap nya mencium kening Eva.
Eva tersenyum dengan ucapan suami nya yang memang benar ada nya.
“Lalu, apa yang akan kita lakukan untuk Ina?” tanya Eva.
“Kita kirimkan saja dia ke panti asuhan. Nanti di sana dia akan di urus.” Jawab Lucifer santai.
“Apa? Mengirim nya ke panti asuhan? Jangan… aku yakin dia akan sangat sedih. Jangan kirim dia kesana… plleeaaassseee….” Mohon Eva.
Bibir Lucifer tersenyum.
“Lalu… apa kau mau mengangkat nya menjadi anak mu?” tanya Lucifer to the point.
Eva tidak menjawab nya langsung, tapi dari bibir nya yang tersenyum, Lucifer tahu apa jawaban yang akan di berikan isteri nya itu.