
"Ada apa Vicky? " tanya paman nya, Marvel dalam panggilan telepon.
"Apa yang paman lakukan?" tanya Vicky tegas.
"Maksud nya? " tanya paman nya balik.
"Paman jangan pura-pura tidak tahu. Apa paman di balik dari pembatalan job model Cleosandra? " tanya Vicky.
Tidak ada jawaban....
"Hallo paman? " panggil Vicky.
"Cleosandra? apa benar kalau kalian menjalin hubungan? " tanya paman nya.
"Paman, tolong jawab pertanyaan ku. Apa paman yang membatalkan jadwal Cleo? " tanya Vicky berusaha menahan emosi.
"Vicky, bukan kah sebelum nya paman menyuruh mu membawakan Lucifer kembali ke sini? maka nya kau pergi ke Indonesia? tapi kenapa kau malah memiliki hubungan yang rumit? " tanya Marvel.
"Apa kau sudah lupa dengan kematian keluarga mu? adik mu? kenapa kau...
"Hentikan paman... aku tahu itu. Tentu saja aku tidak akan melupakan nya. Tapi Cleo tidak ada hubungan dengan masalah ini. " jelas Vicky.
"Siapa bilang? kau lebih mengurusi nya dari pada balas dendam mu. Kenapa kau masih tidak mengerti Vicky? " tanya Marvel.
"Jangan ganggu Cleo lagi, aku akan segera membawa kak Lucifer ke Singapura. " janji Vicky.
"Berapa lama lagi paman harus menunggu mu Vicky?" tanya Marvel.
Tidak ada jawaban dari Vicky.
"Kau tidak bisa memastikan nya kan? " tanya Marvel lagi.
"Secepat nya. Aku janji, secepat nya akan membawa nya ke sana. Tolong jangan libat kan Cleo. Kalau paman masih keras kepala, maka aku akan memberitahukan semua pada kak Lucifer. " ancam Vicky.
"Sia**n. Anak ini berani mengancam ku? " gumam Marvel.
"Tenang saja, paman tidak akan mengganggu nya. Tapi paman juga tidak bisa menunggu terlalu lama. Musuh kita sudah sering menyerang kita. Mereka ingin menunjukkan kekuasaan nya. " bohong Marvel.
"Aku mengerti paman. Aku akan membalaskan setelah mendapatkan kepercayaan dari kak Lucifer. Jadi tolong paman beri aku waktu. " janji Vicky.
********************
"Sayang, kamu milih cake yang mana nih? " tanya Lucifer pada isteri nya.
Mereka sedang berada di salah satu toko cake dan roti.
"Aku bingung banget mau pilih yang mana. " ucap Eva yang masih sibuk memilih-milih.
"Bagaimana kalau membeli semua nya? " ledek Lucifer yang juga melihat-lihat.
"Hah?? aku tidak bisa menghabiskan nya. Dan kalau di simpan di kulkas, gak muat juga kan. " jawab Eva.
Setelah beberapa menit, akhir nya Eva memilih 3 jenis cake yang paling di sukai.
"Yakin gak kurang? " tanya Lucifer.
Eva melihat Lucifer.
"Kamu ngeledek ya. " ucap Eva.
"Gak, aku kan cuma khawatir kalau kamu masih kurang, hehehehehe. " jawab Lucifer.
"Hhmm.... udah cukup kok. Nanti kalau kurang, aku bisa minta tolong suami ku ini yang membeli nya lagi. " ledek Eva.
"Tentu... tentu sayang. Everything for my lovely wife... " ucap Lucifer memeluk Eva.
"Asalkan....
"Apa? " tanya Eva penasaran.
"Jatah ku di tambahi juga. " bisik Lucifer.
Eva geli dan malu mendengar nya.
"Di tambahi bagaimana? bukan kah setiap kau meminta nya, aku selalu memberikan? " tanya Eva sedikit gugup.
"Iya sih, tapi setiap nambah ronde, kau selalu tidur duluan. Aku kan gak tega, akhir nya ikutan tidur. " ledek Lucifer lagi, masih memeluk nya dari belakang.
Semua pengunjung di toko itu melihat Eva dan Lucifer. Mereka juga berbisik dan tersenyum sambil menutup mulut nya.
"Adam... malu ih. Orang-orang pada ngeliatin tuh. " ucap Eva.
"Gak apa-apa kan. Lagi pula kita suami isteri. Sah. " jawab Lucifer santai.
Merasa benar yang di katakan isteri nya, Lucifer melepaskan pelukan nya. Eva merasa tidak enak hati juga. Dia mencium pipi Adam, dan menggandeng tangan nya.
Tentu saja Lucifer sangat senang.
Setelah mereka keluar dari toko itu, tidak jauh ada toko ice cream juga, tentu saja Eva ingin kesana. Dia menarik mengajak Lucifer untuk menikmati Ice Cream.
"Bentuk nya aneh ya? apa ini higienis?" tanya Lucifer mengamati ice cream yang ada di hadapan nya.
"Tentu saja. Aku sering makan ini dulu dengan Lisna. " ucap Eva.
"Ini enak banget loh. Coba aja. " Eva menyendokan ice cream ke mulut Lucifer.
"Tapi kenapa tempat nya seperti pot bunga gitu? " Lucifer mengangkat dan memutar ice cream dari samping.
Eva hanya menatap tersenyum melihat nya.
"Tenang saja, aman kok. " Eva mengelus punggung Lucifer yang masih khawatir.
******************
"Lis, nanti kamu ikut aku ya. " ajak William.
"Kemana? " tanya Lisna membuka lembaran berkas nya.
"Meeting. Kan tuan Lucifer tidak datang. Jadi kita yang mewakili nya. " jawab William.
"Ohhh... okey. Jam berapa?" tanya Lisna.
"25 menit lagi. Kamu tenang saja, aku sudah mempersiapkan materi nya." ucap William.
"Okey, kebetulan aku juga harus menyiap kan beberapa laporan ini juga. " ucap Lisna serius dengan berkas yang ada di tangan nya.
"Oh ya Lis, bagaimana dengan lowongan pekerjaan itu? apakah sudah ada pelamar? " tanya William.
"Ada, jumlah nya sekitar 1000 an pelamar. Banyak banget. Gak tahu bagaimana cara memilih nya. " Lisna menggelengkan kepala nya.
"Kamu masih enak baru 1000 an, aku pernah mengalami sampai 3000 an. Dan aneh nya, para pelamar yang mengajukan itu ada yang berasal dari luar negeri. " ucap William yang ikut menggelengkan kepala nya.
"Waw... banyak sekali. Itu mereka dapat info dari mana? "tanya Lisna.
"Entah lah. Tapi yang melamar itu hanya sekedar ingin melihat bos kita, tuan Lucifer. " ucap William.
"Hahahahaha..... secara dia tampan dan kaya. Mungkin mereka pikir, tidak di terima bekerja pun tidak apa-apa, yang penting bisa melihat nya. " ucap Lisna.
"Memang di sini gaji nya jauh lebih besar dari perusahaan lain. Benar-benar sejahtera deh karyawan nya. " tambah William.
"Bersyukur banget aku bisa di terima bekerja di sini. Untung ada Eva." ucap Lisna.
"Dan juga, untung nya kamu juga pintar dan cekatan bekerja. Kau jauh lebih pintar di bandingkan Eva. Hehehehe... maaf ya. " ucap William.
"Walaupun begitu, dia isteri atasan kita loh. Karena 'kebodohan' nya maka nya tuan Lucifer menyukai nya. " ucap Lisna.
"Benar banget. " William memberikan dua jempol tangan nya.
"Udah ah... malah ngegosip nih. " ucap Lisna.
*******************
"Bagaimana cara ku membawa kak Lucifer ke Singapur? dari dulu dia kan tidak menyukai paman Marvel. " gumam Vicky.
"Entah ada masalah apa di antara mereka?" gumam nya lagi.
"Ehheemm.... serius amat. Lagi mikirin apa? pasti mikirin bagaimana cara menafkahi ku, iya kan? " canda Cleo membawa minuman dingin dalam dua gelas.
Cleo duduk di samping Vicky.
"Enggak, aku tidak memikirkan itu. Aku kan sudah bilang, aku sanggup memenuhi semua kebutuhan mu. " jawab Vicky menarik Cleo untuk lebih dekat dengan nya.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA...
TERIMAKASIH....