
Eva bangun sangat pagi sekali. Baru keluar dari kamar mandi sambil memegang perut nya, dan masih menahan sakit.
"Seperti nya hari ini tidak jadi pergi ke ragunan. " gumam Eva.
Dia pergi ke dapur untuk mengambil air hangat buat di minum.
Sementara Lucifer yang masih berbaring di ranjang nya dengan setengah tidur meraba-raba di samping nya.
"Hhhooaammm... di mana dia, apa sudah bangun? " gumam nya.
Karena di rasa tidak ada isteri di samping nya, dia turun dari ranjang.
"Baru jam 5 pagi, apa dia sudah siapin bekal? " gumam nya lagi menuju dapur.
Lucifer melihat Eva yang duduk di kursi tempat biasa mereka makan.
"Sayang ada apa? kenapa kamu di sini hanya diam? " tanya Lucifer khawatir.
Dia duduk di hadapan Eva sambil jongkok.
"Hheemm... kamu bangun? apa aku membangunkan mu? " tanya Eva.
"Gak, aku hanya khawatir aja sama kamu. Biasa nya setiap sabtu dan minggu kamu bangun nya gak cepat. Sekarang tumben kamu bangun nya pagi banget. " jawab Lucifer.
"Wajah kamu pucat, apa kamu sedang sakit? " Lucifer mengelus wajah Eva yang pucat.
"A.. aku gak apa-apa kok, hehehehe. " jawab Eva memaksakan senyum nya.
"Mmmm.... Adam, seperti nya hari ini ke ragunan nya di Cancel dulu ya. " pinta Eva.
"Kenapa? kamu ada masalah?" tanya Lucifer khawatir.
"Hanya tidak enak badan aja sedikit. " jawab nya.
"Iya gak apa-apa. Kalau gitu sebaik nya kamu istirahat di kamar ya. " Lucifer mencoba menggendong Eva.
"Biar aku jalan sendiri aja. " pinta Eva.
"Biar aku gendong aja. Okey... " Lucifer tetap menggendong Eva menuju kamar.
Perlahan membaring kan nya, dan menyelimuti nya.
"Apa ada yang masih kau butuhkan? " tanya Lucifer duduk di samping bibir ranjang.
"Bagaimana ya, stokkan pembalut ku habis nih. Apa aku minta tolong sama Lisna aja? " gumam nya.
"Gak ada, mungkin aku harus istirahat aja dulu ya. " jawab Eva.
"Yakin? " tanya Lucifer lagi.
Eva menganggukkan kepala nya dengan yakin.
"Baiklah kalau begitu, aku siapkan sarapan buat kamu ya. " ucap Lucifer menuju dapur.
Eva menatap Lucifer sampai keluar dari kamar.
"Sebaiknya aku telepon Lisna dulu. " gumam nya sambil meraih Hp nya.
Beberapa kali setelah di coba, tidak ada jawaban.
"Pasti dia masih tidur. Apalagi ini hari libur. " gumam nya.
"Jangan sampai tembus nih, malu kan. " gumam nya lagi
Eva berdiri menuju lemari nya, mencoba mencari-cari sisa stokkan sebelum nya.
"Cuma ada yang ukuran kecil, itu pun udah aku pakai saat ini. Harus pakai ukuran yang gede nih. Biasa nya aku sudah menyiap kan nya untuk bulan-bulan berikut nya." gumam nya masih mencoba mencari di beberapa sudut.
Eva merasa lelah, dia kembali duduk di bibir ranjang nya dengan bersandar.
"Aduh... sakit banget. " Eva kesakitan sambil memegang perut nya.
Memang setiap dia datang bulan di hari pertama sampai hari kedua dia akan merasakan sakit di sekitar dari perut sampai telapak kaki nya.
Lucifer datang dengan membawa beberapa sarapan yang dia buat sendiri di atas nampan.
"Sayang ini di makan dulu sarapan nya. " Lucifer meletakkan nya di atas meja.
Eva membalas dengan senyum kecil.
Dengan perlahan dia berjalan mendekati meja. Berusaha menahan perut nya yang sakit akibat datang bulan.
"Kamu kenapa sih? pucat banget loh. Apa nya yang sakit? " tanya Lucifer mendekati Eva.
Eva menatap wajah suami nya itu.
"Ini... ini udah biasa kok sebagai perempuan, hehehehe. " jawab nya sedikit malu.
Lucifer mengernyitkan dahi nya.
"Kamu lagi datang bulan ya? " tanya Lucifer tanpa segan.
"Pantesan kamu pegang perut dari tadi. Ya udah ini di makan dulu. Nanti biar aku bikinin wedang jahe untuk mengurangi nyeri nya. " jawab Lucifer lembut.
"Kok kamu tahu minuman untuk mengurangi nyeri? " tanya Eva sedikit malu.
"Sebenar nya aku sedikit tahu kamu kenapa pucat dan memegang perut, terus aku search aja di google. Sekalian cara mengurangi rasa sakit nya. " jawab nya santai.
"Suami yang peka. " gumam Eva sedikit senyum dan tentu saja ada rasa sedikit malu.
"Apakah stokkan bulanan kamu masih ada? " tanya Lucifer santai.
Eva membelalakkan mata nya. Dia merasa sangat kaget dan semakin malu.
"Eva... pembalut kamu masih ada atau sudah habis? " tanya nya lagi santai.
"Hentikan.... ya ampun aku merasa malu banget... " gumam Eva. Wajah nya sangat merah.
"Kamu kenapa? " tanya Lucifer semakin panik.
"Apa sakit banget? kita ke dokter yuk. " ajak nya.
"Gak... gak usah Dam. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit malu. " jawab nya dengan wajah merah.
"Hheemm... Sekarang kita adalah suami isteri. Isteri sakit suami pasti khawatir begitu juga sebalik nya. Jadi kamu gak usah malu. " ucap Lucifer memeluk Eva.
"Apa ada yang kamu butuhkan? " tanya Lucifer melepas pelan pelukan nya.
"Sebenar nya, mmm... stokkan aku udah habis. Aku hubungi Lisna, tapi gak di angkat. " ucap nya jujur dengan malu dan gugup.
Lucifer tersenyum mengerti.
"Biar aku aja yang membeli nya. " ucap Lucifer.
"Hah??? " Eva kaget.
"Iya, kamu tunggu aja di sini, biar aku yang membeli nya. Okey. " ucap nya lagi.
"Sekarang, kamu sarapan dulu. Aku buatkan wedang jahe. Setelah selesai aku akan pergi membeli pembalut kamu. " ucap nya santai.
"Biar aku ikut, soal nya banyak merek dan ukuran nya. Nanti kamu malah beli pampers lagi. " pinta Eva sedikit ngelucu.
"Hahahahah... kalau untuk pampers kan buat anak-anak kita nanti. Biar aku yang beli, kamu kirim kan aja merek dan ukuran nya melalui pesan WA." ucap Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
"Sekarang sarapan, jangan sampai dingin. Ini aku yang buatin loh. " suruh Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya lagi.
Lucifer pergi ke dapur untuk membuat wedang jahe mengurangi nyeri haid.
"Aku malu, tapi kenapa aku sangat nyaman. " gumam Eva.
"Dia mengucapkan nya dengan sangat gampang, sementara aku yang mendengar nya sangat malu sekali. " gumam nya lagi sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
Lucifer di dapur sibuk menyiapkan wedang jahe. Mulai dari membakar, mengupas mengiris jahe, dan merebus nya dengan campuran yang lain.
Sangat serius dan bersungguh-sungguh mengerjakan nya.
Setelah selesai, dia membawa nya kekamar.
Segelas wedang jahe khusus isteri tercinta nya.
"Sayang, suami mu ini sudah membuat wedang jahe. Minum ya, mumpung masih hangat." ucap nya.
Eva tersenyum.
"Seorang bos mafia membuat kan ku wedang jahe, hehehehe. " jawab Eva.
"Gak apa-apa. Everything for my lovely wife, hehehehe. " ucap Lucifer meletakkan wedang jahe di atas meja.
.
.
.
.
.
**SUAMI YANG PENGERTIAN... HHHMMM....
BAGI YANG MENUNGGU KAPAN MP NYA, DI TUNGGU AJA YA, HEHEHEHE..
BERIKAN LIKE N VOTE NYA DONK... BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT.
UNTUK UP NYA, DALAM 1 MINGGU HANYA 1 HARI UNTUK OFF UP NYA. JADI MOHON PENGERTIAN DAN KESABARAN NYA YA.
TERIMAKASIH**....