SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 59


Lucifer dan Steven masuk ruangan tempat Eva di rawat. Di sana masih ada teman-teman dan rekan kerja Eva.


Saat Lucifer masuk, semua keadaan yang ramai dengan tawa canda menjadi diam membeku. Tatapan mata yang di arahkan untuk Lucifer.


"Pppuufftthhh.... " Steven menahan tawa nya.


Lucifer melihat kearah Steven.


"Ayo.. ayo... kita semua keluar dulu, biar kan Lucifer dan Eva di sini, seperti nya ada yang ingin di bicarakan. " ucap Steven.


"Apa? tolong jangan tinggalkan aku sendiri di sini Lis. " bisik Eva.


Lisna menatap lucu Eva.


Semua keluar dari ruangan itu, kecuali Lucifer yang masih menatap Eva.


Eva merasa takut, bingung, gugup.


Lucifer melangkah menuju Eva. Beberapa kali Eva menelan ludah nya karena takut.


"Bagaimana keadaan mu, apa masih sakit? " tanya Lucifer dengan lembut.


"Sa... saya tidak apa-apa tuan, memang masih ada sedikit rasa sakit. " ucap Eva gugup.


"Besok kau akan keluar dari rumah sakit ini....... " ucap Lucifer.


"Benar tuan, yess... " ucap Eva memotong pembicaraan Lucifer.


Eva langsung terdiam saat di pelototin Lucifer.


"Kau akan tinggal bersama ku mulai besok" ucap Lucifer.


"Apa???? " ucap Eva kaget tak percaya.


"Benar" jawab Lucifer duduk di samping Eva.


"Tapi tuan.. " ucap Eva.


"Kenapa? " tanya Lucifer.


"Apa bisa di batalkan saja tuan? " ucap Eva.


"Tidak bisa. " jawab Lucifer.


"Kenapa harus tinggal dengan tuan? " tanya nya lagi.


"Perintah ku." jawab Lucifer santai.


"Anggap saja kau sedang bekerja, lagi pula kau sebelum nya pernah ke sana kan? " ucap Lucifer sambil.


"Itu beda tuan, saya kan karena mau bekerja. " jawab Eva


"Tuan, bagaimana kalau saya di rawat di rumah sakit saja, saya gak masalah kok. " ucap Eva.


Lucifer berjalan menuju jendela kaca, membelakangi Eva.


"Tidak bisa, kau harus tetap tinggal bersama ku. " ucap Lucifer melipat tangan nya.


"Dekat dengan mu semenit saja membuat ku ketakutan setengah mati tuan. " gumam Eva.


"Tidak mau, aku tidak mau tuan, aku pokok nya gak mau!!! " ucap Eva dengan sedikit keberanian nya.


"Hhmmm... dia berbicara dengan menyebutkan kata ' aku ' " gumam Lucifer.


"Kenapa?, kenapa kau tidak mau? " tanya Lucifer melihat Eva.


"Bagaimana mungkin aku bisa tinggal bersama dengan anda, tanpa... tanpa... tanpa sebuah ikatan. " ucap Eva gugup.


"Tuan.. aku tuh wanita baik-baik loh. " ucap Eva.


"Ikatan apa maksud mu? " tanya Lucifer.


Eva gugup, panik, bingung menjelaskan nya. Lucifer masih menatap Eva, berdiri di tempat menunggu jawaban Eva.


"Hhhmmmm.... ?" tanya Lucifer lagi.


"Ii... ii.. ikatan... pernikahan tuan." ucap Eva wajah nya sudah sangat memerah sekali.


"Kenapa aku berbicara seperti itu, apa yang akan di pikirkan nya tentang ku. " gumam Eva.


Lucifer diam, dia perlahan-lahan berjalan mendekati Eva. Mendekati wajah nya, sehingga berada di depan wajah Eva. Beberapa kali lagi dia menelan ludah nya.


"Apa yang akan di lakukan tuan ini. " gumam Eva.


Tangan kanan Lucifer berada di atas kepala Eva tidak menyentuh nya. Tangan kiri nya berada di samping bahu kanan Eva. Terasa sekali hembusan nafas yang mengenai wajah nya. Lucifer melihat bola mata Eva yang selalu bergerak ke kiri dan kekanan.


"Kalau begitu..............ayo kita menikah... " ucap Lucifer berbisik di telinga Eva.


"Hhhaaaaahhh? " ucap Eva membuka mulut nya lebar.


Setelah Lucifer membisikkan jawaban nya, dia mengangkat wajah nya sehingga berhadapan lagi dengan wajah Eva yang sudah berkeringat.


Lucifer menyentuh pipi Eva yang lembut, mengusap keringat di wajah nya. Sementara jantung Eva berdetak sangat kencang. Bukan karena dia menyukai tuan nya, hanya merasa gugup saja.


"Bagaimana? " tanya Lucifer dengan suara lembut nya.


Eva masih diam, bingung harus jawab apa.


"Tu.. tuan.. apa anda yakin? " tanya Eva.


"Tentu saja, asal kan kau tinggal dengan ku. " ucap Lucifer dengan suara sedikit berbisik namun sangat lembut.


"tapi... besok kau tetap harus sudah tinggal bersama ku, nanti kita akan atur pernikahan kita. " ucap Lucifer merapikan anak rambut Eva yang di kening nya.


Eva menggelengkan kepala nya...


Lucifer menganggukkan kepala nya...


Eva menggelengkan kepala nya lagi...


Lucifer menganggukkan kepala nya lagi dengan lebih mendekatkan wajah nya lagi....


Eva pun akhir nya menganggukkan kepala nya tanpa sadar....


"hhhmmm.... bagus. " ucap Lucifer berbisik lagi di telinga Eva, kali ini bibir Lucifer mengenai telinga Eva sedikit ketika berbisik.


Eva merasa sangat tidak nyaman dan merasa geli. Aneh nya seluruh tubuh nya tidak bisa di gerakkan, apalagi kedua tangan nya. Seperti diam pasrah.


Lucifer berdiri kembali, menormalkan posisi nya. Merapikan pakaian nya. Membuang nafas berat yang di tahan nya sedari tadi.


"Besok pagi aku akan datang menjemput mu. " ucap Lucifer.


"Sekarang kau istirahat saja dulu. " ucap Lucifer


Tanpa menunggu jawaban Eva, Lucifer pergi dari ruangan Eva. Sementara Eva masih terdiam, seperti tidak percaya dengan apa yang di lakukan bos nya.


Lucifer keluar dan menutup kembali pintu nya.


Diluar sudah ada Lisna, William, Aris, Hendra dan Steven menunggu nya keluar.


Semua menatap Lucifer. Lucifer mengerngitkan dahi nya, tidak mengerti kenapa di tatap seperti itu. Sementara Steven seperti menatap dengan tatapan senyum nakal nya.


"Eehheemm... kau sahabat nya Eva, yang mau melamar pekerjaan kan? " ucap Lucifer pada Lisna.


"Iya tuan, " jawab Lisna.


"Baik, kau di terima bekerja, mulai besok kau sudah bisa bekerja. " ucap Lucifer.


"Benarkah tuan, saya bekerja sebagai apa? " tanya Lisna.


"Besok aku akan memberitahukan mu. " jawab Lucifer.


"Besok kau datang ke sini pagi-pagi. " ucap Lucifer.


"Pakai pakaian casual saja. " ucap nya lagi.


"Baik tuan, terimakasih tuan." ucap Lisna dengan senyum bahagia nya.


"Mmm... " ucap Lucifer cuek.


"Sebaik nya kalian pulang dan istirahat lah, biar aku yang jaga dia di sini." ucap Lucifer.


Semua mata memandang Lucifer. Kaget pasti nya.


"Besok kalian bawa dua mobil kesini. " ucap Lucifer.


"Untuk apa dua mobil? " gumam Aris dan hendra saling bertatapan.


"Kalian antarkan nona Lisna ini pulang. " ucap Lucifer lagi.


"William, sementara kau urus perusahaan dulu. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " ucap William.


"Pergilah. " perintah nya.


"Tapi tuan, anda sedari tadi belum beristirahat. " ucap Aris.


"Aris, aku bilang pergi ya pergi lah." ucap Lucifer.


Akhir nya semua pun pergi, kecuali Steven, dia masih menemani Lucifer yang duduk sambil menyentuh wajah dengan kedua tangan nya.


"Bagaiamana, apa Eva mau tinggal bersama mu? " tanya Steven duduk di samping Lucifer.


"Awal nya dia tidak mau." ucap Lucifer.


"Lalu? " tanya nya lagi.


"Akhir nya dia mau. " jawab Lucifer.


"Kenapa? " tanya Steven lagi.


"Karena.... karena aku akan menikahi nya. " ucap Lucifer memijit kepala nya.


"Apa????? " tanya Steven kaget dan tidak percaya.


HHHMMMM..... LIKE.... VOTE.... KOMENT...