
"Ada apa Fer? " tanya Steven dari balik Hp.
"Segera datang kemari, isteri ku sedang sakit. " ucap Lucifer.
"Sakit? kau apakan dia? apa kau terlalu sering 'bermain' dengan nya? " ledek Steven.
"Hhhmmm... " Lucifer memijit batang hidung nya.
"Cepat datang kesini!!! " perintah Lucifer tegas.
"Baiklah... baik lah bos besar. " jawab Steven.
Panggilan pun berakhir.
Lucifer menggendong Eva menuju kamar nya.
"Adam aku bisa jalan sendiri. " ucap Eva.
"Sayang, setiap aku menggendong mu, jangan protes ya. " ucap Lucifer.
Eva pun menjadi diam sambil menganggukkan kepala nya.
"Bagus. " Lucifer tersenyum.
Meletakkan nya secara perlahan di atas tempat tidur. Menunggu Steven. Dia duduk di samping Eva, sambil memegang kening isteri nya.
"Hhhaaacciiimmm. " Eva bersin lagi.
Lucifer segera mengambil tisu.
Memberikan pada Eva, dan menerima nya.
"Adam, sebaik nya kau jaga jarak dari ku. Agar kau tidak tertular. " ucap Eva membersihkan cairan hidung nya.
"Never.. " jawab Lucifer pasti.
Eva merasa lucu mendengar jawaban Lucifer yang santai nya.
Beberapa kali Eva bersin-bersin. Membuat Lucifer semakin khawatir.
"Kau terserang demam sayang. Hhhmmm.... di mana Steven.. lama sekali. " ucap Lucifer.
Dia segera menghubungi kembali. Baru mau di hubungi, terdengar ketukan pintu dari luar.
"Pasti dia, sebentar aku buka pintu dulu. "Lucifer meninggalkan Eva di kamar.
"Hallo sob. " sapa Steven.
"Gak usah basa-basi, segera obati isteri ku. " lucifer langsung menarik tangan Steven menuju kamar.
Eva kaget melihat nya.
"Hallo Va. " sapa Steven.
"Hai Stev. " jawab Eva.
Steven segera menghampiri Eva. Memeriksa nya. Mengecek detak jantung nya. Sedangkan Lucifer berdiri di belakang Steven sambil memperhatikan tugas Steven.
"Bagaimana? " tanya Lucifer khawatir.
"Sebentar boss... " jawab Steven yang masih memeriksa.
"Hhaaacciimmm. " Eva bersin lagi.
"Eva terkena flu dan demam. " hasil pemeriksaan Steven.
"Berikan dia obat ini, hindari dulu minum atau makan makanan yang dingin-dingin. " saran nya.
Steven memberikan beberapa resep obat.
"Kemungkinan dia akan mengalami demam tinggi malam ini. Jadi obat ini juga harus di minum. " ucap nya lagi.
"Terimakasih Stev. " ucap Eva.
"Sama-sama Va, aku harap kau cepat sembuh ya. Kalau tidak suami mu ini bisa marah-marah terus. " ucap Steven.
Eva membalas dengan tertawa kecil.
"Aku antar kau keluar. " ucap Lucifer.
Steven mengikuti nya.
"Terimakasih. " ucap Lucifer.
"Jangan lupa pembayaran nya, hehehehe. " canda Steven.
"Hhmm. " jawab Lucifer.
Setelah mengantar Steven keluar. Dia kembali ke kamar. Melihat Eva yang sudah memejam kan mata. Duduk di samping menyentuh kening isteri nya.
"Maaf, apa aku membangunkan mu? " tanya Steven setelah melihat Eva membuka mata.
Eva mengangguk dengan senyum.
"Bagaimana sekarang rasa nya? baikkan? " tanya Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya lagi.
"Maaf kan aku." ucap Lucifer.
"Kenapa? " tanya Eva kaget.
"Aku mengatakan kau akan sakit tadi siang. " ucap Lucifer merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kok. Memang udah waktu nya saja sakit." jawab Eva menenangkan perasaan suami nya.
"Sembuh lah, jangan sakit. " Lucifer membelai pipi isteri nya dengan lembut.
"Pasti. " ucap Eva.
"Aku akan menyiapkan bubur untuk mu, habis makan kau minum obat dan beristirahat. " ucap Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya lagi.
Beberapa kali Eva bersin, membersihkan hidung nya.
"Aduh... hidung ku yang sebelah mampet lagi. Kepala pusing. " ucap Eva menahan sakit.
****************
Flashback on...
Pembicaraan saat di Ragunan.
"Paman sangat merindukan mu kak. Sebaiknya kau bertemu dengan nya. " ucap Vicky.
Lucifer menatap Vicky.
"Merindukan ku? atau menjadikan ku senjata??..... lagi??" tanya Lucifer.
"Kak, kenapa kau selalu salah paham pada ku? " tanya Vicky.
"Ky? selama ini apa yang belum aku lakukan untuk kalian? dan apa yang sudah kau lakukan? " tanya Lucifer.
"Kak, kita ini saudara, keluarga. " ucap Vicky.
"Cukup... menjauhlah dari ku dan dari Eva. Jangan pernah bertemu lagi." ucap Lucifer menghisap rokok nya.
"Kak... " Vicky tidak melanjutkan kalimat nya. Dia diam saat Lucifer menatap nya dengan tatapan amarah nya.
Flashback off....
"Seperti nya dia tahu maksud dan tujuan ku. " ucap Vicky seorang diri di dalam kamar nya.
"Apa kami menyakiti nya? padahal papa sangat menyayangi nya? kenapa dia begitu membenci kami? " ucap nya lagi mengisap rokok nya.
"Memberikan nya kekuasaan, kedudukan, dan menjadikan nya sebagai bos mafia? semua menginginkan jabatan itu. " ucap Vicky lagi.
**************
Tengah malam Eva menggigil di tempat tidur.
"Sayang? " Lucifer membangunkan Eva yang tidur di samping nya.
Eva membuka mata nya setengah.
Lucifer menyentuh kening Eva.
"Panas sekali, demam mu sangat tinggi. " ucap Lucifer.
Dia turun dari ranjang, segera mengambil sesuatu untuk mengompres kening Eva.
Membawa wadah berisi air dan handuk kecil.
Meletakkan di kening Eva.
"Sayang? apa yang kau rasakan sekarang? " tanya Lucifer khawatir.
"A... aku tidak apa-apa, kau istirahat lah Dam. " ucap Eva berusaha menahan sakit nya.
"Kau jangan bohong, wajah mu sangat pucat. Kita kerumah sakit saja ya. " ajak Lucifer.
"Adam, aku tidak suka berada di rumah sakit. Aku tidak kuat dengan bau obat. Dan... aku takut dengan kamar mayat. " ucap Eva.
"Hhmm.... aku akan menemani mu. Okey.. " bujuk Lucifer.
Lucifer meletakkan jari telunjuk nya di depan hidung Eva.
"Nafas mu saja sangat panas. Aku akan membawa mu kerumah sakit. " ucap nya lagi.
Lucifer menggendong nya. Sebelum nya membungkus nya dengan selimut, agar tidak kedinginan. Eva tidak berontak, dia memang sudah merasa sangat kesakitan.
Berjalan keluar, dan pergi tanpa menutup pintu apartemen nya. Menggendong nya sampai di dalam mobil.
"Hallo tuan? " Aris menerima panggilan telepon bos nya.
"Aris, segera ke apartemen ku, aku tadi tidak mengunci pintu. " ucap Lucifer di kursi kemudi.
"Tuan sekarang ada di mana? " tanya Aris.
"Aku sedang menuju kerumah sakit. Eva sedang demam dan flu. Cepat lah. " jawab Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Panggilan pun berakhir.
"Sayang bertahan lah ya. " ucap Lucifer.
Eva tidak menjawab, dia tertidur walaupun di rasa sangat lemah.
"Seharus nya lebih awal aku membawa mu ke rumah sakit. " ucap Lucifer pelan.
Sesekali melirik Eva, lalu memperhatikan jalan.
Lucifer menghubungi Steven...
"Hhmm.... ada apa Fer? " tanya Steven yang terbangun dari tidur nya.
"Segera kerumah sakit mu, aku sedang dalam perjalanan. " suruh Lucifer.
"Ada apa? apa kau terluka? " tanya Steven mengubah posisi.
"Jangan banyak tanya, Eva demam nya tinggi. " ucap Lucifer.
"Baik lah, aku akan segera kesana. " ucap Steven.
Setelah itu Lucifer menutup telepon nya.
Aris tiba di apartemen Lucifer. Membereskan apartemen nya yang sedikit berantakan.
Menutup semua pintu dan menyusul ke rumah sakit.
"Sebaik nya aku kerumah sakit, siapa tahu tuan Lucifer membutuhkan bantuan. " gumam Aris.