SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 69


"Anda membuat keributan di rumah sakit, seperti orang panik gitu, hehehehehehe. " tawa Eva.


"Saya penasaran bagaimana wajah anda tu.... " Eva tidak melanjutkan perkataan nya setelah Lucifer mencium bibir nya.


Lucifer mencium bibir Eva yang tidak berhenti berbicara. Hanya sebentar lalu menghentikan ciuman nya.


Eva terdiam, gugup, grogi.


Sementara wajah Lucifer masih berada di depan wajah Eva, tangan nya menyentuh pipi Eva.


Deg.... deg..... deg.... deg.... deg.... deg....


Eva merasa kalau jantung nya berdetak sangat kencang.


"Tuan Lucifer mencium ku? " gumam nya.


Lucifer menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Eva. Dengan lembut dan perlahan mengusap pipi nya.


Tatapan mata Lucifer menghanyutkan suasana. Ekspresi wajah nya tidak menandakan bahwa dia adalah seorang bos mafia. Orang yang sangat di takuti itu.


Tangan Lucifer perlahan turun sampai di leher Eva. Wajah nya semakin mendekat. Hingga suara nafas nya mengenai wajah Eva. Dengan tenang, Lucifer kembali mencium bibir Eva dengan pelan dan lembut.


"Oh my god... dia mencium ku lagi... ini ciuman ke dua ku seumur hidup ku, bahkan yang pertama pun dari tuan ini. " gumam Eva dengan mata berkedip beberapa kali.


Lucifer masih mencium bibir Eva, sambil menutup mata nya. Perlahan tubuh Eva di dorong kebelakang arah Eva, sehingga posisi nya berbaring, sementara Lucifer berada di atas nya dengan setengah duduk. Eva tidak menutup mata nya, tapi beberapa kali mengedipkan mata.


Tangan Eva berada di dada Lucifer, berusaha agar tubuh Lucifer tidak mengenai dada nya.


"Tu...tuan... " ucap Eva terbata-bata.


Lucifer mengabaikan, dia semakin memperdalam ciuman nya. Lalu bibir Lucifer turun ke leher Eva. Mencium batang leher Eva dengan pelan dan tetap lembut.


"Sumpah...aku bisa terbawa suasana kalau begini terus. " gumam Eva.


Lucifer menghisap kulit leher Eva sampai merah. Bahkan memberikan beberapa tanda di leher nya. Berganti dari leher kiri lalu ke leher kanan Eva.


"Tu... tuan... hentikan... kita.... kita.. be... belum... me... menikah.. " ucap Eva berusaha mengendalikan diri dan menyadarkan Lucifer.


Lucifer berhenti, tapi belum mengangkat kepala nya. Sejenak dia berpikir.


Akhir nya dia mengubah posisi nya menjadi duduk dengan tegak. Di susul Eva memperbaiki posisi nya juga.


"Ehemm... maafkan aku. " ucap Lucifer mengalihkan pandangan nya.


Eva masih diam, tidak tahu harus berkata apa. Jantung nya masih berdetak sangat kencang.


"Sebaik nya, aku mandi dulu. " ucap Lucifer berdiri.


Eva masih diam.


Lucifer melangkah kekamar mandi. Meninggalkan Eva yang tetap diam.


"Apa itu tadi... apa itu nama nya ciuman? " gumam Eva sambil memegang bibir nya.


"Rasa nya kok.. enak sekali, hehehehe. " gumam Eva sedikit tertawa.


" Pantesan orang pacaran tuh seneng banget berciuman, ternyata rasa nya seperti itu. " gumam nya lagi.


"Apa lagi di bagian leher." gumam nya lagi dengan tersenyum.


Sambil memegang leher nya.


"Ya ampun... bibir nya mengenai bibir dan leher ku, hehehehehe" gumam Eva lagi.


"Bibir nya sangat lembut ternyata. " gumam nya.


"Tidak... tidak... Eva... sadar... belum sah... sabar dulu... memang enak sih... tapi kau harus sabar dulu, kendalikan. " gumam nya lagi sambil memukul kepala nya pelan.


Eva memang belum pernah berpacaran, apalagi ciuman, itu adalah kejadian pertama kali yang dia rasakan.


Sementara Lucifer di kamar mandi....


"Apa yang ku lakukan? " ucap Lucifer berbicara sendiri.


"Aku mencium nya? " ucap nya lagi sambil memegang bibir nya.


"Kenapa? kenapa aku melakukan nya? " ucap nya lagi.


Lucifer memikirkan kejadian itu di bawah siraman air shower nya.


"Tapi kenapa aku.. menikmati nya? bibir nya seperti candu yang membuat ku ketagihan" ucap nya.


"Seperti... seperti.. aku ingin mencium nya lagi dan lagi. " ucap nya.


"Padahal sudah banyak bibir wanita yang ku cium, tapi....kenapa bibir nya... sangat.. hhhmmmm.... " ucap Lucifer.


"Ah... sudah lah... benar kata nya, kami belum menikah, tapi kenapa dia mengingat kan ku tentang pernikahan? apa dia akan mengijinkan ku mencium nya terus menerus? " ucap nya serius.


"Apa dia menyukai nya juga? " ucap nya lagi.


"Heheehehehehe.... " tawa Lucifer.


"Hahahahahahahahahaha. " tawa Lucifer lebih keras.


Sikap bos mafia ini sudah banyak berubah, berubah perasaan, emosi, dan perlakuan nya. Sudah lama dia tidak pernah tertawa lepas seperti yang dia rasakan sekarang.


Bel pintu berbunyi.


Eva berusaha berdiri untuk membuka pintu.


"Biar aku saja, kau duduk saja di situ. " ucap Lucifer keluar dari kamar mandi.


Lucifer hanya memakai handuk putih sampai sebatas pinggang nya.


Eva kaget melihat Lucifer keluar memakai handuk saja. Eva menelan ludah nya melihat 'roti sobek' milik Lucifer.


"Waw... " gumam Eva.


Cekklleekkk....


Pintu terbuka.


Lisna kaget saat melihat Lucifer. Mulut nya tidak ingat untuk di tutup.


"Ehem... ehem.... " teriak Eva yang melihat Lisna terpana.


Aris dan Hendra masuk, di susul Lisna.


"Kalian masuk lah dulu, aku akan memakai baju dulu. " ucap Lucifer meninggalkan mereka.


Lisna melihat Eva sambil menunjukkan jempol tangan nya ke arah Eva.


Eva membalas dengan senyum sombong nya dengan bangga.


"Cih. " ejek Lisna.


Aris dan Hendra bingung dengan ekspresi dua wanita di dalam ruangan itu.


"Ini pakaian anda nyonya" ucap Lisna memberikan bungkusan isi pakaian Eva.


"Makasih say, hehehehe. " ucap nya.


Sementara di kamar Lucifer berada di depan cermin.....



"Eh buset.... itu leher kenapa? " tunjuk Lisna pada leher Eva.


Aris dan Hendra serentak melihat ke arah leher Eva. Eva kaget, dia langsung menutup leher nya dengan bantal sofa.


"Kenapa? " tanya Eva gugup.


"Kenapa leher mu merah gitu? " ucap Lisna mendekati Eva.


"Aahhh... ini... mmmm... gigitan... bekas gigitan kok, hehehehe" jawab Eva.


"Siapa yang gigit? ha? tuan Lucifer ya? " ucap Lisna.


"Dia tidak menggigit nya kok, hanya... uups... " Eva langsung sadar dan menutup mulut nya.


"Hahahahaha.... kalian ngapain aja selama kami tidak ada? " ledek Lisna.


Aris dan Hendra saling menatap.


"Apa kau berpikir seperti yang ku pikirkan? " tanya Aris pada Hendra.


"Apa kau juga berpikir seperti itu? " tanya Hendra lagi.


Aris menganggukkan kepala nya. Lalu tersenyum bersama.


"Apa yang kalian pikirkan? " tanya Eva malu.


"Udah lah.... gak usah malu, udah biasa kan, orang pacaran seperti itu. " ucap Lisna.


"Eh... enak gak? " ledek Lisna lagi.


"Pasti kau keenakkan kan, hahahahahaha. " tawa Lisna.


"Diam kau Lisna. " ucap Eva menahan malu.


"Hahahahaha" tawa Lisna.


Tidak berapa lama Lucifer keluar dari kamar nya.


"Apa kau mau mandi dulu atau makan dulu? " tanya Lucifer.


Semua menatap Eva.


"Saya mau mandi dulu tuan, badan saya sudah bau nih." ucap Eva mencium bahu nya.


"Tidak, aku tidak mencium tubuh mu bau kok. " ucap Lucifer spontan.


"Pppuuffttthhh" tawa Lisna, Aris, dan Lucifer.


Sementara Eva masih menahan malu, Lucifer tidak sadar akan perkataan nya.


LIKE.... VOTE..... LIKE..... VOTE....