SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 300


Terasa sekali aura pembunuh masuk dalam ruangan itu.


walaupun hanya ada satu orang yang berdiri dengan hanya sebuah kapak di tangan nya, jelas sekali aura itu berasal dari si pemegang kapak.


Mereka tidak berani melakukan perlawanan. Hanya saling melirik seperti sedang bertanya apa yang akan mereka lakukan. Sedangkan bos besar mereka Shadow tidak ada.


Hingga akhir nya semua anak-anak sudah di keluarkan, dan di periksa semua tempat dan ruangan.


“Semua nya sudah keluar, lalu……


“Kalian keluar dan tutup pintu nya.” Suruh Lucifer memotong kalimat Revand.


“Pintu yang mana sih yang mau di tutup? Kan sudah rusak karena kau tendang tadi.” Ucap Revand.


Lucifer melirik Revand, merasa tidak bisa di ajak bercanda, akhir nya Revand mengajak semua nya pergi.


“Paman, apa tidak membantu papa?” tanya Arshinta dalam pelukan Revand.


“Sayang, apa kau tidak lihat bagaimana tadi papa mu itu marah nya? Mungkin kau tidak tahu, karena kau anak nya. Tenang saja, pasti papa kamu akan menang kok.” Ucap Revand.


“Vicky, bawa anak-anak kerumah sakit dan……


“Aaaaaakkhhh……. Aaaaahhh……”


Terdengar suara jerit kesakitan yang meraung-raung. Banyak sekali suara yang saling bersahutan.


Semua anak-anak yang sudah di keluarkan terkejut dengan apa yang terjadi.


******


“Kau…. Kau ….. si…. Siapa….” Tanya salah satu dari anak buah Shadow yang sudah mendapat kan luka di bahu nya.


“Lucifer….. aku …. Adalah Lucifer….dan kalian sudah berani mencari masalah dengan keluarga ku.” Jawab Lucifer dengan mengayunkan kapak nya di bahu sebelah nya hingga berdarah.


“Aaaakakkkhhh…….tolong…. henti….kan….” teriak nya menahan sakit.


Bahu nya yang terbelah hingga hampir terputus, darah mengalir deras.


Rekan nya yang juga sudah terluka, berusaha untuk melakukan perlawanan. Dengan sisa keberanian, mendekat ingin menyerang Lucifer, yang sama sekali tidak terluka, bahkan tidak tersentuh sedikit pun.


Ada sekitar 10 orang, ada yang tangan kosong, pisau dan kayu.


Mereka membentuk lingkaran, Lucifer berada di dalam lingkaran itu.


Ujung sudut bibir Lucifer malah terangkat dengan tatapan yang mengunci musuh nya.


“kenapa dia tidak takut? Siapa dia?” gumam mereka.


Sekarang kapak Lucifer sudah bermandikan darah. Bahkan gagang pegangan nya pun sudah terkena darah.


Tidak ada yang mati, tapi tubuh nya sudah mendapatkan luka tebasan yang terputus dan hampir terputus itu sengaja di lakukan Lucifer agar mereka menderita kesakitan.


Mereka bergerak maju secara bersamaan. Berusaha mengeroyok Lucifer yang berdiri kokoh.


“MMAATTIILLAAHHH…. KKALLLIAANNN SSEEEEMMUAA…..” teriak Lucifer mengayunkan  kapak nya.


Tanpa rasa takut dan ragu, di ayunkan tepat sasaran. Tidak di target kan bagian apa yang akan di tebas, wajah, kaki, tangan  atau perut, semua bisa kena.


Darah mengucur deras, mengalir dari tubuh korban nya.


Suara teriakan dan jeritan kembali terdengar lagi.


Lucifer yang seperti kerasukan raja iblis itu menebas dengan senyum pembunuh nya. Walaupun korban sudah  lumpuh tidak bisa menyerang, masih saja mendapat kan tebasan.


Sekarang semua nya sudah terbaring tidak berdaya. Mungkin mereka memilih untuk langsung mati dari pada merasakan sekarat menahan rasa sakit dan melihat darah yang keluar dari tubuh nya.


Potongan-potongan tubuh dari mereka tergeletak di tanah, kaki, tangan, potongan-potongan daging yang teriris kecil.


Lucifer mencari orang yang terakhir kali menyentuh Arshinta.


Dia menemukan dan berjalan mendekati nya. Orang itu merasakan ketakutan.


“Kau….. berani menyakiti puteri ku ya….” Lucifer berjongkok, mengangkat wajah pria yang menyakiti Arshinta.


Tubuh orang itu gemetar ketakutan.


Mata Lucifer yang melotot seperti akan keluar.


Dia berdiri, mengangkat kapak nya yang masih basah dengan darah, di angkat dengan kedua tangan sampai di atas kepala nya.


“Hahahahaha……. Sudah lama aku tidak melakukan ini, dan sekarang, kalian sudah berani mulai mencari masalah dengan keluarga ku? Tidak akan aku biarkan kalian hidup. SIAPA PUN ITU…..” ucap Lucifer dengan tatapan dan senyum sinis nya.


WWWWUUSSHHHH…….. WWWUUUSSHHHH……WWWUUSSHHH…..


“Aaaaaakkhhhhhh….. aaaaaakkhhh…..hhhhhhhhaaaaaahhhhh…….”


teriak nya.


Suara nya yang menjerit…… menjerit…. Menjerit……. Dan sampai tidak bersuara lagi…


Orang nya sudah mati, tapi Lucifer masih saja menghayunkan kapak nya bertubi-tubi, sampai potongan daging yang menempel di mata kapak.


Di rasa sudah tidak bergerak, sekarang dia berputar, mencari target berikut nya. Mereka yang tidak bisa lari atau menghindar, karena tubuh mereka yang sudah terluka parah.


Yang saat ini bisa mereka lakukan adalah menunggu kematian.


“Ttttiiiddaaaaakkkkkk……….


“Aaaaaaakkkkhhhh…….


“Aaaaahhhhhhhhhh…..


**********


“Paman, sebenayl nya apa yang papa lakukan di dalam? Apakah papa baik-baik saja di dalam?” tanya Arshinta.


“Shinta, apa kamu mendengar suara papa kamu? Enggak kan?” tanya Revand.


Arshinta menggelengkan kepala nya.


Ceons dan Vicky sudah membawa korban penculikan itu ke rumah sakit.


Tinggal Arshinta dan paman nya Revand.


Awal nya Revand ingin membawa Arshinta kerumah sakit juga, tapi anak perempuan itu bertahan ingin menunggu papa nya. Dia merasa sangat khawatir.


Dia tidak bisa membiarkan Arshinta merengek sampai menangis, karena Lucifer pasti akan marah dan mengamuk lagi.


Hampir satu jam kemudian, Lucifer keluar dari bangunan kosong dan terbengkalai itu.


Dengan kapak yang masih di genggaman nya. Pakaian nya yang basah, bercampur dengan keringat dan darah dari orang-orang itu.


“Papa….. papa… paman, aku mau ke papa…” Arshinta merengek ingin turun dari pangkuan Revand.


Arshinta segera berlari mengejar papa nya.


Lucifer menangkap Arshinta, dia jongkok di hadapan puteri kesayangan nya.


Kapak di letakkan di belakang agar tidak di lihat Arshinta.


“Papa, apa yang papa lakukan di dalam? Bagaimana dengan meyeka? Meyeka tidak memukul papa kan? Kenapa ada dayah di wajah papa? Apa papa kesakitan?” tanya Arshinta yang tidak tahu kalau itu adalah darah dari penculik itu.


“Papa tidak apa-apa sayang, sekarang kita pulang ya.” Lucifer menggendong Arshinta, meninggalkan kapak nya.


Hanya dengan satu tangan saja, dia bisa membawa Arshinta dalam gendongan nya.


Dia berjalan mendekati Revand.


“Lenyapkan dan jangan ada sisa.” Suruh nya pada Revand.


Setelah mengatakan nya, dia masuk kedalam mobil.


“Oke….” Jawab Revand mengacungi jempol.


Lucifer masuk kedalam mobil, meletakkan Arshinta duduk di samping nya yang duduk di kursi kemudi.


Tanpa menunggu Revand, dia langsung pergi meninggalkan lokasi.


********


“Cepat kalian bakar tempat ini, harus hangus sampai rata dengan tanah.” Suruh Revand.


Anak buah yang dia bawa segera melakukan tugas yang di berikan bos nya.


“Hhhmmm…. Kalian sudah salah mengambil target, berani sekali kalian menculik anak dari bos mafia. Tidak ada yang bisa lepas dari nya,


apalagi kalau bersangkutan dengan orang yang di cintai nya.” Ucap Revand.