SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 245


“Dari mana saja kalian? Jam segini baru pulang?” Tanya sinis Revand yang menunggu kepulangan Eva dan Lucifer.


Yang di tunggu terkejut dan heran dengan pertanyaan Revand.


“Apa urusan mu?”Jawab sinis Lucifer.


“Urusan ku? Kau membawa adik ku keluar sampai malam……


“Terus? Kenapa kau cerewet sekali? Aku berjalan dengan isteri ku……


“Isteri mu adalah adik ku. Dan dia sedang hamil……


“Jadi kau pikir aku tidak bisa menjaga nya?” Tanya sinis Lucifer.


Eva dan papa nya Mahesha heran dengan sikap mereka. Eva duduk di samping papa nya, melihat suami dan kakak nya yang masih berdebat.


Revand diam, membuang nafas dengan kesal.


“Kakak, ini semua salah ku. Aku meminta Adam untuk cari rujak, terus cari makanan dan membeli sesuatu.” Jawab Eva.


Revand melihat  Eva.


“Tapi kau kan bisa berjalan dengan kakak, kakak akan menemani mu, kemana pun kau mau.” Ucap Revand.


“Tch…. Yang jadi suami nya kan aku, bukan kau.” Lucifer meninggalkan Revand dan duduk di samping Eva. Mahesha duduk di tengah.


“Kak Revand, aku tahu kakak sangat khawatir pada ku, tapi aku sekarang bukan anak kecil lagi, justru aku akan menjadi orang tua. Wajar


kalau aku menghabiskan waktu dengan suami ku setelah dia bekerja seharian.


Suatu saat nanti kakak akan mengerti keadaan ini.” Ucap Eva yang berada di


pelukan Lucifer.


Revand diam, dia duduk di sofa berhadapan dengan mereka.


Revand dan Lucifer masih melihat dengan tatapan sinis.


“Maka nya Revand, segera carikan pasangan untuk mu, biar kau tahu rasa posesif terhadap isteri.” Ucap papa nya.


Revand mendengus mendengar usul papa nya.


“Sebaik nya kalian beristirahat lah. Ini sudah malam.” Suruh Mahesha.


“Apa kamu sudah makan Va? Biar aku siapkan makan malam mu.” Tanya Revand.


“Aku dan Adam sudah makan tadi di luar.” Jawab Eva.


“Apa? Makan di luar? Itu tidak sehat makan….


“Makanan nya di masak setelah di pesan kakak ipar.” Potong Lucifer memainkan tangan Eva.


“Tapi tetap saja itu…..


“Kakak, jangan marah. Aku janji, nanti aku minta kakak menemani ku jalan-jalan.” Janji Eva tersenyum pada kakak nya.


“Benar ya, kau sudah janji pada ku.” Ucap Revand berharap.


“Iya.” Jawab Eva.


“Kami istirahat dulu ya.” Eva pamit pada keluarga nya, menggandeng tangan Adam untuk bersama ke kamar.


Lucifer tersenyum meledek Revand yang terpancing kecemburuan.


“Revand, sebaik nya kau jangan terlalu kasar pada Lucifer. Bagaimana pun dia sudah lebih dulu mengenal Eva adik mu.” Mahesha meminum kopi.


“Aku yang lebih dulu mengenal Eva, baru lahir aku sudah melihat nya.” Jawab Revand.


“Seorang isteri pasti akan ingin bermanja dengan suami nya. Apalagi mereka saling mencintai. Hubungan mereka sudah melalui banyak cobaan yang berbahaya, dan Lucifer berhasil menjaga nya sampai bertemu dengan kita.


“Seharus nya kita bangga Lucifer yang menjadi suami Eva. Bertanggung jawab dan mencintai tanpa paksaan. Papa harap kamu jangan terlalu mengusik Lucifer. Jangan sampai dia tidak nyaman dan mengajak Eva pergi menjauhi kita. Papa yakin, Eva akan memilih tinggal dengan Lucifer dari pada


dengan kita.” Ucap Mahesha bijak.


Revand diam. Merasa apa yang di ucap kan papa nya ada benar nya.


****************


“Sayang, apa kau marah pada kak Revand?” Tanya Eva.


“Apa kau membenci nya?” Tanya nya lagi serius.


“Kalau untuk membenci nya, tidak. Untuk apa? hanya merugikan diri sendiri” Tanya nya balik.


Eva tersenyum mendengar jawaban suami nya itu.


“Dia hanya ingin mengeluarkan rasa sayang dan perhatian nya pada ku, karena terlalu lama berpisah dengan nya.” Ucap Eva yang berjalan menuju Lucifer dalam pelukan.


“Aku tahu itu sayang. Tenang saja, pikiran ku lebih dewasa dari nya. Dia sedang cemburu dengan ku.” Jawab nya memeluk Eva.


“Sebaik nya kita tidur. Ini sudah jam 11 malam.” Suruh Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


**************


Eva dan Lucifer sudah tinggal bersama Revand dan Mahesha sampai kehamilan lima bulan. MaLee sudah hilang, pemimpin nya Marvel sudah mati tanpa di ketahui di publik. Karena mereka melenyapkan nya hingga menjadi abu.


Sebagian anak buah MaLee bergabung dengan Revand, Black Dragon.


Eva dan Lucifer menghabiskan waktu bersama. Mencari makan yang di sukai bersama-sama, membeli sebagian perlengkapan bayi pun bersama-sama. Tapi efek mual masih ada sedikit di antara mereka. Untung nya mereka tidak kaget lagi.


“Sayang, seperti nya aku harus kembali dulu ke Jakarta.” Ucap Lucifer.


“Apa aku bisa ikut?” Tanya Eva.


“Jangan. Kau di sini saja. Bersama dengan keluarga mu. Nanti aku akan kembali lagi ke sini.” Jawab Lucifer.


“Berapa lama kau ada di sana?” Tanya Eva.


“Sekitar 1 bulan. Ada urusan penting tentang perusahaan kita.” Jawab Lucifer.


“1 bulan? Lama sekali.” Eva merasa itu terlalu lama.


“Aku akan mengusahakan untuk tidak sampai 1 bulan. William menghubungi ku kalau ada masalah lagi dalam perusahaan. Jadi aku harus kesana untuk mengatasi nya.” Lucifer berusaha menjelaskan pada Eva.


“Ingat, sebentar lagi aku harus di USG lagi loh. Aku mau kau ikut dengan ku.” Ucap nya memohon.


“Aku tidak akan lupa.” Jawab nya memeluk Eva.


“Aku harap tidak ada lagi orang-orang yang mencari masalah dengan kita.” Ucap Adam.


“Kapan kau pergi? Dan dengan siapa? Naik apa?” Tanya Eva.


Lucifer tersenyum dengar pertanyaan Eva yang lebih dari dua itu.


“Dua hari lagi aku akan pergi, bersama dengan Aris dan Hendra. karena tidak terlalu mendadak, kami akan naik pesawat.” Jawab Lucifer.


“Dua hari lagi? Cepat sekali. Membayangkan nya saja aku sudah tidak tahan.” Ucap Eva mengeluh.


“Sayang, mau bagaimana lagi. Ini untuk kebaikan kita juga. Kita juga akan kembali ke Indonesia kan? Tidak selama nya tinggal di sini.” Ucap Lucifer.


“Atau, kau mau kita tinggal di sini selama nya?” Tanya Lucifer.


“Aku akan ikut kemana kamu pergi.” Jawab nya tersenyum.


“Baiklah, tapi untuk saat ini kau tidak bisa ikut dengan ku dulu. Perut mu sudah besar, jadi harus hati-hati.” Lucifer memegang perut Eva.


“Iya, kami akan menunggu mu.” Eva kembali memeluk suami nya.


*******************


Eva sudah tertidur dalam pelukan Lucifer seperti biasa nya. Lucifer bangun dan dengan pelan melepaskan pelukan Eva.


Di ambil ponsel nya hendak menghubungi seseorang.


“Hallo tuan Lucifer?” jawab Aris.


“Aris, siapkan tiket keberangkatan kita ke Jakarta.” Suruh Lucifer.


“Apa Hendra dan Eva ikut tuan?” Tanya Aris.


“Tidak, hanya kau, aku dan Hendra. Eva akan di sini bersama keluarga nya.” Jawab Lucifer.


“Baik tuan, saya akan memesan tiga


tiket ke Jakarta.”jawab Aris.