SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 61


Lucifer tetap tidak menggubris panggilan Steven.


"Lucifer.... Lu.... " Panggilan Steven berhenti setelah Lucifer melihat nya.


"Ada apa? " tanya Lucifer kesal.


"Ayo kita main tebak-tebakkan. " ucap Steven.


"Apa kau takut kalah? " tantang Steven lagi.


"Hhhmmmm..... aku takut kalah... puaskan..? " ucap Lucifer meletakkan kopi nya di atas meja.


"Pasrah banget sih. " ucap Steven.


"Aku yakin kau nanti akan jadi 'Bucin' nya Eva. " ucap Steven.


"Bucin? apa itu? " tanya Lucifer.


"Budak cinta, hahahahaha. " ucap Steven tertawa.


Lucifer menutup wajah nya dengan kedua tangan nya karena menahan kesal.


"Sebaik nya kau keluar lah, kau bilang kau masih punya pekerjaan kan? keluar... " usir Lucifer.


"Baik... baik. ... dasar calon pengantin... hahahahahaha... jangan lupa rencana bulan madu nya... hahhahha. " ucap Steven sambil melangkah keluar.


Sementara Lucifer mengepalkan tangan nya mendengar celotehan Steven.


Akhirnya di dalam ruangan itu hanya ada Eva yang tidur dan Lucifer yang duduk di samping nya.


Dia berdiri dan menaikkan selimut yang di pakai Eva, lalu duduk lagi.


Lama dia menatap wajah Eva yang diam. Sesekali jari nya memijit pelipis mata nya.


"Maafkan aku, karena aku kau jadi terlibat dalam urusan ini. " gumam Lucifer.


"Seandai nya kita tidak pernah bertemu, aku pasti tidak akan mengenal mu. " gumam nya lagi.


Akhir nya Lucifer tertidur di kursi dengan menyandarkan kepala nya.


"Aaakkhh... aku haus banget.. " ucap Eva yang terbangun.


Dia mengubah posisi nya menjadi setengah duduk di atas ranjang nya.


"Tuan Lucifer, apa yang di lakukan nya di sini? " ucap Eva melihat ke sebelah kanan nya.


"Apa dia yang menjaga ku? " ucap nya lagi.


"Bukannya dia udah pulang? " ucap nya lagi.


Beberapa saat Eva melihat wajah tuan nya yang tertidur di kursi.


"Saat tidur pun kedua alis nya mengkerut, kayak gak bisa tenang gitu, apa yang dia pikirkan? " ucap nya.


"Sayang sekali kalau wajah setampan ini cemberut terus kan. " ucap nya lagi.


Dia perlahan mengulurkan tangan kanan nya, berusaha menyentuh alis itu. Karena tidak sampai.....


Bbbuuuggghhhhh......


"Aakkhhh.... " teriak Eva.


Lucifer terbangun....


Dia melihat ada tubuh Eva yang berada di dekapan nya tanpa memeluk nya.


Wajah Eva tepat di hadapan dada bidang Lucifer, dengan tatapan mata nya melihat wajah tuan nya. Perlahan dia mengangkat kepala nya, berharap tuan nya tidak bangun...


Ternyata sepasang mata Lucifer sudah melihat nya dengan tatapan curiga.


"Habislah aku." gumam Eva.


"Maafkan saya tuan, maafkan saya, saya gak sengaja kok. " ucap Eva yang masih belum memperbaiki posisi nya.


Sementara tangan kiri nya masih ada infus an.


"Apa yang kau lakukan? " tanya Lucifer sedikit meninggikan suara nya.


Lucifer berdiri, memperbaiki posisi Eva yang sudah setengah jatuh pada nya.


"Ada apa? kenapa kau bangun? " tanya Lucifer yang masih berdiri.


"Maafkan saya tuan, saya....saya haus. " ucap Eva berkeringat karena takut.


Lucifer membuang nafas berat nya. Ingin marah tapi tidak bisa.


"Sebentar aku ambil kan, kau diam di sini. " ucap Lucifer.


Dia menuangkan air dalam gelas yang sudah tersedia di ruangan itu. Lalu dia membantu Eva minum dengan memegang gelas itu.


"Lagi? " tanya Lucifer melihat Eva menghentikan minum nya.


"Sudah cukup tuan. " jawab Eva gugup.


"Hentikan tuan... aku merasa seperti ayam yang di elus-elus dulu sebelum di sembelih. " gumam Eva takut.


Lucifer melihat jarum Infus di tangan kiri Eva sedikit terlepas.


"Kau tunggu di sini, aku akan panggil Steven. " ucap Lucifer melepaskan tangan nya dari Eva.


Eva hanya menganggukkan kepala nya.


Lucifer keluar dari ruangan di ikuti tatapan mata Eva.


"Bagaiamana bisa dia akan menjadi suami ku? " gumam Eva seperti tidak percaya.


"Dia serius gak sih mau menikah dengan ku? " gumam nya lagi.


Tidak berapa lama Steven dan Lucifer masuk.


"Hallo nona Eva. " ucap Steven sambil tersenyum.


"Halo dok. " jawab Eva dengan senyum paksa nya.


"Kenapa bisa lepas infus an nya, apa yang kau lakukan? apa kau mengalami mimpi buruk? " tanya Steven sambil memperbaiki jarum infus an nya.


Eva dan Lucifer saling menatap, tapi Eva melihat dengan tatapan ketakutan.


"Mungkin dia sedang mimpi buruk. " ucap Lucifer masih menatap Eva.


Steven melihat arah mata Eva, dan tersenyum mengerti.


"Ok... ini sudah di benar kan. " ucap Steven.


"Kau bisa beristirahat lagi. " ucap Steven melangkah keluar.


"Sebaik nya kau jangan menakuti calon isteri mu Lucifer. " ucap Steven memukul sedikit bahu Lucifer.


Kembali lagi di ruangan itu hanya mereka berdua.


"Apa ada yang kau butuh kan lagi? " tanya Lucifer kembali ke kursi nya.


"Bisa... bisakah tuan memanggil perawat wanita? " tanya nya.


Lucifer menaikkan alis nya sebelah.


"Untuk apa? " tanya Lucifer.


"Sa... sa.. saya mau.. ke kamar.. mandi. " ucap Eva.


Lucifer menganggukkan kepala nya.


Dia melepaskan botol infus an yang sedang di gantung, memberikan nya pada Eva agar di pegang Eva.


"Apa yang mau dia lakukan? " gumam Eva.


"Aaakkkhhhh.... tuan.... " teriak Eva.


Lucifer menggendong Eva layak nya seperti menggendong pengantin nya.


"Tuan... turun kan saya, apa yang anda lakukan. " ucap Eva takut.


"Diam, dan pegang dengan benar botol nya, angkat lebih tinggi agar cairan nya tetap mengalir. " ucap Lucifer yang berjalan ke kamar mandi sambil tetap menggendong Eva.


Dia menggendong dengan hati-hati agar infus an nya tidak lepas lagi. Repot kalau harus memanggil Steven lagi. Yang ada malah di ledekin terus.


Tangan Eva sebelah kiri memegang botol infus dengan mengalungkan tangan nya di leher Lucifer, membuat jarak nya sangat dekat.


Setelah sampai di depan pintu kamar mandi dia berhenti. Dia menurunkan Eva, membuka pintu dan menyuruh Eva masuk, dan mengikuti nya.


"Tu.. tunggu tuan... apa yang mau anda lakukan? " tanya Eva menahan Lucifer agar tidak melangkah maju lagi.


"Kenapa? " tanya Lucifer bingung.


"Tuan, ini di dalam kamar mandi, saya mau buang air kecil." jawab Eva malu.


"Lalu? " tanya Lucifer santai.


"Oh my god, ada apa dengan orang ini? apa dia sengaja? apa dia lagi Horny? " gumam Eva.


"Hhhhmmmm.... " Eva membuang nafas nya sambil menggelengkan kepala nya.


Lucifer mengambil botol infus yang di pegang Eva, dan menggantung nya di salah satu tiang di sekitar nya.


"Lakukan lah, aku akan menunggu mu di luar, pintu nya tidak akan aku kunci. " ucap Lucifer.


"Hhhaaa? " ucap Eva tidak percaya.


"Kau jangan khawatir, aku tidak akan mengintip mu. Aku akan menutup nya dengan rapat, kalau kau sudah selesai, kau panggil aku. " ucap nya lagi.


Tanpa menunggu jawaban Eva, dia keluar dan menutup pintu.


CUMA MAU MENGINGAT KAN... PLEASE.... LIKE, VOTE NYA YA...... 😢😢😢