SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 189


"Dia sudah menikah?" Revand mendapat kabar dari anak buah nya.


"Benar tuan, dan mereka tinggal di Indonesia, dan Vicky juga berada di sana." ucap anak buah nya lagi.


"Dia sangat mencintai isteri nya tuan, bisa melakukan apapun untuk keselamatan isteri nya." tambah nya lagi.


"Apa ada informasi lain lagi?" tanya Revand.


"Menurut informasi Marvel mengirim putri nya Audrey ke Jakarta. Tapi kami masih belum tahu tujuan nya apa." ucap nya.


"Mereka mau membentuk kekuasaan di sana seperti nya." ucap Revand.


"Tetap awasi, cari informasi tentang isteri si baj****n itu." pesan Revand.


Kalimat itu sebagai penutup obrolan mereka.


"Hhmm....Mencintai? sejak kapan dia tahu arti mencintai?" gumam Revand.


"Aku akan menghancurkan kebahagiaan nya. Akan aku buat dia menggila karena kehilangan cinta nya." gumam nya lagi.


****************


"Hallo tuan Marvel" anak buah Marvel menghubungi atasan nya.


"Ada apa?" jawab Marvel.


"Tuan, karyawan Lucifer yang saya kirim foto nya sudah di pecat." ucap nya.


"Kenapa? apa dia curiga sesuatu?" Marvel tampak kecewa.


"Saya tidak tahu tuan. Tapi saya punya ide untuk rencana anda." ucap anak buah Marvel yang memyelinap sebagai cleaning service.


"Katakan. Apa rencana mu?" tanya Marvel.


"Tuan, nona Lisna adalah sahabat isteri Lucifer. Jadi sebaik nya, kita bikin orang yang menyamar sebagai Lisna untuk mengelabui Eva, isteri nya." usul nya.


"Hahahahaha.....bagus juga rencana mu. Baik. Segera ambil gambar wanita itu." ucap Marvel setelah memikirkan ide dari anak buah nya.


"Baik tuan, saya sudah ada foto nya, akan saya kirim kan." ucap nya.


"Kau pintar, aku akan memberikan mu bonus." Marvel mengakhiri panggilan nya.


Marvel sangat senang dengan ide anak buah nya yang berhasil menyelinap di perusahaan Lucifer.


Hp milik Marvel berdering, sebuah pesan dari anak buah nya.


"Byan.." panggil Marvel.


Byan datang menghampiri bos nya.


"Iya tuan." Byan berada di hadapan nya.


"Segera atur orang yang cocok untuk berperan sebagai Lisna, dan pastikan wajah nya juga cocok. Selanjut nya, suruh bertemu dengan ku." suruh Marvel.


Byan menerima foto yang di berikan Marvel.


"Baik tuan." jawab Byan meninggalkan lokasi.


Marvel tersenyum dengan senang.


***************


"Sia**n!! kau berani meludahi ku hah?" bentak Lucifer.


Suara Lucifer yang keras, menggema dalam ruangan. Eva pun bisa mendengar suara teriakan Lucifer.


Eva duduk di tempat biasa Lucifer duduk dalam ruangan nya.


Dan Hendra duduk tidak jauh dari posisi Eva.


Dengan tenang dan serius melihat aksi kegiatan suami nya.


Lucifer mencuci wajah nya dengan air mineral kemasan botol yang di minta dari anak buah nya.


Dengan kode lagi dia meminta sebuah kayu besar dengan di lapisi paku dan kawat berduri dari anak buah nya.


"Aku tidak mau isteri ku mencium bau busuk jigong mu di wajah ku." ucap Lucifer kesal.


Eva dan Hendra menahan tawa.


Lucifer menerima pesanan nya.


BBRRUUGGHHH....


Pukulan pertama mengenai dada Heri. Tubuh nya ambruk kebelakang.


"Bren***k...kau hanya lah pengecut!! memukul lawan mu dengan seperti ini? hah?" teriak Heri yang kaki dan tangan nya terikat.


"Hahahahahahahaha......Kau bilang aku pengecut?" teriak Lucifer.


Lucifer memberi kode pada Aris yang berdiri si samping nya agar melepas semua ikatan Heri.


"Berdiri kau bre****k ! hadapi aku!" teriak Lucifer.


Heriawan berdiri, membersihkan ujung bibir nya yang mengeluarkan darah.


BBBRRUUGGHHH.....


Pukulan pertama dari Heri berhasil mengenai wajah nya.


Hendra mengangkat kedua bahu nya dengan santai.


"Ck...kau tidak khawatir dengan tuan mu?" tanya Eva kesal.


Hendra menggelengkan kepala nya dengan santai lagi.


BBBRRUUUGGGHHH......


Pukulan kedua pun berhasil mengenai wajah Lucifer.


"Hahahahaha....benar kan yang ku katakan. Kau adalah pengecut." ucap Heri dengan bangga karena berhasil memukul wajah Lucifer sebanyak dua kali.


Walaupun wajah Lucifer di pukul Heri, sedikit pun tubuh nya tidak bergerak. Hanya pipi nya saja yang mengikuti arahan pukulan dari Heri.


"Test...test...test..." terdengar suara dari pengeras suara.


"Eehhh....Hendra, ada mic juga di sini?" ucap Eva yang suara nya juga terdengar Lucifer, Aris dan yang lain nya.


"Pppffuutthhhh.." Aris menahan tawa akibat ulah isteri bos nya.


"Sayang...kamu jangan diam aja kalau di pukul. Paling tidak hindari tonjokkan nya." teriak Eva dengan pengeras suara.


Sebagian anak buah Lucifer menutup telinga nya akibat suara Eva.


"Jangan biarkan wajah mu yang tampan itu di pukul. Hajar dia. Ayo sayang, kamu pasti bisa!" teriak Eva lagi.


"Hehehehehehe." Aris tertawa dengan suara pelan.


Hendra menggelengkan kepala sambil memukul pelan jidat nya.


Heri hendak memukul lagi wajah Lucifer. Tapi Lucifer sudah lebih dulu menahan tangan musuh nya itu. Hingga tidak mengenai wajah nya.


"Kau dengar kan? isteri ku tidak mau wajah ku yang tampan ini bonyok di pukuli." ucap Lucifer dengan tatapan sinis.


"Sebenar nya aku masih ingin bermain-main dengan mu. Tapi aku tidak mau membuat isteri ku khawatir." Lucifer menghempaskan tangan Heri.


BBBRRUUGGHHH......BBBRRUUUGGGHHHH.....BBBRRUUUGGHHH....


Lucifer memukul Heriawan dengan kayu yang tadi di pesan nya.


Tubuh Heri sudah mengeluarkan banyak darah.


"Cepat katakan! siapa yang menyuruh mu?" teriak Lucifer.


"Lebih baik kau bunuh saja aku bang**t !" teriak Heri.


Lucifer memgulangi perbuatan nya. bahkan wajah Heri hampir tidak bisa di kenali karena sedikit rusak akibat hantaman kayu berlapis paku itu.


"Kalau yang begini aku tidak mau lihat." Eva mengalihkan pandangan nya.


"Aris, ambil kan cairan itu." Lucifer memberi perintah pada Aris.


Aris mengerti cairan apa itu. Dia langsung mengambil pesanan.


Sebuah cairan yang bisa menghancurkan besi atau pun batu.


CCCCCEESSSSS.....


"Kau lihat ini kan? apa yang akan terjadi pada mu jika ini aku siramkan pada mu?" ancam Lucifer memberi contoh.


Sedikit ketakutan di pancarkan wajah Heri.


"Katakan pada ku, dimana kalian sembunyikan keluarga gadis itu?" tanya Lucifer.


"Heh.....kenapa? apa kau tertarik dengan nya?" tanya Heri.


Lucifer memberikan sedikit cairan di daun telinga sebelah kanan Heri.


"Aaakkkhhh......" teriak Heri memegang telinga nya yang setengah melepuh.


"Katakan. Di...ma...na....???" tanya Lucifer menekan kalimat nya.


Heri ragu untuk menjawab. Karena tidak ada jawaban dari Heri, Lucifer menyiram lagi telinga Heri sebelah kiri.


"Aaakkkhhh......hentikan.....aakkkhhh..." teriak Heri.


Kini kedua telinga nya sudah melepuh, hanya tinggal sisa-sisa kulit yang sudah memerah.


"Katakan bodoh!!!! atau kau mau aku memberikan cairan ini di..........." Lucifer mengarahkan cairan itu ke alat Vit*l Heri bagian bawah.


Heri sangat ketakutan. Tidak mau itu terjadi.


.


.


.


.


.


BERI DUKUNGAN DENGAN LIKE N VOTE.


TERIMAKASIH.....