
"Sudah sampai Lis. " Steven menghentikan mobil nya di depan tempat Lisna bekerja.
"Makasih ya." Lisna membuka sendiri pintu nya.
"Nanti aku jemput pulang kerja. " tawar Steven.
"Gak usah Stev, aku bisa pulang sendiri kok. " tolak Lisna lembut.
"Ayolah, sekalian pedekate. " Ucap Steven dengan senyuman.
"Hhaaiisss... ya udah terserah deh. " Lisna pasrah.
Dia menuju ruangan nya, menyusul Steven segera meninggalkan lokasi.
"Apa dia serius? " gumam Lisna.
"Pagi Lisna. " sapa seorang karyawan.
"Pagi juga mba Lia. " jawab nya.
"Kamu tadi di antar pacar ya, ganteng juga pacar nya. " ucap Lia.
"Oh.. enggak kok, cuma teman aja. " jawab nya.
"Bukan pacar kamu ya, kalau gitu boleh donk di kenalin. " ucap Lia.
Lisna melirik tidak senang. Hanya menatap sekilas lalu pergi meninggalkan nya.
"Pagi Lisna. " William sudah tiba duluan.
"Pagi juga William, tumben datang nya cepat. " ledek Lisna.
"Iya, hari ini kan tuan Lucifer ada beberapa meeting yang penting. " jawab William.
Aris dan Lucifer baru keluar dari lift.
"Selamat pagi tuan. " sapa Lisna dan William.
"Pagi juga. Lisna, bikin kan kopi. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " jawab nya.
"William, ikut aku ke ruangan. " ajak Lucifer.
"Baik tuan. " jawab nya.
.
.
.
"Aku masak tumis brokoli putih dan wortel Lalu ayam kecap. Pasti enak." gumam Eva.
Eva mulai masak untuk makan siang suami nya. Dia sangat senang dan semangat untuk melakukan nya.
.
.
.
"Hallo paman? " Vicky menerima panggilan dari paman nya.
"Bagaimana? apa kau sudah menemukan nya? " tanya paman lawan bicara Vicky di telepon.
"Mmm... belum paman, tapi aku sudah tahu tempat nya bekerja. " jawab Vicky.
"Segera bawa dia kembali ke Singapura. " perintah paman nya.
"Baik paman." jawab Vicky.
Mereka mengakhiri panggilan nya.
Vicky menghubungi anak buah nya.
"Bagaimana? apa sudah tahu alamat tempat tinggal nya? " tanya nya.
"Maafkan kami tuan, kami belum mendapatkan informasi nya. " jawab nya.
"Bodoh banget sih, cari alamat satu orang saja lelet." Vicky merasa kesal.
"Cepat cari, dalam tiga hari tidak mendapatkan informasi nya, aku akan bunuh kalian satu persatu. " ancam nya.
"Ba... baik... tuan. " anak buah nya sangat ketakutan.
"Sial.... " Vicky membanting Hp nya ke atas kasur nya.
.
.
.
.
"Sudah selesai. Aku mandi dulu, baru berangkat. " gumam Eva.
"Aduh.... ngapain lagi sih nih cewek ganjen.? " gumam Lisna.
Cleo yang memaki pakaian ketat berwarna merah sebatas lutut. Dengan dandanan yang mencolok, menghampiri Lisna.
"Hallo cantik, tuan mu ada kan? " tanya nya.
"Tuan sedang ada meeting, tidak bisa di ganggu. " jawab Lisna ketus.
"Oh... ya udah kalau begitu, biar aku tunggu saja di dalam ya. " Cleo langsung masuk keruangan Lucifer yang kosong.
"Eh mba, jangan sembarangan masuk donk, gak sopan banget sih. " Lisna menarik tangan Cleo.
"Udah... tenang aja, kamu gak bakalan di marahi bos kok, santai aja. Aku males berdiri nih. Jadi biar aku duduk dan menunggu nya di ruangan nya. " ucap Cleo.
Belum selesai Lisna berbicara, wanita itu sudah berada di dalam ruangan bos nya.
Lucifer selesai meeting yang pertama. Dia dan Aris segera memasuki ruangan nya.
"Tuan, maafkan saya. " Lisna berbicara pada atasan nya.
"Ada apa Lis? " tanya Lucifer.
"Ckk... berani sekali dia. " Lucifer segera berjalan menuju ruangan nya, yang di ikuti Aris.
CCEEKKLLLEEKK.....
Lucifer dan Cleo saling bertatapan.
"Siang sayang... " Cleo menghampiri Lucifer, langsung memeluk nya.
"Lepasin Cleo, apa yang kau lakukan di sini? " Lucifer melepas paksa rangkulan Cleo.
"Aku mau mengajak mu makan siang bersama. " jawab Cleo duduk di hadapan Lucifer.
.
.
.
Eva naik motor dari aplikasi ojek online. Dengan membawa bekal makan siang suami nya di tangan kanan nya.
Tiba-tiba, motor yang di tumpangi mengalami kecelakaan. Kedua lutut nya memar terkena trotoar.
"Maafkan saya mba, maafkan saya. Mobil yang di depan sana tiba-tiba belok tanpa bikin lampu penunjuk arah nya. " jawab pengemudi ojek online.
"Gak apa-apa pak, bapak gimana? baik-baik saja? " Ucap Eva.
"Saya gak apa-apa kok mba. Ini bagaimana ya. Saya tidak bisa mengantar anda ke tujuan. " ucap si pengemudi.
"Biar saya naik yang lain saja pak. " jawab Eva.
Eva mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribuan.
"Ini pak, buat ongkos nya. " Eva memberikan.
"Wah gak usah mba, lagi pula saya tidak mengantar anda sampai tujuan. " ucap bapak yang berambut putih.
"Gak apa-apa kok pak, motor bapak kan juga jadi rusak. Ambil aja. " tawar Eva.
"Benar nih gak apa-apa mba? " tanya bapak itu memastikan.
Eva menganggukkan kepala nya.
"Makasih banget ya mba. " ucap bapak tua itu.
"Iya pak, sama-sama. " jawab nya.
Eva berjalan mencari pengemudi baru lagi.
"Ini udah di mana ya? " gumam nya.
"Untung saja bekal makan siang nya gak berantakan. " gumam nya lagi.
Eva mengalami kecelakaan.
"Loh, itu kan Eva? apa yang di lakukan nya? " gumam Vicky yang kebetulan lewat dan melihat Eva.
Vicky segera melajukan mobil nya menghampiri lokasi Eva.
"Hai Va. " sapa nya.
"Vicky? " tanya Eva yang keget.
"Kamu ngapain di sini Va? terus itu lutut kamu kenapa? kamu habis di tabrak ya? " tanya Vicky yang turun dari mobil nya.
"Ini tadi habis jatuh waktu naik ojek online. " jawab nya melirik lutut yang masih memar.
"Kamu ngapain di sini? " tanya Vicky.
"Aku mau antar makan siang buat suami aku. Sekarang lagi nunggu ojek online lagi. " jawab Eva sambil mengecek Hp nya.
"Ya udah aku antar aja. " ucap Vicky.
"Gak usah. " tolak nya lagi.
"Ini udah mau makan siang loh, nanti suami kamu kelamaan nunggu nya. " ucap Vicky.
"Iya juga sih. Lagi pula si pengemudi gak bisa di hubungi. " gumam Eva.
"Ayo... " ajak Vicky.
Eva tersenyum dan mengikuti Vicky. Dia membuka pintu mobil untuk Eva.
"Jangan lupa pasang sabuk pengaman nya. " ucap Vicky.
Eva langsung memasang nya.
"Bau nya enak bnget nih, ini dari masakan yang kamu bawakan itu ya? " ucap Vicky menunjuk bekal yang ada dalam pangkuan Eva.
"Iya. Ini aku yang masakin, hehehehehehe. " ucap Eva dengan senyum ramah nya.
"Kamu bisa masak juga ya. " tanya nya lagi.
"Sesekali boleh donk ajak aku makan bersama kalian. " pinta nya.
Eva melirik nya. Dan melemparkan senyuman.
"Boleh. " jawab Eva.
"Berarti aku boleh donk minta nomor Hp kamu? " tanya Vicky.
"Maaf banget, aku gak bisa. " tolak Eva lagi.
"Lah? lalu bagaimana cara nya aku bisa datang makan bersama dengan kalian? " tanya nya.
"Kau kan sudah tahu rumah ku, datang aja. Tapi jangan siang-siang, suami ku gak ada. Datang nya malam aja, ketika suami ku sudah pulang." ucap Eva.
Vicky hanya menatap tersenyum sambil melirik ke arah Eva.
.
.
.
.