
"Sudah selesai mandi nya? " tanya Lucifer.
"Heeemm.... " Eva menganggukkan kepala nya.
"Sini tidur." ajak Lucifer memukul pelan ruang di sebelah nya.
Eva berjalan mendekati nya.
"Tadi ada yang menghubungi mu, terus aku yang angkat. " ucap Eva duduk di pinggir ranjang.
"Aku tahu." ucap Lucifer memeluk Eva dari belakang.
"Siapa dia? " tanya Lucifer.
"Aku gak tahu, tapi dia memanggil mu 'sayang' " ucap Eva menatap Lucifer yang berada di sebelah kiri leher nya.
" Manggil 'sayang' , siapa ya? " tanya nya menggaruk kepala nya.
"Apa kamu gak kenal? " tanya Eva serius.
Lucifer menggelengkan kepala nya.
"Kau percaya pada ku kan? " tanya Lucifer.
"Entah lah." jawab Eva mengangkat kedua bahu nya.
"Atau kau cemburu?" tanya Lucifer.
Eva kembali menatap suami nya itu.
"Hhmmm.... sedikit, hehehehehe. " jawab nya dengan senyum kecil.
"Tenang saja, aku tidak mencintai siapa pun selain diri mu. " Lucifer memeluk erat isteri nya.
"Adam, di antara kita tidak boleh ada rahasia, kau harus berjanji. " pinta Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Aku juga tidak akan main rahasia dengan mu. " ucap nya lagi.
Eva memberikan jari kelingking nya, di sambut kelingking Lucifer untuk membuat janji.
"Baiklah... mari kita tidur, aku sangat lelah. " Lucifer menarik Eva berbaring di samping nya.
"Besok aku banyak jadwal meeting. " bisik nya di telinga Eva sambil menutup mata.
"Yakin? kau tidak bercanda kan? " tanya Eva memegang tangan Lucifer yang sudah berada di atas perut nya.
"Hheeemm.... tentu, karena mu kerjaan ku numpuk. " goda Lucifer.
"Kok gara-gara aku?" Eva sedikit kesal.
"Hehehehe... ya karena mu, kau mengabaikan ku, aku pun mengabaikan pekerjaan ku." bisik nya di telinga Eva.
"Semakin lama kau mengabaikan ku, pekerjaan dan hidup ku juga pasti akan lebih hancur. " ucap nya lagi.
"Udah ah.. jangan lebay. " Eva menggeserkan kepala Lucifer di samping leher nya, yang membuat nya kegelian.
Lucifer mencium kening Eva, kedua pipi dan ujung hidung nya.
"Sekarang gantian. " pinta Lucifer.
"Maksud nya? " tanya Eva.
"Kan aku sudah kasih ciuman selamat malam, sekarang kamu donk." pinta nya.
"Bukan aku yang minta kan? " balas Eva menahan rasa malu.
Lucifer memiringkan tubuh nya, dengan tangan sebagai penopang nya, menatap Eva yang sudah memerah wajah nya.
Beberapa menit mereka saling menatap tanpa kata.
"Baik lah...aku akan melakukan nya. " jawab Eva gugup.
Lucifer tersenyum puas.
Dia meletakkan jari telunjuk nya kearah kening nya untuk di cium Eva.
"Muuaachh... " ciuman di kening.
Lucifer menunjuk lagi di pipi nya.
"Mmuaaacchh.. " ciuman di ke dua pipi nya.
Berganti lagi menuju hidung nya.
"Muuaacchh... " Eva mencium ujung hidung suami nya.
Lucifer menujuk bibir nya untuk mendapat kan ciuman dari isteri nya.
"Loh kok... kan tadi cuma empat kali. " protes Eva.
"Mmuuaacchhh.... " Lucifer kilat mencium bibir Eva.
Wajah Eva memerah, gugup dan malu.
"Sekarang gantian. " goda Lucifer memainkan sebelah mata nya.
"Aku kan gak minta.. " protes nya lagi.
Karena di tatap terus oleh suami nya, akhir nya dia mencium suami nya itu.
"Mmuuaachhh. " Eva mencium bibir Lucifer singkat.
Lalu langsung berbaring menutup mata nya, membelakangi Lucifer yang masih menatap nya dengan senyuman kecil nya.
Lucifer malah semakin merapatkan diri nya dengan punggung Eva yang ada di hadapan nya.
"Jangan membelakangi ku kalau tidur. " bisik nya.
Eva kegelian.
Lucifer membalikkan pelan tubuh isteri nya, sehingga mereka saling berhadapan.
Eva tidak berani membuka mata nya, karena malu dan gugup.
Lucifer merangkul Eva, memeluk nya, wajah Eva tepat berhadapan di depan dada Lucifer.
Mereka tertidur dengan tenang, tanpa melakukan suatu hubungan intim.
.
.
.
.
Perlahan dia angkat tangan suami nya, dan turun dari ranjang nya.
Dia mengikat rambut panjang nya dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan buat nya dan suami nya.
"Mau nyiapin apa ya?" gumam nya.
Eva membuka isi kulkas nya, melihat-lihat dan berpikir menu apa yang akan di hidangkan.
"Nasi goreng aja deh. " gumam nya lagi.
.
.
.
Lucifer meraba-raba sesuatu di sebelah nya.
"Hhhmm... apa dia sudah bangun? " gumam nya.
Dia tidak melihat Eva di samping nya.
"Seperti nya dia ada di dapur. " gumam nya lagi setelah mencium bau masakkan dari dapur.
"Baik lah... aku sebaik nya mandi. " gumam nya lagi.
.
.
Eva menyiapkan jus untuk di minum mereka.
Saat sedang serius menyiap kan nya, dia kaget, seseorang dari belakang memeluk pinggang nya.
"Apa yang sedang kau lakukan? " bisik Lucifer di telinga Eva.
"A... aku sedang menyiapkan sarapan dan jus jeruk" jawab Eva sedikit tersenyum dan pasti nya gugup.
"Aku masak nasi goreng lagi, tidak apa-apa kan? " tanya Eva.
"Tidak apa-apa, aku suka kok, asal jangan pedas saja." jawab nya yang masih memeluk Eva.
"Bisa kau melepaskan pelukan nya dulu, aku tidak bisa bergerak nih. " pinta Eva.
Lucifer melepas pelukan nya, dan duduk di kursi meja makan.
Eva tersenyum walaupun Lucifer tidak melihat nya.
.
.
.
" Hallo Aris, "panggil Lucifer dalam telepon.
"Jemput aku. " suruh Lucifer.
Lalu dia menutup Hp nya.
Eva menyediakan semua nya di atas meja. Sementara Lucifer hanya menatap nya yang mondar-mandir menyiapkan sarapan.
Eva tahu dia di tatap terus, membuat nya malu dan gugup.
"Kenapa kau melihat ku terus, aku... aku jadi malu. " ucap Eva tidak berani menatap suami nya.
"Tidak apa-apa, aku hanya senang saja melihat wajah mu. " jawab nya santai.
"Sudah lah, ayo kamu sarapan. " suruh Eva.
"Kamu juga sarapan. " jawab Lucifer.
Akhir nya mereka sarapan bersama. Sesekali Lucifer mengecek Hp nya.
Aris sudah berada di depan apartemen bos nya.
"Kau bisa pasang dasi? " tanya Lucifer.
"Aku.. aku gak bisa. " jawab Eva sedikit malu karena tidak bisa memasang dasi.
"Baik lah, sini aku ajarin. " ajak nya.
Dia menarik tangan Eva pelan, mengajarkan secara perlahan. Jarak mereka sangat dekat.
"Hhuuueekkkk.... " Lucifer merasa tercekik.
"Eehh.... maaf... maafkan aku.. aku tidak sengaja. " ucap Eva yang terlalu kencang menarik dasi nya.
"Hahahaha.... tidak apa-apa, santai saja. " Lucifer membelai kepala Eva.
Eva merasa bersalah.
"Sini biar aku yang lanjutin, takut nya entar kesiangan. " pinta Lucifer dengan pelan.
Eva sedikit sedih dan kecewa.
"Tenang saja, nanti aku akan mengajarkan mu cara memakai nya sampai bisa. " ucap Lucifer mengetahui perasaan isteri nya.
"Sudah, jangan cemberut donk." Lucifer menarik pelan ujung hidung Eva.
Eva menganggukkan kepala nya.
"Apa kau mau pergi keluar? " tanya Lucifer.
"Enggak, aku di rumah saja. " jawab Eva.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya sayang. " Lucifer mencium kening Eva.
"Iya sayang, hati-hati. " ucap Eva sedikit malu.
Lucifer berhenti, dan berbalik menghadap Eva.
Lalu mencium bibir Eva singkat, mengedipkam mata nya sebelah, lalu pergi.
Eva masih kaget, dan menyentuh bibir nya.
.
.
.