SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 192


"Nona, kau sudah bisa pulang hari ini." ucap Aris.


"Pulang? apa nya? tubuh kosong ku yang sudah mati?" tanya Novel polos.


Tampak Aris menahan tawa, mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Pantasan Hendra melanjutkan candaan nya. Wajah nya lucu kalau ketakutan begitu." gumam Aris.


"Ehemmm....tidak, teman ku itu hanya bercanda, dia tidak serius." jelas Aris.


"Bercanda? maksud nya? tidak menjual organ ku?" tanya Novel serius.


"Iya, kau bisa pulang dengan keadaan hidup. Sesuai janji tuan Lucifer pada mu sebelum nya." ucap Aris.


"Lalu, bagaimana dengan keluarga ku?" tanya Novel.


"Keluarga mu sudah selamat, hanya saja, untuk beberapa saat ini kalian harus pindah tempat tinggal." ucap Aris.


"Pindah? ke mana?" tanya Novel.


"Salah satu rumah milik tuan Lucifer, kau dan keluarga mu akan tinggal di sana demi keamanan dan keselamatan kalian." ucap Aris


"Tuan Aris, dia ternyata sangat baik. Apa kah....apakah dia sudah menikah?" tanya Novel.


Aris menatap tidak suka dengan perkataan Novel.


"Apa kau tidak tahu kalau tuan Lucifer sudah menikah, memiliki isteri, dan dia sangat mencintai isteri nya." ucap Aris ketus.


"Kau jangan berharap untuk menggoda atau mencari masalah dengan nya. Atau dia tidak akan memaafkan mu lagi." Aris memberikan nasehat.


Novel gugup dan panik.


"Baik, saya mengerti, tapi, boleh kah saya bertemu dengan nya? saya ingin mengucapkan terimakasih pada nya." pinta nya.


"Aku janji, aku tidak akan mencari masalah apalagi menggoda nya." mohon nya.


"Aku akan coba beritahu pada tuan Lucifer, tapi aku tidak bisa memastikan atau memaksa nya. Kau mengerti kan?" tanya Aris.


"Aku mengerti, terimakasih." Novel memberikan senyuman pada Aris.


"Baik lah, sebaik nya kau bersiap-siap lah. Aku akan mengantar kan mu pulang." ucap Aris.


Novel menganggukkan kepala nya dengan senang.


"Aku akan menunggu mu di depan pintu. Kalau sudah selesai, kau bisa keluar." Aris meninggalkan gadis itu yang masih menatap nya sampai keluar pintu.


*****************


Malam hari di kediaman Lucifer.


Eva bangun dari tidur nya. Merasa nyeri di bagian perut sampai kebawah.


"Hhmm....pasti ini udah bulan nya ' dapet' ". gumam Eva.


Eva turun dari ranjang, melepas perlahan pelukan dari suami nya yang masih tertidur pulas di samping.


Membuka lemari, di ambil kan nya satu buah pembalut untuk di pakai lalu melangkah ke kamar mandi.


"Untung aja aku sebelum nya sudah memakai pantyliner." ucap Eva membuka bungkusan pembalut.


Beberapa menit Eva berada di kamar mandi, dengan mata yang masih tertutup, Lucifer meraba-raba tempat tidur, tidak menemukan isteri nya.


"Hhmm... di mana dia?" gumam Lucifer.


Di lihat nya jam sudah pukul 11 malam.


Setengah duduk, mengucek mata nya.


Mendengar suara air di kamar mandi, segera menghampiri.


"Sayang, apa kau di dalam?" tanya Lucifer mengetuk pintu.


"Eehh....eemmm...iya." jawab Eva kaget dan gugup.


"Ada apa? apa kau baik-baik saja?" tanya Lucifer khawatir.


"Iya sayang, sebentar lagi aku akan keluar kok." jawab isteri nya.


Lucifer menggaruk-garuk kepala nya, masih menunggu di depan kamar mandi. Sesekali menguap menahan ngantuk.


"Sayang, kenapa masih belum keluar? kau yakin baik-baik saja?" tanya Lucifer lagi.


"Iya sayang, ya ampun, baru beberapa detik yang lalu kamu tanya." ucap Eva.


"Hahahaha." Lucifer membalas dengan tawa kecil.


Lucifer berpikir sejenak.


"Sayang, apa kamu lagi 'Dapet' ya?" tanya Lucifer.


Tidak ada jawaban dari Eva.


"Sayang?" panggil Lucifer.


"I...iya...mmmm....be...bener." jawab Eva gugup.


Lucifer tersenyum mendengar nya.


Dengan inisiatif sendiri, Lucifer turun menuju dapur, seperti kebiasaan yang di lakukan sebelum nya saat Eva sedang datang bulan.


CCEEKKLLLEEKKKK......


Eva keluar dari kamar mandi. Di lihat nya tidak ada suami di atas ranjang. Mencari ke seluruh bagian dalam kamar.


Dia duduk di bibir ranjang, melihat jam menunjukkan waktu yang sudah larut malam.


Sekitar 15 menit, Lucifer muncul, membawa gelas berisi pereda nyeri haid yang masih hangat.


Eva tahu apa yang di bawa suami nya hanya dengan mencium bau dari Lucifer.


Lucifer membawa memakai nampan, dengan senyum indah nya menghampiri Eva yang merasa tersentuh dengan perlakuan suami nya yang sigap.


"Datang bulan aja di perlakukan seperti ini, gimana kalau nanti aku hamil." gumam Eva tersenyum.


"Eva sayang ku, minum ini ya." Lucifer membawa wedang jahe untuk Eva.


Eva senang dan sedikit malu. Dia meraih gelas dari tangan Lucifer.


"Kamu baik banget. Perduli sekali dengan ku" ucap Eva.


"Awas panas, sini biar aku tiup dulu." Lucifer meniup pelan.


"Tentu saja sayang, aku harus baik dan perduli dengan mu. Agar kau tidak bosan dengan ku." ucap Lucifer sesekali masih meniup.


"Aku tidak akan bosan dengan mu. Aku juga berharap kamu tidak bosan dengan ku." ucap Eva mengelus pipi suami nya.


"Never. Sekarang minum lah, sudah tidak terlalu panas lagi." Lucifer menyuapi Eva minum dengan perlahan.


Eva memegang tangan Lucifer yang juga memegang gelas.


Di minum nya sampai habis.


Lucifer membersihkan sisa minuman yang berada di bibir isteri nya dengan jari telunjuk.


"Terimakasih sayang. Wedang jahe buatan kamu enak banget. Gak pahit. Padahal aku sebelum nya tidak suka jahe, dan gak pernah minum wedang jahe." ucap Eva dengan senyum.


"Tentu saja, aku kan membuat nya dengan tulus dan dengan cinta murni." Lucifer menaikkan salah satu alis dengan bangga.


"Hhemmm...lihat bulu kuduk ku merinding karena kelebay an mu." Eva menunjukkan bulu tangan nya.


"Tapi sayang, untuk beberapa hari ini, kamu tidak di kasih jatah dulu." Eva menyentuh kedua pipi suami dengan kedua telapak tangan nya.


"Gak apa-apa, hanya beberapa hari saja kan. Aku bisa bertahan." ucap Lucifer.


"Tapi aku masih bisa mencium dan memeluk mu kan." goda Lucifer


Eva menganggukkan kepala nya dengan senyum.


Lucifer mencium bibir Eva sambil memeluk nya.


"Sudah malam. Sebaik nya kita tidur." ajak Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya lagi. Beberapa menit mereka tertidur, Eva merasa sakit sekali perut nya, dengan membelakangi Lucifer, agar suami nya tidak tahu kalau dia sedang kesakitan. Beberapa kali juga dia memijit punggung belakang dan perut nya.


"Hari pertama benar-benar sakit sekali." gumam Eva.


Sebuah tangan berada di perut Eva, Eva terkejut.


"Apa masih sakit, hheemmm...?" tanya bisik Lucifer sambil memijit pelan perut Eva.


Eva membalikkan badan berhadapan dengan Lucifer.


"Kau belum tidur? apa aku mengganggu mu?" tanya Eva sungkan.


Lucifer tersenyum, menggelengkan kepala nya.


"Lalu, kenapa kau terbangun?" tanya Eva lagi.


.


.


.


.


.


LIKE N VOTE NYA DONK, BIAR AKU SEMANGAT.