SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 203


"Dokter....dokter...tolong, cepat tolong wanita ini.." Vicky berlari sambil menggendong Cleo yang sudah tidak sadar.


Beberapa perawat datang, ada yang membawa Brankar dorong, dan Vicky segera meletakkan Cleo dengan perlahan.


Mereka segera mendorong masuk ke ruangan.


Tidak lama Dokter datang, langsung menangani Cleo.


"Maaf pak, sebaik nya anda menunggu di luar. Biar kami periksa dulu." ucap Dokter berjenis kelamin perempuan itu.


"Tolong selamat kan dia Dok." pinta Vicky.


"Kami akan berusaha semaksimal kami." jawab Dokter.


**************


DDOORRR......DDDOOOORR.....


"Sayang, meleset lagi, seperti nya aku menyerah." Eva sedikit kecewa.


"Jangan donk sayang, masa gitu aja udah nyerah. Lagi ya." Lucifer membujuk.


Mau tidak mau Eva menuruti nya.


"Berdiri yang tegak, jangan bungkuk. Bahu nya lurus sayang." Lucifer mengatur posisi Eva.


"Senjata nya berat sekali." keluh Eva.


"Ini udah yang paling ringan loh. Tangan kamu lurusin, karena itu mempengaruhi berat tangan dan senjata nya." Lucifer mengubah posisi tangan Eva.


"Kedua mata jangan di picingkan secara bersamaan, nanti kau tidak tahu sasaran mu." suruh Lucifer.


"Kaki jangan di rapat kan, renggangkan sedikit, untuk menyeimbangkan berat badan mu." Lucifer menggeser kaki Eva dengan kaki nya.


"Coba lakukan.." suruh nya lagi.


DDOORRR.....DDDOOORR....


Tembakan nya meleset lagi...


"Aaakkkhhhh....nyerah...nyerah....nyerah..." Eva membuka penutup telinga untuk meredakan suara tembakan.


Tampak dia sangat kelelahan. Keringat membasahi wajah, leher dan pakaian nya.


"Hahahahaha....isteri ku ini. Ya udah kita istirahat dulu ya. Sini, aku lap dulu keringat kamu ini." Lucifer menghibur Eva.


Dia menggenggam tangan Eva, membawa nya duduk. Dengan handuk kecil mengeringkan keringat di tubuh Eva.


"Adam...aku sangat bodoh sekali ya. Sudah lebih dari 20 peluru, tapi tidak ada yang mengenai sasaran, bahkan jauh dari target." keluh Eva saat Lucifer masih mengeringkan keringat di wajah nya.


"Tidak apa-apa. Nanti pasti bisa kok. Jangan menyerah. Kau tidak bodoh, hanya belum bisa saja." jawab Lucifer.


Ponsel milik Lucifer berdering....


"Aku angkat telepon dulu ya." ijin Lucifer.


Eva mengangguk kepala.


"Ada apa?" tanya Lucifer.


"Tuan, kami membawa semua kelompok yang menculik nona Cleo." jawab Aris.


"Lalu bagaimana dengan Cleo?" tanya Lucifer.


"Dia sudah di bawa tuan Vicky ke rumah sakit. Hanya saja nona Cleo terkena tusukan." ucap Aris.


"Hhmmm.....Terus awasi. Bawa mereka ke markas." suruh Lucifer.


"Baik tuan." jawab Aris.


"Apa ada masalah di perusahaan?" tanya Lucifer.


"Tidak ada tuan. Menurut William dan Lisna tidak ada yang mencurigakan. Termasuk Novel." jawab Aris.


"Novel? siapa dia?" tanya Lucifer.


"Hanya Eva , Lisna dan Cleo yang di ingat tuan ini." gumam Aris.


"Novelina, gadis yang di kirim lawan anda tuan di perusahaan." jawab Aris.


"O." jawab singkat Lucifer.


Di seberang Aris menggelengkan kepala nya.


"Tutup lah kalau sudah tidak ada yang penting lagi." suruh Lucifer.


"Lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Aris.


"Berikan mereka pemanasan, nanti aku akan kesana." jawab nya santai.


Setelah itu mereka mengakhiri panggilan.


Lucifer kembali menghampiri Eva.


"Siapa?" tanya Eva.


"Aris, dia bilang Cleo sudah di temukan dan sekarang di bawa Vicky ke rumah sakit." ucap Lucifer.


"Ooohhh....apa dia terluka?" tanya Eva khawatir.


"Ya, tapi dia tidak mati kok." jawab Lucifer santai.


BBRRUUGHH....


"Ada apa sayang?" tanya nya sambil mengusap bahu nya.


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Apa kau tidak bisa merasakan kekhawatiran Vicky? dulu kau juga kan begitu waktu aku terluka." ucap Eva tanpa berhenti bicara.


Terdengar Lucifer membuang nafas.


"Maafkan aku."Ucap Lucifer.


"Adam, kau harus bisa menghargai perasaan orang lain. Kau bisa takut dan khawatir, mereka juga bisa. Kalau kau bisa membantu, bantu lah." ucap Eva.


"Aku kan sudah membantu nya. Anak buah kita yang menyelamatkan Cleo, walaupun sedikit terlambat." ucap Lucifer.


Lucifer menarik Eva ke pangkuan nya. Kedua tangan nya mengunci agar Eva tidak melarikan diri.


"Sayang, kita tidak boleh terlalu sensitive dengan perasaan-perasaan orang lain. Karena kalau mereka tahu, mereka akan mempermainkan perasaan kita yang tulus pada nya. Dan rasa penghianatan dari perasaan kita itu rasa nya sangat sakit. Sakit sekali." ucap Lucifer menjelaskan.


"Bukan berarti aku tidak perduli dengan perasaan mereka. Hanya saja aku juga harus bisa menjaga perasaan ku." ucap nya lagi.


"Kalau terlalu perduli dengan perasaan mereka, bisa-bisa aku memiliki isteri lebih dari satu." canda nya.


"Kata-kata mu luar biasa sekali." Eva mengacungkan kedua jempol tangan nya.


Lucifer senang, mengusap bibir Eva dan mencium nya. Bahkan memasukkan lidah nya, menyusuri semua yang ada dalam mulut isteri nya.


Sementara tangan nya menyusup masuk kedalam baju Eva yang tanpa kancing. Perlahan naik keatas. Mengusap punggung dengan lembut.


Eva pun mengeratkan rangkulan nya. Di biarkan yang di lakukan suami nya.


Ciuman turun ke leher. Di jilat nya yang masih ada sedikit keringat. Bahkan meninggalkan bekas hisapan ciuman nya.


Tangan Lucifer yang berada di balik baju Eva, di keluarkan dan berpindah menarik bagian bahu, turun hampir terlihat bagian dada Eva.


Di lanjutkan mencium bagian itu. Menggigit dengan pelan.


Tiba-tiba....


KKKRRRRRYYYYIIIUUKKKKK.....KKKKRRRYYUUUKKKK.....


"Hahahahaha.......aku yang ingin 'memakan' mu, malah perut mu yang berontak ingin minta makan." tawa Lucifer.


"Hehehehehe.....itu karena aku sangat lapar." ucap Eva.


"Setiap aku di dekat mu, pasti aku selalu bernafsu." bisik Lucifer.


Wajah Eva memerah.


"Baiklah sayang, ayo kita makan dulu. Aku tidak mau isteri ku ini mati kelaparan." Lucifer menurunkan Eva dari pangkuan nya.


"Nanti malam kau harus melayani ku. Okey." Lucifer mentoel ujung hidung Eva yang langsung memerah wajah nya.


Di gandeng nya Eva menuju Cafe yang masih berada dalam gedung tersebut.


***************


"Selamat pagi nona......


"Ririn, nama ku Ririn." ucap wanita sebagai 'Lisna' itu.


Ririn atau 'Lisna' baru tiba di Jakarta dan langsung di sambut anak buah Marvel yang sebelum nya berada di Jakarta.


Mereka membawa gadis itu menuju hotel.


"Tuan Marvel, saya sudah bertemu dengan mereka." ucap nya memberi info.


"Bagus, lakukan pekerjaan mu dengan benar. Jangan sampai gagal. Tugas mu hanya membawa isteri nya hidup-hidup." suruh Marvel.


"Baik tuan." jawab nya.


***************


"Bagaimana keadaan nya dokter?" tanya Vicky.


"Masa kritis sudah lewat. Karena masih dalam pengaruh obat bius, dia belum sadar." jawab dokter.


"Terimakasih Dok, apa saya bisa melihat nya?" tanya nya.


"Silahkan pak Vicky." jawab sang dokter.


Dokter meninggalkan Vicky, yang sedari tadi menunggu di depan ruangan pemeriksaan.


Setelah di operasi, Cleo di pindahkan keruangan VIP.


Vicky menghampiri Cleo yang masih terpasang selang di tangan dan hidung nya.


"Maafkan aku sayang datang terlambat." bisik nya.


.


.


HALLO...TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA NOVEL INI YA.


OH YA...JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN, HATI-HATI SAAT BEKERJA.


SEBELUM MELANGKAH KELUAR DAN MELAKUKAN AKTIFITAS, LAKUKAN DOA SESUAI AGAMANYA MASING-MASING YA AGAR KITA DI JAGA DAN AMAN DI LUAR.


INGAT KELUARGA DAN ORANG-ORANG YANG KITA SAYANGI...


SEMANGAT...


SALAM....