SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 133


Vicky kembali ke kediaman nya.


"Apa dia tahu resiko dari pernikahan nya? "gumam Vicky.


"Banyak yang akan membahayakan nya nanti. Bukan dia, tapi orang yang dia cintai. " gumam nya lagi.


.


.


.


Malam hari Lucifer dan Eva selesai makan malam.


"Adam, kamu kan sebelum nya tanya mau kemana kita besok, iya kan? " tanya Eva.


"Mmm. " angguk Lucifer.


"Aku mau ke ragunan. " ucap Eva.


"Ragunan, mau lihat siapa di sana? " tanya Lucifer.


"Mau lihat kembaran nya Aris, hehehehe. " canda Eva.


"Hahahahaha. " Lucifer ikut tertawa.


.


.


.


"Telinga ku berdenging, seperti nya ada yang sedang membicarakan ku. " ucap Aris.


.


.


.


"Okey... " jawab Lucifer yang duduk di hadapan Eva.


Malam itu dia masih sibuk menyelesaikan sisa pekerjaan nya.


"Apa perlu kita bawa bekal? " tanya Eva.


"Iya, aku tidak terlalu terbiasa dengan makanan luar. Apalagi setelah memakan mu aku jadi ketagihan. " lirik mata Lucifer.


"Hah? memakan ku? kapan kau memakan ku? " tanya Eva serius.


"Maksud ku memakan makanan mu. " jelas Lucifer lagi.


"Oooohhhh.... " jawab Eva lega.


Lucifer menatap Eva yang sedang sibuk dengan Hp nya. Beberapa saat kemudian dia pindah duduk lebih dekat dengan Eva.


"Tapi ngomong-ngomong, kapan aku bisa memakan mu? " bisik Lucifer di telinga Eva.


Eva kaget, melihat keseriusan Lucifer walaupun tersenyum.


"He.. he... he... " tawa Eva canggung.


"Aku bercanda kok. " Lucifer mengelus kepala Eva yang gugup dan panik.


Dia kembali fokus di hadapan laptop nya. Sementara Eva masih terdiam. Ada rasa bersalah di hati nya.


"A... Adam.. " panggil Eva sedikit ragu.


"Hhmm... " jawab Lucifer masih fokus dengan laptop nya.


"Maafkan aku.. aku hanya.. takut saja.. kau tahu kan, aku... aku belum pernah melakukan nya. " ucap Eva dengan malu, sambil menundukkan wajah nya.


Lucifer menatap nya. Dan kembali duduk di hadapan Eva dengan lebih dekat lagi.


"Aku tahu, kau tidak usah memaksakan diri. Wajar kau belum siap. Seperti yang kau katakan, kau belum memiliki perasaan apapun pada ku kan? " tanya nya sambil membelai pipi isteri nya.


"Aku juga tidak tahu dengan perasaan ku terhadap mu. Hanya saja aku tidak membenci mu. Aku nyaman berada di dekat mu. Yang paling penting aku senang dan bahagia bisa menikah dengan mu. " jawab Eva memberanikan diri nya menatap wajah yang ada di hadapan nya.


Lucifer menganggukkan kepala nya dan tersenyum. Dia menarik pelan kepala isteri nya untuk di peluk, berada tepat di hadapan dada nya.


"Santai saja, masih banyak waktu kok. " jawab nya.


"Tapi, walaupun kau belum siap, paling tidak kau masih mengijinkan ku untuk memeluk dan mencium mu. " ucap Lucifer sedikit menggoda Eva yang masih dia peluk.


"Iya kan? " tanya Lucifer, mengangkat wajah Eva sehingga bisa dia lihat.


Eva kembali merah wajah nya. Tidak berani menatap wajah suami nya yang menatap nya dengan senyuman manis.


"Bisa kan? " tanya nya lagi.


"Kau sudah memeluk ku kan? " jawab Eva gugup.


"Iya, tapi aku belum mencium mu. " goda Lucifer lagi.


Beberapa kali Eva mengedipkan mata nya sangkin malu dan gugup. Lucifer lucu melihat tingkah isteri nya itu.


Tanpa menunggu jawaban Eva, dia mencium langsung bibir isteri nya. Eva kaget, hanya saja dia tidak menolak nya.


Di rasa tidak ada penolakan, Lucifer semakin memperdalam ciuman nya. Beberapa kali kepala nya berubah arah, dari kiri memutar kekanan.


Ciuman yang hangat dan menggairahkan.


Sesekali Lucifer membuka mata nya, ingin melihat wajah isteri nya lebih dekat. Tampak dari sudut bibir Lucifer ada senyum kesenangan nya.


"Aaauuwww..." Eva berteriak kesakitan memegang bibir nya.


"Maafkan aku sayang." ucap Lucifer.


"Kau menggigit ku... " ucap Eva sedikit marah.


"Hahahaha.. aku geregetan saja dengan bibir mu. Bibir mu lembut dan manis. " ucap nya.


"Jangan berbicara seperti itu. Aku sangat malu. " ucap Eva.


"Untuk apa malu, emang itu kenyataan nya kan. " Lucifer kembali memeluk Eva.


"Apa masih sakit? " tanya nya.


Eva menganggukkan kepala nya dalam pelukan Lucifer.


"Coba lihat. " Lucifer melemparkan tatapan mata nya ke arah bibir Eva.


"Tidak berdarah kok, cuma agak memerah sih. " jawab Lucifer mengusap bibir Eva.


"Untuk beberapa saat kau tidak bisa mencium ku, hehehehe." ledek Eva.


Lucifer menatap Eva dengan tatapan sedikit menggoda.


"Oh ya?" goda nya.


"Ini..ini... ini... ini... ini... ini... ini... ini... semua nya adalah milik ku. " ucap Lucifer menunjuk mata, pipi, hidung, bibir dan semua yang ada pada Eva.


Lalu dia kembali memeluk isteri nya itu.


"Entah kenapa aku tidak bisa marah saat kau mengatakan nya. Tapi aku masih tidak bisa menyembunyikan rasa malu ku pada mu. " gumam Eva.


"Bisa kau melepaskan ku dulu." pinta Eva.


"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu. " ucap Lucifer.


"Tapi aku tidak bisa bernafas. " jawab Eva.


"Apa kau mau aku memberikan nafas buatan untuk mu? " goda Lucifer.


Eva mendorong pelan tubuh Lucifer. Hingga Lucifer melepas pelukan nya.


Bukan nya marah, Lucifer malah tersenyum.


"Terimakasih kau sudah hadir dalam hidup ku. Mengajarkan ku arti cinta. Memberikan ku kesempatan. Aku janji.. aku tidak akan mengecewakan mu. " ucap Lucifer serius meraih kedua tangan Eva.


Eva senyum. Dia sangat bahagia mendengar kalimat yang di keluarkan Lucifer.


"Padahal dulu aku gak menyukai mu. Aku lihat kau hanya gadis bodoh yang dengan gampang nya di bodohi. " ledek Lucifer sengaja.


Ekspresi wajah Eva berubah sedikit menahan kesal.


"Hhmmm.... tapi kau suka kan? " balas Eva.


Lucifer tersenyum. Menarik Eva lagi dalam pelukan nya.


"Iya, bukan cuma suka, tapi aku malah jatuh cinta padamu. " ucap nya.


"Sudah, lepaskan dulu. " pinta Eva.


Lucifer melepaskan pelukan nya.


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku. Aku akan hancur tanpa mu. " pinta Lucifer dengan mimik wajah yang serius.


"Aku tahu Adam, walaupun kau kejam di mata musuh mu, aku tahu... kau adalah orang baik. " gumam Eva.


"Selama kau tidak menyakiti ku, aku tidak akan meninggalkan mu. " ucap nya tersenyum.


"Tapi, boleh kah aku tidur? aku sudah sangat mengantuk sekali." pinta Eva.


"Tidur lah. Aku akan melanjutkan pekerjaan ku lagi. " jawab nya.


"Jangan terlalu lama bekerja, istirahat lah. Besok kita kan pergi ke Ragunan. " ucap Eva.


"Iya, satu jam lagi. Okey.. " ucap Lucifer.


Eva berdiri dan hendak pergi ke kamar nya.


Langkah nya terhenti di belakang Lucifer.


"Mmuaachh. " Eva kembali mencium pipi kiri Lucifer yang fokus dengan laptop nya.


Lucifer terkejut, menyentuh pipi yang mendapat kecupan itu. Dia melihat Eva yang merasa malu. Lucifer membalas dengan senyuman.


"A... aku tidur dulu. " ucap Eva langsung cepat ke kamar nya.


Semementara Lucifer sangat senang dengan ciuman isteri nya. Dan melanjutkan kembali dengan laptop nya.


.


.


.


.


TOLONG JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA...


TERIMAKASIH