
Anak buah James memasukkan Eva dan Lisna dalam mobil van, yang terpisah dengan James dan Darmo.
"Lepaskan kami, siapa kalian? " tanya Lisna memberontak.
"Diam! kalau kalian berisik, kami akan membunuh kalian ! " ancam anak buah nya.
"Hey.... sebaik nya tutup mulut nya dan ikat tangan mereka. " suruh rekan nya.
Mulut Eva dan Lisna di tutup, sementara kedua kaki dan tangan nya di ikat kencang dengan tali.
"Adam... kamu di mana? hiks.... hikss... " gumam Eva menangis.
Lisna melihat Eva yang menangis. Mereka berdua sangat ketakutan.
Mereka meraung-raung minta di lepaskan. Tidak bisa diam.
"Jadi ini gadis yang di sukai Lucifer? " ucap anak buah James menunjuk Eva.
"Cantik juga ya, hahahahaha." balas rekan nya.
Tubuh memberontak, bergerak-gerak.
Eva menendang mereka dengan kaki yang terikat.
"Bre****k...! " lelaki itu menampar wajah Eva.
"Mmmmmm.... " teriak Eva.
"Tuan, kami sudah menangkap gadis itu. " ucap James yang berada di depan mobil yang di tumpangi Eva dan anak buah James.
"Segera bawa. " jawab Richard.
Sementara Aris dan Hendra juga beberapa anak buah Lucifer mengejar dari belakang.
"Cepat Hendra ! " suruh Aris yang sedikit jauh di belakang.
"Di mana tuan Lucifer? " gumam Aris.
"Kemana mereka akan membawa kami? aku sangat takut sekali. " gumam Eva.
Darmo dan James sangat senang karena bisa membawa orang penting yang berhubungan dengan Lucifer.
Mobil mereka melaju sangat kencang.
"Tuan, ada mobil di depan, menghalangi jalan kita, apa yang harus kita lakukan? " tanya anak buah James.
James melihat mobil itu.
"Siapa itu? " tanya James.
"Apakah itu....? " tanya Darmo melihat James.
Seorang pria yang keluar dari dalam mobil itu, memakai kacamata hitam. Laki-laki itu berdiri menghadap mereka.
Pria itu adalah Lucifer, dengan tangan kanan nya memegang senjata sejenis Revolver, sementara tangan kiri nya memegang rokok.
Dengan santai dan yakin, Lucifer mengarahkan senjata nya ke arah mobil yang di tumpangi Darmo dan James.
"Tuan.. itu adalah Lucifer. " ucap Darmo ketakutan.
"Apa yang harus kita lakukan? " tanya Darmo.
James pun bingung dan juga sama takut nya.
"Cepat, tabrak aja. " ucap James.
"Tapi tuan, dia mengarahkan senjata nya ke arah kita. " ucap sopir yang membawa mobil.
"Biarkan saja, dia tidak akan berani, cepat!! " jawab James.
Bukan nya takut atau berhenti, tapi mobil itu melaju semakin cepat.
Sementara mobil yang berada di belakang mobil James, masih tidak menyadari bahwa Lucifer sudah menunggu di depan.
Melihat itu, Lucifer tersenyum sinis sambil menganggukkan kepala nya.
Saat jarak tepat yang sudah di rasakan Lucifer.
DOR........
Satu peluru mengarah ban depan sebelah kanan. Mengakibatkan mobil berjalan miring.
DOR........
Satu tembakan lagi langsung mengenai sopir yang membawa mobil James, tepat di kepala nya, dan langsung mati di tempat.
"Gawat ini.... " ucap Darmo yang sudah gemetaran.
DOR...........
Satu senjata mengenai salah satu ban mobil nya lagi. Mobil itu mulai berjalan perlahan. Lucifer tetap masih berada di posisi nya.
"Gawat... ada Lucifer di depan. " ucap anak buah yang membawa Eva dan Lisna.
Eva dan Lisna mendengar nya, mereka sedikit senang.
"Apakah itu benar? " gumam Eva.
Mobil James berhenti dengan suara percikkan, sedikit jarak hampir mengenai Lucifer yang masih berdiri mengarahkan senjata ke arah mobil itu.
Lucifer sangat jelas melihat anak buah yang menghianati nya sedang menatap nya dengan ketakutan. Lucifer menghampiri dengan santai.
Karena mobil James berhenti dan mobil Lucifer juga menghalangi jalan, sehingga mobil anak buah James tidak bisa lewat, dan harus berhenti.
"Hheewww....akhir nya, anda datang juga tuan. " gumam Aris.
Semua mobil sudah berhenti, anak buah James keluar dari mobil. Aris dan Hendra juga keluar dari mobil. Lucifer mendekati James dan Darmo. Mengeluarkan mereka secara paksa.
Eva dan Lisna juga di tarik keluar oleh anak buah James, dengan senjata yang di arah kan di samping kepala Eva yang ketakutan.
Lucifer melihat wajah Eva yang sudah menangis dari tadi.
"Lepas kan bos kami Lucifer, atau aku akan membunuh wanita ini! " ancam anak buah James.
Anak buah James dan anak buah Lucifer sama-sama mengarahkan senjata nya.
Lucifer masih diam dengan posisi senjata di arah kan pada mereka.
Dengan sangat cepat...........
DOR........ DOR........
Lucifer tepat menembak ke arah pergelangan tangan yang mengarahkan senjata ke arah Eva dan Lisna.
"Aaaakkkhhhh..... " teriak anak buah itu.
Eva dan Lisna menyingkir dari lokasi itu, mencoba mencari tempat yang aman.
Tidak berapa lama terjadi adegan tembak menembak. Eva dan Lina saling memeluk.
Hendra menghampiri Eva.
"Eva, cepat ikut aku. " ajak Hendra.
"Hendra? " tanya Eva.
Hendra membawa Eva dan Lisna masuk ke dalam mobil Aris yang juga sudah di lindungi beberapa anak buah Lucifer yang lain.
"Kalian tunggu saja di sini, jangan khawatir, ada tuan Lucifer. " ucap Hendra menenangkan Eva dan Lisna.
Mereka hanya mengangguk saja.
Sebelum Hendra menutup mobil, dia membuka ikatan tangan dan kaki nya, juga penutup mulut nya.
"Eva, siapa mereka? " tanya Lisna panik.
"Aku tidak tahu, tenang ya Lis, mereka ada di sini. Okey. " ucap Eva yang mencoba tenang.
Mereka menutup telinga karena suara keras di luar. Ini kali pertama mereka berada di posisi bahaya ini.
"Tuan... tuan Lucifer... tolong.... tolong maafkan kami tuan... " mohon James.
"Tuan, kami anak buah mu tuan, tolong jangan bunuh kami, kami mohon tuan. " pinta Darmo.
Lucifer hanya diam dengan tatapan penuh kemarahan.
Mereka berlutut meminta pengampunan.
Semua anak buah yang di bawa James kalah, beberapa anak buah Lucifer juga mengarahkan senjata nya ke arah James dan Darmo.
Aris dan Hendra menghampiri Lucifer.
"Tuan. " ucap Aris.
"Dimana dia? " tanya Lucifer.
"Sudah aman, di dalam mobil tuan. " jawab Aris.
"Bawa mereka semua ke markas dan tunggu aku di sana. " perintah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Lucifer berjalan menuju lokasi Eva.
"Kalian bereskan semua kekacauan ini. " tambahan perintah dari Lucifer lagi.
"Baik tuan. " jawab mereka serentak.
Lucifer membuka pintu mobil tempat Eva dan Lisna duduk.
CEKLEK....
"Hallo... " ucap Lucifer ramah setelah membuka pintu dan melihat Eva.
"Adam.... " ucap Eva memeluk Lucifer.
Lucifer membawa Eva keluar dari mobil.
"Kau tidak apa-apa? " tanya Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya.
Lucifer tampak jelas melihat wajah Eva memar, rambut yang berantakan.
Eva tanpa malu langsung memeluk Lucifer, Lucifer pun membalas pelukan itu.
Kedua tangan Lucifer mengelus pipi Eva, merapikan rambut nya, mengusap air mata Eva.
"Ikut lah dengan ku." ajak Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya lagi.
"Hey...... lalu aku bagaimana? aku juga korban di sini. " teriak Lisna yang masih berada di dalam mobil.