SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 289


Di dalam ruangan persalinan itu sangat menegangkan, Eva merasa sudah sangat kelelahan.


“Aaaaakkkhhh…. Kenapa….kenapa masih belum keluaaaaarrrrrr…” teriak Eva sambil mendorong.


“Dorong lagi bu… ayo…. Sedikit lagi…. Sedikit lagi dia akan keluar.” Dukung si dokter wanita.


“aaaaaaaaakkkhhhhhh…. Aku udah gak kuat


lagi……..hhhhuuufffffff…..” Eva yang merasa sudah kesulitan.


“jangan menyerah sayang. Kata dokter nya sedikit lagi ya.” Lucifer pun memberikan dukungan dan semangat pada isteri nya.


“Bapak sebaiknya mencoba memanggil anak nya, siapa dia ingin mendengar suara orang tua nya.” Suruh si dokter.


Lucifer mengikuti arahan dokter yang sebenar nya dia merasa canggung.


“Saya harus memanggil yang cowok atau yang cewek dok?” tanya Lucifer yang bingung.


“Terserah bapak saja.” Jawab si dokter sambil membantu Eva untuk terus mendorong.


“An…Anak.. ku… Evano…. Cepat keluar lah, apa kamu tidak kasihan dengan mama mu ini yang dari tadi sudah teriak-teriak? Atau lihat papa mu ini yang sebentar lagi akan botak karena rambut nya di tarikin terus sama


mama kamu ini, cepat keluar lah…” ucap Adam sambil curhat.


Eva, dokter dan suster yang membantu merasa tercengang dengan ucapan dari pria itu. Memang Adam dari tadi menahan rasa sakit di kepala dan di tangan nya.


Awal nya Adam ragu untuk berbicara, tapi ternyata kalimat nya sangat panjang dan membuat orang terheran-heran.


“Aaaaaaakkhhhhh…….” Dorongan dari Eva.


“Ooooowwwwwwweekkkkkk……..ooooooooowwwwwaaaakkkkk………ooooowweekkkk…..”


terdengar suara bayi yang keluar dari bagian bawah Eva.


Si dokter langsung membantu si bayi yang baru keluar, dan memotong tali pusar nya.


“Selamat ya bapak dan ibu, anak pertama nya laki-laki.” Ucap si dokter setelah melihat jenis kelamin anak mereka.


Empat menit kemudian….


“Dok…dokter… seperti nya adik nya mau keluar lagi nih, kayak ada yang jalan……” teriak Eva.


“Iya…iya bu. Dorong lagi ya.” Si dokter kembali membantu persalinan kedua Eva.


“Sekarang adik nya yang mau keluar, ayo dek, keluar lah.” Ucap Adam yang masih terkejut dengan anak pertama yang baru dilihat nya.


“Oooowwweeeekk..ooooooowwweeeekkkk…….” Tangisan bayi yang kedua telah keluar. Bayi perempuan yang sangat cantik.


Sama seperti sebelum nya, dokter dengan cekatan memotong tali pusar bayi perempuan itu.


“Selamat sekali lagi untuk bapak dan ibu, bayi kedua berjenis kelamin perempuan.


Setelah sedikit membersihkan kedua bayi yang masih telanjang itu, di letakkan di atas dada Eva yang merasa lega setelah melahirkan.


Tampak sekali mereka sangat bahagia. Adam tidak menyangka kalau dia sekarang telah menjadi seorang ayah untuk kedua anak nya.


Adam mencium kening Eva, dan juga kedua anak nya yang sudah berhenti menangis.


“Seperti nya anak laki-laki keluar setelah di panggil papa nya ya. Dan anak perempuan hanya mengikuti kakak nya. Hahahahaha….. mereka sangat kompak.” Puji si dokter.


“Sayang, maafkan aku ya. Kepala mu pasti sangat sakit sekali yak arena aku tarik-tarik dari tadi.” Ucap Eva merasa tidak enak hati.


“Hhhmmm…. Tidak apa-apa. Memang sakit sih, tapi sekarang sudah lega. Rasa sakit nya sudah terobati. Terimakasih ya sayang, kau sudah melengkapi keluarga kita.” Sekali lagi Adam mencium kening isteri nya.


Sementara itu diluar ruangan, mereka sangat bahagia karena sudah mendengar suara dua bayi dari dalam.


“Anak nya sudah lahir.” Ucap Vicky.


“Aku ingin segera melihat nya.” Ucap Revand.


“Kau sabar dulu. Apa kau mau Lucifer nanti marah pada mu? Mereka pasti masih sangat sibuk di dalam.” Vicky menahan Revand yang sangat antusias untuk bertemu dengan keponakan baru nya.


Mahesha, tanpa di sadari mereka sudah mengeluarkan air mata.


“Akhir nya kita sudah menjadi kakek dan nenek, Maria. Kita sudah memiliki cucu sekarang.” Gumam Mahesha dengan air mata bahagia.


“Kau istirahat lah dulu ya, aku akan keluar dulu menemui mereka. Pasti mereka juga sedang khawatir.” Ucap Adam mengusap rambut Eva.


Eva menganggukkan kepala nya dan tersenyum.


Adam pergi menghampiri keluarga yang sedang menunggu nya.


Melihat Adam yang keluar, Revand dengan cepat menghampiri Adam.


“Bagaimana dengan keponakan dan adikku? Aman kan? Sehat kan? Tidak ada masalah kan? Cepat jawab?” tanya Revand yang panik tapi mengesalkan.


Adam melihat nya saja merasa kesal.


“Kenapa diam saja, cepat……


“Kau bisa diam tidak sih?” Vicky yang juga merasa kesal, memotong kalimat Revand.


Revand langsung diam dengan wajah melas nya.


“Semua berjalan dengan lancar. Sekarang mereka sedang istirahat. Nanti kalau sudah selesai, kita bisa melihat nya.” Jawab Adam.


“Kak, ada apa dengan rambut dan tangan mu?” tanya Vicky.


Adam hanya tertawa kecil kalau melihat kejadian tadi.


“Hahahahaha…. Tidak apa-apa. Pppffftthhh…..” tawa nya yang akhir nya tidak bisa di pendam.


“Kenapa kau malah tertawa?” tanya Vicky.


“Percaya lah, nanti pada saat kau menemani isteri mu melahirkan, kau akan tahu dan akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini.”


Adam menepuk bahu Vicky.


Vicky melihat Cleo yang juga menahan tawa nya, karena Cleo sudah mengerti maksud dari perkataan kakak ipar nya itu.


Penampilan Lucifer saat ini rambut nya yang acak-acak kan, kerah baju yang sedikit sobek dan tangan yang punya goresan merah.


Tapi itu tidak membuat nya marah.


Adam duduk istirahat di samping Mahesha.


“Akhir nya kalian sudah menjadi orang tua. Tanggung jawab mu bertambah lagi. Tetap bersabar ya.” Ucap Mahesha menepuk bahu menantu nya.


Adam melihat Mahesha ramah. Dan menganggukkan kepala nya.


“Apa kalian sudah memiliki nama untuk anak-anak mu Lucifer” tanya Revand.


“Tentu saja sudah.” Jawab Lucifer.


“Siapa?” tanya Revand yang rasa penasaran nya tidak habis.


Adam melihat Revand yang masih menunggu jawaban.


“Nanti kau juga akan tahu. Jadi bersabar lah lagi.” Jawab nya singkat seperti sengaja ingin membuat Revand emosi.


Memang benar, Revand tampak kesal dari wajah nya. Hanya saja langsung berubah diam saat Mahesha memberikan kode pada putera nya.


**********


Sekarang Revand dan yang lain nya sudah bisa melihat bayi Eva dan Lucifer. Mereka melihat di balik tembok kaca ruangan khusus bayi-bayi yang baru dilahirkan.


Dalam satu ranjang bayi terdapat dua bayi yang saling berhadapan.


Dengan tulisan ‘Eva/Adam’, yang menandakan sebagai milik mereka. Selain itu juga di salah satu pergelangan tangan nya juga memakai gelang.


“Ya ampun, ternyata mereka sangat mirip sekali ya. Tidak ada beda nya.” Ucap Cleo.


“Hanya perbedaan jenis kelamin nya saja. Tapi aku tidak tahu, mana yang laki-laki dan mana yang perempuan.” Ucap Vicky yang masih mengamati.


“Lihat, lucu sekali keponakan ku itu. Mirip dengan ku.” Ucap Revand bangga.


Vicky dan Cleo melihat Revand sambil menggelengkan kepala nya.