
" Ya jadinya Elo, gila tanya begituan sama Abah sama Umi" ucap Zula di sela tertawanya El yang menanggapi pertanyaan konyol Al pada Abahnya di ceritanya tadi
" Loe besok juga bang, nidurin keryawan sendiri, gimana coba rasanya?" tanya El membalikkan kenyataan Al
" Enak dong" jawab Al asal jeplak dan membuat kedua adeknya menepuk jidat kompak
Tapi tiba tiba ponsel Al berdering keras, dan ternyata panggilan ada ayang bebnya yang barusan jadi calon istrinya
" Katanya calon kontak masih di beri nama Aliza Sts, apaan tuh" ucap Al yang melihat nama kontak Aliza di ponsel Al
" Belum di ganti, nanti di ganti ayang beb" jawab Al kemudian menggeser warna hijau di layar ponselnya
" Assalamuaikum ayang beb..." teriak El setelah sambungan terhubung
Di seberang sana Aliz menahan tawanya dan malu malu
" Waalaikumsalam Pak.." jawab Aliza masih sama dengan panggilan sebelumnya
" Iya ibuk... Ini bapak udah sampe rumah ibuk" jawab Al menanggapi panggilan Aliza
" Hehehe" jawab Aliza tertawa
" Gimana ibuk, gak bobok ibuk? udah malem, baru saja sekitar 30 menitan sampe rumah, ini lagi ngobrol sama El dan Ula, " jawab Al santai dan memberitahu apa yang Al lakukan sekarang
" CK... kalian nih, kan calon suami istri masak panggilnya gitu, yang romantis kek, bapak ibuk, belum nikah aja panggilannya udah kayak orang tua" kritik Zula menanggapi panggilan aneh Al dan Aliza
" Dia minta gitu kok" jawab Al sengaja
" Enggak dek.. gak pernah minta pak" saut Aliza cepat
" Nah kan, dia manggilnya pak, pak pasangannya kan buk, ya udah" jawab Al dan lagi lagi membuat Aliza tersenyum di seberang sana
" Gimana sayang? udah bangun habis mimpiin aku?" tanya Al lagi dan mengilangkan specer yang tadi di loss
Zula dan El yang mendengar saling pandang dan mencep
" Belum bobok pak, jadi belum mimipin bapak" jawab Aliza masih memanggil bapak, malu sendiri mau panggil mas atau ayang beb
" Hem.. Gini, tadi mas sama mbak musyawaroh, tentang acara kita besok, katanya uang dari bapak cukup untuk mantu, karena besok kan sekalian akad nikah makanya sekalian mantu, atau resepsi di rumah kami" ucap Aliza menyampaikan apa yang dibahas dengan kakak kakaknya tadi
" Beneran cukup, nanti kurang lho sayang, kalau kurang bilang aja, nanti aku kirim, apa kalau mau di buat seperti itu catringnya dari resto kami aja, gimana? takutnya gak cukup" ucap Al khawatir tentang pendanaan
" Pak.. Itu udah lebih dari cukup, jadi tenang aja gak usah takut kurang, tapi ya seadanya, karena ini di desa dan sederhana" jawab Aliza sekaligus menyampaikan maksudnya tidak semewah di kota
" Santai aja sayang... Udah gak usah di pikir, sekarang kamu istirahat, bobok, " ucap Al menenangkan Aliza
Hingga akhirnya mereka saling mengkhiri telfonnya dan tak lupa mengucap salam
Dan Aliza tadi juga tanya sekitar berapa orang yang ikut mengantarnya nanti,
" Iya sayang.... Bapak Ibuk" sindir El dan membuat Al senyam senyum
" Dadakan Lho Bang, Abah umi gak di rumah gimana ini?" ucap El udah heboh sendiri
" Abah Umi ya nanti pulang tinggal berangkat gitu aja kok repot" jawab Zula santai
" Kalau masalah seserahan pasrah ke butik aja, beres kan, di sana juga sekarang ada produk kosmetik baru lho, karya gue" ucap Zula ternyata bikin brand baru juga
Sebenarnya sudah lama, bahkan saat dia masih sekolah di Swiss, dan sudah di rancang lama, hingga akhirnya bertemu dengan kolega kosmetik yang mau di ajak kerja sama dan jadi brand kometik baru
" Iya dan lainnya? "
" Ada banyak orang bang, gak usah bingung, tuh santri ribuan, yang bisa babtu untuk belanja, ada Tante Ismi om Irfan kan juga bisa di mintai tolong" jawab Zula terlalu santai
Al sempet memikirkan hal itu juga, dan sempet bingung mau mulai dari mana
" Ya udah loe libur kan mulai nanti pagi, bantu gue untuk cari seserahan," ucap Al menanggapi ke santaian Zula
" Siap, yang penting loe bilang sama Abah Umi, siapa aja yang mau di undang untuk ikut nganter loe, " jawab Zula justru pemikirannya lebih jauh
" Gue juga bantu La, kan gue baru dapat cincin doang untuk lamaran" jawab El dan di acungi jempol oleh Zula
__________
3 Hari berlalu, saudara Zain dan Jihan semua justru sudah kumpul semuanya di Ndalem Al Musthofa,
Persiapan sudah di siapkan semuanya, lantai 2 dan tiga yang cuman berpenghuni 5 orang kini kembali penuh terisi dengan para saudara yang menginap,
Awalnya cuman Zain dan Jihan serta krabat terdekat, kini justru semua berkumpul dan datang semuanya, karena mendengar kabar kalau dari keluarga Aliza mau mengadakan resepsi sekalian jadi semua di kabari untuk ikut menyaksikan ijab qobul Al
Untuk resepsi Al, mungkin nanti sebulan setelah Jihan melahirkan
Dan yang tau hanya dari pihak keluarga saja, bahkan dari pihak BNT, Mauoun yayasan kampus Al sama sekali tidak ada yang tau,
Kini semuanya sedang berkumpul di ruang tengah lantai 2 yang sangat lebar
" Kenapa dadakan seperti ini toh Al kalau mau nikah, pakde ini udah sepuh, mau ke sini itu perlu kekuatan mental dan batin, kalau dadakan seperti ini jantung pakde hampir mau copot di perjalanan" ucap Baha' yang memang kondisinya sudah lemah sedari dulu, tapi kalau gak datang namanya keponakan, yang membantunya setiap membutuhkan
" Gak apa apa pakde, kalau copot nanti di sambung sama El, spwsialis jantung" jawab Al ngasal dan membuat Yang lain geleng kepala
" Kami baru pulang mas, dari Turky, semalam, karena kamis besok kami juga harus berangkat lahi ke German, untuk lamaran El, lha Al gak mau di langkahi makanya gerak cepat dia, minta langsung nikah" jawab Zain menjelaskan
" Ngapain ke Turky? Bukannya bisnis udah di pegang sama Ula, dan Al, loe kan kemaren bilang udah lepas tangan" jawab Baha' lagi
" Nganterin Umi yang ngidam, mau makan kebab dan kopi Turky langsung di Tukry Pakde" saut Zula yang tak jauh dari mereka
" Weleleh Han Jihan,... Mewah banget ngidammu" ucap Baha' langsung memandang Jihan
" Gak apa mas, kapan lagi, kemaren ngidam di empet sendirian, sekarang sekalian ngadih ganjaran" jawab Jihan santai langsung membuat tawa Baha' meledak sambil meledek Zain yang ada di sebelahnya
Di tengah obrolan mereka dan kesibukan mereka yang sedang membantu menyiapkan semuanya, tentang apa aja yang mereka bawa kerumah Aliza, tiba tiba ada orang butik datang menghampiri mereka
" Assalamualaikum mbak Zula" ucap petugas tersebut menghampiri Zula
" Waalaikumsalam... Gimana beres?" tanya Zula yang berdiri menghampiri orang tersebut
Beberapa orang tersebut mengangguk dan menurunkan beberapa kardus yang berisi baju couple untuk acara besok, bahkan Zula juga memberikannya pada keluarga Aliza juga, banyak pekerja di bagian konfeksinya maka dalam waktu 3 hari cukup untuk menjadikan semuanya masalah ukuran, Zula sudah hafal karena baru beberapa waktu lalu kirim ke rumah saudara saudaranya
Bahkan di luar pengetahuan Al, Zula juga memberikan uang tambahan untuk keluarga Aliza karena perintah dari abahnya, karena menurut sultan Al -Musthofa uanh segitu sangat sedikit.. Sultan mah bebas