
Di hari berikutnya hati di mana akan adanya lamaran El dan Heny,
Semua sudah tersedia mulai dari seserahan dan juga pengikutnya,
Baby Alwi anak Al juga ikut, secara Aliza juga gak mau ketinggalan moment untuk omnya Alwi itu
Awalnya katanya pantang, dan kata orang tua terdahulu tidak boleh, kalau boleh 40 hari,
Tapi Pengallaman dari Jihan dulu yang bawa El ke Jakarta di usia 2 minggu dan tidak terjadi apa apa, jadi gak masalah untuk baby Alwi yang usianya sudah 3 minggu , itu juga masih di kota dan daerah yang sama
" Baby.... Mau ikutan ini, gak mau kalah" ucap Zula saat berkumpul di ruang keluarga dengan para ayah dan bundanya
Kali ini gak banyak yang ikut cuman Zain Jihan dan juga anak anaknya, beberapa sepupu Zain dan juga keluarga Alif atau Charir
Zula hendak mengambil baby Alwi tapi baby Bibi udah teriak duluan
" Laaaa laaa Nooo" Ucap baby Bibi melarang yang mana dia berada di gendongan Atifa
" Kenapa Nak?" tanya Atifa pada baby Bibi
" Cemburu itu Bik" jawab Zula sambil menggendong bayi 3 minggu itu
" Ya Allah... Kayak Abahnya, cemburuan " Celetuk Toha dan Zain langsung menoleh
" Bukannya gitu Om, tanda sayang dan takut di ambil orang" jawab Zain gak mau kalah
" Ngeles" jawab Charir dan mereka tertawa
Tak lama Jihan keluar karena baru selesai bersiap siap, dia paling akhir karena tadi ikut ngecek dulu seserahan yang bakal El bawa, ya untuk calon mantunya Jihan juga gak mau sia sia, dulu pas Al menikah juga begitu
Jihan membawa gendongan bayi, dan mendekat pada Zula yang menggendong baby Alwi
Baby Bibi yang melihatnya mengira Jihan gendak menggendongnya tapi malah mendekat pada kakak perempuannya
" Aduh aduh... Mau ikut lamaran om El adek Uti, " Ucap Jihan yang sudah merubah panggilannya jadi Uti aja katanya kalau mbah Umi, repot kepanjangan
" No... Mi... No" teriak baby Bibi pada Jihan
" Cemburu mbak" saut Atifa yang menggendongnya
" Alah kalau Bibi semua di cemburui, orang Ummanya Alwi aja di cemburi apa lagi Aku" jawab Jihan masih menggendong baby Bibi
" Mi no.... No..." Ucap Baby Bibi lagi
" Sini yuk, sama kakak , tukeran ya" Ucap Aliza yang merasa kasian sama baby Bibi
" Jangan dulu kak, jangan untuk gendong gendong dulu" ucap Atifa melarang
" Biar sehat dulu, baru 3 minggu kan, besok aja" tambah Atifa dan Aliza menurut
" Sini sama Abang aja, Al ganteng kan? Cowok sama cowok okey" Ucap Al dan Baby Bibi mengangguk lalu berkata
" Okey" kata baby Bibi dan Atifan makin ngakak
" Hih... Kamu ini ngegemesin banget sih, " Ucap Atifa mencubit pipi baby Bibi
Jihan kini menggendong baby Bibi, dan mulai turun ke bawah karena sebagian sudah pada di bawah, begitu juga dengan Irfan dan Ismi serta Ryan juga ada di sana
" Ya Allah udah sampai, udah dari tadi say?" tanya Jihan sambil cipika cipiki pada Ismi
" Baru saja, sekitar 10 menit yang lalu" jawab Ismi membalas salam dan cipika cipiki
" Ya Allah say... Sudah bercucu" ucap Ismi melihat cucu Jihan
" Anak sama Cucu seumuran Say" jawab Jihan mengeluh
" Gak apa apa lah, balapan sama anaknya " Ledek Ismi dan Jihan tertawa
" Besok tambah lagi ya buk, El habis itu Zula" saut Irfan yang mendekat padanya
" Tuh... Bujang jomblo juga" Jawab Irfan sambil melirik pada Ryan yang sedang ngobrol dengan Zain
" Lho ikut juga,?" tanya Zula kaget dengan jeberadaan Ryan di sana
" Nanti cek cok terus" jawab Zula sambil berjalan mendekat pada Ryan
" Kan udah akur La" saut Irfan dan Zula melambaikan tangannya
Zula merasa punya teman jomblo saat ini, dan gak jadi galau jadi jomblo karena rekan kerja sekaligus rekan jomblonya di sana juga
" Pak Ryan" sapa Zula ramah karena mereka memang bersahabat sekarang
" Weh.. Buk Zula" Jawab Ryan memanggil Zula dengan Buk
Ya karena memang sebenarnya panggilan di kantor dan di pekerjaan seperti itu cuman lihat wajah Zula saat ini langsung berubah kalau di panggil dengan kata Buk
" Ibuk ibuk..." Kesal Zula
" Haha... Sorry Ula" jawab Ryan nyengir
Zain hanya tersenyum melihat ke akraban mereka, karena memang selama Zain pasrah dengan mereka perusahaan mulai berkembang bahkan sudah snagat pesat
Di tambah Zain juga bahagia anaknya tidak terlarut dengan kesedihan dan senggaknya punya patner dan teman kerja yang luar biasa
" Udah bah.. apa masih ada lagi?" tanya El yang sudah siap sedari tadi
Zain melihat semua yang ada di sana dan mengecek mana tau ada yang belum datang
" Cie.. Yang mau cek in, gak sabar banget sepertinya" ledek Zula dan El tentu malah membanggakan diri
" Iya dong... Gas poll" jawab El santai
" Terus nikahnya kapan El?" tanya Alif menyaut
" Nanti sekaligus di bahas, kalau bisa secepatnya" jawab El santai dan malah gak sabar
" Tunggu gue pulang dong, ngasal cepet cepet, gue mau pergi nih, mau kerja" saut Zula yang kemungkinan dia akan keluar negri lama
" Kemana?" tanya Atifa kepo
" Dia ini anak liar mbk jangan di tanya, muter terus kayak gangsingan," jawab Al dan Atifa mengangguk,
Sebenarnya memang mau tanya tanya bahkan membahas kalau habis ini gantian Zula sebagai adeknya, cuman segera di senggol istri Alif kalau Zula belum di ketahui sebagai anak Zain dan untungnya Ryan juga gak ngeh
Kini semua sudah berada di mobil masing masing, Zain Jihan Al El Aliza dan Zula di dalam mobil yang sama, mobil Alpukat, dengan Al yang nyetir
Dan yang lain di mobil masing masing, jarak tempuh ke rumah Heny tidak jauh kemungkinan sekitar 10 sampai 20 menit saja itupun kalau macat
Di rumah Heny, jauh dari waktu Heny lamaran dengan pak Lurah, yang hanya di ketahui kedua orang tuanya saja, karena masih masa lebaran dan dadakan di tambah sederhana tanpa persiapan
Kali ini memang sangat mendadak, tapi sangat meriah dan rame, semua persiapan sudah tersedia seperti yang Zula sampaikan kemaren
Mulai dari dekorasi, baju, katring, pothografer, tenda dan bahkan baju dan perias untuk Heny dan keluarga sudah tersedia dan datang dengan sendirinya
Kalau dulu Heny menangis karena tidak suka dengan pak Lurah kalau kali ini dia terus tersenyum sumringah dan pokoknya happu banget
Semua keluarga sudah di undang karena saking bahagianya Zula dan kedua orang tuanya apa lagi besannya ini bukan orang sembarangan
Tapi di balik ini semua juga ada gunjingan dan juga nyinyiran dari para tetangga apa lagi mereka yang CS nya Ibunya Pak Lurah lambenya tambah turah
Bahkan ada yang mengira kalau Heny hamil duluan karena sudah beberapa bulan tidak pulang kerumah dan bahkan tidak ada kabar
Di tambah baru 2 hari menggagalkan langsung tunangan, dengan acara yang besar lagi pasti makin heboh sendiri dan makin rame juga beritanya
Ada yang bilang nyantet lah, nyogok lah, murahan lah, dan masih banyak lagi, tapi itu belum terdengar sampai telinga Heny dan keluarga