
Lokasi tempat resepsi El dan Heny bertepatan di halaman rumah Heny, dengan pamandangan yang sangat asri, dan aestetik,
Halaman Rumah Heny yang begitu luas, di tambah pekarang sebelah rumahnya yang makin luas, kinu di sulap menjadi tempat resepsi bak hotel berbintang
Zain dan Jihan memutuskan untuk mengadakan akad sekaligus resepsi, di tempat yang sama, artinya tidak ada ngunduh mantu lagi
Sudah capek katanya, biar jadi satu bersama besannya, dan El juga setuju toh kawan El Dan Heny juga sama
Kini El sudah duduk di hadapa pak penghulu dan juga Abah Tasim , karena Abah Tasimlah yang akab mengijabkan dirinya
Heny di tuntun Zula dan Juga Aliza untuk duduk di sebelah El, yang akan menjadi suaminya
Wajah Heny yang cantik manis, terlihat makin cuantik dengan balutan kebaya warna putih dengan singer sunda hijab, seperti tren sekarang
Semua sudah siap begitu juga dengan saksi, Tasim yang sebagai pengijab qobul mengucapkan ijabnya dengan lantang dan El juga menjawabnya dengan Mantap
" Qobiltu nikahahaa watajwijahaa bil mahril madzkur Halla" jawab El dengan lantang dan mantap
" SAH..." semua saksi menjawab
" Alhamdulillah...." ucap El sambil menitikkan air mata
Bagitu juga dengan Heny yang bertahan dan setia dengan 1 lelaki akhirnya kini sah menjadi suaminya
Doa di panjatkan dan Jihan paling gak bisa menahan tangis saat anak anaknya sudah menemukan jodohnya masing masing
El bersalaman dengan Heny yang mencium tangannya dan juga mengucapkan doa dan mengelus kepala Heny lalu mencium keningnya
Setelah ijab qobul selesai lanjut dengan nasehat pernikahan oleh Abah Tasim juga karena mereka alumni dan santri dari Abah Tasim
Dan kali ini in the geng, dari wanita cantik berempat ini kembali reunian
Tausiah Abah Tasim sudah berlanjut
" Saya ini termasuk saksi kisah cinta mereka" Ucap Tasim dalam tausiahnya
" Tapi lebih tepatnya saksi takziran atau hukuman bagi mereka" Ucap Tasim lagi yang membuat hadirin tertawa
" Dulu saat hari libur pondok pesantren, pas hari selasa ngaji libur, lha saya dapat laporan katanya mereka pergi keluar berdua, jangan di tiru ya, terkadang sikap dablek pak dokter dan bu dokter ini kumat" Ucap Tasim makin membuat yang lain tertawa
Begitu juga dengan Heny dan El yang ikut mesem dan falsbcak ke season 3, JODOH DUNIA AKHIRAT
" Lha saya panggil saya sidang di ndalem, si bu dokter nangis gak berhenti, lah si pakdokter habis kena marah sama Uminya, katanya minta di nikahkan sekalian, lha kok ra nikah nikah jadinya 8 tahun kemudian baru nikah, " Ucap Tasim karena hal itu sudah 8 tahun yang lalu
" Tapi setelah dapat hukuman mauoun takziran, si bu dokter langsung hatam bisa di semak dan ikut wisuda, mantepp enggak, barokahe takziran, soalnya kenapa, takzirane 40 hari harus 40 hataman, nglotok toh" tambah Tasim semua kembali tertawa
" sedangkan pak dokter udah ngliyir kegiatannya juga banyak, karena waktu itu beliau sebagai lurah pondok, sekaligus ketua osis dan beliau gak bisa kalau harus mwnerima takziran yang sama, jadi saya tawarkan, dan abahnya yang jawab untuk membangun 1 lantai lagi di pondok" ucap Tasim mendapat tepuk tangan dari semuanya
" Dan kata istri saya, setelah semua jadi, pacaran membawa berkah, jelas saya bantah, pacaran kok membawa berkah, takziran Mi, masih engkel engkelan, jadinya malah saya yang ribut" tambah Tasim lagi memecahkan suasana
Tamu demi tamu terus berdatangan, apa lagi dobel ya tamu keluarha Zain dan juga keluarga dari Heny
Dan di hibur oleh grub gambus dari teman El saat di Jakarta dulu, sampai sekarang masih berlanjut
Sampai akhirnya acara telah usai di jam 11 malam, sudah mulai sepi dan sudah pada pulang, masalah beres beres sudah jadi urusan IO, yabg Bertugas
Kini El sudah berada di dalam kamar bersama Heny, El sudah mandi dan Heny juga baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono dan handuk kepala
Mereka sudah sholat masing masing, kata El biar gak kelamaan, pas El mandi Heny sholat pas Heny mandi El juga sholat sunah sebelum sunah rosul
El gak mau basa basi, tadi sudah di bahas saat istirahat siang tadi masalah malam ini dia gak mau nunda lagi
" Langsung gas poll,?" tanya Heny sudah gak malu kalau sama El
" Siapa takut?" jawab El langsung mendekat
" Kayak tau caranya aja" ledek Heny yang masih mengeringkan rambutnya
" Tau dong.... Enak aja, sebulan puasa kemaren, ngajar fathul izar sayang, apal ini, sudah ngangguk ngangguk" jawab El mandekat pada Heny
" Apaan bahasanya ngangguk ngangguk" tawa Heny saat El di dekatnya
Berbeda pada pengantin baru umumnya kedua dokter ini seolah sudah faham, secara saat mereka masih belajar tentu ada pelajaran sistem reproduksi, dan sudah sangat faham,
Apa lagi bagi Heny yang sering kali membantu ibu hamil maupun melahirkan, bahkan ada pasien yang ingin program hamil bahkan ada pasien cowok yang loyo
" Lama banget" Ucap El menunggu Heny
" Bentar sayang, sabar ya... Belum kering nih rambutnya, nanti basah bantalnya" Ucap Heny yang faham kalau suaminya sudah gak sabar
Ya sedari tadi yang di bahas itu itu aja, belah duren di malam pertama, apa lagi ini malam jum'at
Kata El sudah capek biar capek sekalian sampai subuh baru bobok lagi
Setelah selesai El yang tidak sabar baru saja Heny mencabut colokan hair dreyer langsung Heny di gendong ke atas tempat tidurnya
El yang hanya menggunakan sarung saja cukup mudah saat melepas nanti
Kini posisi El sudah berada di atas, tali kimono sudah di tarik dan di bukak,
" Wow... Masyaallah" Ucap El saat melihat mulus dan putihnya Heny
" Surgaku" Ucap El lagi dan Heny tersenyum manis
" Allahumma jannibnas syaitona... Ila akhirihi " Doa mereka ucapkan bersama
El mulai menjelajah dari bawah dengan skil yang cukup dia rangkai sebelumnya, jangan tanyakan gimana ekspresi Heny yang sudah pasrah dan menahan suaranya
Mereka sama sama menjadi toples saat ini, dan El menjelajah semuanya tanpa terlewatkan satupun
Bahkan El membolak balikkan Heny dan tahu hingga ditail
Dengan sentuhan saja, di luar sudah membuat keduanya merinding dan Heny yang terus menggenggam lengan kekar El sampai kencang dan akhirnya berteriak
karena sudah sampai puncak, El tersenyum dan mengecup Heny dengan lembut
" Sayang nanti di tahan ya, ini akan sedikit sakit" Ucap El dan Heny mengangguk
" Bismillahirrohmanirrohim... Niat mencetak umat rosulullah yang sholeh sholehah" Ucap El sebelum tancap gas
Heny mulai menggigit bibir bawahnya dan menahan sakit di saat El mulai menjebol gawangnya
Cukup lama dan butuh perjuangan, sampe El ngejan ngejan juga dan akhirnya masuk dan
" Gooll....."
El dan Heny melanjutkan aktifitasnya sampai El juga lepas dan terbaring
Gak mau cuman 1 kali saja ternyata hal itu membuat El ketagihan, dan sudah menyiapkan jamu kuat untuk malam pertama mereka
Hingga akhirnya kembali lagi berulang ulang, walau Heny bilang sakit tapi dia juga pengen, dan sampai akhirnya rasa sakit itu hilang dengan begitu cepat karena terbiasa
" Allahumma sholli wasallim ala sayyidina muhammad" Suara sholawat sebelum adzan di kumandangkan bertepatan dengan ronde terakhir mereka yang membuat mereka sama sama Lecet nikmat