
Sesudah sebulan lebih Zula dan Ryan menikah, dan sudah sekitar 2 minggu Zula tinggal bersama Ryan di rumah mereka
Seperti biasa, setiap hari Jum'at mereka pulang kerumah Zain dan Jihan, karena wajib dan gak boleh tidak
Di kantor hari ini Zula rasanya berat banget tidak seperti biasanya,
Entah mengapa lemes banget rasanya, dan seperti biasa, terkadang mereka satu ruangan dan terkadang di ruangan masing masing
Masih belum di pindah sih, awalnya mau di pindah di jadikan satu toh mereka suami istri
Cuman terkadang Ryan yang gak terkontrol menurut Zula cukup mengganggu kerjaannya jadi Zula memilih tetap di tempat dan kalau Ryan kangen biar datang
Hari ini cukup lesu sekali Zula, kerja aja kurang semangat, lemes pengen rebahan aja, dan males malesan
Bahkan dia kerja saja sambil meletakkan kepalanya di meja kerjanya sambil ngetik apa yang perlu di kerjakan
" Assalamualaikum..." ucap Ryan saat masuk keruangan
Biasa, hampir setiap jam Ryan selalu muncul dan melihat Zula, walau hanya kasih satu kecupan dan senggolan ke tempat yang paling istimewa
" Waalaikumsalam.." jawab Zula lemes dan masih enggan mengangkat kepalanya
Sontak Ryan kaget dong, secara gak biasanya istrinya seperti itu, apa lagi soal kerjaan, ambisinya luar biasa seperti Uminya harus sat set tepat waktu
" Sayang... Kok lemes gitu, kenapa?" Panik Ryan mendekat pada Zula
" Gek tau nih, hawanya pengen rebahan aja bang, " jawab Zula mengangkat kepalanya dan bersandar ke sandaran kursinya
" Ya udah istirahat aja, " jawab Ryan makin panik
" Pulang aja ya" tambahnya khawatir
" Dan apa yang di rasakan, apa ke dokter aja sekalian, kerumah sakit biar di priksa sama bang El apa kak Heny" ucapnya lagi derendet gak berhenti
" Gak gitu juga kali bang, mungkin adek lemes karena laper, apa mau datang bulan ya, udah lama nih" jawab Zula terakhir datang bulan pas sebelum menikah
Sore suci pagi ijab qobul dan malamnya belah duren
" Adek kapan datang bulan? Kayaknya Abang belum pernah tau" tanya Ryan pada Zula
" Sebelum nikah, ya belum lah, makanya ini pegel pegel banget rasanya bang, mau datang bulan paling" jawab Zula dan Ryan berjongkok di hadapannya
" Biasanya tanggal berapa? Rutin kan?" tanya Ryan lagi
" Hehe gak tau ngitung gak tau lihat tanggalnya, apa lagi nandai tanggal berapa, ya paling untuk nandai berapa minggu doang, dan ngitung hari bukan tanggal" jawab Zula gak ngitung ngitung dan males katanya
" Tapi rutin tiap bulan sayang?" tanya Ryan lagi
" Kayaknya sih, kadang sebulan lebih, kalau lama gak datang bulan pegel pegel seperti ini bang, pas datang bulan sakit banget, ini lemes dan pegel semua, adek pengen rebahan, capek" jawab Zula panjang dan Ryan langsung berdiri
" Ya udah rebahan ya, istirahat, pindah ke sofa ya" jawab Ryan memanjakan istrinya
" Apa sekalian pulang aja?" tanya Ryan dan Zula makin ada rasa gak nyaman saat di tuntun Ryan
Entah kenapa tiba tiba seperti itu padahal biasanya nempel terus kayak prangko
" Enggak lah, udah adek rebahan aja, tapi belum siap kerjaannya" tolak Zula masih sibuk mikirin kerjaan
" Biar abang selesaikan, adek istirahat aja, mainan hp mau? Dimana Abang ambilkan" jawab Ryan tau kalau istrinya seleb dan tak ketinggalan ponselnya
Dan Ryan gak melarang itu, justru malah ketularan ya iya, dan ikut terkenal gara gara jadi suaminya Zula.
Apa lagi parasnya yang begitu tampan putih senyumannya yang mehipnotis para kaum hawa, membuat para followers Zula juga manjadi Followers Ryan juga
Dan makin banyak pengikut bahkan idola mereka ,pasangan yang begitu romantis dan serasi
Di tambah terumbarnya Zula sebagai anak Zain dan Jihan, makin mebuat Zula makin terkenal lagi
" Di dalam tas" jawab Zula sambil menunjuk tasnya
" Minum dulu baru istirahat" Ucap Ryan dan Zula bangkit
" Anyep, kurang seger" jawab Zula setelah minum
" Mau minum es, atau apa?" tawar Ryan pada Zula
" Enggak lah, Abang lanjuton aja kerjaan Adek, adek kalau mau nanti biar ngubingi CS aja, " jawab Zula gak mau mengganggu kerjaan Ryan
Ryan tersenyum lalu membenahkan bantal Zula dan pindah mengambil lapot Zula dan mulai kerja di meja sofa saja biar bisa dekat dengan istrinya
Ryan mulai kerja, dan Zula memainkan ponselnya, sambil mensecrol dan menonton video drama Korea kesukaannya
Sesekali Ryan memberi kecupan lembut pada Zula di sela sela kerjanya
_________
Di rumah sakit El dan Heny sedang cek up setiap 2 bulan sekali, tentang program kehamilannya
Dan hari ini jadwal mereka cek kembali apakah ada perubahan dari masalahnya
Pasalnya Heny ada gangguan hormon yang mengganggu proses terjadinya pembuahan
Kalau El aman dan normal saja, cuman yang Heny agak bermasalah
Di tahun pertama pernikahan mereka santai aja, dan gak program sama sekali
Karena di fikir agak santai lanjut pacaran lagi dan sediksihnya, serta fokus dalam kelanjutan Heny selesai wisuda, ada beberapa pelatihan juga gak langsung kerja walau di rumah sakir milik suaminya sendiri
Karena paket kuliah yang Heny anbil berbeda dengan El dan Jihan yang langsung bisa praktek bekerja,
Dan di tahun selanjutnya mereka yang sudah setahun menunggu mulai cek cek, dan ada gangguan hormont pada Heny
Heny mulai ber ikhtiar untuk bisa menormalkan Hormonnya, dan meningkatkan kualitas pembuahannya
Tapi hingga setahun lebih mereka program belum ada hasilnya
Bahkan datang bulan Heny belum bisa normal setiap bulannya, bahkan kalau lama gak datang bulan, Heny selu tes peack terus, sampai entah habis berapa tes peck yang dia gunakan
Jihan dan Zain juga selalu menyemangati Heny dan El, meminta agar El tetap sabar dan ber ikhtiar untuk menanti kedatangan si buah hati
Dan ini adalah hal yang El takuti di setiap cek kandungan, Heny biasanya selalu bersedih dan menangis kalau belum juga ada tanda tanda kehamilan
Dan Benar seperti saat ini, Heny dan El memilih untuk terus saling menatap saat dokter specialis kandungannya mengecek Heny dengan menggunakan alat USG
Mereka berdua takut dan truma, apa bila nelihat langsung ke layar monitor USG mereka bisa tau langsung kalau memang belum ada janin dalam kandungan Heny
" Semangat dan tetap berfikir positif" Ucap El memberi semangat Heny
Setelah selesai dan Heny sudah di bereskan dan di lap kembali perutnya El menghadap pada dokter tersebut, dan Heny juga menyusulnya
Tanpa penjelasan panjang lebar, dengan mepihat hasil USG El sudah bisa membaca, begitu juga dengan Heny yang langsung keluar air mata
" Tetap semangat berikhtiar ya dokter" Ucap Dokter mereka
El bisa mengecek sendiri, cuman dia harus memberi semangat istrinya untuk tetap ber ikhtiar
Mereka gak jawab apa apa, dan El langsung pamit undur diri karena gak bisa lama lama kalau kondisi Heny kenbali menangis bersedih
El membawa Heny keruangannya langsung untuk menenangkan Heny
" Kenapa sesulit ini sih bang" Ucap Heny pada El dengan tangisan yang kembali pecah
" Hay... Sayang.. Gak boleh ngomong gitu, itu artinya kita harus berikhtiar lagi, semangat dan berjuang untuk garis dua" jawab El selalu menenangkan Heny
Saking kesalnya Heny, langsung menyobek kertas atau foto USGnya tadi, seperti yang sering dia lakukan pada Alat tes kehamilan yang selaly garis satu dan saking kesalnya langsung di banting dan di lempar setelah hasilnya keluar