
Rombongan keluarga dari El sudah memasuki parkiran yang sudah di sediakan di sebelah rumah Heny
Baby Alwi masih tertidur di pangkuan Jihan, begitu juga dengan baby Bibi yang seolah ngambek dan gak mau ikut Uminya
" Sama kakak mau?" tanya Zula dan Bibi masih tetap gak mau
" Ya udah sama Abang aja ya" Ucap Al dan baby Bibi mengangguk
" Ayo baby Alwi sama Umma aja, Utinya biar gandeng Om El" Ucap Aliza karena El pasti di gandeng sama Zain dan Jihan
" Kak Nooo" teriak baby Bibi lagi
" Idih... Dia lho Ummanya, elo siapa?" saut Zula pada Bibi
" Lala.. Akal" Jawabnya menyentak dan Zula serta yang lain tertawa
" Maaf baby... Tapi kakak sayang kok" Ucap Zula merayu baby Bibi tapi sama sekali gak mau
Dan akhirnya Al gendong Bibi dan Aliza gendong Alwi, Zula? Bawa cincin tunangannya
Mereka berjalan di barisan depan, dengan El yang di dampingi Abah Uminya
Dan di sambut oleh keluarga besar Heny dengan begitu ramah tamah
Di saat yang membahagiakan seperti ini justru membuat pak Lurah galau super karena gagal nikah, apa lagi ibunya lurah makin ngromet nyevar gosip yang enggak enggak
Acara demi acara sudah berlangsung dan berjalan dengan lancar bahkan penyampaian dan juga penentuan tanggalnya juga sudah di tentukan
Zula duduk sendirian bersama dengan Bibi, karena Abah Zain dan Umi Jihan sedang ramah ramah dengan calon besan, dan Al menemani Aliza yang memberi ASI pada Baby Alwi
Ryan yang sama sama sendiripun melihat itu langsung mendekat
Ya sebenarnya rasanya nyaman saat bersama Zula sudah Ryan rasakan, apa lagi perubahan pada diri Zula yang cukup membuat dia terkagum juga
Tapi Ryan tau Zula belum sepenuhnya melupakan Maulana, masih sering murung dan juga menangis kalau teringat
" Baby..." Sapa Maulana pada Baby Bibi
" Ya.." Jawab Baby Bibi Ramah
" Ramah banget sih..." Ucap Ryan mengelus pipi baby Bibi
" Sini sama Abang" Ucap Ryan dan baby Bibi mengangguk
Jadi baby Bibi kini di pangku sama Ryan
" Pak Ryan..." Ucap Zula dan Ryan menoleh
" Habis ini gantian pak Ryan nih... " ucap Zula santai
" Gue ngapain La?" jawab Ryan santai dan mengalihkan
" Lamaran dong, tunangan, ngapain lagi?" jawab Zula santai
" Ya gak apa apa, kalau loe mau kerja dan berangkat ke LN sendiri" jawab Ryan makin santai
" Ya gak dong...." jawab Zula lagi
" Lha kok tunangan,? Nanti kalau gue udah punya tuangan loe jomblo sendirian lho La" jawab Ryan bercanda
" Ya gak apa apa lah, loe bahagia gue juga bahagia pak" jawab Zula perhatian
Ryan hanya mesem, dan entah mengapa Zula ngomong seperti itu dia justru sakit hati, apa ini yang di namakan cinta dan kenyamanan
" Nanti kalau jadi perkara gimana,?" ucap Ryan
" La.. Gue kalau udah punya tunangan sama istri, repot kalau gue harus perhi sama Elo mulu, nanti jadi masalah sama bini gue, " jawab Ryan masih ngeles
" Ya di ajak sekalian lah istrinya kalau takut cemburu, emang gue apaan gue bukan tipe pelakor ya" jawab Zula lagi malah mengira yang gak gak
" Ya bukan gitu juga sih, tapi nanti loe cuman jadi obat nyamuk" jawab Ryan malah meledek
" Asem.... Tapi iya juga sih, tau lah.. Lupakan yang itu, " jawab Zula dan Ryan tertawa
" Pak Ryan umurnya berapa?" tanya Zula
" Berapa ya La, gue malu sendiri sama umur gue La, udah terlalu tua" jawab Ryan sambil nyengir
" Yang bener aja, sama Bang El? Tuaan mana?" tanya Zula kepo
" Gue sama elo tuh selisih 9 tahun, loe 21, gue udah 30 nih, udah kepala 3 gak ada yang mau sama gue" jawab Ryan dan Zula malah tertawa
" Sabar ya pak, kita sama sama jomblo, mudah mudahan secepatnya di temukan dengan pasangan yang tepat untuk kita" jawab Zula dan di aminkan oleh Ryan
Kini sebelum pulang semua anggota keluarga berfoto foto dulu dengan kedua calon mempelai,
Ya Awalnya sudah tapi pas moment moment tertentu saja, saat Jihan menyematkan cincin pada Jari Heny, begitu juga saat Bunda Heny menyematkan cincin pada Jadi El yang mana mereka resmi menjadi tunangan
Dan sekaligus acara akad nikah dan resepsi akan di lakukan sebulan lagi ya kemungkinan 1 minggu setekah Zula pulang dari kerja
Kini Zula pulang bareng Ryan karena masih banyak yang di rancang juga masalah besok yang mau verangkat ke Turki, dan ini yang sangat membuat Ryan deg degan banget
Sebelumnya Zula sudah sering drop kalau berjumpa dengan Maulana, dan Abinya Maulana, awalnya sih nampak kuat tapi setelah keluar ruangan dia langsung drop
Bahkan pernah sebelum meeting di mulai Zula sudah sangat drop duluan, dan akhirnya Ryan sendiri yang maju mewakili
Ryan tidak keberatan kalau dia pergi sendiri, tapi justru dia khawatir dengan kondisi Zula yang terus terusan seperti ini
" La... Gue tanya lagi sama Elo" Ucap Ryan pada Zula yang di sebelahnya dengan memangku baby Bibi
Ya baby Bibi ikut pada Zula saat ini, biar ada kawan gitu, walau hanya alasan orang biasanya juga pergi dan kerja berdua
Cuman hari ini Baby Bibi lagi gak mau lepas dari Zula, apa lagi kenal Ryan dan malah makin dekat sama Ryan
" Soal pertemua besok di Turki?" tanya Zula balokndan Ryan menganguk
" Gue sebenarnya agak deg degan sih pak, tapi ini tanggung jawab, masak gue harus gini mulu, masak gue harus ngedrop mulu, " Jawab Zula yang sama sama masih ragu juga
" Iya tapi kalau terus terusan seperti ini yang ada loe maki drop, " jawab Ryan lagi
" Lha terus gimana? Masak gue rigsain dari kerjaan,? Orang Loe aja gak mau kalau gue di gantiin orang lain" jawab Zula lagi
Karena sebelumnya Zula sudah mau menyerah dan minta pindah posisi, agar tidak keluar masuk luar negri dan gak ketemu sama Maulana juga
Pasalnya kalau sudah di luar negri pasti ketemuanya Maulana, yang mewakili perusahaan Abinya
Ya mungkin Maulana sudah bisa move on, dan melupakan siapa Zula, itu menurut Zula
Tapi Sebenarnya Maulana hanya sudah pasrah dan menerima kenyataan kalau Zula memang gak bisa memaafkannya, dan dia terlalu bersalah bahkan salah besar pada Zula walauoun dirinya jadi korban
Jadi saat ketemu Maulana seolah tidak melihat Zula bahkan tidak menyapanya walaupun hati kecilnya memberontak ingin menemui dan terus berkata maaf sampai Zula memaafkannya
Tapi dia sadar kalau Zula nanti justru makin benci dan makin sedih kalau di dekati lagi, jadi Maulana memilih untuk tetap profesional dalam kerjanya dan mulai menahan dan berusaha mengesampingjan Zula
" Gue gak bisa kerja dengan yang lain La, walaupun loe galak emosian tapi elo sangat konsisten, gue sudah nyaman kerja sama Elo, gue males adaptasi lagi" jawab Ryan lagi dan selalu itu jawabannya
" Jadi gimana? Masak gue gak ikut, elo kerja sendiri pak, gue gak mau lepas tanggung jawab, udah lah gue coba besok" jawab Zula sudah pasrah
" Kalau loe lemah gue cabut kontrak kerjasamanya" ucap Ryan yang sebenarnya kalau seperti itu dia harus siap tanggung pinaltinya