Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kena Prank


Al El dan Aliza juga ikut menghampiri ke kamar Zula, dan pengen tau Zula sedang Apa,


Dan betapa kagetnya mereka saat melihat Zula sudah tertidur lelap di tempat tidurnya dengan masih menggunakan baju kerjanya


" Masyaallah.... " Ucap El dan Al kompak dan bareng dengan ponsel Al yang berdering panggilan vodeo dari Maulana


Al kemudian menggeser tombol hijaunya dan memperlihatkan wajah Zula yang masih terlelap di atas kasur


" Udah pulang Bang, jumpa di mana?" tanya Maulana Ikut lega


" Jumpa Apaan, Kita semua kena Prank dia" jawab El ikut kesal


Zain mendekat pada Zula, begitu juga dengan Jihan, yang mengelus kepala Zula karena melihat Zula yang belum ganti baju sama sekali, mungkin karena kecapean sampai tertidur


" Bukan kena Prank, Abahmu aja yang panikan, gak di lihat dulu di mana anaknya" jawab Jihan sembari membatingkan Baby Bibi di sebelah Zula


" Biasanya juga gak gitu, pulang kerja langsung menghampiri adeknya, ini sama sekali enggak, dan malah langsung ke kamar" jawab Zain yang gak tau apa apa


" Capek Bah... Capek... Nih anak pasti kecapean seharian, kalau gak capek gak mungkin sampe ketiduran begini" jawab El yang gak tega melihat Zula sampe segitunya


" Masyaallah..." ucap Zain sambil mengelus kepala Zula


" Gantiin baju Mi" ucap Zain lagi karena kasian melihat Zula yang tidur dengan baju kerja


" Ya udah... Sana pada Istirahat semua, udah malam," ucap Jihan ya kasian melihat anak dan menantunya yang di kerjain oleh Abahnya


" Di kerjain kalian sama Abah" ucap Jihan sambil duduk di sebelah Zula


" Udah Al sana Istrinya ajak ke kamar, belum tidur sama sekali kak Liza Al" tanbah Jihan lagi yang kasian melihat Aliza yang sama sekali belum istirahat


Dan akhirnya semuanya pada keluar dan meninggalkan kamar Zula yang masih terlelap


Jihan menuju ruangan baju Zula dan mengambil baju tidur milik Zula yang tertata rapi di dalam lemarinya


Zain masih menatap Zula dan mengelus kepala Zula dengan lembut, sampai tidak sadar Jihan yang terus menatapnya saat selesai bawa baju Ganti untuk Zula


" Sayang sama Anaknya?" tanya Jihan yang duduk di sebelah Zain


Zain menoleh sebentar dan kemudian kembali menatap Zula dengan tatapan penuh kasih sayang


" Maafkan Abah ya Nak, kamu kecapekan gara gara gantiin posisi Abah, dari kecil gak pernah dapat perhatian, giliran udah besar harus bantuin Abah" ucap Zain sambil terus mengelus kepala Zula


Jihan tersenyum melihat Zain yang terlihat penyesalan yang mendalam, dan begitu berharganya Zula baginya, apa lagi anak perempuan satu satunya, hingga gak mau mengganggu keromantisan keduanya


" Bah.... Umi gantiin dulu anaknya, udah setengah jam Umi menunggu, Abah gak pindah pindah" ucap Jihan pada Zain yang terus mengelus kepala Zula


" Oh ya sini Mi" jawab Zain minggir dan ikut membantu menggantikan baju Zula


Zula sama sekali gak kebagun dan bahkan gerakan Jihan dan Zain tidak membuatnya terganggu dan masih nyenyak banget tidurnyav


Dan Zain sampai membenarkan posisi tidur Zula dan tak lupa menyelimuti juga


" Tidur sini aja lah Mi, Abah masih gak siap ninggalin Zula, nanti tau tau kembali hilang Abah yang bingung" ucap Zain setelah selesai memebarkan posisi Zula


" Ya udah.. Abah tidur sofa ya, Umi juga males kalau harus turun ke bawah, " jawab Jihan lagi


" Sekalian lah, orang Muat juga," jawab Zain ogah kalau tidur di shofa, secara kasur Zula juga masih muat untuk berepat, karena queen size yang cukup untuk rame reme


Jihan gak menjawab dan benar Zain tidur di sebelah Zula dengan memeluk putri kesayangannya


Sampai suara ngaji menjelang subuh di masjid membangunkan Zula karena laper


" Lho kok tumben pada tidur di sini" batin Zula menggerakkan tubuhnya


Dan Baby Bibi juga sudah bangun, cuman Jihan dan Zain belum kebangun karena tidur jam 2 malam


" Baby..... Aduh bobok kawani kakak ya? Kok tumben nih, ada apa ya" ucap Zula sembari memegang tangan mungil baby Bibi


" Apa Abang kambuh lagi ya semalam, makanya pada mendekat di sini" Ucap Zula masih belum sadar


" Lho Baju gue, kok udah ganti, masak di gantiin Umi" batinnya lagi tapi masih tetap bodo amat gak mau pikir panjang


Dan lanjut mengajak ngobrol baby Bibi yang sudah belajar ngoceh di pagi hari


" Baby.... Udah bangun mau ngapain? Mau ikut jamaah? Mau adzan subuh sama kang santri? Mau ikut setoran? Iya...?" ucap Zula dan di jawab dengan baby Bibi dengan suarah ocehan babynya


Di kamar sebelah, Al di waktu waktu menjelang subuh adalah waktu ter ter menurutnya


Selain hawa dingin menyelimuti, rasa getaran pada tubuh bagian tengahnya cukup membuatnya mendekap Aliza kuat, dan tangannya memainkan kedua buah pepaya milik Aliza dan menambah kehangatan baginya


Sedangkan di kamar El, semalaman El sama sekali tidak bisa tidur karena bayangan sakit hati kembali dia rasakan, apa lagi dari Ailza yang saat ini sudah resmi menjadi mantan terindah bagi dirinya


Rasa galau kembali menyelimuti hatinya, El cukup tangisan semalaman, dan meratapi hati dan hidupnya kedepannya


El bangkit dan ingin menemui Zula, yang sedari kemaren dia sama sekali belum mengajaknya ngobrol


Tok tok tok....


" Laa..... Ula..." ucap El sembari mengetuk pintu kamar Zula


Zula yang sedang mengajak ngobrol baby Bibi menoleh dan bangkit serta berjalan menghampiri Pintu kamarnya


Dan tak lupa dia menggendong baby Bibi sekalian, karena kasian melek sendirian


Ceklek.....


Zula membuka pintunya dan terlihatlah EL yang ada di depan pintunya


" Bang.... Udah bangun?" tanya Zula dan menutup kembali pintu kamarnya


" Gue gak bisa tidur semalaman" jawab El dan Zula menggendong baby Bibi dan duduk di shofa ruang tengah depan kamar mereka


El mengikutinya dan duduk di sebelah Zula yang masih mangku baby Bibi


El masih enggan membahas prank Zula semalam, dia cuman butuh teman ngobrol sharing tentang perasaannya yang gundah gulana saat ini


" Masih kepikiran?" tanya Zula lagi


" Mau gak di pikir juga kebayang terus, gimana dong?" jawab El sambil menjambak rambutnya karena frustasi


" Gimana dong Bi... Tuh Abang.... Galaunya gak ilang ilang" ucap Zula pada baby Bibi


Zula serba salah juga sebenarnya, gimana tidak, dia gak tau harus kasih solusi apa kalau sedang parah parahnya seperti ini


" Loe Buka hati aja lagi, untuk cewek yang bisa menerima elo apa adanya, " jawab Zula memberi solusi


" Kalau mereka udah tau gue, gak ada yang menerima gue apa adanya, tapi ada apanya" jawab El yang tau cewek sekarang seperti apa


" Kak Heny.... Loe gak mau balik sama dia lagi?" jawab Zula menyaut cepat