
Jihan dan EL tentu mendengar dong pesan suara yang begitu keras dari Ryan, yang terlihat sangat esmosi di buat Menunggu Zula
" Kenapa Il? Itu suara Ryan sepertinya?" tanya Jihan yang gak pernah tau kalau Jihan dan Ryan sering eker
Ya tau cuman Jihan berfikir ekernya itu gak parah, dan gak seperti yang dia pikirkan sampai Ryan teriak teriak seperti ini
" Tadi Ula kan antar Maul sama keluarga ke Bandara, setelah meeting, karena tadi meetingnya kan bareng Abi Maul, lah udah habis itu Ula ke sini gak balik ke kantor lagi, mengkin dia kesepian" jawab Zula santai dan enggan menanggapi Ryan
" Gak boleh gitu lo nak, mana tau Ryan ada tugas yang perlu di selesaikan" jawab Jihan pada anaknya
Jihan orangnya masih sama seperti dulu penuh ke disiplinan jadi dia juga mengajarkan anaknya seperti itu
Zula juga di siplin dan tanggung jawab, tapi karena dia merasa sudah gak ada yang perlu di kerjakan, dan makin males juga kalau berhubungan dengan Ryan, ya sudah dia memilih ikut ke Rumah sakit aja nungguin Uminya
" Udah ah... Ula males kalau harus ke kantor lagi, Ula ngantuk Mi, Ula mau rebahan aja di sini, ini juga Bang Al kenapa gak ikut ke sini sih, bawa makan kan enak" jawab Zula sambil mengalihkan pembicaraan
" Eh... Kok sampe bang Al sih, dia capek paling semalam juga gak tidur katanya" ucap Jihan yang tadi pas sarapan Al sempet ngomong masih ngantuk
" Iya habis putus dia sama si Helend" jawab Zula keceplosan
" Apa? Maksudnya putus?" kaget El dan Jihan kompak
Kemudian Zula bercerita apa yang terjadi sebenarnya dan siapa juga Helend sebenarnya membuar Jihan makin syok dan El juga
" Astagfirullahal adzim..." ucap Jihan kaget dan mengelus dadanya
" Udah Umi gak usah terlalu di fikir Umi lho masih sakit" ucap Zula menenangkan Uminya
Ya kondisi Jihan yang masih kurang berdaya tentu makin syok di buat Helend yang jauh dari penampilannya yang alim di depannya
Untung saja mereka belum menjalin lebih lanjut dan masih sekedar pacaran dan belum lama juga
Di saat perbincangan mereka Al datang dan masuk keruangan Uminya
" Assalamualaikum..." ucap Al saat masuk
" Waalaikumsalam..." jawab Ula dan yang lain menoleh ke arah Al
" lho, loe kok di sini La, gak kerja" tanya Al melihat Zula
" Lagi berantem sama patnernya" ucap El ngasal
" Tiap hari berantem lama lama jodoh" jawab Al mendekat padanya
" Al... Kamu kok gak cerita nak kalau putus sama Helend" ycap Jihan tiba tiba
Al tidak langsung menjawab dan dia mencium tangan dan juga kening Uminya dulu, dan duduk di sebelah Uminya sambil merangkul Uminya lembut
" Ya udah Al cerita Mi, Al jomblo lagi di kala adek adek Al sudah pada mau tunangan, gimana Al ini Mi" ucap Al manja sambil menyenderkan kepalanya di pundak Uminya
Al Faham pasti Zula sudah cerita semuanya dan gak mungkin dia membahas lagi tentang Helend yang baginya sudah gak penting lagi
" Di tambah mantan mau nikah lagi makin sedih gue Umi" saut El menirukan gaya Al barusan
Mereka saling tertawa dan menghibur abang pertamanya yang sedang galau, tanpa mikir gimana mumetnya Zain mencari nasi jagung untuk Uminya
' Abah Mana?" tanya Al yang gak melihat Zain
" Kita semua kualat, di saat Abah heboh cari nasi jagung, kita malah enak enakan ngobrol di sini " ucap Zula teringat abahnya
" Elo aja kali La yang kualat, abang mah di sini kerja masih ada tugas, "ucap El pada Zula
" Tau ah.. mau bantu gimana juga bingung apa yang di cari gak tau gue" jawab Zula lagi makin santai dan ikut rebahan di pangkuan Uminya
" Dia aja kabur dari Ryan, " tambah Jihan yang mengelus kepala Zula
" Kebiasaan, izin dulu La, nanti dia uring uringan lho," ucap Al yang tau karena Ryan kadang suka cerita tentang adeknya yang nyebelin itu
Zula pun hanya mengirim pesan singkat pada Ryann dengan di sertai foto rumah sakit
" Maaf pak Ryan yang terhormat, saya izin ya, untuk hari ini, karena saya sedang di rumah sakit menemani Umi saya, terimakasih" begitu kiranya pesan untuk Ryan yang mendapat gelengan kepala dari kedua abangnya dan juga Uminya
Kini Zain sudah berada di rumah Charir, dan mengutarakan apa yang istrinya inginkan,
Untung saja kebetulan tetangga Kharir adalah seorang petani dan penggiling jagung, jadi selalu tersedia beras jagung yang biasa di buat untuk nasi jagung
mengingat sekarang banyak orang yang tidak mengkonsum nasi putih karena makin maraknya para sesepuh yang terkena diabetes jadi beberapa orang tetangga Charir menjadi pengusaha beras jagung, dan bahkan sebagian besar menjadi pedagang nasi jagung
" Kok ya aneh aneh toh ya ngidam makan nasi jagung segala" ucap Charir sambil membantu Zain menghidupkan api di area belakang
" Namanya kepengen Bund, kayak bunda gak pernah hamil aja, dulu pengennya apa" jawab Toha yang duduk di salah satu bangku tua tak jauh dari Charir
" Eeaalah... bejamu Zain, tua tua punya anak lagi, repot sendiri kalau istri ngidam dari dulu" ucap Charir pada Zain yang ada di sebelahnya
" Zain gak pernah repot tan, ini juga kemauan Zain yang ingin merasakan gimana sepenuhnya menjadi suami siaga, dan gimana rasanya membesarkan anak anak kita" jawab Zain yang masih sadar diri akan ke penyesalannya
" Ya semua kan udah jadi jalan hidup Zain, gak bisa di elak, dan semua sudah berlalu, " jawab Toha dan Zain hanya tersenyum
" Di Video ini Lho Gem, biar budemua tau kalau pakdemu yang masak sendiri, nanti di kira bohong lagi" ucap Charir yang sekarang selalu membela Zain, karena Charir tau gimana pengorbanan dan penyesalan Zain selama puluhan tahun ini
" Iya mbah" jawab Gempita cucu Charir
Zain mulai menapungkan beras jagung yang sudah di rendam semalaman, untung tentangganya ada yang siap tapung dan siap masak, jadi gak perlu menunggu semalaman
Sambil menunggu nasinya masak, dan ke proses selanjutnya, Zain membantu Charir dan juga Atifa, serta Maya istri Alif untuk memasak urab dan juga pelengkap lainnya, karena nasi jagung akan lebih nikmat di kala di sajikan dengan bergedel singkong, ada urapnya sambal trasi dan juga ikan asin, di tambah botok landeng atau petai cina
Ya sengaja mereka masak banyak juga, siapa tau dari situ Jihan juga lahap makannya setelah sebulan lebih tidak merasakan nikmatnya makan, dan harus mual dan muntah setiap harinya
" Assalamualaikum gaes..." ucap Alif yang baru saja pulang dari belanja barang barang onlinenya
" Waalaikumsalam..." jawab Semuanya yang ada di sana
" Walah walah ada pak KH. Bos Zain Musthofa, kok ikut masak nih, " ucap Alif yang melihat Zain ikut andil di dapur
" Pasti di kerjain istrinya yang lagi ngidam nih, wah gak ada yang berani ngerjain pak Kyai bos selain kakaku nih dari dulu" tambah Alif sudah bisa menebak gimana perlakuan Jihan