Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kritis


Jihan dan anak anaknya terdiam mendengar ucapan Abahnya, apa lagi ekspresi Zain yang tiba tiba berubah


Dan Jihan gak tau apa yang terjadi, tapi hatinya tiba tiba panik dan takut sendiri dengan kabar yang suaminya terima


" Ya udah gini aja Mas, sampean siapkan aja semua, pindahkan ke SRG aja, " ucap Zain langsung memutar otaknya


" ......"


" Jangan dong, jauh lagi kalau sampe ke Surabaya, di daerah sana kan juga belum ada yang lengkap alatnya, kalau di SRG biar nanti kami langsung pulang aja, " jawab Zain menanggapi ucapan Baha'


" ........"


" Gue kirim helly sekarang, Gue juga masih di tengah laut ini, biar di jemput sama helly juga nanti, gak mungkin kalau sampe pelabuhan mau sampe rumah kapan kami" jawab Zain lagi


" Udah siapkan aja, ki terbang sekarang, kalau Helly nanti bisa menderat lapangan dekat pondok, prifat jet harus kebandara, lagian prifat jet gue masih di Australia, udah siap siap aja, sampean temani dulu, nanti yang lain nyusul bawa mobil sama Adam" jawab Zain yang langsung sat set


" ....."


" Okey.. Waalaikumsalam.." jawab Zain dan mengakhiri panggilannya


Jihan langsung pasang muka penuh pertanyaan pada Zain,


" Kenapa?" taka pertama setelah Zain menutup ponselnya


" Abah Kritis, mau di bawa ke Surabaya gue gak boleh, biar di SRG aja, biar di jemput sama Helly, biar Umi aja yang nangani" jawab Zain lagi menjelaskan


Ya ,... Abah Hasan, atau mbah abah, ataupun di sebut mbah kakung yang sudah sebulanan terapi di daerah Baha' saat ini kembali ngedrop dan malah kritis


Padahal sebelum berangkat liburan Zain sudah silaturrahim ke sana, dan mwnceritakan tentang kegagalan El juga


Dan setiap hari Zain selalu menghubungi dan mengingatkan waktunya minum obat, dan Jihan walau tidak bersama selalu memantaunya juga


" Terus gimana? Kita masih di sini Bah, di tengah laut sini" ucap Jihan makin panik dan sudah mulai menangis


" Kita pulang sekarang, Abah mau telfon pihak Helly dulu, di atas kan ada tempat mendaratnya Helly, kita langsung kebandara nanti pulang sama privat jet, " ucap Zain sambil merangkul Jihan yang sangat panik


Bukan hanya Jihan saja, semuanya sangat panik, apa lagi mereka yang masih di tempat jauh


" Ula kak Liza, beresi barang barangnya nak, Abah menghubungi pihak helly sama babdara dulu" ucap Zain dan Jihan langsung mengambil baby Bibi dari gendongan Aliza


" Bantu adek dan istrinya nak" ucap Zain mulai bijaksana


Karen Zain tau Jihan tuh makin kesini makin panikan, jadi dia harus siap siaga dan bisa makin bijaksana


Zain sebagai pengusaha dan memilik hubungan dengan siapapun mudah untuk mencari dan menyiapkan semuanya


Tinggal bilang tak lama langsung datang, apa lagi dia yang memiliki travel sendiri,


Jelas secara, kemaren ke labuan bajo juga karena pihak travel dong yang menyiapkan, tapi sayangnya Zain Belum punya hotel atau penginapan sendiri, karena Pihak Travelnya sudah terlanjur bekerja sama jadi tidak mau kemaruk semuanya


Setelah semua selesai, dan menunggu di atas, tibalah Helly yang menjemputnya,


Mereka semua naik, untung muat, dan siap mengantarkan mereka langsung ke Bandara


" Bah barang barang kita yang Villa" ucap Zula teringat barangnya yang dj Villa juga


" Udah di bereskan sama anak buah Abah dari travel, nanti langsung di bawa ke Bandara" jawab Zain yang sudah terurus semuanya


Di rumah Baha' semua udah tangisan, apa lagi Rara yang sebagai menantu udha buntu sendiri


Dulu dia sempat mengurus Umi di kala Jihan pergi, cuman dia masih muda masih sehat dan Umi juga gak parah banget sakitnya cuman ke bawa pikiran


Lha saat ini, Abah Hasan yang sebelumnya terlihat sehat dan sempet mengisi pengajian juga di aula, sampai akhirnya tersungkar kebelakang saat ngaji dan akhirnya kritis seperti ini


Umi Zahra hanya bisa nangis tanpa suara, Umi sudah pasrah apa yang nanti terjadi sama Abah Hasan, secara mereka sudah sama sama sepuh bahkan sudah menunggu ajal datang


Abah Hasan sudah di urus dan di siapkan semuanya oleh Adam dan di bantu oleh beberapa santri,


Awalnya Baha' hanya memanggil dokter kerumah, dan kemungkinan kalau parah langsung di larikan kerumah sakit sesuai kebutuhan


Dan ternyata dokter langsung menyarankan untuk di bawa ke Surabaya karena peralatannya yang lebih lengkap


Apa lagi sebelumnya Abah sudah pernah melakukan oprasi di bagian jantungnya, akibat dari jantung yang membengkak seperti Baha'


Baha' juga sudah pernah oprasi tapi Baha' sangat menjaga pola pikirnya dan pola makannya sesuai yang Jihan anjurkan


Tak lama santri datang karena Helly udah mendarat tepat di lapangan depan pesantren atau ndalem rumah Baha'


Abah Hasan langsung di gotong kesana, di sana sudah di lengkapi bangkar juga, seperti yang Zain minta


Setelah Abah Hasan di masukkan, Baha' Umi Zahra dan Adam yang ikut bareng di Hellu tersebut dan siap untuk terbang ke rumah sakit Jihan yang ada di SRG


Dan kini Privat Jet yang Zain sewa juga sudah mulai take off, meninggalkan Bandara Komodo tersebut


Jihan sudah dag dig dug jantungnya, sudah gak karuan , padahal nanti dia juga yang menangani


Tapi Jihan selalu profesional saat bekerja, dan bisa tenang saat menangani pasien walaupun seburuk apapun


" El sudah di hubungi Rumah sakitnya untuk menyiapkan semuanya?" tanya Zain memastikan kembali


" Aman Bah, semua sudah El perintahkan" jawab El semangat


" Peralatan medis untuk Umi, maupun kamu sekalian biar gak nyari nyari nanti" ucap Zain lagi


" Iya Bah, orang rumah sakit kan juga udah tau" jawab El yang sudah mengondisikan semuanya


1 Jam kemudian, karena menggunakan privat jet, tentu lebih cepat, dan kini Pesat mereka telah mendarat


Dan mobil mereka juga sudah di siapkan,


El yang ngetir saat ini, dan membawa mobil yang dia bawa kemaren untuk meluncur ke rumah sakit miliknya


Dan sesampainya di sana, semua pihak rumah sakit sudah menunggu, mulai bangkar dan beberapa perawat yang siaga sudah berada di lapangan samping Gedung rumah sakit tersebut


El dan Jihan langsung du sambut dan di seprot cairan steril dan di pakaikan jas putih serta sarung tangan dan juga masker lengkap dengan alat steril lainnya


Dan tak lama kemudian Helly mendarat dan Jihan sudah siaga, sedangkan Zula dan yang lainnya menunggu juga di sana, dan tidak berani mendekat karena ini tugas Umi dan Abangnya


Zain ikut mendekat saat pintu Helly di buka, ikut membantu dan membopong Umi Zahra untuk turun dari Helly


Sedangkan Jihan dan El langsung meminta perawat untuk menbawa Abah Hasan keruangan yang sudah di siapkan sebelumnya


" Begitu ya mbak sebagai petugas medis, harus sat set, " ucap Zula cukup kagum dengan Umi dan Abanganya


" Menyangkut nyawa orang dek, kalau harta bisa di kejar nyawa itu" jawab Aliza sambil menggendong baby Bibi yang masih tertidur