Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Gagal Puasa


Tak lama saat mereka selesai parkir adzan subuh berkumandang dan mereka langsung pergi ke masjid yang tak jauh dari area parkir


Setelah sholat mereka kembali ke mobil dan membawa koper masing masing, yang mana cukup banyak bawaannya karena ada projek baru dan cukup lama di sana ya sekitar 3 mingguan dan itu kalau bisa cepat kadang masih ada penundaan juga


Dan sebelum mengangkut baranh Ryan mengambil troli dulu untuk membawa koper kopernya masuk kebandara


Setelah koper di tata rapi di bandara, Ryan mengambil sesuatu sebelum mengunci mobilnya


" Bentar La, seperti biasa, bantuin gue selimuti mobil gue dulu, takutnya nanti kedinginan dia" ucap Ryan dan Zula memajukan jempol tangannya


Ryan dan Zula kompak menutup mobil Ryan dengan mantel mobilnya dan kemudian lanjut berjalan masuk ke dalam bandara


Sesampainya di sana, mereka langsung chek in terlebih dahulu, dan saat selesai chek in panggilan terhadap nama mereka yang sudah paling akhir di panggil


" Pak Ryan.... Nama kita" Ucap Zula berlari


untung udah selesai chek in dan bagasi sudah masuk, baru di tinggal ke toilet sebentar sekitar 15 menit karena kebiasaan setor pagi Ryan , dan Zula menunggu di kursi tunggu dekat toilet eh.. Sudah di panggil


" Iya La.. Panggilan terakhir ayo" jawab Ryan sambil berlari karena memang sudah panggilan terakhir


" Waduh waduh.. Kenapa jadi kebiasaan sih, huaa" Ucap Zula sambil lari


Dan ini bukan yang pertama, tapi sudah ke sekian kalinya Zula dan Ryan seperti ini, kalau pake pesawat pribadi sih aman, kalau pake Umum terkadang mereka terlalu santai


Dan akhirnya mereka melalui scurity cek dan langsung berlari menuju gate yang sudah memanggilnya sedari tadi


" Ayo Pak.. Sebentar lagi mau di tutupi pintu pesawatnya" Ucap Salah satu perugas saat menukarkan bourding pas mereka


Dan setelah itu mereka langsung lari kelorong yang terhubung dengan pesawat


" Tunggu......." Teriak Zula dan Ryan saat pesawat hendak di tutup


Dan pas Zula dan Ryan masuk kedalam,


" Huh akhirnya, makasih mbak" Ucap Zula pada salah satu pramugari


" Kursinya nomer berapa bapak Ibuk?" tanya pramugari pada mereka


Kemudian mereka memberikan bording pasnya dan mempersilahkan mereka duduk di bangku first class yang paling depan


" Alhamdulillah...." Ucap Zula dan Ryan kompak saat sudah duduk di bangku masing masing yang bersebelahan


Dan karena masih sangat pagi dan perjalanan yang di tempuh cukup lama mereka kembali membaringkan badannya dan bobok cantik sampai mendarat


Secara ya, semalam sendiri Ryan sibuk beres beres, dan bahkan dia tidak tidur karena saat selesai paking paking ternyata sudah jam 2 dan dia memiouh lanjut siap siap, mandi sholat malam ngaji dan jemput Zula


Begitu juga dengan Zula yang sama sama menyiapkan mentalnya untuk kembali berhadapan dengan Maulana


Selain itu dia deg degan sendiri dengan keputusan Ryan yang mau berkorban untuknya ada apa dan apa maksudnya Zula masih ragu kalau Ryan ada tujuan lain


Tapi sering di pikir ternyata tidak, Ryan baik hati dan melakukannya dengan ikhlas tentunya


Dia hanya tidak mau teman dan patnernya sedih terus karena berimbas padanya, itu hal positif yang Zula pikirkan


9 jam penerbangan kini pesawat mereka mendarat di bandar udara Turky, di mana di sana masih jam setengah 11 siang, karena 5 jam perbedaan waktu dengan Indonesia


Mereka di jemput dengan mobil kantor yang sudah tersedia, lalu mengantarkan mereka ke salah satu hotel yang sudah di booking oleh pihak perusahaan yang terkait


" Gue bangun tau tau udah sampai, bahkan saat pramugari mengantar makanan gue gak tau La" Ucap Ryan masih lesu


" Ya sama Gue juga, tapi gue bangun duluan di mana saat ada info mendarat, jatah kita 2 kali kan? karena banyak di meja dan belum di bereskan, gue bilang boleh di bungkus, " Ucap Zula langsung membuat mata Ryan melek karena kaget


" Hem.. Jadi loe bungkus?" tanya Ryan dan Zula mengangguk


" Baiyoh... Segitunya La, malu maluin banget sih, masak loe bungkus" ucap Ryan dan Zula tertawa .


" Ya gimana? Sayang banget lho pak Ryan, salmon dan banyak banget makanannya, " jawab Zula lagi gak mau mubadzir pikirnya udah bayar juga kan


Apa lagi sajian makanan di first Class pasti sangat buanyak dan enak enak


" Ya gak di bungkus juga kali La, kayak gak kuat beli aja kita" jawab Ryan geleng kepala


" Ya gue pikir kan , tadi kita udah di pesawat 9 jam, gue juga gak ngitung nanti sampe sini di jam sini jam berapa, namanya bangun tidur ya.." Ucap Zula lagi


" Hem.. Terus?" tanya Ryan


" Ya gue itung biasanya kita kalau puasa kan sekitar 14 jam kan, ya lumayankan, kita sudah terbang 9 jam, di tambah 1 jam saat di bandara kan 10 jam, ini perjalanan ke hotel 1 jam, otomatis 3 jam lagi buka puasa dong, ya kan biar kalau buka udah ada menunya" jawab Zula panjang lebar


" Ternyata?" tanya Ryan lagi


" Ternyata ya masih siang dan masih lama bukanya" jawab Zula sambil nyengir kuda


" Dasar ya Allah... Ada aja nih anak, terus mana makanannya?" tanya Ryan dan Zula memeperlihatkan paperbag barisi makanannya


" Kok banyak? " tanya Ryan


" Punya Elo gue bungkus juga" jawab Zula lagi


" Kok gue laper ya La" Ucap Ryan tiba tiba laper saat melihat makanan


" Gue juga pak Ryan, kita makan aja yuk, kan kita musafir" Ucap Zula menyerah


" Iya betul, yang wajib aja boleh di batalkan apa lagi yang sunah" jawab Ryan tanpa basa basi mengambil salah satu cake dan menggigitnya


" Yah... Beneran dong" Ucap Zula melihat Ryan


" Lah... Kan katamu gimana La, kita musafir, elo gak jadi? aya udah untuk gue semua aja" ucap Ryan hendak merebut paperbagnya


" Enak aja... Jangan dong" jawab Zula merebut kembali


Akhirnya mereka menikmati makanan dari pesawat tadi sambil ngobrol dan sampai di hotel tujuan


" Judulnya Gagal Puasa" Ucap Zula dan Ryan tertawa ngakak


Sesampainya di hotel Zula dan Ryan langsung ke kemar masing masing untuk istirahat dan bersih bersih


Setelah bersih bersih mereka mulai kompak, tak sengaja bersamaan menaruh londry di depan pintu kamar masing masing


" Hehehehehe" Nyengir merekapun kompak, jauh dari lata musuh hinaan dan ejekan apa lagi slentingan seperti dulu lagi


Yang ada hanya senyuman saling mengerti dan saling memberi perhatian


" Ternyata rukun dan akur serta damai itu indah ya" Batin keduanya yang juga sama sama kompak