Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Drama tangis


Siang hari mereka sudah pada pulang kerumah , dan bahkan mereka juga sudah pada siap siap untuk pergi sendiri sendiri


" Bibi gak ajak pergi sama Abah Umi? Awi aja pergi" Ucap Bibi yang habis dari kamar Aliza


" Memang Awi mau pergi kemana?" tanya Zain yang memangku Bibi yang baru datang menghampirinya di ruang kerjanya


Bibi hanya menggelengkan kepalanya karena memang tidak tau, dan Al juga gak bilang kalau mau pergi


Wajah bocah kecil itu terlihat murung dan sedih karena gak ada yang ngajak pergi, secara Zain juga gak bisa pergi untuk jalan jalan lagi soalnya habis dzuhur ada pengajian rutinan juga di desa sebelah


Zain sendiri bingung mau gimana, dan benar kata Jihan mereka punya prifasi masing masing


Ya kalau Zain dan Jihan yang pergi sih, Alwi tentu di ajak, karena Alwi kan juga darah dagingnya mau bagaimanapun itu


Dan benar juga mereka perlu Q-time bareng keluarga juga


" Hem... Abang gak bilang kalau Bibi mau di ajak?" tanya Zain dan Bibi hanya mengangguk


" Nanti pergi sendiri ya sama Abah sama Umi" ucap Zain hanya bisa menjawab begitu


Ya Zain bukan muda lagi yang selalu slow saat weekand, dan bisa jalan bermain bersama seperti dulu, ya dulu punya jadwal cuman gak seperti sekarang, posisinya lain


" Baby... Bibi... Baby Bibi" Panggil El dan Heny bergantian


Mereka juga mau pergi dan penantian 2 tahun lebih belum punya momongan cukup membuat mereka pengen ada sosok baby dalam pernikahan mereka


Ya seperti biasa mereka hanya bisa bawa adek kecilnya untuk saat ini, sebagai pelengkap


" Tuh di panggil sama Abang El" Ucap Zain pada baby Bibi


Tapi Bibi gak merespon dan masih tetap sedih,


" Baby... Bibi" Panggil Heny menengok di kamar Baby Bibi


" Tuh kakak juga panggil, jawab dong" Ucap Zain dan Bibi masih diem


Tak lama Zula juga sudah di kode Ryan kalau mau pergi dan sudah dekat mau menjemputnya, agar bersiap


Zula sudah turun juga dan mau mengabari Abah dan Uminya


" Baby..." Panggil Zula yang sama baru turun


" Bah.... Mi" Panggil Zula berniat minta izin


" Abah di sini sayang" jawab Zain dari ruang kerjanya yang kebetulan kebuka


Zula langsung masuk dan melihat baby Bibi di pangkuan Zain


" Nih Bibi di sini kak" Ucap Zula dan Heny mendekat


El sudah turun duluan karena mau manasin mobil mereka


" Bibi, ikut kakak sama Abang yuk" ajak Heny to the poin


Baby Bibi masih diam belum menjawab dan sedih serasa pengen nangis


" Kenapa? Kok cemberut gitu?" tanya Zula yang mendekat padanya dan berjongkok di depannya


" Dia sedih, katanya Bibi gak di ajak pergi abah Umi,? Awi aja mau pergi" jawab Zain bercerita


" Ya Allah sedihnya... Adek kakak" Ucap Zula mengambil baby Bibi


Seketika baby Bibi menangis di pelukan Zula dan Melihat hal itu Zula juga gakntega melihatnya


Apa lagi Zain, tapi Zain gak bisa menghakimi mungkin Al dan Aliza jiga gak tau kalau Baby Bibi datang ke ruangannya


" Sini sini sama kakak Heny, kan mau pergi kita, sama kakak sama Abang El ya" Ucap Heny mengambil Alih Baby Bibi


" Cup cup cup... Udah yuk, udah wangi kita pergi sama Abang ya.. " Ucap Heny dan Bibi masih menangis sesenggukan


Tak lama Jihan menyusul dan heran melihat Bibi yang menangis


" Lho kenapa?" tanya Jihan dan mengelus Bibi


" Umik... Hiks hiks hiks.." tangis Bibi kembali pecah


" Kenapa?" tanya Jihan meminta penjelasan sama Zain


" Udah mandi belum dia?" tanya Zain


" Udah dong, tadi sampe rumah mandi kok, Kenapa sih?" tanya Balik Jihan


Dan Zain menjawab sesuai yang Bibi tanyakan tadi,


Tak lama Di bawah Ryan datang dan masuk pekarangan rumahnya berjumpa dengan El yang menyiapkan mobilnya


El mengajak Ryan untuk masuk dan menunggu sebentar mau di panggilkan Zula


Sampai di atas El juga kaget lihat dramanya Bibi yabg masih menangis dan makin heboh


" Memang bang Al tuh, kepekaannya kurang" Ucap El kesal


" Hus... Mereka punya prifasi sendiri sendiri El, gak semua orang sama kayak kalian" jawab Jihan tetap berprasangka baik


" Ya tau Mi, tapi ini adeknya lho, " kesal El makin jengkel


" Udah udah.. Ayo berangkat" ucap Heny memotong nanti kalau lanjut suaminya makin murka


" Sama kakak ya, Bibi mau kemana? Mau main apa?" tanya Heny lembut


" Mau main mandi bola" Ucap Bibi dan membuat tawa mereka


" Ya udah salim sama Abah Umi, kita berangkat sekarang" ucap Heny dan Bibi mulai tersenyum


" Di tunggu Ryan di bawah" Ucap El pada Zula


" Udah datang, ya udah ayo turun semua aja" jawab Zain dan berjalan turun semua


Kini Ryan sudah menghadap Zain, dan pamit minta izin sama Zain, untuk malangsungkan prewdding dan cari cari EO yang terbaik untuk acara pernikahan mereka


Dan Bibi akhirnya ikut El dan Heny yang mau bermain


Tak lama Al datang menyusul bersama anak istrinya


El yang masih emosi langsung meluncurkan tatapan tajam pada Al yang baru datang ke bawah


" Bang..." Panggil El ketus


Heny sudah gak enak dengan nada panggilan suaminya pada Abang Iparnya


" Ck.. Abang Ih.. Udah" senggol Heny paling gak seneng suaminya marah marah


Memang El tuh baik, tapi kalau kadung marah dan esmosi haduh kadang Heny makin pusing sendiri


Bukan hanya sekali dan bahkan sering kali mereka salah faham dan El yang selalu membawanya emosi


Untung Heny dan Aliza cukup sabar, dan sudah terbiasa dan gak ngikut ngikut


Ryan sendiri cukup kaget dengan panggilan El yang cukup kuat


" Kenapa sayang?" tanya Ryan


" Faham mereka kan? Tau sendiri bang El kalau marah" jawab Zula dan Ryan tersenyum


" Haduh Ndadak turun sekarang toh Al" Ucap Jihan nepuk jidat


" Tadi kalian di mana?" tanya Jihan pada Al


" Di mana apanya Mi? Kami dari atas kamar" jawab Al gak faham apa lagi melihat El yang sudah terlihat murka


Al menjawab ucapan Uminya dulu dari pada menanggapi wajah El yang super duper seram


" Bang Al" panggil El lagi


" Abang udah ih, anaknya juga udah diem" ucap Heny malu sendiri kalau Suaminya udah seperti itu


" Apa?" jawab Al menoleh padanya


" Elo tuh tua tapi gak bisa buat contoh" ucap El to the poin


" Maksud elo apa?" tantang Al balik


" Loe tadi ngapain aja? Bilang apa sama Bibi sampe dia nangis gitu, kalau gak mau ngajak pergi bilang gak usah kayak gitu, gue bang belum di beri titipan, dan tau gimana rasanya, elo mentang mentang di kasih titipan, gitu elo,? Lupa sama adek sendiri, saudaramu itu" cerocos El emosi


" Emang Kapan Bibi ke kamar? Gue aja gak tau" jawab Al santai


" Iya mbak Juga gak tau lho El, apa tadi Om Bibi ke kamar Alwi?" tanya Aliza dan Alwi ngangguk


" Lha kalian kemana?" tanya El bingung sendiri


" Kami mandi kayaknya" jawab Aliza polos


" Berdua,?" tanya El bingung


" Iya lah, kan seru" jawab Al konyol