
Kini Al sudah duluan masuk ke area kantor Kampus yang mana sudah di sambut denganpara dosen lainnya,
" Assalamualaikum" ucap Al sambil bersalaman dengan para Dosen yang ada
" Waalaikumsalam... Pak Al, lama gak berangkat" ucap Salah satu karyawannya
" Oh.. Iya Maaf, ada urusan pribadi yang tidak bisa di tinggalkan, " jawab Al santai dan lanjut berjalan ke ruang meeting karena pagi ini ada meeting pagi yang sudah terjadwalkan dari lama
" Tamu kita udah datang belum?" tanya Al lagi
" Belum pak, tapi kita breving dulu untuk pagi ini, " jawab Karyawannya yang berkerja sebagai kepala dosen, sedangkan Al Pemilik dan pimpinan Yayasan
" Okey siap" jawab Al dengan lanjut berjalan
Kini Semuanya para guru dan dosen sudah berkumpul di ruang meeting, sedangkan Aliza masih mengendap ngendap ngendap di parkiran dan tentunya akan ketinggalan masuk ruang meeting dosen
Sampai akhirnya dia selesai dan berjalan seperti biasa untuk lanjut menyusul suaminya yang sangat bawel dan manja itu
Ceklek......
Pintu ruang meeting di buka, dan
" Assalamualaikum..." ucap Aliza pelan dan langsung menjadi pandangan dari setiap orang
Semua orang di sana menatapnya aneh, karena Aliza lama gak berangkat tanpa izin, dan mereka anggap jadi karyawan yang gak tau diri
Berbeda dengan Al yang sangat lega karena Istrinya akhirnya berada di dekatnya lagi,
Inin rasanya menghampiri dan menciumnya sepertj biasanya, tapi apa boleh buat saat ini belum waktunya merenga ehem ehem
Aliza menundukkan kepalanya saat melewati suaminya yang memandangnya dengan pandangan mata yang seperti saat di kamar
" Memang ya Mas tuh, " batin Aliz hingga duduk di sebelah Yasmin yang sudah ada disana juga
Yasmin justru sedari tadi menatap wajah Al, yang tampak berbeda dari sebelumnha, apa lagi makin gemukan setelah libur 3 minggu
" Za.... Loe dari mana aja?" tanya Yasmin pada Aliza
" Dari rumah kak" jawab Aliza lembut dengan berbisik
" Iya, maksudnya 3 minggu kamu absen lho Za, tanpa kabar dan Izin kalau di SP 1 gimana?" tanya Yasmin balik dan Aliza menundukkan kepalanya,
Dia sebenarnya gak masalah sih, karena ini milik suaminya, toh dan dia libur tanpa izin juga karena suaminya
" Ya Maaf kak, saya ada urusan yang gak bisa di gantikan" jawab Aliza apa adanya .
" Sok sibuk kali sih Loe Za, emang ada urusan apa.?" saut lainnya yang sudah geram dengan Aliza, yang membuatnya jengkel dan suudzon pada Aliza
" Iya kayak orang penting aja, sampe ponselnya gak di aktifkan sama sekali, gak bisa di hubungi" saut lainnya yang ikut geram
" Iya nanti kalau dapat Sp 1, kalau langsung di pecat, loe mau cari kerja di mana? Udah dapat kerja enak jabatan naik, malah seenaknya aja" saut Yang lain yang ikut kesal
Ya Mereka memang kesal dan berfikiran lain tentang Aliza, yang sama sekali tidak ada kabar, sama sekali tidak ada aktif ponselnya dan lama tidak berangkat kerja, sehingga yang menunggunya ikut geram dan berfikir aneh tentang Aliza
Aliza tetap terdiam walaupun dia di pojokkan oleh teman temannya sendiri yang semuanya berfikiran negatif tentang dirinya, bahkan Sahabat dekatnya Yasmin ikut berfikir aneh, bukan bertanya gimana kabarnya, dan minta kejelasan malah ikut mojokin dirinya yang seolah olah nasibnya sudah di ambang pintu
" Iya kok kebetulan banget loe tuh liburnya bareng sama pak Al, loe pergi meeting apa healing bareng beliau?" tanya satunya cukup membuat Aliza kaget dan mengangkat kepalanya
" Apa loe main ya di belakang sama Pak Al" saut lainnya dan Aliza mengerutkan keningnya makin panik
" Bener Za, Loe godain Pak Al, dan di ajak pergi bareng?" tanya Yasmin meminta kejelasan
Dan Belum sempat Aliza menjawab Al sudah mulai buka suara untuk memulai meeting pagi ini
Semua karyawan di sana sudah geram dengan Aliza, dan Aliza kali ini menggunakan Ilmu dari Zula yag cuek bebek dan mencoba menenangkan pikiran dan hatinya yang sebenarnya tidak karuan rasanya
" Okey... Meeting pagi ini kita mulai, monggo gimana perkembangan kampus selama sebulan ini?" tanya Al to the poin
Al yang kepekaannya dsri lahir sudah kurang, maka Al juga gak peka kalau Aliza terpojokkan dan tidak baik baik saja
" Mari silahkan apa yang perlu kita bahas apa yang perlu kita di sampaikan silahkan dari satu persatu" Ucap Al memberi anggota meeting untuk membahas
Aliza masoh tetap berusaha tenang, dan membuka laptonya untuk meringkas hasil meeting pada pagi hari ini karena dia sebagai sekertaris Al
" Okey siap Pak" jawab Bapak yang ada di sana
" Aliza mana laporan yang saya bikin semalam?" tanya bapak tersebut pada Aliza
" Haa... Laporan?" tanya Aliza bingung karena dari kemaren dia tidak pegang ponsel sama sekali, apa lagi buka WA grub para dosen,
Dia tau hari ini meeting aja karena di kasih tau Al, dan tidak mengerti apa materi meetinganya juga
" Iya semalam sudah saya kirim di grub, dan sudah saya Wa Pribadi ke kamu, udah di kerjakan kan?" tanya bapak itu lagi
" Haduh... Mampus gue, mana gak pegang Ponsel dari kemaren kemaren" batin Aliza mati kutu
Al masih menunggu dan profesional, dan tersenyum sambil memandang istrinya yang cukup kebingungan
Aliza baru saja membuka ponselnya, yang sudah lama tidak di lihatnya
" Maaf pak, saya tidak tau kalau ada Informasi, saya sedari kemaren dan beberapa waktu lalu tidak pegang ponsel, dan tidak tau mengenai meeting dan lain sebagainya, " jawab Aliza lirih dan membuat bapak tersebut sudah mulai emosi, tapi masih di tahan karena gak enak dengan Al
" Dia sekertaris saya pak, jadi maaf bapak bisa kirim materi meeting dengan sekertaris bapak sendiri atau rekan yang lain mungkin?" tanya Al bukan membela tapi meluruskan, tapi namanya cewek ya, dari teman teman Aliza langsung berfikir kalau Al membela Aliza
" Tugas dia di TU, untuk menggantikan dosen dan guru yang gak masuk, dan mencatat apa tugas saya seperti hasil rapat ini, bukan mengerjakan tugas bapak" tambah Al mulai datar dan membuat bapak tersebut malu dan memilih diam dan mau gak mau harus merancang sendiri lagi materinya
Aliza sama sekali tidak konsentrasi di meeting hari ini, dentingan dentingan hatinya makin menjadi, apa lagi di tambah bisikan setan yang membisiki telinganya melalui obrolan dan cibiran teman temannya
Sampai akhirnya pembacaan no tulen, yang akan di sampaikan oleh Aliza
Saat pembacaan hasil Rapat, Aliza yang hati dan lisannya, serta tadk tangannh saat menulis sudah tidak singkron jadi makin amburadul
Bapak yang menjadi atasa dari semua dosen pun mulai marah, dan tidak bisa mengontrol diri lagi, karena merasa malu dengan Al, apa lagi Aliza sempat pergi tidak masuk tanpa Izin dengan waktu yang cukup lama
" Heh... Aliza bisa yang jelas gak sih ? Profesional saat kerja" Bentak bapak tersebut sambil gebrak meja
Aliz terkaget dan berdiri, sambil menundukkan mata
Al Juga kaget bahkan gak terima dengan perlakuka bapak Dekan yang membentak istrinya tepat di depan matanya
" Bisa lebih halus gak sama Wanita?" ucap Al datar dengan nada cukup naik sedikit dan berdiri
Semua yang tadinya mendukung pak Dekan karena geram pada Aliza akhirnya terdiam semua,
" Maaf pak, saya kira Aliza tidak pecus untuk melanjutkan kerjanya" jawab salah sati dosen
" Alasannya?" tanya Al datar
" Dia sudah 3 minggu tidak masuk dan tanpa Izin, saya kasih tugas tidak di kerjakan, dan sekarang malah tidak bisa profesional, " jawabnya kembali memojokkan Aliza.
Aliza tidak menangis atau apapun, sedari kecil dia sudah sering di pojokkan bahkan di bully, jadi aman, dan dia akan menangis bila orang terdekatnya yang membantahnya
" Dan di peraturan dosen dan pekerja kampus, itu sudah di berhentikan dan mendapat SP pak" jawab Lainnya
Al terdiam dan masih menatap Aliza yang masih menundukkan kepalanya
" Meeting kita sudahi kali ini, dan kamu ikut keruangan saya" jawab Al dan langsung salam menutup dan keluar dari ruangannya
" Kapok loe Zaa" ucap salah satu temannya